Chapter 6

“Chok! Van! Ngomong apa sih kalian berdua? Aku Pradia bukan setan dan aku masih hidup,” sergah Pradita kesal.

Ia pun menjewer telinga kiri Choki dan telinga kanan Rivan untuk membuktikan bahwa dirinya memang masih hidup. Choki dan Rivan hanya bisa melebarkan mata sambil memandangi tubuh Pradita dari ujung kaki sampai ujung kepala.

“Pra-pradita? Beneran ini kamu?” ucap mereka berdua masih dengan mata membola.

“Ya iyalah, kamu kira aku setan! Sudah, kita bicara di pos ronda aja! Aku ingin bertanya pada kalian berdua.”

Pradita pun menarik telinga mereka masing-masing untuk menggiring Choki dan Rivan kembali ke pos ronda. Kedua orang pengangguran berat akhirnya percaya setelah melihat telapak kaki Pradita ketika berjalan.

Ternyata kakinya tidak melayang dan masih menapak di permukaan tanah. Bahkan tangannya terasa hangat saat menjewer telinga mereka. Akhirnya keduanya didudukan di sebuah kursi panjang yang berada di pos ronda dan langsung diinterogasi oleh Pradita.

“Choki! Rivan! Aku mau tanya, rumahku sekarang siapa yang menempati?” tanyanya dengan sorot mata yang tajam.

“Kamu pulang sama saja nyari perkara Pradita,” jawab Choki tetapi tidak nyambung dengan hal yang ditanyakan dengan Pradita.

“Ya, Dit. Nyari perkara kamu. Mending ikhlasin saja kematian kedua orang tuamu beserta rumahmu. Orang tuamu tidak mati gantung diri, tapi dibunuh ….”

Mulut Choki langsung dibekap oleh Rivan, “Sssst! Jangan keras-keras tolol! Apa kamu juga mau bernasib sama seperti Pak RT Jumadi yang hilang satu bulan yang lalu karena melaporkan kejadian sebenarnya dengan kedua orang tua Pradita?”

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Misi utama diterima secara otomatis dan tak bisa dibatalkan maupun ditolak]...

...<>.................<>.................<>...

...[Misi: Temukan dalang pembunuhan kedua orang tua host]...

...[Batas waktu: 3 hari]...

...[Hukuman: Rambut atas dan bawah milik host botak seumur hidup]...

...[Hadiah: Mobil Toyota Calya, skill Mengemudi, skill Detektif, 10 poin kecerdasan dan uang 5 juta]...

...<>.................<>.................<>...

“Jadi kedua orang tuaku bukan mati karena aku yang keterlaluan main game slot?” tanya Pradita dengan mata membulat.

Seketika Choki dan Rivan bungkam seribu bahasa. Mereka tidak berani mengatakan siapa pelaku yang telah tega membunuh kedua orang tua Pradita.

Choki yang tidak tega langsung memeluk Pradita sambil berbisik, “Jika kamu ingin tahu, perhatikan mantan pacarmu yang telah menikah dengan anak juragan Jarwo. Itu saja yang aku bisa beritahu.”

“Terima kasih.” Pradita pun melepaskan pelukan Choki dan memberinya uang sebesar satu juta. “Ini untuk kalian berdua sebagai ucapan terima kasihku.”

Setelah memberikan uang kepada Choki, Pradita memutuskan untuk pergi ke arah rumahnya. Akan tetapi di kejar oleh Choki agar tidak pergi ke rumahnya.

Akhirnya Pradita pun pergi keluar dari wilayah Desa Jagapura Lor dan pergi ke Desa Kedokan Bunder di Indramayu. Setahu Pradita, Nesa dan anak Juragan Jarwo bernama Riko memang punya rumah disana setelah mereka menikah.

Kondisi fisiknya yang lelah, tidak menghalangi tekad Pradita untuk menemukan secercah harapan mengenai siapa dalang pembunuhan kedua orang tuanya. Ia harus secepatnya menemukan pelaku tersebut.

Pradita melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menyusuri jalanan yang sangat gelap. Apalagi daerah itu terpisah oleh jalanan yang tidak mempunyai penerangan. Dikarenakan itu merupakan jalan sempit, di sisi kiri dan kanannya terdapat hamparan sawah yang sangat luas.

Rupanya ia tidak sendiri, ia ikuti oleh dua pembegal motor yang menggunakan motor Honda Beat. Namun, Pradita yang sudah menyadari jika dirinya sedang diincar. Dengan segera ia menarik pegangan gas motornya dalam-dalam.

Pradita bisa bernafas lega, saat dirinya berhasil masuk Desa Gopala, karena masih banyak orang yang lalu lalang. Kemudian berhenti di salah satu kedai angkringan yang masih buka untuk beristirahat. Tidak lupa ia menghubungi wanitanya yang berada di Desa Kedokan Agung untuk numpang tidur.

