Chapter 13

Setelah membersihkan diri, Pradita pun makan makanan yang dimasak dan dihidangkan sendiri oleh Nabila dengan sangat lahap. Entah mengapa ia merasa begitu dimanjakan ketika bersama Nabila.

“Sedap sekali masakanmu Nabila,” puji Pradita dengan mata berbinar-binar.

Baru kali ini dia makan masakan dari seorang wanita seenak ini. Nabila pun tersipu malu ketika dipuji oleh Pradita.

Kegiatan mereka berdua di meja makan terus disorot oleh para pembantu Nabila yang penasaran. Apalagi letak dapurnya dekat dan bersebelahan dengan jacuzzi.

“Aku sangat bersyukur jika kamu menyukai masakanku. Ayo, habiskan semua makanannya!”

Nabila pun menambahkan satu centong nasi lagi ke piring Pradita. Ia hanya melihat Pradita dengan tersenyum lebar.

Meskipun ia sendiri tidak ikut makan. Akan tetapi ketika melihat Pradita makan dengan sangat lahap, gadis berambut perak tersebut ikut kenyang. 

“Boleh tidak, malam ini kamu temani aku tidur?” pinta Nabila.

Dalam sekejab Pradita pun tersedak. Apalagi saat mendengar permintaan Nabila, ia sedang minum. Rasa penasaran dengan ucapan Nabila, Pradita pun mencoba bertanya kembali padanya.

“Ha-ah! Maaf, apa tidak berbahaya jika tidur bersama? Aku pria dan kamu wanita. Kan bisa terjadi hal-hal yang diluar nalar?”

Namun, sekali lagi jawaban dari Nabila membuat Pradita tidak bisa tenang.

“Tidak apa-apa. Kalau kamu mau kita bisa melakukannya. Aku hanya ingin menikmati hari-hari bersamamu. Walaupun aku tidak punya apa-apa lagi, aku sangat bahagia asal bersamamu,” celetuk Nabila sambil tertunduk malu dengan kedua pipi sudah merah merona.

Pradita menghela nafas panjang, lalu berkata, “Baiklah, tetapi aku janji tidak akan macam-macam. Aku memang bajingan untuk kedua orang tuaku. Aku ingin berubah dan tifak ingin menyakiti siapapun lagi termasuk kamu Nabila. Aku menganggap kamu adalah penyelamat hidupku, dan aku mau membalas budi setiap tetes keringat yang kamu berikan padaku.”

Nabila pun merapikan piring bekas makan Pradita, lalu mencucinya. Pradita yang tidak enak hati bergegas membantunya. Apalagi Nabila sudah menyelamatkan, memberi uang, memberinya tempat tinggal, bahkan memberi Pradita kendaraan secara langsung.

Mereka berdua saling menatap sambil mencuci piring. Sesekali bahkan sampai membuatnya tersipu malu. Tentu saja hal itu membuat Pradita penasaran kenapa Nabila sangat menerima kehadirannya, hingga akhirnya ia pun memberanikan diri untuk bertanya.

“Nabila, kenapa kamu sangat memperhatikanku? Apakah menurutmu aku ini tampan?”

Nabila kebingungan menjawabnya. Apakah dia harus berkata jujur atau harus berbohong. Namun pada akhirnya dia menjawab juga.

“Sebenarnya wajah kamu mirip mantan pacarku yang telah meninggal. Namun meskipun kamu berbeda sifat 360 derajat, aku sungguh ….”

Nabila tidak melanjutkan perkataannya takut menyinggung dan melukai hati Pradita. Akan tetapi Pradita sangat penasaran, hingga wajahnya di dekatkan ke wajah Nabila dan membuat jantung gadis berambut perak tersebut berdetak tidak beraturan.

“Kamu sungguh apa?” tanya Pradita sekali lagi.

“Aku takut kamu tersinggung dan marah. Aku tidak berani. Verald memang wajahnya mirip denganmu dan aku sangat mencintainya. Akan tetapi aku sadar jika Verald telah tiada, dan kamu adalah orang lain. Aku hanya ingin memberikan ruang untukmu juga ruang untuk hatiku juga —”

Pradita langsung menaruh telunjuknya di bibir Nabila. Lalu memeluknya, “Aku memang bukan Verald yang kamu katakan. Tapi jika tubuhku bisa berguna untukmu dan membahagiakanmu, aku rela. Seharusnya sebagai seseorang yang menyelamatkanku, aku harus bertindak sesuai keinginanmu.”

Nabila sama sekali tidak berani memeluk balik. Namun, ia justru menangis tersedu-sedu dan bingung harus berkata apa.

“Pradita, aku minta maaf. Aku tidak ingin memanfaatkanmu, walaupun aku adalah orang yang menyelamatkanmu. Sungguh, aku menemukan cinta di wajahmu bukan karena Verald. Tapi aku jatuh cinta padamu, karena kamu bisa membuat aku nyaman melebihi Verald,” batin Nabila.

