Chapter 11

Pradita turun dari angkot kuning sambil mengupil. Gayanya saja sudah seperti preman sombong. Namun, itu ditujukan ke arah anak buah Panji yang kepalanya masih tersangkut di jendela mobil angkot.

Kemudian, Pradita memberikan uang 1 juta rupiah kepada sang supir, dan berkata, “Ini Bang sekalian ongkos dan ganti rugi.”

Pradita melenggang santai sambil terus mengupil menuju rumahnya yang berada cukup jauh di ujung barat desa Jagapura. Anehnya suasana terasa sepi sekali dan terkesan mencekam.

Tidak ada satupun warga yang lalu lalang. Padahal ini pagi sekali dan biasanya warga beraktivitas pergi ke sawah.

“Kemana mereka semua? Apakah mereka diancam oleh Panji?” pikir Pradita.

Ya, Pradita sepanjang jalan mulai merangkai logika-logika aneh yang terjadi di Desa Jagapura. Mulai dari hilangnya Pak RT Jumadi, ketakutan-ketakutan para warga akan bukti kematian kedua orang tuanya yang dibunuh oleh Panji dan masih banyak hal aneh lainnya.

Maka dari itu pradita menyimpulkan para warga memang dalam tekanan ancaman Panji dan geng Mafia Cross. Akan tetapi, Pradita agak ragu jika harus berpapasan dengan anak buah geng Mafia Cross.

Apalagi mereka membawa senjata api, tetapi kalau bertarung dengan tangan kosong atau senjata tajam, mungkin Pradita masih berani melawannya.

“Bagaimana jika mereka sekarang ada di rumahku?”

Pradita menghentikan langkahnya sambil terus mengupil. Ia menyandarkan tubuhnya di salah satu tembok rumah warga. Pandangan matanya melirik ke kiri dan ke kanan.

Merasa aman, Pradita lari sekencang mungkin menuju rumahnya, tetapi lewat jalur belakang.

Saat melewati kebun kosong yang dipenuhi ilalang, benar saja Pradita melihat banyak anak buah Panji dan anak buah geng mafia Cross berjaga di depan, samping kiri dan samping kanan rumahnya.

Pradita merangkak melewati ilalang tersebut untuk menuju ke belakang bagian rumahnya, supaya tidak diketahui oleh anak buah Panji dan anggota geng Mafia Cross.

“Kemungkinan besar Pak RT Jumadi menyimpan sebuah bukti di dalam gundukan tanah tersebut. Kalau ini ketemu dan aku memberikan pada polisi yang tepat. Aku bisa menjebloskan mereka semua ke penjara,” gumam Pradita dan terus merangkak melewati semak-semak dan ilalang.

Dia berjongkok setelah melewati semak-semak dan ilalang. Matanya berkeliling mengamati keadaan sekitar.

Kemudian berguling sambil mengambil ranting. Ia akan berhenti berguling saat sudah sampai di belakang pohon yang ada gundukan tanah.

Pradita dengan perasaan was-was mulai menggali gundukan tanah yang masih agak basah tersebut, hanya dengan kedua tangannya.

Meskipun badannya tertutupi pohon besar tersebut dan tidak mungkin bisa diketahui.

Kepalanya terus menengok ke kanan dan ke kiri, takut ada anak buah Panji atau anggota geng Mafia Cross yang berjalan ke arahnya. Keringat membasahi kepala, tengkuk, dan wajah Pradita, serta berkata dengan nada panik, “Ayo cepat! Cepat! Galinya!”

Tangannya mengali dengan cepat bak seperti seekor anjing menggali permukaan tanah. Gumpalan-gumpalan tanah tersebut beterbangan ke belakang tubuh Pradita.

Hasilnya setelah sepuluh menit menggali, Pradita melihat sebuah kotak kayu berukuran 50 cm. Namun saat membuka kotak kayu tersebut, Pradita terlihat oleh salah satu anak buah Panji yang akan kencing di pohon yang sedang Pradita gali belakang permukaan tanahnya.

“Woy, apa yang kamu lakukan?”

Preman tersebut menatap nyalang Pradita dan langsung melayangkan tendangan ke kepala Pradita yang sedang jongkok mau membuka kotak kayu tersebut. Pradita berguling ke kanan.

Beruntung tendangan preman tersebut hanya mengenai ruang kosong. Dia langsung bangkit dan nekat lari sekencang-kencangnya ke arah bagian depan rumahnya.

Anggota geng mafia Cross dan anak buah Panji tersentak kaget melihat Pradita berlari membawa sebuah kotak kayu. Mereka menarik parang dan pistol mereka. Kemudian mengejar Pradita yang sedang berlari cepat ke arah motornya yang masih terparkir di depan rumahnya.

“Cepat! Cepat!” Pradita memasukan kunci motornya dengan sangat panik sambil menoleh ke arah anggota geng mafia Cross.

Dia tidak takut dengan anak buah panji yang sedang berlari ke arahnya sambil membawa parang. Namun dia takut dengan anggota geng Mafia Cross yang sedang menodongkan pistol ke arahnya.

