Chapter 17

Pradita tersenyum sangat lebar setelah melihat panel hologram yang sangat banyak. Semua itu menunjukan status, serta keberhasilan dalam menyelesaikan misinya selama satu bulan. Kemudian dia berhenti di salah satu pedagang nasi uduk langganannya tersebut di dekat Mall Q-Big.

Selama dua puluh tuju hari kemarin, Pradita aman-aman saja dalam melayani penumpang dan tidak ada yang mengganggu.

“Rajin sekali kamu Dit. Pagi-pagi buta sudah narik —”

“Siapa yang narik, Kong? Aku butuh amunisi sebelum narik. Jujur Kong perutku ini sangat cocok dengan nasi uduk buatan, Engkong. Bagaimana kalau aku modalin Kong buat sewa ruko atau kios disini?” tawar Pradita kepada Engkong Sabeni.

Pradita sangat kasihan melihat pria tua renta berumur 65 tahun tersebut, tetapi wajahnya menolak tua. Ia bahkan masih terlihat segar bugar layaknya pria berumur 40 tahun.

“Waduh! Bagaimana ya, Dit? Engkong takut malah tidak laku setelah pindah ke ruko. Pasti harganya mahal dan dinaikin harga jual Produknya. Pelanggan Engkong nanti pada kabur, Dit,” tolak Engkong Sabeni.

“Ya, jangan dinaikin, Kong. Harga tetap, tetapi kita untung kecil tidak apa-apalah. Asalkan kita untung, walaupun kecil pelanggan juga bisa menikmati masakan nasi uduk Engkong, plus mereka juga bisa nyaman di tempat yang adem.”

“Masalah hitung-menghitung, Engkong serahkan saja padaku yang memiliki otak encer kaya tahi ayam ini, hehehe ….,” kata Pradita terkekeh pelan.

“Terus kamu nggak narik lagi?”

“Tidak, Kong. Capek. Ini juga banyak lebihnya, hanya dalam 20 hari aku dapat 30 juta dan 10 jutanya habis buat aku foya-foya ke yayasan anak yatim, hahaha ….”

Keduanya malah tertawa bersama mendengar Pradita mengatakan foya-foya. Akan tetapi foya-foyanya bukan ke sesuatu hal yang negatif, melainkan dipake untuk sesuatu hal yang positif, yakni menymbang yayasan anak yatim.

Setelah Pradita selesai makan, tiba-tiba ponsel miliknya berdering. Pradita mengambil ponsel UR Predacon tersebut dan mengangkatnya, “Halo, dengan Pradita Mahendra.”

“Maaf, Tuan Pradita Mahendra. Aku CEO BSD City, Julian Aslan. Maaf kami telat mengabari Anda, karena ada beberapa kendala teknis. Karena hal itu, kami memberikan 49% lagi saham BSD City pada anda Tuan Pradita —-”

Pradita pun kaget sampai terbatuk-batuk. Sebelumnya, ia sudah melihat angka profit dividen yang akan didapatkannya itu sangat besar dari ponsel ajaib miliknya itu.

1% saja dalam satu tahun dia telah mendapatkan 10 milyar dan esok hari adalah hari pembagian profit dividen untuk para pemegang saham BSD City.

Apalagi sekarang pihak BSD City ingin memberikan 49% sahamnya secara cuma-cuma pada Pradita dengan alasan yang tidak diketahui olehnya.

“Mohon maaf, Tuan Aslan. Apa alasan Anda memberikan 49% saham BSD City padaku?” tanya Pradita menyelidik.

“Mohon maaf, Tuan Pradita. Kami membutuhkan wajah baru seperti Anda."

"Kami percaya Anda bisa melakukannya."

"Untuk itu kami memberikan 49% saham kami, mengundang Anda untuk bertemu dengan kami dan membicarakan masa depan BSD Grup. Apakah Anda bersedia?” pinta Aslan.

“Astaga, aku belum pernah bertemu orang-orang penting. Mungkin aku harus meminta Kakek menemuiku atau meminta saran darinya,” batin Pradita bingung.

Setelah 10 detik berpikir, Pradita akhirnya menyetujuinya, “Baik, Tuan Aslan. Aku akan datang besok. Untuk tempatnya bagikan saja di nomor Whatsapp milikku ya!”

Aslan pun tidak berani mematikan panggilan teleponnya sebelum Pradita mematikannya. Begitu pula sebaliknya yang sama-sama sungkan untuk mematikan panggilan telepon. Dengan berat hati Pradita mau memutuskan panggilan Aslan, karena Aslan tidak berani mematikannya.

