Chapter 19

“Sudahlah, jangan menangis! Seburuk apapun hidup kita, sikap kita sebagai seorang makhluk hanya bisa bersyukur pada Zat yang telah menciptakan kita. Setiap hal yang ditakdirkan pada kita sebagai makhluk, pasti ada tujuan dan hikmahnya.”

Pradita menyeka air mata yang mengalir deras di kedua pipi Helly. Dia merasa tidak tega melihat tatapan mata yang kosong di mata Helly, seperti punya beban mental yang sangat berat.

Keduanya keluar dari Rumah Sakit menuju motor Pradita yang diparkirkan secara sembarang di bahu jalan. Pradita melajukan motornya cukup pelan sambil berbincang mengenai keluarga Helly.

Pradita mendengar semua keluh kesahnya, hingga tidak sadar mereka sudah sampai di gang yang menuju rumah Helly di Desa Lengkong Gudang Timur. Saat sampai di depan rumah Helly, Pradita langsung di tatap nyalang oleh kakak Helly yang merupakan ketua geng mafia Zero Crime yang menguasai wilayah Serpong.

“Turun kau!” teriak Willy lantang sambil menunjuk tegas ke arah Pradita. Kemudian pria berwajah arab tersebut mendekati Pradita dengan berjalan cepat sambil terus menunjuk ke arah Pradita. “Kau selalu saja membuat masalah denganku, kemarin dengan Tuan Hiro sekarang adikku kau buat terluka —”

“Kak, ini bukan kesalahan Mas Pradita —”

“Diam kau, Helly!” potong Willy dengan amarah yang sudah memuncak.

“Tunggu! Ini salah ….”

Willy melompat dan melayangkan tendangan ke arah kepala Pradita, tetapi Helly memeluk Pradita untuk menghalanginya. Pada akhirnya tendangan tersebut tepat mengenai pelipis kiri Helly, dan membuat pelipis kiri gadis berambut pendek tersebut memar.

Pradita marah melihat Helly ditendang oleh kakaknya sendiri, “Aku tidak menyangka seorang laki-laki berani menyakiti wanita dan itu adiknya sendiri. Aku tidak peduli jika kau ketua geng sekalipun, aku akan habisi kau!”

Ranting pohon di sebelah kiri Pradita dipatahkan olehnya, sambil mengelus lembut pelipis kiri Helly yang lebam, "Kamu tenanglah disini! Aku akan membuat pelajaran terhadap kakakmu yang tidak tahu diri ini!"

Tangis Helly pecah, karena Pradita begitu memperdulikannya ketimbang kakaknya sendiri Willy. Apalagi Willy tanpa rasa bersalah menendang pelipis kirinya, dan sampai detik ini pun dia tidak meminta maaf, malah marah terhadapnya.

"Salah sendiri dia menghalangiku untuk menendang kepalamu. Adik sampah seperti dia memang harus aku usir, dan aku tidak mau mengakui adik yang tak bisa menghasilkan uang untukku, hahaha …," ejek Willy dengan tertawa jahat.

Ia bahkan menatap sinis ke arah Helly yang dianggapnya sebagai adik yang tidak berguna.

"Jangan salahkan aku jika kau terluka parah dan aku tidak akan segan untuk menghajarmu!" geram Pradita dengan sorot mata yang tajam ke arah Willy.

Anak buahnya yang sedang bermain judi kartu di dalam rumah Willy pun ikut keluar. Apalagi setelah mendengar suara ribut-ribut antara Willy, Helly, dan Pradita.

“Oh, ada yang cari mati ya!”

“Sudah sikat saja!”

“Tentulah, dia hanya pria ayam kampung!”

Kesembilan anak buah Willy berjalan cepat ke arah Pradita setelah keluar dari dalam rumah Willy. Pradita dikepung oleh kesembilan anak buah Willy.

“Baiklah, jika kalian ingin bertarung denganku keroyokan maupun satu lawan satu aku pasti layani. Akan tetapi jika kalian kalah, harus menjadi anak buahku, dan jika kau kalah, aku akan memberikan uang pada kalian masing-masing lima juta,” tantang Pradita lantang.

...[Tongteng … Tongteng]...

...[Misi utama telah berhasil diterima secara otomatis dan tak bisa dibatalkan]...

...<>..................<>................<>...

...[Misi utama: Kalahkan semua geng yang berkuasa di Tangerang Selatan, dan rebut wilayahnya]...

...[Batas waktu: 30 hari]...

...[Hukuman: Kehilangan respek 100% dari Julius Aslan]...

...[Hadiah: Uang 10 milyar, 100% respek geng Zero Crime, 100.000 poin sistem]...

