Chapter 5

...[Tongteng ...Tongteng]...

...[Misi Utama telah sukses diselesaikan]...

...<>...........<>............<>...

...[Misi Utama: Temui Sang Aktris yang telah menyelamatkan diri host]...

...[Batas waktu: 15 hari (1/14)]...

...[Hukuman: Otak host akan disetrum listrik]...

...[Hadiah: Kecepatan lari seperti Cheetah, Ingatan sebelumnya host, dan uang 1 juta Rupiah]...

...<>..........<>.........<>...

...[Tongteng ...Tongteng]...

...[Proses pemasangan Genome DNA cheetah hanya akan merasakan sakit seperti digigit semut dimulai dalam 3 … 2 … 1 ….]...

 

Tiba-tiba Pradita kesakitan dan berteriak keras, “Wadaw!”

“Kenapa, Mas?” tanya Nabila panik. Lalu langsung membelai dahi Pradita yang bercucuran keringat dingin. “Kita ke dokter ya, Mas!”

...[0% … 25% … 50% … 75% … 100%]...

...[Tongteng ...Tongteng]...

...[Proses pemasangan Genome DNA Cheetah berhasil dan host mendapatkan 10 poin stamina]...

...[Tongteng ...Tongteng]...

...[Mulai memproses pengembalian ingatan host dan tidak menyebabkan sakit Dimulai dalam 3 … 2 … 1 ….]...

...[0% … 25% … 50% … 75% … 100%]...

...[Tongteng ...Tongteng]...

...[Proses pengembalian ingatan host berhasil]...

...[Tongteng ...Tongteng]...

...[Uang RP,1000.000 telah ditransfer ke saldo sistem dan terhubung dengan kartu ATM milik host]...

“Hiks-hiks ….” Tiba-tiba Pradita menangis, “Ibu, Bapak, maafkan aku, hiks-hiks ….”

Nabila kebingungan karena tiba-tiba melihat Pradita yang menangis tersedu-sedu. Ternyata karena ingatannya tentang Yudis dan Nina yang bunuh diri di depan matanya telah kembali.

“Sudah, Mas. Sudah, aku tidak tahu apa yang terjadi.”

Nabila memeluk Pradita dan kejadian itu disaksikan oleh para pembantu rumah tangganya saat hendak menghidangkan minuman.

“Siapa laki-laki ini? Kenapa Nona Nabila sangat akrab dengannya? Bahkan sampai-sampai memeluk pria ini," ucap Mbok Darmi di dalam hati.

Sesekali ia mengintip untuk memindai wajah Pradita dan seketika kedua matanya membulat sempurna, “Astaga! Mas-mas Verald? I-ini mas Verald yang sudah meninggal?”

Sontak Nabila melirik ke arah Mbok Darmi. Sebagai isyarat agar segera meninggalkan mereka berdua dan tidak ada satupun yang boleh mengganggu mereka berdua.

“Ibu, Bapak, maafkan aku. Aku berjanji akan menjadi anak yang baik dan mendoakan kalian semoga tenang di alam sana, hiks-hiks.” 

Pradita masih menangis, walaupun sudah ditenangkan oleh Nabila dengan pelukan hangat dan tulusnya.

“Kalau Mas mau pulang, aku akan antar Mas sekarang juga pulang ke kampung Mas dan membatalkan pekerjaanku hari ini. Aku janji,” kata Nabila.

Seketika Pradita langsung tersadar dan merasa tidak enak dengan Nabila.

“Ti-tidak usah, aku baik-baik saja. Terima kasih Nona Nabila, sudah menenangkanku. Aku akan pulang saja dan tidak mengganggu Nona Nabila lagi. Akan tetapi aku berjanji akan berusaha membalas hutang budi pada Nona Nabila.”

Pradita pun melepaskan tangan Nabila dari tubuhnya, karena merasa dia tidak pantas dipeluk oleh Nabila yang notabene artis sangat terkenal.

“Jangan begitu, Mas! Aku sudah katakan pada Mas Pradita, bahwa aku menolong Mas Pradita ikhlas. Sudah lupakan saja, Mas lebih baik di rumahku saja dan tunggu aku sampai aku pulang ya? Nggak apa-apa 'kan?”

Nabila dengan lembut menyeka air mata yang masih merembes di kedua pipi Pradita. Dia sudah tergila-gila dengan Pradita sejak awal bertemu. Ternyata Pradita lebih tampan dari Verald, walaupun wajahnya memang sama persis. 

”I-iya, tapi aku akan pulang dahulu ke kampung untuk menyelesaikan urusan disana. Aku janji akan balik lagi kesini,” kata Pradita dengan menundukan wajah.

Nabila menyodorkan jari kelingkingnya ke muka Pradita, “Janji ya? Sungguh, aku gak bisa kalau Mas Pradita jauh dariku.”

