Tukar identitas

...❤️❤️❤️❤️❤️...

Malam harinya, Kania mendapat telpon dari Damar alias kakak sepupunya yang selama ini selalu membantu ia serta Aisyah.

Kania bingung karena Damar mengatakan jika pihak produk yang memakai jasanya untuk mengiklankan produknya justru merasa rugi dan meminta biaya pengganti kepada pihak Damar.

Damar juga menjelaskan kalau semua itu terjadi karena berita buruk mengenai Aisyah yang sudah tersebar luas di sosmed.

"Aku harus gimana ini?" batin Kania bingung.

Kekacauan semakin bertambah saat Kania tau bahwa Aisyah kembali histeris di kamarnya.

Dengan cepat Kania melangkah ke atas menaiki tangga menuju kamar Aisyah, Kania langsung mengetuk pintu berusaha menemui Aisyah di dalam sana dengan wajah paniknya.

"Aaaaa..."

Teriakan-teriakan dari dalam kamar Aisyah membuat Kania makin panik tak bisa berpikir jernih, ia terus coba membuka paksa pintu kamar Aisyah sambil mengetuk-ngetuk pintunya.

"Syah, tolong buka dong pintunya!" ucap Kania.

Praaanggg....

Terdengar juga suara pecahan beling dari dalam sana, Kania yang sedang panik dibuat makin panik dengan munculnya suara tersebut.

Terlebih lagi ponselnya yang masih saja terus berdering karena Damar menghubunginya meminta pada Kania untuk bisa mengembalikan honor yang sudah ditransfer ke rekening miliknya.

Akhirnya Kania terpaksa mentransfer kembali semua uang yang ia dapatkan dari Damar, karena gimanapun juga ia tidak tega pada saudaranya itu.

Setelah urusan dengan Damar selesai, Kania kembali fokus pada Aisyah dan mengetuk-ngetuk pintu berharap Aisyah bisa segera membukanya.

TOK TOK TOK...

"Aisyah, ayo buka dong!" teriak Kania.

Suasana kembali hening, tak lagi terdengar suara teriakan ataupun barang-barang yang terjatuh dan pecah dari dalam kamar Aisyah.

Kania merasa sedikit lega walaupun ia belum tau bagaimana kondisi Aisyah saat ini.

"Syah, kamu gapapa kan? Buka dong pintunya, aku mau masuk nih bicara sama kamu!" ucap Kania masih terus berusaha.

Ceklek...

Ya usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil, akhirnya Aisyah mau keluar membuka pintu lalu menemui Kania di depan kamarnya.

Terlihat kondisi Aisyah benar-benar kacau dan berantakan dengan mata sembab serta wajah yang dipenuhi air mata, bagian tangan dan kaki gadis itu tampak berdarah-darah terkena goresan kaca.

"Ya ampun, Aisyah!"

Kania syok berat melihat kondisi buruk kembarannya itu, ia sampai tak tega menatapnya dan terus menutupi mulutnya dengan telapak tangan.

"Kamu kenapa jadi begini, Syah?" tanya Kania.

Aisyah hanya terdiam tanpa banyak melakukan pergerakan disana. Aisyah nampaknya memang sangat depresi setelah gagal menikah dengan Marvel dan difitnah satu negara.

Kania yang merasa kasihan pada kakaknya, langsung menghampiri Aisyah kemudian memeluknya erat sambil menangis tersedu-sedu.

"Hiks hiks... harusnya kamu jangan begini, Aisyah! Aku yakin pasti kak Morgan bakalan sedih dan kecewa banget sama kamu, kalau dia tau adik wanitanya sampai depresi begini!" ucap Kania.

Degg...

Jantung Kania seakan berhenti berdetak saat Aisyah mendorong tubuhnya dengan keras.

"Kenapa, Syah?" tanya Kania tak mengerti.

"Jangan sentuh gue! Gue wanita kotor yang gak punya harga diri, mending lu menjauh dari gue supaya lu gak ketularan virus kotor gue ini!" jawab Aisyah.

Kania menggeleng sambil menangis.

"Gak, itu gak bener! Aku yakin kok kalau kamu bukan gadis kotor seperti yang dibicarakan Marvel dan semua orang di sosmed! Aku tau kamu Aisyah, aku tau Aisyah gak mungkin melakukan perbuatan seperti itu!" ucap Kania.