“Kong, aku ada urusan penting. Kong cari saja ruko di sekitar sini. Kalau sudah dapat kabari aku ya lewat nomor Whatsapp milikku.”

Setelah mengatakan hal tersebut Pradita memberikan uang pecahan 100.000 pada Engkong Sabeni. Selama dua puluh hari kemarin dia selalu melakukannya, serta tidak pernah mengambil kembaliannya.

Berkat tindakan yang dilakukan oleh Pradita, Engkong Sabeni yang semula sedih karena sepi dagangannya, berubah jadi bahagia dan sumringah. Pradita sering mengajak kawan-kawan sesama profesinya untuk mampir ke warung nasi uduk Engkong Sabeni.

Akhirnya warung tersebut menjadi ramai setiap pagi. Bahkan baru pukul delapan pagi, jualan Engkong Sabeni sudah habis ludes tidak bersisa.

Saat Pradita mengendarai motor menuju rumah Kakek Astra di Alam Sutera, ia melihat seorang wanita yang telah diincar oleh dua orang jambret. Instingnya memang sangat tajam dalam mendeteksi sebuah aksi kejahatan yang akan terjadi. Pradita pun berhenti tepat di depan wanita tersebut dan berpura-pura menawarkan ojek online.

“Mbak Mia ya? Mbak sudah pesan ojek online 'kan?” tanya Pradita.

“Maaf Mas, salah orang,” ketus gadis bernama Helly tersebut dengan wajah juteknya.

Akan tetapi kedua jambret tersebut nekat, walaupun sudah ada Pradita yang menghalanginya. Motor RX-King yang dikendarai oleh kedua jambret yang berboncengan tersebut melaju dengan cepat ke arah Helly dan ingin menabrak motor Pradita dari belakang. Lalu mengambil tas yang dijinjingnya.

Pradita terpental ke udara, tetapi berkat teknik Naga Besukih dia bisa mendarat dengan selamat di permukaan tanah. Namun, tidak bagi Helly, tas yang dijinjingnya berhasil direbut menggunakan celurit dan lengan kanannya tergores cukup sedang.

Pradita tidak sempat mengejar motor RX-king yang berhasil menjambret Helly, karena ban depan motornya terperosok masuk ke dalam parit. Pradita berlari cepat ke arah Helly yang sedang meringis kesakitan.

Ia memegangi lengan kanannya yang bercucuran darah. Pradita langsung membuka helm dan jaketnya, lalu membuka kaos untuk mengikat lengan Helly yang terluka.

“Mbak, tunggu disini! Aku mau mengeluarkan motorku dahulu dari parit!”

Dengan sekuat tenaga, Pradita bergegas mengeluarkan motornya dari parit. Lalu berputar arah untuk membawa Helly ke Rumah Sakit Omni Internasional secepat mungkin.

“Mbak, pegangan yang kencang!”

Helly memegang pinggang Pradita sangat kencang. Apalagi Pradita melajukan motornya terlampau cepat, walaupun di jalanan yang cukup padat.

Sesampainya di depan Rumah Sakit OMNI Internasional, Pradita memarkirkan motornya secara sembarang. Kemudian menggendong Helly yang wajahnya sudah seputih kertas, karena hampir kehabisan darah menuju ICU Rumah Sakit.

“Suster! Suster! Tolong tangani segera Nona ini! Aku akan segera membayar biaya administrasinya!” teriak Pradita panik.

Salah satu suster segera membawa brankar, walaupun Helly terus menggeleng untuk tidak dibawa ke ruang ICU. Ia merasa tidak akan mampu membayar rumah sakit OMI yang terkenal cukup mahal, tetapi punya kualitas yang sangat memadai sebagai Rumah Sakit.

Pradita sedikit tenang setelah Helly ditangani oleh pihak Rumah Sakit. Ia pun bergegas mengurus biaya administrasinya.

Setelah selesai mengurus biaya administrasi Helly, Pradita pun pergi meninggalkan Helly. Ia akan menjenguknya kembali ketika sudah berbicara dengan Kakek Astra.

Setelah melajukan motornya selama lima belas menit, Pradita tiba di Rumah Kakek Astra. Ia melihat mobil yang sangat dikenalinya, yakni mobil milik Nabila.

Pradita bergegas masuk dan ingin memastikan apakah memang Nabila sedang berada di dalam mansion milik Kakek Astra. Akan tetapi ia bingung apa yang sedang dilakukannya di sana.

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus...

2023-06-14

1

MasWan

MasWan

wah auto jadi bos developer nih pradit, bsd city lg

2023-06-12

0

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

thor gw tunggu Up berikutnya

2023-06-10

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!