Setelah beberapa saat, mobil yang dikemudikan oleh Tama tiba di halaman parkir perusahaan. Dia turun terlebih dulu diikuti oleh Kinara. Rencanaya mereka akan langsung berpisah ketika tiba di halaman parkir, namun sesuatu tak terduga terjadi.
Seorang satpam menghampiri mereka dan memberitahu bahwa ada beberapa preman yang datang ke perusahaan untuk mencari Kinara. Preman-preman tersebut tidak mau pergi sebelum bertemu langsung dengan Kinara.
"Preman? Mencari saya? Bapak tahu kenapa mereka mencari saya?" tanya Kinara kepada satpam yang bertugas.
"Tidak tahu, Mbak. Mereka cuma bilang ingin bertemu dengan Mbak Nara secara langsung. Katanya mereka ada perlu dengan Mbak Nara," terang sang satpam.
"Terima kasih ya, Pak atas infonya. Saya akan menemui mereka sekarang."
"Iya, Mbak, sama-sama. Kalau begitu saya kembali ke pos." Satpam itu pun kembali ketempatnya bertugas.
"Preman? Kamu punya urusan apa sama preman-preman itu?" tanya Tama.
Kinara hanya mengedikan bahu karena memang dia sendiri tidak tahu siapa preman-preman itu dan untuk apa mereka mencarinya.
"Saya temui mereka dulu ya, Pak. Permisi." Tanpa menunggu jawaban dari Tama, Kinara langsung menuju ke lobi dimana beberapa preman tengah menunggunya.
Tama yang tadinya ingin langsung pergi ke ruanganya memilih untuk membuntuti Kinara. Dengan kedua telapak tangan masuk ke dalam saku celana, Tama memperhatikan mereka dari tempat yang tidak terlalu jauh dari posisi Kinara dan para preman tersebut berada. Namun, itu hanya sebentar. Dia hanya menghubungi satpam untuk tetap berjaga jangan sampai para preman tersebut melukai Nara. Setelah itu ia langsung masuk ke ruang kerjanya.
"Maaf, kalian siapa ya? Kenapa kalian mencari saya dan darimana kalian tahu kalau saya bekerja disini?" Kinara memberondong para preman tersebut dengan beberapa pertanyaan.
"Benar Anda yang bernama Mbak Kinara larasti?" preman itu justru balik bertanya.
"Iya, benar. Itu saya," jawab Kinara.
"Perkenalan kami adalah orang-orang suruhan Bos Danu. Tujuan kami datang ke sini untuk menagih uang kepada Anda."
"Menagih? Perasaan saya nggak merasa punya hutang sama bos kalian."
"Memang bukan kamu yang berhutang kepada Bos Danu, tapi Reni dan Susanto." Preman itu memberikan jawaban.
"Apa!" pekik Kinara. "Ya Allah cobaan apa lagi ini?"
"Iya, seminggu yang lalu Reni dan Susanto berhutang kepada Bos Danu. Mereka bilang kalau kamu lah yang bakal membayar hutang mereka. Mereka berseloroh kalau keponakanya memiliki pekerjaan yang bagus di perusahaan Wijaya dengan gaji besar. Jadi, pasti bisa mengembalikan utang itu dengan mudah."
Kinara langsung lemas. Belum selesai soal rumah yang digadai kini muncul persoalan baru yang diperbuat oleh om dan tantenya.
"Berapa hutang mereka?" tanya Kinara lirih.
"Seratus juta."
"Aku tidak akan membayar hutang itu. Kalian tagih saja hutang itu ke mereka karena merekalah yang berhutang, bukan aku!" cicit Kinara.
"Tidak masalah, sebenarnya kedua orang itu sudah bersama bos kami. Jika kamu tidak mau membayar, maka Bos Danu akan memotong tangan mereka!" ancam preman itu.
Ingin rasanya Kinara tidak peduli dengan nasib om dan tantenya. Namun, hati kecilnya tidak bisa bersikap tega.
"Beri aku waktu. Aku akan membayar hutang-hutang itu," jawab Kinara.
"Baik, Bos Danu hanya memberimu waktu seminggu. Jika dalam satu minggu kamu tidak segera membayar hutang mereka, maka Bos Danu akan memotong kedua tangan Om dan tantemu."
Para preman tersebut kemudian pergi meninggalkan lobi perusahaan Wijaya.
Kinara duduk di lantai lobi perusahaan. Dia tidak tahu lagi bagaimana harus membayar semua hutang om dan tantenya. Belum kelar satu masalah, muncul masalah lagi dan semuanya berkaitan dengan uang.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" lirihnya. "Ayah, Ibu, aku harus bagaimana? Kenapa aku harus menanggung beban ini?"
Cairan bening menglir begitu saja dari sudut matanya.
"Ah, iya. Masih ada satu cara." Kinara segera bangun dari posisinya. Dia mengusap air matanya dan berjalan memasuki lift.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
sherly
keterlaluan paman dan bibimu beneran ngk punya hati plus otak, rumah dah mereka gadaikan eh skrg ngutang 100jt yg disuruh byr Kinara... kirim aja tu paman DNA bibimu ke negara konflik biar kena bom ..
2024-07-21
0
Tuty Tuty
terlalu bibi paman tak ada ahlak biar kan tangan nya di potong 😁😁😁
2024-03-10
1
Rafi'ah Sujie
potong aj lah tangan mereka 🙄 nyebin bangat
2024-01-26
0