"Kenapa lu yakin banget?" tanya Aisyah.

"Simpel aja, aku ini saudara kembar kamu. Dan aku yang paling tau sifat kamu seperti apa, aku yakin kalau kamu gak mungkin melakukan itu!" ucap Kania dengan sangat yakin.

"Thanks," ucap Aisyah.

"For what?" tanya Kania bingung.

"Because you belived in me," jawab Aisyah lagi.

"Tapi, percuma aja..." sambung Aisyah.

"Kenapa percuma?" tanya Kania tak mengerti.

"Karena itu gak ada pengaruhnya di kehidupan gue, tetep aja semua orang berpandangan buruk ke gue dan anggap kalo gue ini wanita kotor!" ucap Aisyah.

"Syah, kamu harus yakin sama diri kamu sendiri! Kalau memang kamu gak seperti apa yang mereka bilang, kamu jangan kayak gini dong!" ucap Kania.

"Susah Kania, semua itu gak semudah yang lu omongin!" ucap Aisyah.

"Iya aku tau itu gak mudah, tapi seenggaknya kamu berusaha gitu buat tetap kuat dan semangat! Sebentar lagi kamu harus lanjut kuliah, ingat pesan papa mama kita dulu!" ucap Kania.

"Gue mau berhenti kuliah aja, yang ada gue bakal dihujat satu kampus gara-gara video itu." ucap Aisyah.

"Jangan! Aku gak akan kasih izin kamu buat berhenti kuliah atau apapun itu!" ucap Kania tegas. "Aku maunya kamu tetap lanjut kuliah!" sambungnya.

"Kamu aja yang kuliah dan wujudin permintaan papa mama, kalau aku kayaknya udah gak sanggup dan gak bisa lagi deh. Kejadian ini terlalu berat buatku untuk ngelakuin itu," ucap Aisyah.

"Gak ada yang susah kalau kita mau berusaha, aku yakin kamu bisa kok!" bujuk Kania.

"Lu bicara begitu karena lu gak ngalamin sendiri apa yang gue alamin sekarang, jadi lu mana ngerti gimana perasaan gue?" ujar Aisyah.

"Aku ngerti kok, karena wajah kamu mirip sama aku, aku sekarang juga kena imbas dari video kamu itu! Banyak warganet yang salah alamat hujat aku di sosmed, terus aku juga sulit kalau mau cari kerjaan karena wajahku ini!" ucap Kania.

"Yaudah, kalo gitu kita sama-sama berdiam diri aja di rumah peninggalan papa mama ini!" ucap Aisyah.

"Gak bisa! Kalo pikiran kamu begitu terus, yang ada kita gak akan pernah maju! Kamu harus yakin sama kemampuan kamu dan yakin kalau semua ini akan berlalu dengan sendirinya...!!" ujar Kania.

"Cukup, Kania! Gue gak mau denger apapun lagi dari mulut lu itu, oke!" bentak Aisyah.

Aisyah yang kesal dan juga sudah frustasi, memilih masuk kembali ke kamarnya lalu menutup pintu dengan keras di hadapan Kania hingga Kania terkejut bahkan sampai menutup matanya.

Akan tetapi, Kania masih tidak menyerah dan terus berusaha untuk bisa membuat Aisyah semangat kembali dalam menjalani kehidupan.

"Aisyah, kamu jangan begini dong! Aku yakin kamu pasti bisa lewatin semuanya, karena ada aku juga yang temenin kamu! Ayolah Aisyah, buka pintunya!" ucap Kania membujuk Aisyah.

"Gak akan! Gue gak mau buka pintunya kalo lu masih aja maksa-maksa gue buat lanjut kuliah!" jawab Aisyah dari dalam kamarnya.

Kania kebingungan mencari ide untuk bisa membuat Aisyah mau keluar dan kembali kuliah.

Akhirnya setelah beberapa menit berpikir, Kania berhasil mendapatkan sebuah ide yang brilian menurutnya dan mungkin saja bisa membuat Aisyah semangat kembali.

"Syah, aku punya ide supaya kamu gak dibenci lagi sama orang-orang!" ucap Kania.

"Gak mau denger..." jawaban Aisyah.

