Mobil Toyota Alphard berwarna putih tersebut berhenti di depan sebuah mansion yang cukup besar berlantai tiga. Pradita terus memandangi bagian depan mansion dengan mata berbinar. Baru pertama kalinya dia melihat bangunan yang sangat mewah dengan penjagaan yang lumayan banyak.
“Mas dari mana?” Nira menepuk pundak Pradita dan membuyarkan lamunan indahnya.
“Sepertinya senang sekali melihat rumah Kakek.”
“Maaf, Nona. Kalau saya terlalu udik. Saya dari Cirebon dan hanya orang kampung. Tidak bisa dibandingkan dengan Kakek dan Nona—”
“Tidak boleh bicara begitu, Mas. Kakek membangun semua ini dari nol dan Kakek dulunya juga sama seperti Mas."
"Namun, kakek adalah pekerja keras, walaupun dulu Kakek harus menjaga Nira yang masih bayi seorang diri, karena kedua orang tua Nira sudah meninggal dunia,” potong Nira menyemangati Pradita.
Pria berambut acak-acakan tersebut sedikit mendapat pencerahan. Bahwasanya setiap orang bisa merubah hidupnya.
Akan tetapi apakah Pradita akan kuat jika ingatannya dipulihkan oleh sistem? Apalagi sebuah kenyataan yang mengatakan jika kedua orang tuanya meninggal akibat dirinya.
Pintu gerbang terbuka secara otomatis. Barisan penjaga yang memakai jas berwarna merah serempak menunduk hormat ke arah mereka.
Nira pun menarik tangan Pradita, karena disuruh oleh Kakek Astra agar melayani Pradita yang dianggapnya sebagai tamu penting. Gadis berambut pirang tersebut memerintahkan para pelayannya untuk melayani semua keperluan Pradita. Mulai dari merapikan rambut, memberinya baju yang cocok dan juga membersihkan tubuhnya.
Pradita sangat senang sebab dirinnya dilayani bak seorang raja oleh para pelayan di Mansion milik Kakek Astra. Akan tetapi dia sadar setelah esok hari pelayanan seperti ini akan hilang. Apalagi dia harus segera meninggalkan mansion untuk mencari keberadaan Nabila Salsabila.
Setelah Pradita membersihkan diri, penampilannya akan dirapikan. Rambut yang cukup panjang dirapikan dengan gaya rambut harajuku style milik Minato. Meskipun mempertahankan warna rambut yang hitam.
Kini ia memakai kemeja putih lengkap dengan celana panjang berwarna hitam. Setelah selesai ia turun ke ruang makan untuk menemui Nira dan Kakek Astra.
Nira dan Kakek Astra mengernyit karena cukup kaget melihat perubahan besar wajah pada wajah Pradita. Kini jauh terlihat tampan dan terkesan lebih segar. Raut wajah yang semula pucat tidak terlihat lagi.
“Lihat, Pradita tampan kan? Kakek yakin pacarmu pasti kalah tampan sama dia,” goda Kakek Astra sambil berbisik ke telinga kanan Nira.
“Kakek, diam! Cinta itu tidak memandang uang dan ketampanan. Akan tetapi ya, itu memang juga dibutuhkan,” gerutu Nira dengan mengerucutkan bibir, tetapi matanya tetap memandang lekat ke arah Pradita.
Akhirnya Pradita duduk berdampingan dengan Nira dan langsung dilayani dengan baik olehnya. Sama seperti seorang istri yang melayani suaminya.
“Terima kasih, Nona Nira,” ucap Pradita dengan mengulas senyum ramah dan berhasil membuat Nira salah tingkah.
“Dit, apa yang kamu lakukan setelah bertemu dengan orang yang menyelamatkanmu? Kakek tahu dia itu seorang artis yang terkenal, tetapi punya banyak masalah,” tanya Kakek Astra dengan sorot mata yang tajam.
“Setelah bertemu dengannya aku ingin membuat janji kepadanya. Aku berjanji akan mengembalikan semua yang digunakan untuk membiayai perawatanku dengan tanganku sendiri. Aku juga berjanji akan membantunya menyelesaikan masalah. Aku berhutang budi banyak padanya, Kek,” jawab tegas Pradita.
Kakek Astra melihat keteguhan dari sorot mata Pradita. Dia memang bukan pria sembarangan. Sorot mata itu mengingatkan dirinya yang waktu masih muda dan pekerja keras.
“Apakah kamu mau bekerja di perusahaan Kakek?” tawar Kakek Astra.
“Perusahaan Kakek bergerak di bidang intelijen dan juga keamanan? Kalau kamu mau bekerja di perusahaan Kakek, wajib sekolah dulu dan kelulusannya kamu sendiri yang menentukan. Kakek juga tidak ingin memaksamu.”
