Bab 10

Beberapa kali Mirna menghentakan kaki karena kesal. Gara-gara Kinara datang bulan ia terpaksa harus ke mini market untuk membeli pembalut dan sialnya merk pembalut yang biasa dipakai oleh Kinara tidak dijual di mini market tersebut. Mirna terpaksa harus mencari di minimarket lain.

"Terima kasih ya, Mbak Mirna. Dan maaf karena aku udh ngerepotin," ucap Kinara begitu ia keluar dari dalam kamar mandi.

"Iya, sama-sama. Tapi, lain kali sediain satu kek di dalam tas. Jadi, sewaktu-waktu tamu bulanan kamu datang nggak ngerepotin orang lain," balas Mirna ketus. Andai bukan Tama yang menyuruhnya membeli barang itu, dia tidak akan sudi untuk melakukan hal tersebut.

"Iya, Mbak Mirna. Aku pasti akan ingat pesan Mbak Mirna. Sekali lagi terima kasih ya."

Kinara sedikit membungkuk sebagai tanda permintaan maaf.

"Ayo kita kembali ke meja! Pak Tama dan anak-anaknya sudah menunggu kita!" ajak Mirna sambil melangkah mendahului Kinara. Tanpa memberikan jawaban apa pun Kinara mengekori pengasuh dari Taki dan Maki.

"Mama." Taki dan Maki langsung berlari menghampiri Kinara ketika melihat wanita itu kembali dari toilet.

"Mama tidak apa-apa kan? Kata papa Mama tadi sakit perut makanya lama di kamar mandi. Sekarang Mama sudah baikan kan?" tanya Maki.

"Iya, Tante sudah tidak apa-apa kok," jawab Kinara sambil melebarkan senyum.

"Tapi, kenapa Mama bisa sakit perut? Padahal makanan yang kita makan tidak ada yang pedas?" tanya Taki. Bocah itu memperhatikan dengan seksama menu makanan yang mereka makan.

Kinara melihat ke arah Tama demikian juga sebaliknya.

"Ouh... Itu mungkin perut Tante agak sensitif," jawab Kinara.

"Ohya, Pak. Terima kasih karena Bapak sudah meminjamkan saya jas milik Bapak. Besok setelah saya cuci, saya akan mengembalikannya kepada Anda," ujar Kinara.

"Tidak perlu, aku memiliki banyak jas seperti itu. Lagian aku tidak terbiasa memakai apa pun bekas orang lain," jawab Tama yang kembali bersikap dingin.

Kinara tidak menyahut lagi. Dia memilih untuk kembali ke tempat duduknya.

Melihat Tama bersikap begitu kepada Kinara membuat Mirna senang bukan main, dalam hati dia bersorak gembira karena ternyata wanita yang menjabat sebagai sekretaris majikanya itu tidak memiliki posisi khusus di hati sang majikan.

"Baguslah kalau Pak Tama ternyata tidak menyukai wanita itu. Artinya aku masih memiliki peluang untuk menjadi Nyonya Tama Wijaya. Saat itu terjadi, aku akan pastikan agar kedua bocah itu diasuh sama neneknya." Mirna membatin.

Hanya dengan berkhayal begitu saja sudah membuat hatinya senang.

"Mirna, setelah ini aku ada meeting. Jadi, kamu bisa bawa anak-anakku pulang sekarang. Oh iya, Mama Dewi bilang dia ingin menghabiskan waktu bersama Taki dan Maki nanti sore, jangan lupa kamu antar mereka ke sana!" Tama memberikan titahnya.

"Benar-benar menyebalkan, aku harus bertemu dengan nenek lampir itu lagi," batin Mirna lagi. Terakhir kali ia bertemu dengan Dewi adalah sebulan yang lalu.

Saat itu Mirna yang sedang asik nonton drama korea kesukaanya lupa menyuruh mandi Taki dan Maki, alhasil dia dimaki habis-habisan oleh Dewi dan dianggap tidak becus menjaga mereka.

"Baik, Pak. Saya akan mengantar Den Taki dan Den Maki ke rumah nyonya Dewi," jawab Mirna kemudian.

"Dan kamu Nara, kali ini kamu tidak perlu ikut meeting. Setelah ini kamu bisa langsung pulang! Lagian tidak mungkin kan kamu ikut bertemu dengan klient kita dengan keadaan begitu," ujar Tama kepada Kinara.

"Iya, Pak," jawab Kinara.

Selesai makan semua saling berpamitan. Tama dan Kinara terlebih dulu mengantar Taki dan Maki masuk ke dalam mobil mereka.

"Ma, kapan-kapan kita makan bareng lagi ya!" pinta Maki.

"Iya, Ma. Lain kali aku juga ingin liburan akhir pekan dengan Mama. Boleh kan, Ma?" giliran Taki yang berbicara.

"E... iya, tentu saja boleh," jawab Kinara sambil melirik ke arah Tama. Dia takut pria itu akan marah karena jawbaanya. Namun, ternyata Tama tidak menunjukan ekspresi apa pun.

"Pak Joko, antar mereka sampai rumah dan kamu Mir, ingat pesanku jangan lupa antar mereka ke rumah Mama Dewi sore ini!" Tama mengingatkan.

"Iya, Pak," jawab Mirna dan Joko bersamaan. Joko adalah sopir yang biasa mengantar jemput Taki dan Maki.

"Dadah, Mama. Sampai jumpa lagi." Taki dan Maki melambaikan tangan mereka sebelum mobil yang mereka tumpangi melaju.

"Ayo aku antar kamu pulang!" ajak Tama begitu mobil yang membawa kedua putra kembarnya tidak lagi terlihat.

"Tidak usah, Pak. Saya bisa naik taksi, bukankah Bapak ada meeting setelah ini?"

Tama melihat ke arah jam tangannya. "Masih ada waktu satu jam lagi, jadi aku rasa cukup untuk mengantarmu pulang ke mes perusahaan. Lagian aku juga harus mengambil baham meeting nanti di kantor," jawab Tama.

Kinara pun tak lagi punya alasan untuk menolak. Keduanya pun masuk kedalam mobil milik Tama.

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

sok banget sih

2024-07-21

0

Hafifah Hafifah

Hafifah Hafifah

yg ada kamu dipencat mirna

2023-06-09

2

Yuli maelany

Yuli maelany

Mirna terlalu banyak tidur dan kebanyakan mimpi nyampe ngehalu terlalu tinggi, sebelum kamu nikah sama Tama kamu bakalan d tendang sama Tama....

2023-06-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!