Willy dan kesembilan anak buahnya tersenyum licik, lalu memandang satu sama lain. Salah satu anak buah Willy yang berada di belakang Pradita segera menyergapnya untuk mengunci tubuh Pradita agar mudah dipukuli oleh teman-temanya.

Akan tetapi sebelum kedua tangannya menyentuh tubuh Pradita, pria berambut bergaya rambut harajuku tersebut sudah melompat tinggi ke belakang sambil menghantamkan ayunan ranting secara vertikal dari atas ke bawah.

“Teknik Naga Besukih!” seru Pradita.

Suara hantaman ranting itu cukup keras, dan membuat anak buah Willy jatuh tertelungkup ke permukaan tanah yang ada kotoran tahi ayamnya. Setelah mendarat sempurna di belakang anak buah Pradita yang sudah tertelungkup, Pradita melesat sambil menebas badan ketiga anak buah Pradita dengan tebasan ranting sekuat tenaga.

“Aaakh!” pekik serentak ketiga anak buah Willy.

Hanya dengan sabetan sebatang ranting pohon, ketiga anak buah Willy terpental. Bahkan ada yang menabrak pohon, pagar bambu, serta masuk ke dalam tong sampah.

Melihat Pradita hanya dalam beberapa detik berhasil menumbangkan keempat kawannya. Kelima anak buah Willy agak gentar, tetapi Willy melotot ke arah mereka untuk segera maju menghajar Pradita.

Dengan rasa terpaksa, kelima anak buah Willy maju dan mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke arah Pradita. Pukulan-pukulan tersebut hanya mengenai ruang kosong.

Apalagi Pradita begitu lihai menggunakan teknik weaving, yakni memiringkan kepala dan badannya, untuk menghindari setiap pukulan yang mengarah ke kepala, dada, dan kedua bahunya. Pradita mengulas senyum simpul untuk mengejek mereka berlima, karena tidak ada satupun pukulannya yang berhasil mengenai Pradita.

“Hanya ini kemampuan anggota Geng Zero Crime? Sampah, benar-benar sampah!” ejeknya sambil mengacungkan jempol kiri ke bawah.

Mereka semakin emosi diejek oleh Pradita. Hingga menyerang pria berambut hitam legam tersebut dengan tendangan, serta pukulan yang sangat brutal.

Lagi-lagi pukulan dan tendangan tersebut berhasil dihindari oleh Pradita dengan berjongkok, memiringkan kepala, melompat, dan juga berguling ke kanan serta ke kiri.

Mereka berlima tentu saja kelelahan. Bahkan nafasnya terdengar tersengal-sengal sambil membungkuk. Dada mereka kembang-kempis, serta cairan bening bercucuran di sekujur tubuhnya.

“Teknik Naga Wanabaya!”

Saat itu pula Pradita melesatkan serangannya kembali ke arah mereka berlima. Tidak lupa Pradita menyerang balik dengan melakukan tebasan cepat secara horizontal ke dada mereka satu persatu.

Suara hantaman ranting tersebut sangat keras. Bahkan bisa membuat kelima anak buah Willy terlempar sepuluh meter dari tempat berdiri mereka masing-masing.

Willy dan Helly serentak melebarkan mata, melihat kehebatan Pradita mengalahkan sembilan anggota geng mafia Zero Crime yang terkenal ganas di wilayah kecamatan Serpong.

"Apa! Tidak mungkin!" kata Willy dan Helly serentak tersentak kaget.

Willy sangat paham terhadap kesembilan anak buahnya yang merupakan petinggi di geng mafia Zero Crime yang terkenal ganas. Makanya dia tidak percaya melihat kesembilan anak buahnya yang sangat dipercayainya itu berhasil dikalahkan.

Hanya dalam beberapa menit oleh Pradita. Bahkan hanya dengan menggunakan sebatang ranting. Pradita tersenyum simpul ke arah Pradita dengan memainkan telunjuk kirinya untuk memprovokasi Willy.

"Berhenti!" teriak Helly yang sudah tidak mau lagi melihat pertarungan antara Pradita dan Willy.

Baginya kekerasan tidak bisa menyelsaikan masalah, hanya akan menambah masalah dan masalah lagi. Bahkan sampai keduanya saling membunuh.

Terpopuler

Comments

amore💞💞

amore💞💞

ini udh mulai ngawur aja ... yg satunya blm kelar udah ada lagi ... jdi bertumpuk jdi gaknkaruan alurnya .... protes dikit ... biar gak percuma nulis novel ....hehehehe

2023-07-26

1

ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA

ɪᴍ᭄ꦿRIZAL_VAN_BRAMASTA

Yang di episode awal bundir terjun ke air siapa ya?

2023-07-04

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Nice...

2023-06-14

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!