Chapter 18

“Nabila!”

“Mas Pradita!”

Mata keduanya melebar dengan saling bertatap-tatapan. Tercium bau-bau hangus perasaan cemburu dari Nira yang juga mulai menyukai Pradita.

“Kenapa Mas Pradita ada disini?” tanya Nabila bingung.

“Kakek Astra sudah aku anggap seperti kakekku sendiri karena menyelamatkanku tempo hari. Berkat Kakek juga aku bisa menemukan rumah Nabila,” jawab Pradita.

Mendengar hal tersebut Nabila agak kesal, karena hubungan Keluarga Astra dengan Keluarga Nabila memang kurang baik. Gara-gara Ayah Nabila yang sudah meninggal menggelapkan aset Keluarga Astra, dan Nabila percaya kepada ayahnya, bahwa keluarga Astra yang sudah menipu mereka.

Ditambah lagi ada kasus dengan manajer Nabila, yaitu mengenai bodyguard yang disewanya. Kebetulan mereka berasal dari perusahaan Astra dan belum dibayar selama 6 bulan.

Untuk itu Nabila datang ke Kediaman Astra untuk mengklarifikasi hal yang sebenarnya. Apalagi gadis berambut perak tersebut merasa sudah membayar semua jasa melalui manajernya.

Pradita sudah bisa membaca keadaannya yang sudah menegang. Maka dari itu dia buka suara.

“Kakek, Nabila, mohon maaf sebelumnya. Aku memang tidak tahu masalahnya apa. Kalau boleh aku ingin membantu kakek dan Nabila untuk menemukan titik tengahnya. Silahkan, aku ingin mendengar semuanya!”

Kakek Astra memulai ceritanya dari awal sampai akhir mengenai aset yang telah digelapkan oleh Ayah Nabila. Surat-surat aset milik Kakek Astra pun dikeluarkan. Nabila juga mengeluarkan surat-surat yang menunjukan aset tersebut milik ayahnya yang ditipu oleh Kakek Astra.

Sekarang giliran Nabila menceritakan masalahnya tentang dirinya yang sudah membayar biaya jasa bodyguard di PT. Ambyara Perkasa dari awal hingga akhir.

“Sebenarnya masalah ini mudah menyelesaikannya,” kata Pradita dengan tersenyum tipis.

Kemudian dia melanjutkan, “Aku akan membeli aset milik Ayah Nabila, tetapi atas nama Kakek Astra. Masalah kedua aku yang akan melunasinya, tetapi aku memberikan syarat pada Nabila untuk memecat manajer tersebut. Silahkan buat dahulu surat perjanjian jual belinya!”

“Tetapi apakah kamu bisa membeli aset seharga 50 milyar tersebut? Dapat uang darimana?” sergah Nabila.

Ia menganggap solusi yang diusulkan Pradita hanya solusi omong kosong.

“Pokoknya berikan waktu sampai esok hari. Aku akan membereskan semuanya, jangankan 50 milyar, 100 milyar juga akan aku usahakan ada,” tegas Pradita dengan tersenyum lebar dan menunjuk ke arah dirinya sendiri.

"Tulis!" titah Nabila dan Kakek Astra serentak pada kedua pengacaranya.

Mereka mencoba mempercayai Pradita, walau ini terlampau mustahil. Namun, setelah Pradita menaruh ponsel UR Predacon berisikan surat digital kepemilikan saham BSD City 50%, mata mereka semua membelalak.

Surat digital tersebut ternyata sudah diperbaharui otomatis. Hanya butuh menyematkan tanda tangan dari Pradita, maka profit dividen sebanyak 50% itu akan cair besok, secara otomatis akan masuk ke akun rekening milik Pradita.

Kedua pengacara masing-masing yang mendampingi Kakek Astra juga Nabila mulai menulis surat perjanjian jual beli dan juga surat pelunasan. Keduanya merasa sedikit bernafas lega dan tidak harus saling melotot memperebutkan sesuatu yang belum pasti adanya.

Apalagi saling lapor-melaporkan satu sama lain yang ujung-ujungnya mengeluarkan banyak biaya. Kakek Astra, Nabila, dan Nira tidak menyangka pria yang dianggapnya miskin tersebut ternyata mampu meluluhkan hati CEO Julius Aslan.

Padahal ia terkenal sangat susah didekati. Anehnya Pradita justru sampai bisa mendapatkan 50% saham dari BSD City.

“Sudah tidak usah dibahas bagaimana cara aku mendapatkan saham tersebut, aku sendiri juga tidak paham. Akan tetapi satu hal yang aku minta dari Kakek, aku harap Kakek mau menemaniku esok hari untuk menemui Tuan Aslan di gedung BSD Grup —”

“Aku ikut!”

