Melihat suaminya berteriak kesakitan, Putri pun ikut panik dan tidak tega melihat kondisi sang suami yang sedang terluka karena dirinya. Putri melihat cakaran kukunya cukup dalam mengenai lengan Rama dan terlihat goresan kuku itu membuat lengan Rama berdarah.
"Maaf, Pak! Sa-saya nggak sengaja!" ucap Putri yang merasa sangat bersalah. Rama pun masih diam dan ia segera membersihkan darah itu dengan kapas. Karena tidak tega melihat sang suami yang kesusahan mengobati luka akibat cakarannya. Putri pun segera meraih tangan Rama dan ia yang akan mengobati lukanya.
Rama pun hanya menatap sang istri yang sedang mengobati lukanya dengan memberinya obat antiseptik.
"Awwww ...." Sesekali Rama meringis kesakitan saat luka itu terasa begitu perih saat Putri memberinya obat. Secara tidak sengaja, mereka berdua pun saling menatap satu sama lain, Putri tampak salah tingkah sebenarnya ia merasa sangat bersalah karena sudah melukai tangan suaminya.
Setelah Putri membersihkan dan mengobati luka cakaran itu. Ia pun meminta maaf kepada sang suami karena dirinya sedang emosi.
"Saya minta maaf, Pak! Saya tidak bermaksud melukai Bapak. Semua ini karena saya, saya sedang kesal sama bapak. Kenapa sih Pak Rama tuh datang ke lapangan itu? Bapak nggak perlu datang, saya sudah tahu jawaban apa yang harus saya katakan kepada Alex. Saya tidak akan menerima cinta dia, Pak." Putri berhenti sejenak, mengatur nafasnya agar dirinya bisa tenang mengutarakan isi hatinya sambil terus mengobati luka pada lengan Rama.
Bagaimana dengan sikap Rama? Tentu saja pria itu mas masih terdiam dan hanya menatap wajah polos sang istri. Entah kenapa, ia merasa jika menatap wajah Putri membuatnya lebih tenang dan tentram.
Sejenak, ada lengkungan senyuman dari bibir Rama. Namun dengan cepat ia menghilangkan senyuman itu saat Putri menatapnya.
Sambil menutup luka cakaran itu, Putri pun berkata mengeluarkan segala isi hatinya dan kekecewaannya kepada Rama.
"Saya itu marah sama bapak bukan karena saya ini benci sama Bapak beneran. Tapi, saya benci dengan sikap Bapak yang terlalu mencampuri urusan pribadi saya. Toh Pak Rama tahu sendiri kalau pernikahan kita ini cuma terpaksa, kan? Bukannya bapak tidak menginginkan menikah dengan saya. Bapak sangat mencintai Kak Dinda dan saya bisa fahami itu. Tapi, saya juga mohon sama Bapak. Pak Rama juga harus bisa fahami perasaan saya. Saya ini masih muda, Pak. Saya masih ingin bermain bersama teman-teman, masih ingin pergi ngemall, nongkrong bareng mereka. Tapi, Pak Rama selalu melarang saya. Seakan-akan saya ini harus menjadi istri yang benar-benar seorang istri."
Putri telah menyelesaikan memberi obat pada luka di lengan suaminya. Ia pun beranjak untuk mengembalikan kontak obat di tempatnya. Rama terus memperhatikan pola tingkah istrinya sambil duduk di kursinya.
Sepertinya, amarah Putri sudah mereda. Gadis itu duduk kembali di depan Rama dengan lemas dengan kedua tangannya berada di atas meja sedang menumpu kepalanya yang ia letakkan di atas tangan. Kemudian Rama mencoba meraih tangan Putri dan menggenggamnya.
Seketika Putri mengangkat wajahnya dan ia sangat terkejut saat tangan Rama sedang menyentuh bahkan menggenggam tangannya dengan erat.
Putri pun mencoba menarik tangannya tapi tidak mungkin dibiarkan lepas begitu saja dari tangan Rama.
"Pak Rama, apa yang bapak inginkan? Lepaskan tangan saya!" seru Putri yang terlihat begitu gugup apalagi Rama mulai mendekatkan tangan sang istri pada wajahnya dan akhirnya sang guru mencium tangan sang murid dengan lembut.
Putri membulatkan matanya saat Rama mengecup tangannya itu. Tentu saja Putri merasa sangat canggung ketika bibir Rama menempel pada punggung tangannya.
Setelah Rama mengecup tangan sang istri, ia pun mengucapkan sebuah kalimat yang keluar dari bibirnya. Sebuah kalimat yang benar-benar membuat Putri tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Aku mencintaimu, Putri!" kalimat itu terlontar dari mulut Rama dengan sangat jelas.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
🍒⃞⃟•§¢•🎀CantikaSaviraᴳᴿ🐅
ku berikan sekuntum mawar thorrr..semangat nulisnya
2023-09-08
1
Tati Hartati
heleh takluk jg si killer sm bocil...😂😂😂😂😂😂😂😂😂🙈🙈🙈🙈
2023-08-26
0
Widya Wati
uwaaaaaa
2023-08-08
0