Bab 5

Permintaan kedua anaknya tadi siang di restoran membuat Tama tidak bisa tidur. Permintaan itu terlalu berat bagi Tama. Sejak Kiara meninggal, tidak ada niat di hatinya untuk menggantikan posisi Kiara. Tama sudah menutup rapat pintu hatinya untuk wanita mana pun. Baginya, hanya Kiaralah satu-satunya wanita yang akan dia cintai seumur hidup.

Tama berjalan ke arah meja dan mengambil foto Kiara di sana. Dia menatap sendu foto itu.

"Kia, kenapa kamu pergi meninggalkan aku secepat itu? Aku merindukanmu Kiara, aku merindukanmu." Tama memeluk foto almarhumah istrinya dengan erat.

"Andai kamu tidak mempertahankan kandunganmu dan mau menjalani pengobatan, mungkin kamu masih ada di sini bersamaku," gumam Tama.

Bukan Tama menyesali kelahiran putra kembarnya. Namun, hidup tanpa ada Kiara serasa berat bagi pria itu.

Ceklek!

Pintu kamar terbuka, dua sosok malaikat kecil yang mejadi alasan Tama tetap bisa hidup muncul dibalik pintu. Tama meletakan kembali foto di tanganya di atas nakas.

"Sayang, kok belum tidur?"

"Pa, apa boleh malam ini kami tidur di sini?" tanya Taki dengan sangat hati-hati.

"Iya, Pa. Kami ingin tidur dengan Papa," tambah Maki.

Tama tersenyum. Dia mengangguk lalu menyuruh kedua putranya untuk naik ke atas tempat tidur. Tama segera memgikuti, pria itu pun kemudian berbaring di antara kedua putra kembarnya.

"Pa," panggil Taki sambil mendongak menatap wajah papanya.

"Iya, Sayang."

"Apa permintaan kami tadi siang terlalu berat bagi Papa?" tanya Taki lagi.

"Iya, Pa. Kami juga ingin seperti teman-teman kami yang memiliki mama. Kami ingin bermain bersama mama, ke sekolah bareng mama, dan tidur bersama dengan mama." Maki ikut menambahkan.

"Memangnya kalian sudah tidak mau lagi melakukan itu semua bareng papa?"

"Bukan begitu, Pa. Tapi, betapa bahagianya kalau kita bisa melakukan itu semua bareng Papa dan Mama." Taki menjelaskan.

"Pa, tidak bisakah Papa memenuhi keinginan kami?" tanya Maki.

Tama masih diam. Dia tidak berani mengiyakan, namun dia juga tidak ingin mengecewakan kedua putranya.

"Memangnya kalian menginginkan mama yang seperti apa?" tanya Tama. Dia berharap bisa menolak keinginan putranya dengan menggunakan kriteria mama yang mereka inginkan.

"Kami mau mama seperti Mama Kinara. Bisakan, Pa?" jawab Maki dengan mata berbinar.

"Iya, Pa. Kami mau Mama Kinara menjadi Mama kami. Papa bisa mengabulkan keinginan kami itu kan?" Taki juga mengatkan hal yang sama dengan mata dipenuhi bintang.

"Tapi, Sayang. Belum tentu kan, Mama Kinara mau menjadi mama kalian?" ucap Tama.

Wajah kedua bocah kembar itu pun kembali muram.

"Papa pernah bertanyakan kepada kami, hadiah apa yang kami inginkan sebagai hadiah ulang tahun kami yang 5? Dan kali ini kami minta Papa memberikan kami seorang mama," ucap Taki.

"Iya, Pa. Kami mau Papa menjadikan Mama Kinara sebagai mama kami yang sesungguhnya," tambah Maki.

"Sayang, itu tidak mungkin. Maafkan papa karena papa tidak bisa memenuhi keinginan kalian kali ini." Tama lebih memilih untuk meminta maaf daripada memberikan harapan palsu kepada putra kembarnya.

"Tapi, kenapa, Pa? Teman kami saja ada yang memiliki mama baru. Bukankah untuk menjadikan Mama Kinara sebagai mama kami, Papa tinggal menikahi Mama Kinara saja? Apanya yang sulit?" ujar Taki.

"Hei, kalian tahu tentang pernikahan dari mana?" Tama mencuit hidung putranya gemas.

"Aku selalu melihatnya di sinetron yang Mbak Mirna tonton."

"Bener, Pa. Papa tinggal menikah dengan Mama Kinara terus udah deh Mama Kinara langsung sah menjadi mama kami," jelas Maki.

"Sayang.... "

"Plis ya, Pa. Plis!"

Taki dan Maki melipat kedua tangan mereka di depan dada.

Tama menatap mata kedua putranya. Dari sana dia melihat betapa besarnya keinginan mereka untuk menjadikan Kinara sebagai mama.

"Pa, plis!" pinta Taki dan Maki lagi.

Tama masih diam. Dia tidak mau memberikan harapan palsu kedapa kedua putranya. Namun, dia juga tidak tega menolak keinginan kedua putranya tersebut.

Terpopuler

Comments

Rafi'ah Sujie

Rafi'ah Sujie

plis papa

2024-01-25

1

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ayolah tamaaa .. seperti nya Kinara tulus orangnya

2023-06-21

2

Yuli maelany

Yuli maelany

kamu tinggal tanyain aja kenapa Taki dan maki begitu sangat ingin menjadikan Kinara sebagai mamanya padahal mereka saja baru pertama kali bertemu....

2023-06-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!