“Aku juga ikut!”

Nabila dan Nira tidak mau kalah. Mereka ingin ikut juga menemani Pradita menemui Julius Aslan.

“Nona aktris yang terhormat, bukankah Anda itu sangat sibuk dengan dunia keartisan Anda —”

“Nona Maheswari yang terhormat, bukankah Anda juga sangat sibuk dengan cabang perusahaan yang baru anda resmikan?”

Keduanya saling menatap tajam seperti ada dua sinar laser yang saling beradu dan sama-sama tidak ada yang mau mengalah.

Kakek Astra yang melihatnya, hanya bisa menepuk jidatnya sendiri. Menatap dua gadis cantik yang tidak mau mengalah untuk memperebutkan Pradita.

“Sudah-sudah, Nira dan Nabila boleh ikut, tetapi kalau kalian ada waktu longgar,” tegas Pradita dan membuat kedua gadis tersebut melunak.

“Terima kasih Tuan Astra, aku berharap masalah ini sudah selesai, dan kita bisa bekerja sama lagi di lain waktu. Aku meminta maaf jika memang manajerku telah berbuat buruk pada staf-staf Tuan Astra,” kata Nabila sambil membungkuk hormat ke arah Kakek Astra.

“Aku juga meminta maaf pada Nona Nabila yang telah menuduh Nona yang bukan-bukan. Aku juga berharap masalah ini sudah selesai, dan kita bisa bekerja sama di lain waktu,” balas Kakek Astra sambil membungkuk hormat juga ke arah Nabila.

Pradita dan Nira pun sangat senang melihat keduanya telah akur kembali. Terutama Nira yang tidak menyangka, jika Pradita punya solusi jalan tengah yang menurutnya terbaik. Walau harus mengorbankan dirinya sendiri demi keduanya, supaya tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.

Tiba-tiba Pradita mendapat kabar dari rumah sakit, bahwa Helly telah sembuh dan boleh diizinkan pulang. Namun Helly ingin menemui Pradita, dan mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan nyawanya dari para jambret.

“Kek, Nabila, dan Nira serta Bapak pengacara, aku ijin undur diri. Aku harus ke Rumah Sakit, temanku sudah siuman dan boleh pulang. Aku harus mengantarkannya pulang,” kata Pradita sambil menunduk hormat.

Muka Nabila dan Nira langsung cemberut, karena Pradita harus pergi meninggalkan mereka berdua. Baru saja kedua gadis cantik itu senang bertemu Pradita, malah harus kesal karena Pradita harus pergi lagi meninggalkan mereka berdua.

“Mas Pradita, kenapa kamu tidak peka sih?” batin Nira kesal.

“Mas, kenapa kamu selalu kabur-kaburan terus? Baru saja aku bisa ketemu denganmu, sekarang kamu sudah pergi lagi, dasar!” batin Nabila lebih kesal dengan urat otot di dahinya yang menonjol besar.

Kini punggung Pradita sudah tidak tampak lagi oleh mereka. Karena sudah keluar dari Rumah Kakek Astra menuju rumah sakit OMNI Internasional yang hanya berjarak 5 menit perjalanan.

Sesampainya di lobby Rumah Sakit, Pradita telah melihat Helly sedang duduk menunggunya. Matanya berkaca-kaca, dan senyumnya melebar saat melihat Pradita berjalan cepat ke arahnya.

"Mas!" panggil Helly.

"Ya, kamu sudah tidak apa-apa?” tanya Pradita melihat tangan kanannya diperban dan tangan kirinya membawa bungkusan plastik berisi obat. “Aku antarkan kamu pulang ya!”

“Tapi, Mas —”

“Sudah, aku antarkan pulang. Kamu tidak usah pikirkan biayanya, tadi ada setan lewat terus ngasih uang buat biaya pengobatan kamu, hehehe …,” potong Pradita sambil terkekeh pelan.

"Te-terima kasih Mas. Andai saja kakakku seperti Mas, pasti aku …."

Helly menyeka air matanya mengingat kakaknya Willy yang hidupnya hanya berkelahi, berjudi, dan mabuk-mabukan. Willy juga tidak pernah memperdulikan Helly yang ingin kuliah, tetapi tidak punya biaya.

Terpopuler

Comments

Razali Azli

Razali Azli

wanita kadang² menyusahkan

2023-08-25

1

Alghifarrie

Alghifarrie

wajah Pradita kayak semar mesem. klepek-klepek terus buat cewe

2023-06-18

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...

2023-06-14

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!