"Rico hilang!" seru Matilda ketika dia pulang ke rumah tapi tidak melihat keberadaan pria lumpuh yang ada di ruangan rahasia. Wanita itu langsung mencarinya ke seluruh rumah, tapi sosok yang dicari tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali. Matilda pun langsung keluar rumah dan memberi tahu yang lainnya.
"Apa! Hilang!" pekik pria, pemimpin kampung tersebut. "Bagaimana bisa hilang?"
"Aku juga tidak tahu," balas Matilda dengan wajah terlihat sangat kesal
"Ah, sialan! Ya udah, kita cari sampai dia ketemu!" Matilda dan pemimpin kampung serta beberapa orang lainnya langsung berpencar mencari Rico. Namun sayang, setelah beberapa puluh menit berlalu, semua yang bergerak mencari pemuda itu tidak menemukan Rico sama sekali.
"Ah sial! Kemana dia?" sang pemimpin kampung nampak begitu geram. "Kalau dia sampai menghilang, bagaimana kita bisa menjadi kampung yang paling maju!"
Semua hanya terdiam karena mereka juga tidak tahu akan terjadi hal seperti ini. "Apa jangan jangan Rico ke kampung perawan," ucap Matilda tiba tiba, dan hal itu sontak membuat semua yang ada di sana terkejut.
"Kampung perawan? Dari mana Rico tahu tentang kampung perawan? Apa dia sudah mengingat semuanya?" cecar sang pemimpin kampung.
"Tidak," jawab Matilda. " aku kan sudah bilang, tadi saat bangun tidur, aku sempat membahas tentang kampung perawan dengan Rico dan dia minta aku untuk mengantarnya berkunjung ke sana, tapi aku tidak mau."
"Kalau Rico ke kampung perawan, aku rasa tidak mungkin. Dia ke sana dengan siapa?" tanya salah satu warga dan pertanyaan itu dianggap masuk akal oleh warga yang lain. Rico yang lumpuh, sudah pasti tidak akan berani ke kampung perawan sendirian. Apa lagi kampung itu melintasi laut.
Namun sayang sekali, dugaan mereka semua salah. Saat ini, Rico sudah berada di atas kapal yang dikemudikan oleh tiga orang yang berprofesi menjadi pedagang. Setelah tadi sempat bernegosiasi dengan para pedagang, Rico akhirnya diijinkan ikut naik ke kapal dengan jaminan, Rico akan memberikan sejumlah uang kepada tiga pedagang itu.
Saat ini Rico memang sedang tidak memiliki uang, tapi Rico yakin, jika dia bisa mendapatkan wanita yang menghirup bau badannya, Rico akan kembali mendapatkan uang seratus miliar dan Rico akan membaginya dengan para pedagang yang mengantarnya ke kampung perawan. Rico berharap, uang itu juga bisa digunakan di dua dunia, yaitu dunia asli Rico dan dunia yang saat ini sedang Rico singgahi.
Rico tentu saja mencatat akun milik mereka melalui ponsel yang dia miliki saat berada di kampung kemarin. Rico yang dipercaya sebagai anak presiden, tentu saja disambut hangat oleh tiga pengemudi kapal. Mereka bahkan sempat bercengkrama sambil mengarungi lautan.
Sebenarnya Rico cukup bingung jika sedang ngobrol dengan penduduk Wangiland. Mereka sama sekali tidak ada panggilan yang lebih sopan kepada orang yang lebih tua selain Tuan, Nona dan Nyonya. Mereka seperti terbiasa memanggil orang asing dengan sebutan nama jika mengetahui namanya, atau memanggil dengan kata anda, jika tidak mengenali orang yang diajak bicara. Tidak ada panggilan Pak, Mbak, Kakak, Paman atau yang lainnya.
"Ada perlu apa? Anda ke kampung perawan, Rico?" tanya salah satu pria tang berbadan gempal.
"Hanya ingin berkunjung. Apa lagi sejak menjadi anak presiden, aku tidak bisa kemanapun," jawab Rico berkilah.
"Anda seperti pak presiden, Rico. Presiden juga begitu, suka berkunjung ke kampung yang sukar dijangkau oleh pemerintah. Maka itu kami cukup kehilangan sosok presiden Adavo. Tapi, apa benar, anda bekerja sama dengan mafia?"
"Aku tidak tahu," jawab Rico. "Aku benar benar tidak ingat apapun."
Ketiga orang itu nampak manggut manggut. "Kami juga tidak yakin jika kamu bekerja sama dengan mafia. Tapi berita yang menyebar luas berita itu membuat kamu semakin terpojok, Rico. Aku cuma bisa bilang, berhati hati lah."
"Terima kasih," ucap Rico, lantas tiba tiba suasana menjadi hening. Rico menatap laut dan langit yang perlahan sedang menuju ke arah gelap. Entah berapa jam waktu yang diperlukan, hingga beberapa lama kemudian, sampailah kapal itu ke tempat tujuan.
begitu turun dari kapal, Rico sempat takjub dengan suasana pinggir pantai. Hampir mirip dengan kampung sebelumnya, penuh warnna san berbau harum. Rico di antar oleh tiga orang menuju ke rumah pemimpin kampung terdekat.
"Rico? Anak presiden ada di sini?"
"Iya, Tuan, saat ini dia ada di luar," jawab salah satu dari orang yang mengantar Rico.
"Wahh! Suatu kehormatan kalau dia ada disini. Baiklah, saya akan menyambutnya."
"Tapi Tuan, anda nanti jangan kaget."
"Kenapa?" tanya kepala kampung.
"Karena kecelakaan pesawat yang dialami, membuat Rico sampai kehilangan ingatannya."
"Hah!"
...@@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
neng ade
semakin seru dan menegangkan
2023-06-16
1
Jimmy Avolution
Up...up...up...
2023-06-12
0