Chapter 14

Pradita diam saja diperlakukan seperti itu. Dia membalasnya hanya dengan tersenyum, dan menantang, “Kalau aku bisa membayar cash, aku ingin Anda keluar dari tempat kerja? Apakah Anda siap?”

“Tuan, sudah tidak perlu diperpanjang lagi. Aku meminta maaf atas nama senior Nisa dan perusahaan Astra Motor atas perlakuan yang kurang menyenangkan,” sergah Vivian sambil membungkuk hormat.

“Vivian tolol! Aku ini berkata benar dan tidak usah mencampuri urusanku!” bentak Nisa sambil melayangkan tamparan ke arah Vivian yang masih membungkuk hormat ke arah Pradita.

Tangan Nisa langsung ditangkap oleh Pradita dan dikembalikan lembut ke arah dada Nisa, “Nona, jangan suka bermain kasar. Ini urusanku dengan Nona. Terima atau tidak!” katanya sambil tersenyum licik.

“Tentu saja. Aku jamin kamu tidak akan mampu bayar cash atas pembelian motor Advantage 150 itu,” cibir Nisa sambil mencebikan bibir ke arah Pradita.

Pria bergaya rambut harajuku tersebut mengusap lembut rambutnya ke belakang. m

Menampilkan sisi maskulin wajahnya yang mirip opa-opa korea tersebut.

Matanya mengerling ke arah Vivian yang sudah tegak berdiri. Lalu mengeluarkan uang 45 juta dari sakunya dan menyodorkan uang tersebut ke depan muka Nisa.

“Ini apa?” kata Pradita tersenyum licik dan langsung membuat raut wajah Nisa pucat pasi dengan mata membola.

“A-apa! Ti-tidak mungkin!”

Tubuh Nisa gemetar dan langsung terduduk lemas. Dia masih syok berat melihat pemuda tampan tidak berkelas bisa mengeluarkan uang sebanyak itu.

Pradita mengalihkan perhatiannya ke arah Vivian yang juga matanya membelalak. Kemudian memberikan uang tersebut padanya.

“Mbak, tolong proses pembeliannya! Uang ini semuanya aku serahkan sama Mbak dan jika ada lebihnya buat Mbak yang sudi mempercayaiku.”

"Ba-baik, Tuan," sahut Vivian kembali sadar setelah disodorkan uang oleh Pradita dan menerimanya.

“Aku minta KTP Tuan sebagai persyaratan pembelian, dan mohon tunggu, ya!”

“Aku ulang kembali ya, Tuan transaksinya. Uang yang Tuan berikan 45 juta untuk pembelian motor Advance 160 ABS warna merah seharga 39 juta, tapi mendapatkan diskon sebesar 3 juta. Jadi tuan hanya membayar 36 juta,” sambungnya tiba-tiba meneteskan air mata.

“Kenapa, Mbak?” tanya Pradita bingung.

“Ka-karena Tuan telah memberikan uang sebanyak ini dan baru pertama kali aku menerimanya,” jawab Vivian sambil menangis sesenggukan.

“Membuat orang bahagia dan terharu itu ternyata mudah. Aku sendiri hanya anak yang selalu membuat kedua orang tuaku kecewa. Mungkin kalau aku tidak bermain judi, orang tuaku masih hidup dan aku bisa menyelamatkan mereka dari pembunuhan itu,” batin Pradita penuh sesal.

Melihat Vivian masuk ke dalam untuk memproses transaksi Pradita, Nisa pun ikut masuk ke dalam mau kabur dari Pradita.

"Eits, tunggu!" Pradita menarik kerah belakang SPG berwajah chubby tersebut, "Urusan kita belum selesai Nona. Cepat ajukan surat resign pada atasan Nona!”

Manajer Lim yang sedari tadi melihat gerak-gerik Pradita, Nisa dan Vinian dari monitor CCTV tiba-tiba datang, dan langsung menampar Nisa.

Suara tamparan itu sangat nyaring dan membuat sudut bibir Nisa mengeluarkan cairan kental berwarna merah.

“Tenang saja, Tuan. Aku yang akan memecatnya tanpa pesangon. SPG seperti dia itu hanya sampah dan aib bagi perusahaan. Kami meminta maaf atas perlakukan yang sangat tidak menyenangkan yang dilakukan oleh mantan karyawati kami,” kata Manajer Lim sambil membungkuk hormat ke Pradita, tetapi dicegahnya.

“Jangan begitu, Tuan. Pelanggan adalah raja, tetapi aku tidak pantas menerima bungkukan hormat dari Tuan,” sergah Pradita.

