Misi Kedua

"Kamu yakin sangat menyukai bau asam tubuhku?" tanya Rico, memastikan kembali, kepada wanita yang usianya hampir sama dengan dirinya. Wanita itu perlahan mendorong kursi roda Rico hingga mereka berdua masuk ke dalam kamar.

"Apa kamu membutuhkan bukti yang lebih akurat?" bukannya menjawab, wanita itu malah melempar pertanyaan sembari mendudukkan pantatnnya di tepi ranjang. Salah satu kakinya terangkat dan menyilangkannya di atas kaki yang lain. Matanya menatap Rico dengan tatapan yang cukup tajam.

"Ya nggak juga sih," Rico malah terlihat gugup karena tatapan wanita itu. "Kamu serius segel kamu ingin jebol olehku?" Rico mengalihkan ke pertanyaan lainnya.

Wanita itu menyeringai. "Kalau aku nggak serius, lalu apa untungnya aku datang kesini dan berebut dengan wanita lain?" lagi lagi si wanita melempar pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Rico.

Rico hanya tersenyum cangngung. "Baiklah, jika kamu sudah yakin, tolong bantu aku pindah ke ranjang," si wanita mengangguk. Dia bangkit dari duduknya dan tangannya bergerak menyongsong tubuh Rico untuk dipindahkan ke atas ranjang. Meski Rico merasa tidak enak hati, tapi pemuda itu tidak punya pilihan lain lagi selain meminta bantuan dari wanita itu.

Begitu Rico terbaring diatas ranjang, pemuda itu langsung memerintahkan si wanita mulai menghirup semua bau asam yang keluar dari tubuhnya. Bukan hanya menghirup, tentunya wanita itu juga menempelkan bibirnya pada seluruh bagian tubuh hingga gejolk keduanya langsung berkobar.

Hingga beberapa menit waktu berlalu, Rico yang awalnya tidak yakin dapat menjebol mahkota milik si wanita, akhirnya dia berhasil melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Meskipun caranya agak sedikit sulit, tapi beruntung bagian kaki sebelah atas dan juga pinggang masih bisa diajak kerja sama. Kurang lebih tiga puluh menit, permainan Rico dan wanita itu selesai.

"Ternyata benar juga ya? Dijebol segelnya oleh anak presiden, sangat mengesankan," ungkap si wanita begitu permainan mereka selesai. Wanta itu masih setia menghirup sisa sisa bau asam yang keluar dari tubuh Rico.

"Mengesankannya bagaimana?" tanya Rico sambil membiarkan wanita itu mengendus semua bau badannya.

"Ya, aku merasa seperti menjadi wanita yang sangat istimewa gitu," ucap wanita dengan senyum yang cukup merekah. "Kamu berapa lama berada di kampung ini?"

Rico menggeleng sejenak. "Tidak tahu. Oh iya, apa kamu bisa membuatkan aku akun Bank?"

"Akun Bank? Buat apa?" kening wanita itu sampai berkerut menderngar pertanyaan Rico. "Bukankah kamu sudah punya memiliki akun bank sendiri?"

Rico menghembuskan nafasnya secara pelan. "Apa kepala kampung tidak cerita kalau aku hilang ingatan?"

"Oh iya," wanita itu sampai menepuk keningnya sendiri lalu dia cengengesan. "Aku lupa.Tapi kalau kamu bikin akun Bank, memang kamu ada uang?"

"Ya belum ada uang sih," jawab Rico.

Wanita itu lantas tersenyum dan dia melewati tubuh Rico untuk menghirup aroma asam pada bulu di sebelah kanan Rico. "Biar lebih mudah, kamu mending minta bantuan kepala kampung aja deh, Ric. Biasanya kepala kampung itu sangat dipermudah untuk urusan perbankan dan akan dibekali dana oleh pemerintah sebanyak sepuluh juta di dalam tabungannya."

"Oh yah?" Rico terlihat begitu takjub. "Banyak juga ya, sepuluh juta? Uang apa itu?"

"Sepuluh juta banyak?" Si wanita malah terkejut dengan ucapan pemuda yang bersamanya.

"Loh, ya memang banyak kan?" sekarang malah Rico yang tertegun mendengar ucapan si wanita.

"Hahaha ... itu termasuk sedikit," wanita itu malah tertawa. "Itu hanya uang terima kasih saja dari pemerintah karena mau menjadi bagian kecil dari pemerintahan itu sendiri. Setiap pejabat di negara ini memang seperti itu."

"Wahh! Kok enak banget ya?" Rico tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.

