Bab 4

Kinara kembali mendekat ke arah Mirna ketika tahu bahwa dua anak yang tanpa sengaja bertemu denganya barusan adalah anak-anak dari atasanya, Tama Wijaya. K

"Jadi, mereka ini adalah anak-anaknya Pak Tama?" tanya Kinara.

Mirna tidak menjawab, dia memilih membawa kedua bocah kembar tersebut untuk duduk.

"Den Taki, Den Maki, ayo kita duduk saja sambil nunggu papa Aden datang!" ajaknya.

"Mama, Mama kenal sama papa?" Taki memilih mengabaikan ajakan Mirna.

"He'em, Tante ini sekretaris pribadi papa kalian," jawab Kinara.

"Wah, berarti kalau kita main ke kantor papa kita bisa ketemu sama Mama kan?" Maki ikut menimpali.

Kinara berjongkok di depan Taki dan Maki. "Tadi nama kamu Taki kan? Dan kamu Maki?" Taki dan Maki mengangguk mengiyakan.

"Taki, Maki, dengerin Tante ya. Tolong jangan panggil Tante dengan panggilan Mama. Orang-orang akan salah paham jika mendengarnya! Tante cuma sekretaris pribadi papa kalian, jadi Tante mohon jangan panggil tante mama lagi ya! Pleas!" pinta Kinara.

"Bener apa yang dikatakan dia. Orang-orang akan salah paham jika kalian memanggil wanita itu mama. Dia itu hanya sekretaris papa kalian, jadi nggak pantes kalau kalian memanggilnya mama." Tanpa diminta, Mirna ikut berkomentar. Dia tidak rela jika kedua anak dari majikannya memanggil Kinara dengan sebutan itu karena menurutnya yang paling pantas mendapat panggilan mama dari mereka adalah dirinya. Apalagi dialah yang sudah mengasuh kedua bocah itu sejak mereka berusia 2 tahun.

"Tapi.... " Taki tidak melanjutkan perkataannya, bocah 5 tahun itu hanya cemberut sambil menduk. Tak jauh beda dari reaksi kembarannya, Maki pun melakukan hal yang sama. Kedua bocah kembar identik tersebut bahkan memasang wajah sedih mereka.

"Taki, Maki, kalian bisa ngertiin tante kan?"

Lagi. Taki dan Maki tidak menjawab.

"Ada apa ini?"

Suara bariton seseorang mengejutkan semua orang yang ada di sana.

"Pak." Kinara langsung berdiri tegak ketika Tama datang. Wanita itu mundur beberapa langkah guna memberikan ruang kepada Tama untuk mendekati putranya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Mirna, wanita itu ikut mundur beberapa langkah.

"Sayang, maafin papa ya karena papa telat," ucap Tama kepada kedua putranya.

"Tidak apa-apa, Pa," jawab Maki tidak bersemangat.

"Iya, Pa, tidak apa-apa." Taki pun memberikan jawaban yang sama.

"Kalau tidak apa-apa kenapa wajah kalian ditekuk seperti itu? Hm?" Tama bertanya kepada dua putranya.

Taki dan Maki masih tidak menjawab.

"Taki, Maki, kalian nggak mau jawab pertanyaan papa?"

Taki dan Maki saling melempar pandangan. Keduanya terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi enggan.

Melihat sikap aneh kedua putranya membuat Tama jadi ingin tahu hal apa yang sebenarnya terjadi.

"Mirna, Nara, sebenarnya ada apa? Kenapa kedua putraku terlihat sedih seperti ini?" Tama memberikan tatapan tajamnya kepada sekretaris dan pengasuh anaknya.

Mirna tidak menjawab. Dia tidak sudi kalau harus mengatakan alasan yang membuat kedua bocah itu bersedih. Pun dengan Kinara, wanita itu juga tidak menjawab. Dia bingung harus memberikan penjalasan seperti apa kepada atasannya tersebut.

"Ada apa? Kenapa kalian juga ikut-ikutan diam, hah?" sentak Tama kepada dua wanita yang berdiri di hadapannya.

"Sebenarnya... sebenarnya.... "

Kinara tidak melanjutkan perkataannya, dia takut Tama akan salah paham.

"Kenapa tidak jadi?" tanya Tama dengan tatapan menelisik.

"Pa, kami ingin punya mama," jawab Taki.

"Iya, Pa. Kami ingin memiliki mama," tambah Maki.

Mendengar jawaban dari kedua putranya membuat Tama terdiam. Selama ini tidak pernah terlintas sedikit pun di benak Tama untuk memberikan ibu sambung kepada kedua putranya.

Terpopuler

Comments

TongTji Tea

TongTji Tea

seketika nyanyi lo baca namanya taki .
" taki-taki...taki-taki ...rumbaaa "...🎤🥁🪇

2024-11-16

0

Yeppo🦌

Yeppo🦌

taki maki...jadi inget nama kimi maki di ninja hatori 🤣

2024-01-08

3

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

ᵇᴇɴɪʰᴄɪɴᴛᴀ❤️ʳᵉᴍʙᴜˡᵃⁿ☪️

kasian twins...

2023-06-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!