Pradita melepas pelukannya dan merasakan getaran hati dari Nabila. Kemudian dia menyeka cairan bening di kelopak matanya. Setelah itu menggendong tubuh Nabila ke kamarnya, lalu menaruhnya dengan lembut ke tempat tidur berukuran king size tersebut.

Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain. Lalu memejamkan mata dan larut dalam kebingungan di pikiran masing-masing.

......................

...Keesokan paginya....

...[Tongteng … Tongteng]...

...[Selamat, host mendapatkan uang dari mengupil sebanyak 1000 kali sebanyak Rp,200,000 dan sudah ditransfer ke inventaris sistem]...

Mendengar suara mekanis sistem, Pradita langsung terbangun dengan mata terbelalak.

“Sial, Sedikit amat uangnya,” gumam Pradita kesal.

Lalu mengeluarkan uang 100 juta dan menaruhnya di nakas, “Uang ini mungkin tidak bisa membayar alas budimu, Nabila. Akan tetapi setidaknya aku sedikit lega masih bisa berguna untukmu.”

Pradita mencium kening Nabila yang masih tidur pulas hanya sebagai seorang teman. Kemudian dia pergi menuju kamar tamu untuk membersihkan diri.

Setelah selesai dengan latihan pagi dan membersihkan diri. Pradita pergi keluar dari rumah Nabila dengan menyelinap diam-diam melompati dinding pagar Nabila setinggi sepuluh meter. 

Berkat genome DNA Cheetah dan juga ilmu pedang sembilan Naga terbang tingkat dua, tubuh Pradita jadi lebih ringan dari kapas dan bisa melompat tinggi.

“Pertama kita harus beli motor baru. Namanya ojek online itu bukan memakai motor yang keren, tapi nyaman,” gumamnya sambil berlari cepat ke arah Astra Motor BSD City yang berjarak sekitar lima belas km dari rumah Nabila.

[Tongteng ... Tongteng]

[Selamat, host berhasil menyelesaikan latihan running in place selama 10 menit]

[Tongteng ... Tongteng]

[Selamat, host berhasil menyelesaikan latihan Knee drive sebanyak 50 kali]

[Tongteng ... Tongteng]

[Selamat, host berhasil menyelesaikan Push Up sebanyak 50 kali]

[Tongteng ... Tongteng]

[Selamat, host berhasil menyelesaikan latihan Squat jump sebanyak 100 kali]

[Tongteng ... Tongteng]

[Selamat, host berhasil mendapatkan 1 poin stamina]

Jarak kurang lebih lima belas km ditempuh hanya dalam 30 menit, karena Pradita bisa berlari cepat sampai 60 km/jam tanpa henti.

Pradita pun sampai di depan Astra Motor BSD City berkat melihat google map dan suasana di dalam dealer Astra Motor masih agak sepi. 

 

Dia pun masuk dengan menundukan wajah. Apalagi ia hanya memakai sepatu biasa dan kaos bermerk, tetapi bentuknya biasa-biasa. Sehingga tidak ada kesan bahwa kaos berwarna putih, serta celana jeans berwarna hitam tersebut bermerk.

“Mau apa, Mas!” gertak SPG berwajah chubby.

“Aku mau beli motor secara cash,” jawab Pradita malu ditatap tajam oleh SPG tersebut.

“Mimpi! Wajah kau memang tampan. Tapi mana bisa membeli motor yang cukup mahal disini. Bahkan motor Honda Beat pun pasti kamu takan mampu beli,” sindir SPG berwajah chubby berkulit sawo matang tersebut.

Pradita pun tidak menghiraukannya dan terus berjalan ke sisi lain untuk mencari sepeda motor matic yang cocok, serta nyaman buat penumpang. Ada SPG lain yang sedang murung, tetapi berwajah sangat cantik dengan tubuh sintal. Ia tiba-tiba berpapasan dengan Pradita.

Dia sadar dan langsung tersenyum, “Khusus motor Advantage 150 cc, kalau Mas bisa bayar secara cash, akan ada diskonnya, lho."

Raut muka Pradita langsung sumringah mendengar kata diskon, dan membalas, “Baik, Mbak. Aku mau dan ini —”

Tangan Pradita yang sedang merogoh saku celananya langsung ditepis oleh SPG berwajah chubby, “Omong kosong! Kau lebih baik pulang. Lihatlah  penampilanmu itu pas-pas mana mungkin bisa membeli motor cash, tolol!” ejeknya dengan tatapan sinis.

Terpopuler

Comments

Ryan Hidayat

Ryan Hidayat

180° author itu berubah
kalo 360° itu yah seperti dia yang dulu

2023-07-18

1

Alghifarrie

Alghifarrie

Nabila siapanya sih MC? kenapa dirinya mau nyelamatin MC dan bahkan bobo bersama

2023-06-18

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Ayo...

2023-06-14

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!