"Hahaha ... mentang mentang lupa ingatan, gitu aja kamu sampai takjub, Ric," Rico hanya menanggapi ucapan wanita itu dengan cengengesan. Namun sejak saat itu, tidak ada lagi pembahasan diantara mereka berdua.

Rico cukup khawatir karena sejak permaianan usai, jam yang melingkar di tangannya belum menunjukan tanda akan munculnya sistem. Sampai beberapa puluh menit waktu berlalu, dua anak muda itu akhirnya tergoda untuk melanjutkan ronde ke dua.

"Terima kasih ya, kamu sudah mau menghabiskan malam bersamaku," ucap Rico satu jam setelah ronde kedua selesai. "Kenapa kamu nggak nginep di sini aja?"

Wanita yang sedang mengenakan pakaiannya itu lantas tersenyum. "Nggak lah. Aku harus bangun pagi untuk kuliah," tolak wanita itu dengan lembut. Rico pun tidak memaksa. Setelah wanita itu terlihat rapi, baru dia pamit untuk pulang.

Begitu si wanita menghilang dari pandangan, sistem yang Rico tunggu pun muncul dari dalam jam tangan. "Apakah hadiah misterius yang akan aku dapatkan kali ini?"

...@@@@@...

Terpopuler

Comments

Nino Ndut

Nino Ndut

mc nya lebih pinter dikit napa..masa dikit2 nanya n kaget mulu..coba lebih natutal atau lebih "licik"..hadehh