Keduanya merasa tidak enak dan canggung menatap satu sama lain. Untuk menghilangkan kecanggungan tersebut, Manajer Lim bertepuk tangan untuk memanggil penjaga keamanan.

“Tendang dia dari tempat ini!” teriak Manajer Lim sangat keras, hingga suaranya menggema di dalam showroom motor tersebut.

Kemudian Manajer Lim memeriksa kartu namanya pada Pradita, “Tuan, jika ada apa-apa hubungi aku. Terimakasih telah memberantas karyawan-karyawan kami yang berlaku tidak sopan pada pelanggan kami.”

Selama ini Manajer Lim tidak berani memecat Nisa. Apalagi ia tidak ada bukti yang konkrit saat Nisa menghina para pelanggan.

Nisa melakukan itu karena menganggap mereka tidak mampu membeli sepeda motor baik secara cash maupun kredit. Akan tetapi berkat Pradita, dia punya bukti untuk memecat Nisa yang selalu menyuap penjaga keamanan yang menjaga monitor CCTV.

“Terima kasih,” ucap Pradita sambil menerima kartu nama milik Manajer Lim dengan tersenyum lebar.

Pradita pun menerima motor Advance tersebut di tempat parkir khusus pembelian motor yang diberikan secara langsung oleh Vivian. Gadis berambut sebahu tersebut sangat berharap pada Pradita dan ingin berteman dengannya.

Bagi Vivian, Pradita adalah penyelamatnya, karena saat ini ibunya butuh biaya untuk berobat ke Rumah Sakit. Pradita seperti bisa membaca pikiran Vivian dan dengan sukarela dia memberikan nomor ponselnya yang baru di smartphone UR Predacon.

Setelah itu, Pradita mulai menyalakan aplikasi gojeknya untuk mencari penumpang. Misi menjadi pengemudi ojek online menurutnya terlalu berat. Apalagi target misinya dalam satu bulan harus mendapatkan 20 juta.

Baru saja Pradita keluar dari showroom dealer Astra Motor dan mengendarai motornya yang sudah diisi penuh bahan bakar, aplikasi gojeknya berbunyi.

“Mas, aku di depan tempat tunggu penumpang Aeon Mall ya, Mas,” tulis sang penumpang wanita bernama Rea.

“Baik, tunggu ya, Mbak. Dalam lima menit aku kesana,” balas Pradita.

“Kok lima menit sih, Mas, yang lama donk Mas, biar sama-sama enak mainnya,” tulis Rea dalam pesannya.

Seketika itu juga otak Pradita langsung traveling tidak karu-karuan melihat tulisan pesan Rea.

“Walahiyung! Kok malah gini, sih?” Pradita kesal dan menepuk jidatnya sendiri.

Kemudian dia menarik pegangan gasnya dalam-dalam menuju lampu merah The Breeze untuk putar balik ke arah Aeon Mall. Anehnya dalam layar aplikasi di ponsel UR Predacon tersebut sudah berisi nama driver, nomor kendaraan motornya, dan juga nama motornya sudah tertera sesuai kondisi saat ini.

Pradita dengan sangat mudah sampai di tempat tunggu penumpang Aeon Mall berkat ponsel UR Predacon yang selalu berbunyi dan memberitahukan arah yang akan dituju oleh Pradita. Ditambah lagi ponsel tersebut bisa menempel di dashboard motor, walaupun tidak memakai holder tempel gurita.

Pradita membuka kaca helmnya yang masih sangat baru, untuk mencari keberadaan Rea. Namun dia tidak menemukannya.

"Mbak, aku sudah sampai di tempat yang Mbak informasikan," tulis Pradita dalam aplikasi gojeknya.

"Mas pakai baju apa?" tanya Rea.

"Aku di sebelah driver gojek yang bawa motor Beat warna hitam."

Pradita kembali mencari keberadaan Rea dengan mata berkeliling. Akhirnya menemukan keberadaan Rea yang berada di depannya, hanya berjarak dua motor dari tempat Pradita memberhentikan motornya.

"Maaf Mbak Rea, ya?" sapa Pradita sambil tersenyum lebar dan membuat Rea langsung meleleh hatinya melihat senyum yang begitu manis dari seorang pria tampan berwajah opa-opa korea.

Terpopuler

Comments

Ya Fi

Ya Fi

kog beat Thor prasaan tadi adv deh

2023-08-09

3

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo....

2023-06-14

0

MasWan

MasWan

hasyeeekkkk meleh kyk es krim

2023-06-10

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!