"Aku akan gantikan posisi kamu dan menjadi Aisyah selama kamu masih dihujat, dan sebaliknya kamu juga bakal jadi aku alias Kania!" ucap Kania.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!...

Episodes
1 Prolog
2 Pernikahan yang batal
3 Menghibur Aisyah
4 Alex kembali
5 Histeris
6 Perkenalan + visual
7 Belum percaya
8 Menggantikan Aisyah
9 Tetap tidak percaya
10 Foto model
11 Sudah mau keluar
12 Suruh dia pulang!
13 Tinggal berdua
14 Terjebak masa lalu
15 Tukar identitas
16 Belajar jadi kamu
17 Bertemu teman
18 UGM (universitas....)
19 Perkara lychee tea
20 Pulang bersama Alex
21 Mirip sama Aisyah
22 Dihujat setoko
23 Aisyah kepo
24 Aisyah depresi lagi?
25 Hari pertama di kampus
26 Ketemu malaikat penolong
27 Makin dekat
28 Meneruskan karir
29 Cemburu
30 Marvel minta maaf?
31 Bukan Kania
32 Photoshoot
33 Cinta yang tulus
34 Gugup
35 Akhiri saja
36 Pengejaran pelaku
37 Daniel memaksa
38 Tidak cinta
39 Makan malam nikmat
40 Akankah terbongkar?
41 Deg-degan
42 Alex maksa
43 Rencana Alex
44 Pengaruh obat
45 Itu tidak benar
46 Jadian aja
47 Buka hati?
48 Kegigihan Marvel
49 Bukan siapa-siapa
50 Orang baru
51 Pengakuan Kania
52 Pelan saja
53 Terungkap
54 Aisyah ngambek
55 Nazla & Aisyah
56 Cemas
57 Mau dilecehkan
58 Takut
59 Selamat juga
60 Balik jadi model?
61 Ajak balikan
62 Singkirkan Alex!
63 Kania bingung
64 Dilamar
65 Melamar Kania?
66 Tidak kuat
67 Usaha Darwin Daniel
68 Obrolan penting
69 Gak percaya
70 Daniel & Kania
71 Boneka dari Daniel
72 Marsha cantik
73 First date
74 Digoda
75 Diperebutkan
76 Daniel vs Alex
77 Sahabat pengganggu
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Prolog
2
Pernikahan yang batal
3
Menghibur Aisyah
4
Alex kembali
5
Histeris
6
Perkenalan + visual
7
Belum percaya
8
Menggantikan Aisyah
9
Tetap tidak percaya
10
Foto model
11
Sudah mau keluar
12
Suruh dia pulang!
13
Tinggal berdua
14
Terjebak masa lalu
15
Tukar identitas
16
Belajar jadi kamu
17
Bertemu teman
18
UGM (universitas....)
19
Perkara lychee tea
20
Pulang bersama Alex
21
Mirip sama Aisyah
22
Dihujat setoko
23
Aisyah kepo
24
Aisyah depresi lagi?
25
Hari pertama di kampus
26
Ketemu malaikat penolong
27
Makin dekat
28
Meneruskan karir
29
Cemburu
30
Marvel minta maaf?
31
Bukan Kania
32
Photoshoot
33
Cinta yang tulus
34
Gugup
35
Akhiri saja
36
Pengejaran pelaku
37
Daniel memaksa
38
Tidak cinta
39
Makan malam nikmat
40
Akankah terbongkar?
41
Deg-degan
42
Alex maksa
43
Rencana Alex
44
Pengaruh obat
45
Itu tidak benar
46
Jadian aja
47
Buka hati?
48
Kegigihan Marvel
49
Bukan siapa-siapa
50
Orang baru
51
Pengakuan Kania
52
Pelan saja
53
Terungkap
54
Aisyah ngambek
55
Nazla & Aisyah
56
Cemas
57
Mau dilecehkan
58
Takut
59
Selamat juga
60
Balik jadi model?
61
Ajak balikan
62
Singkirkan Alex!
63
Kania bingung
64
Dilamar
65
Melamar Kania?
66
Tidak kuat
67
Usaha Darwin Daniel
68
Obrolan penting
69
Gak percaya
70
Daniel & Kania
71
Boneka dari Daniel
72
Marsha cantik
73
First date
74
Digoda
75
Diperebutkan
76
Daniel vs Alex
77
Sahabat pengganggu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!