Prisilia yang memang menyukai Pradita sejak waktu SMP, langsung setuju ketika ia ingin menginap di rumahnya. Prisilia yang bahagia, berinisiatif untuk datang menjemput Pradita dengan mobil miliknya.

“Bang, Susu jahe!” pinta Pradita sambil duduk diatas tikar yang sudah disediakan.

“Oh, ya sama sayap bakar dan juga ati ampela bakar, ya!”

“Siap, bos.”

Penjual angkringan itu segera menyiapkan apa yang sudah di pesan oleh Pradita. Saat Pradita sedang menunggu pesanannya, tiba-tiba mobil Mercy CLK 500 berwarna perak berhenti di depan kedai angkringan.

Dari dalam mobil, keluarlah seorang wanita yang memakai piyama berwarna biru, dengan rambut coklat lurus sepinggang. Hal itu sampai membuat penjual angkringan melongo.

“Pradita!” panggil Prisilia dengan senyum merekah dan bibirnya yang berwarna merah glossy itu cukup membuat Pradita terpana.

“Ya! Kemarilah kita makan bareng!” sahut Pradita sambil melambaikan tangannya ke arah Prisilia.

Prisilia sudah lama tidak bertemu dengan Pradita. Dengan segudang rindu yang terpendam, ia segera melangkahkan kaki dengan cepat ke arah Pradita.

Gadis bermanik mata coklat tersebut meraih tangan Pradita dan mencium punggung tangannya. Layaknya seorang istri yang mencium punggung tangan sang suami yang dicintainya.

“Kenapa kamu sudah tidak menghubungi aku lagi?” tanya Prisilia agak kesal karena sudah satu bulan Pradita tidak menghubunginya.

Pradita pun menceritakan semua rincian kejadian yang terjadi pada diri dan keluarganya pada Prisilia. Gadis itu langsung menangis. Terlihat jika tangisannya sangat tulus. Dia ikut merasakan kesedihan yang amat sangat, atas semua kejadian yang menimpa kedua orang tua Pradita.

Prisilia pun memeluk Pradita dan serasa dunia milik mereka berdua, “Hiks-hiks, aku turut berbela sungkawa atas kematian kedua orang tuamu. Untung saja kamu masih selamat, kalau kamu mati aku akan tinggal sendiri di dunia ini.”

Pradita baru kali ini melihat Prisilia menangis tulus di depannya dan membuat hatinya terenyuh. Dia tidak berani untuk melepas pelukannya apalagi menyindir Prisilia yang biasa dilakukannya sewaktu kuliah bersama di UNSWAGATI.

Penjualan angkringan pun menaruh pesanan milik Pradita dengan cepat, dan kembali ke gerobaknya. Ia tidak berani mengganggu dua insan yang sedang dilanda kesedihan mendalam itu.

“Andai hatiku tidak tertutupi oleh senyum Nesa yang palsu. Maka kedua orang tuaku tidak mati mengenaskan seperti ini. Bahkan aku bisa menerima hati dari seorang gadis seperti Prisilia yang begitu tulus mencintaiku, walaupun aku tidak ada rasa dengannya,” batin Pradita mencoba membelai rambut Prisilia tetapi diurungkannya.

Entah mengapa perasaan Pradita pada Prisilia begitu dingin. Ia hanya bisa menganggapnya sebagai sahabat. Padahal Prisilia gadis yang periang, sangat cantik, ramah, murah senyum dan memiliki tubuh yang begitu sintal serta padat dengan kulit putih mulus seperti giok kaca.

Pradita melepaskan pelukan Prisilia pada pinggangnya secara perlahan. Lalu menyeka kedua air mataya dengan tatapan yang sangat dingin sedingin puncak gunung Himalaya.

Kemudian menyuapi mulut gadis itu dengan penuh kelembutan. Ia sangat menghormati ketulusan Prisilia yang rela datang menemuinya, walaupun sudah larut malam.

“Makanlah! Aku sudah kenyang ketika melihat matamu merah karena menangis,” sindir Pradita dengan tersenyum simpul.

“Ih, kamu mah suka gitu. Aku jadi nggak cantik, ya?” Prisilia langsung tertunduk malu dengan menggembungkan pipinya dan membuat Pradita terkekeh pelan.

Terpopuler

Comments

Inyoman Raka

Inyoman Raka

sistim ngpil tapi gak pernah. gupol hehe

2023-12-22

0

Pengguna system v.02

Pengguna system v.02

istri 3 ya thoor, nira, nabila & priscilla

2023-11-22

1

Pengguna system v.02

Pengguna system v.02

agal lain inii hadiah mobiL nya bermasyarakat . wkwkwk mantaapp. bertahap thor nanti lanjut hadiah lambo

2023-11-22

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!