Suara letupan senjata api bersahutan satu sama lain. Bahkan peluru-peluru tersebut hampir saja mengenai kepal Pradita.

Pria berambut hitam itu berhasil menghindari setiap peluru yang melesat ke arahnya, berkat pandangan matanya yang berubah aneh. Yakni ketika melihat proyektil-proyektil peluru yang melesat ke arahnya itu menjadi sangat lambat, seperti melihat gerakan lambat dalam suatu adegan film aksi.

Akhirnya, motor yang dikendarai oleh Pradita tersebut berhasil nyala. Seketika Pradita menarik pegangan gasnya dalam-dalam.

Dua orang anak buah Panji yang mau menghadangnya pun langsung melompat ke samping, takut ditabrak oleh Pradita. Motor itu melaju kencang dan hampir saja Pradita menabrak pagar salah satu tetangganya.

Dia melajukan motornya seperti orang yang sedang dikejar oleh setan, sangat cepat. Walaupun itu di dalam jalanan pedesaan.

Pradita terus menengok ke belakang. Dia takut anggota geng Mafia Cross dan juga anak buah Panii yang sedang mengejarnya.

Saat ini dalam pikirannya adalah kabur ke tempat yang aman.

Saat itu kebetulam Nikita yang sedang duduk di pos tukang ojek pangkalan. Ia bisa melihat Pradita yang sedang bingung sambil mengendarai motornya cukup pelan, karena merasa sudah aman.

“Mas!” panggil Nikita yang tidak didengar oleh Pradita.

Nikita langsung mengejar Pradita dengan mengendarai motornya, sambil menekan tombol klakson untuk memanggil Pradita, “Mas! Mas Pradita!”

Pradita pun menoleh ke belakang dan ia langsung memberhentikan motornya. Apalagi setelah melihat Nikita sedang mengejarnya.

“Ada apa?” tanya Pradita bingung dan mematikan mesin motornya.

“Kamu mau kemana, Mas?” Nikita justru balik bertanya.

“Aku menemukan bukti-bukti tentang kejahatan mertua mantan tunanganku. Dia dalang dari pembunuhan kedua orang tuaku. Aku akan memberikan bukti-bukti ini ke kantor polisi—”

“Jangan, Mas! Jika ingin melaporkan pembunuhan yang melibatkan Tuan Panji lebih baik melaporkannya langsung ke Polres, bukan di Polsek. Soalnya akan sangat beresiko …,” potong Nikita tetapi tidak melanjutkan penjelasannya.

Beruntung Pradita paham tentang apa yang ingin disampaikan oleh Nikita. Apalagi mengenai Panji yang sudah menguasai dua polsek sekaligus dengan hibah barang bernilainya.

"Itu ada burung!" teriak Pradita menunjuk ke atas dan Nikita pun ikut melihat ke atas.

Melihat pandangan Nikita teralihkan, secepat kilat Pradita mengeluarkan semua isi di dalam kotak kayu tersebut. Kemudian menyimpannya ke dalam inventaris sistem

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Misi utama berhasil di selesaikan]...

...<>.................<>.................<>...

...[Misi: Temukan dalang pembunuhan kedua orang tua host]...

...[Batas waktu: 3 hari]...

...[Hukuman: Rambut atas dan bawah milik host botak seumur hidup]...

...[Hadiah: Mobil Toyota Calya, skill Mengemudi, skill Detektif, 10 poin kecerdasan dan uang 5 juta]...

...<>.................<>.................<>...

...[Tongteng …. Tongteng]...

...[10 poin kecerdasan telah ditambahkan ke status host]...

...[Uang 5 juta rupiah telah ditambahkan ke saldo sistem]...

...[Mobil Toyota Calya beserta kunci dan surat-surat sudah ditransfer ke inventaris sistem]...

...[Memotong uang 100 juta dari saldo sistem untuk memasang skill mengemudi tanpa merasakan rasa sakit di kepala. Dimulai dalam 3 … 2 … 1 ….]...

...[0% … 25% … 50% … 75% … 100%]...

...[Pemasangan skill mengemudi berhasil dan menambahkan 1 poin kecerdasan]...

...[Memotong uang 100 juta dari saldo sistem untuk memasang skill detektif tanpa merasakan rasa sakit di kepala. Dimulai dalam 3 … 2 … 1 ….]...

...[0% … 25% … 50% … 75% … 100%]...

...[Pemasangan skill mengemudi berhasil dan menambahkan 1 poin kecerdasan]...

Terpopuler

Comments

Ryan

Ryan

tem tem...percuma ngasih duit juga kalo diambil lagi...jadi sistem kok kikir pelit bin baqhil sihh...mending revisi dulu Thor kalo mau buat cerita tentang sistem biar si pembaca juga merasakan sensasi seperti punya sistem juga ....

2023-07-09

4

Buana Lukman

Buana Lukman

bagus langsung pro

2023-07-06

0

Bayu Adji

Bayu Adji

mahal banget skil mengemudi sampe 100 juta

2023-07-05

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!