2023-07-11

3

lihat semua
Episodes
1 Nasib Malang
2 Rencana Jahat
3 Tak Terduga
4 Keajaiban
5 Tugas Yang Aneh
6 Apakah Ini Candaan?
7 Terperangah
8 Misi Pertama
9 Hadiah Misterius
10 Perayaan
11 Masih Banyak Tanda Tanya
12 Kampung Perawan
13 Tak Terduga
14 Kabur Dari Mereka
15 Di Kampung Perawan
16 Memilih Gadis
17 Misi Kedua
18 Kejutan Pagi
19 Menyusun Rencana Secara Bertahap
20 Penyusup
21 Setelah Tamunya Pergi
22 Ingin Ke Kota Besar
23 Obrolan Ringan
24 Mencarikan Wanita
25 Misi Ke Tiga
26 Keluar Rumah
27 Hadiah Istimewa
28 Kejujuran
29 Kecurigaan Rico
30 Mengelabui Wanita itu
31 Saran Tuan Momogi
32 Pergi Ke Kota Besar
33 Sebuah Ajakan
34 Sampai Di Tempat Tujuan
35 Tinggal Bersama
36 Keinginan Yang Aneh
37 Tempat Yang Lain
38 Hari Pertama Di Kota
39 Menggagalkan Rencana Orang
40 Kekuatan Tak Terduga
41 Demi Mendapat Jalan Pulang
42 Rencana Gagal
43 Tiga Tempat Berbeda
44 Setelah Misi Kelima
45 Sebelum Pulang Ke Rumah
46 Pertarungan
47 Menolong Seseorang
48 Dua Rico Satu Rumah
49 Kejutan Yang Tidak Terduga
50 Akal Rico Tak Terduga
51 Bersikap Biasa Saja
52 Saat Menjajakan Roti
53 Mencegah Tragedi
54 Penjahat Tak Berkutik
55 Kesialan Penjahat
56 Memanfaatkan Keadaan
57 Banyak Tingkah
58 Ke Rumah Sakit
59 Wanita Tua Yang Plin Plan
60 Wanita Tua Ketakutan
61 Membuat Pilihan
62 Dua Rico Bertatap Muka
63 Dua Rico Saling Bicara
64 Setelah Pria Kembar Berbicara
65 Bersama Pria Kembar
66 Mulut Wanita Begitu Tajam
67 Dua Rico Pergi Bersama
68 Dua Pria Yang Dipercaya
69 Ruang Rahasia
70 Tempat Pribadi Anak Presiden
71 Kembali Ke Rumah
72 Keterkejutan Rico Palsu
73 Kekompakan Dua Rico
74 Memanfaatkan Keadaan Dengan Baik
75 Setelah Malam Itu
76 Kerja Sama Pria Kembar
77 Rencana Dibalik Sikap Baik
78 Rencana Selanjutnya
79 Frisian Mengetahuinya
80 Ada Yang Datang
81 Para Tamu Tercengang
82 Siaran Langsung
83 Rico Membuat Gempar
84 Mungkinkah?
85 Jahat Dibalas Jahat
86 Diasingkan
87 Ayah Yang Tak Berguna
88 Setelah Kabar Itu
89 Rencana Berbagai Pihak
90 Sudah Lebih Baik
91 Nasib Yang Hampir Sama
92 Melepas Jenuh
93 Kewalahan
94 Musuh Kalang Kabut
95 Mengelak Dari Semua Tuduhan
96 Unjuk Rasa
97 Semakin Memanas
98 Kejutan Lainnya
99 Rehat Sejenak
100 Sebuah Paket
101 Undangan Pertemuan
102 Pertemuan
103 Memanas
104 Kejutan Lainnya
105 Sukses
106 Kembali Pulang
107 Menyusun Rencana
108 Bertanya Kabar
109 Selangkah Demi Selangkah
110 Beraksi
111 Kejutan
112 Menata Masa Depan
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Nasib Malang
2
Rencana Jahat
3
Tak Terduga
4
Keajaiban
5
Tugas Yang Aneh
6
Apakah Ini Candaan?
7
Terperangah
8
Misi Pertama
9
Hadiah Misterius
10
Perayaan
11
Masih Banyak Tanda Tanya
12
Kampung Perawan
13
Tak Terduga
14
Kabur Dari Mereka
15
Di Kampung Perawan
16
Memilih Gadis
17
Misi Kedua
18
Kejutan Pagi
19
Menyusun Rencana Secara Bertahap
20
Penyusup
21
Setelah Tamunya Pergi
22
Ingin Ke Kota Besar
23
Obrolan Ringan
24
Mencarikan Wanita
25
Misi Ke Tiga
26
Keluar Rumah
27
Hadiah Istimewa
28
Kejujuran
29
Kecurigaan Rico
30
Mengelabui Wanita itu
31
Saran Tuan Momogi
32
Pergi Ke Kota Besar
33
Sebuah Ajakan
34
Sampai Di Tempat Tujuan
35
Tinggal Bersama
36
Keinginan Yang Aneh
37
Tempat Yang Lain
38
Hari Pertama Di Kota
39
Menggagalkan Rencana Orang
40
Kekuatan Tak Terduga
41
Demi Mendapat Jalan Pulang
42
Rencana Gagal
43
Tiga Tempat Berbeda
44
Setelah Misi Kelima
45
Sebelum Pulang Ke Rumah
46
Pertarungan
47
Menolong Seseorang
48
Dua Rico Satu Rumah
49
Kejutan Yang Tidak Terduga
50
Akal Rico Tak Terduga
51
Bersikap Biasa Saja
52
Saat Menjajakan Roti
53
Mencegah Tragedi
54
Penjahat Tak Berkutik
55
Kesialan Penjahat
56
Memanfaatkan Keadaan
57
Banyak Tingkah
58
Ke Rumah Sakit
59
Wanita Tua Yang Plin Plan
60
Wanita Tua Ketakutan
61
Membuat Pilihan
62
Dua Rico Bertatap Muka
63
Dua Rico Saling Bicara
64
Setelah Pria Kembar Berbicara
65
Bersama Pria Kembar
66
Mulut Wanita Begitu Tajam
67
Dua Rico Pergi Bersama
68
Dua Pria Yang Dipercaya
69
Ruang Rahasia
70
Tempat Pribadi Anak Presiden
71
Kembali Ke Rumah
72
Keterkejutan Rico Palsu
73
Kekompakan Dua Rico
74
Memanfaatkan Keadaan Dengan Baik
75
Setelah Malam Itu
76
Kerja Sama Pria Kembar
77
Rencana Dibalik Sikap Baik
78
Rencana Selanjutnya
79
Frisian Mengetahuinya
80
Ada Yang Datang
81
Para Tamu Tercengang
82
Siaran Langsung
83
Rico Membuat Gempar
84
Mungkinkah?
85
Jahat Dibalas Jahat
86
Diasingkan
87
Ayah Yang Tak Berguna
88
Setelah Kabar Itu
89
Rencana Berbagai Pihak
90
Sudah Lebih Baik
91
Nasib Yang Hampir Sama
92
Melepas Jenuh
93
Kewalahan
94
Musuh Kalang Kabut
95
Mengelak Dari Semua Tuduhan
96
Unjuk Rasa
97
Semakin Memanas
98
Kejutan Lainnya
99
Rehat Sejenak
100
Sebuah Paket
101
Undangan Pertemuan
102
Pertemuan
103
Memanas
104
Kejutan Lainnya
105
Sukses
106
Kembali Pulang
107
Menyusun Rencana
108
Bertanya Kabar
109
Selangkah Demi Selangkah
110
Beraksi
111
Kejutan
112
Menata Masa Depan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!