“Ya, janji.” Pradita pun menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Nabila seperti kedua anak kecil yang berjanji satu sama lain.

Nabila pun menggandeng tangan Pradita dan membawanya ke garasi. Dia ingin memberikan motor yang sering dipakai oleh Verald, yakni motor Yamaha M1 berwarna hitam yang sudah lama terpajang saja di garasi mobilnya. 

Sesekali Pradita menatap wajah Nabila yang membuatnya merasa tenang dan mengalihkan perasaannya dari kejadian itu.

"Terima kasih Nona Nabila. Maafkan aku yang masih sedih dan larut dalam penyesalan pada kematian kedua orang tuaku yang bunuh diri. Aku merasa durhaka pada mereka," ucap Pradita di dalam hati.

"Kenapa? Aku nggak cantik, ya?" tanya Nabila karena Pradita terus menatapnya tanpa henti. Bahkan ia sangat malu ditatap seperti itu.

"Ti-tidak." Pradita menjadi salah tingkah dan mulai ngupil. Bahkan kemudian dia membatin, “Astaga! Kok kenapa ngupil itu begitu sedap seperti menyeruput sayur asem yang masih hangat?”

"Sudah-sudah, bawa aja motor ini!" Nabila memberikan kunci motor Yamaha R1 pada Pradita. Dia hanya menebak-nebak jika Pradita memang belum bisa menyetir mobil, makanya diberikan motor. "Janji ya, Mas Pradita pasti balik lagi kesini dan jangan panggil aku Nona, panggil saja Nabila, oke!"

"I-iya, Nabila ," balas Pradita yang lidahnya seketika kaku karena menyebut nama Nabila langsung tanpa embel-embel kata Nona.

Nabila memang tergila-gila pada Pradita, tapi dia paham jika Pradita bukanlah Verald yang selalu dia cium. Maka dari itu Nabila hanya ingin bersikap senatural mungkin dalam memperlakukan Pradita, supaya Pradita juga bisa membalas cintanya.

“Terima kasih, Na-nabila. Aku pulang dulu ke Cirebon. Setelah urusanku selesai, aku akan kembali lagi. Aku janji,” kata Pradita lalu mencium punggung tangan Nabila.

Sayang, Nabila salah mengartikan ciuman Pradita ke punggung tangannya tadi. Dia mengartikan jika Pradita ternyata mulai menyukainya dan berbuat romantis padanya. 

Oleh karena itu Nabila sangat terharu dan hatinya berbunga-bunga setelah dicium  punggung tangannya oleh Pradita. Setelahnya, pintu garasi itu terbuka perlahan secara otomatis dan begitu juga pintu gerbang pintu Rumah Nabila.

“Hati-hati di jalan ya, Mas!” Nabila melambai-lambaikan tangan melihat motor Pradita keluar dari dalam garasi.

Kemudian dia bergumam, “Mas Verald kamu kembali dan lebih tampan dan lebih lembut. Aku akan membuatmu mengingat cinta kita lagi dan aku ingin secepatnya menikah denganmu, Mas.”

......................

10 jam kemudian, Desa Jagapura Lor, Cirebon.

"Chok, kasihan bener ya si Pradita. Sudah kedua orang tuanya mati bunuh diri, dia juga syok ikut bunuh diri nyebur ke sungai Jagapura," celetuk Rivan.

“Ya, mau bagaimana lagi Van. Pradita 'kan doyan banget main game ngeslot. Makanya kamu jangan ikut-ikutan dech main game slot. Nanti kaya Pradita loh,” timpal Choki lalu menghisap rokoknya dengan sangat santai dan tanpa beban. 

Tiba-tiba motor yang dikendarai Pradita sampai di pos ronda dekat gapura Desa Jagapura Lor.

Choki dan Rivan terheran-heran dengan motor sport yang terlalu merah itu.

Apalagi saat Pradita melepas helmnya, mereka kompak berteriak dengan mata membulat sempurna, “Setan!”

Pradita malah ikut lari bersama Choki dan Rivan ke arah semak-semak. Ia justru mengira di belakangnya ada setan, makanya ikut lari.

"Choki! Rivan! Tunggu, huff … huff …." Pradita melambai-lambaikan tangannya memanggil dua pra pengangguran tersebut.

Choki dan Rivan juga akhirnya kelelahan dan terduduk lemas di samping pohon pisang dekat semak-semak.

"Aku minta ampun Tuan setan. Kalau mau makan, makan saja kami. Kami ikhlas dan Ridho, asal masuk surga, huff … huff ….," kata mereka berdua serentak dengan dada kembang-kempis.

Terpopuler

Comments

Pengguna system v.02

Pengguna system v.02

yamaha R1m kali thor

2023-11-22

0

Harman LokeST

Harman LokeST

praditya di setan

2023-08-05

1

Bayu Adji

Bayu Adji

anjing lu Thor 🤣😆

2023-07-05

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!