“Baik, Kek. Terima kasih, untuk tawarannya. Biarkan aku memikirkannya lagi setelah bertemu dengan Nona Nabila,” jawab Pradita.
Setelahnya ia mulai makan dengan agak jaim. Dikarenakan sangat grogi. Apalagi saat ini ia makan dengan orang yang bukan berasal dari kalangannya sendiri yang miskin dan termasuk kaum marjinal.
......................
...Keesokan paginya....
...[Tonteng ... tongteng!]...
...[Selamat pagi host]...
...[Mohon maaf host pagi ini tidak mendapatkan uang dari akumulasi mengupil, karena kemarin host sama sekali tidak melakukannya]...
...[Selamat mengupil sebanyak-banyaknya hari ini]...
“Eeeeh.” Pradita mengernyit, menatap panel hologram yang tiba-tiba muncul saat dirinya membuka mata.
“Jadi i-itu benar? Cuma ngupil dapat uang?”
...[Tongteng ... tongteng!]...
...[Iya host]...
...[Sistem menawarkan misi sampingan]...
...<>...........<>...........<>...
...[Misi: Lakukan latihan fisik selama 30 hari (Push up 50 kali, Squat jump 100 kali, Knee Drive 200 kali, Running in place selama 10 menit]...
...[Batas waktu: 30 hari]...
...[hukuman: Singkong premium memendek 1 cm setiap hari selama 7 hari]...
...[hadiah: 10.000 poin sistem, skill otot super, dan 10 poin skill, 10 poin stamina, dan 10 poin kecerdasan]...
...<>...........<>..........<>...
...[Apakah host mau menerimanya?]...
...[Ya/Tidak?]...
Pradita menatap panel hologram dengan menopang dagu dan terus memandanginya secara seksama.
"Baiklah, aku menerimanya. Aku juga perlu penguatan fisik."
Pradita langsung menekan tombol ‘Ya’ tanpa ragu dengan hukumannya yang sangat aneh.
...[Tongteng ... tongteng]...
...[Baik, host telah menerima misi sampingan] [Selamat menjalankan misi]...
...[Progres misi (0/30)]...
Pradita keluar dari kamar tamu mansion Kakek Astra dengan masih mengenakan piyama. Ia melangkahkan kakinya secara perlahan menuju bagian belakang mansion yang memiliki lapangan tenis, kolam menang, lapangan futsal dan juga lapangan Volley.
Kemudian berhenti di salah satu lapangan yang masih kosong dan memulai latihan fisiknya. Ternyata Nira yang memakai pakaian olahraga sangat ketat sedang jogging di jogging track yang mengelilingi ke-empat lapangan tersebut.
“Nona Nira memang sangat cantik. Aku saja sampai stres kalau berdekatan dengannya. Sudahlah sadar Pradita! Dia itu cantik dan kaya, kamu itu hanya debu di matanya,” gumam Pradita menepuk jidatnya sendiri untuk menyadarkan pikiran-pikiran yang terlalu halusinasi ingin memiliki Nira.
Pradita memulai latihan pertamanya yakni latihan Knee drive sesama 50 kali. Tapi baru saja 10 kali gerakan Knee Drive, dia sudah tumbang, sebab tubuhnya masih agak lemah karena pemulihan dari koma selama sebulan lebih.
“Mas Pradita, Mas!” teriak Nira sambil berlari cepat ke arah Pradita yang sudah terkapar di tengah-tengah lapangan.
Dada Pradita kembang-kempis dan raut wajahnya pucat pasi. Dia tidak mau sampai Nira menyentuh tubuhnya, karena takut konslet, lalu langsung duduk dan berkata, “A-aku tidak apa-apa Nona. Aku hanya salah gerakan saja, hehehe ….”
“Olahraga juga jangan dipaksakan, Mas. Kalau gak kuat jangan. Mas lebih baik istirahat saja. Kalau masih lemah, lebih baik tunggu Mas Pradita sehat untuk pergi menemui artis Nabila Salsabila.
Nira memapah tubuh Pradita dan membuat mata Pradita jelalatan tertuju ke satu titik yakni belahan gunung kembar milik Nira yang sangat tampak jelas di depan matanya.
Pradita meneguk salivanya dalam-dalam melihat panorama yang terlalu indah itu dan membatin, “Kalau kau begini terus, aku bisa khilaf. Tidak!”
Pradita pun dipapah menuju kursi yang berada di samping kolam renang untuk dibaringkan.
"Sebentar ya, Mas ! Aku ambilkan teh manis dahulu."
Nira pun masuk ke dalam mansion dan baru pertama kalinya semua pelayan melihat seorang Nira mau melayani laki-laki. Walaupun itu mantan pacarnya, Nira tidak pernah melayani mereka dengan tangannya sendiri, pasti selalu menyuruh para pelayannya.
"Ada yang aneh?"
......................
Bocoran visual Nira😅
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
MAWI
seeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeemaaaaaaaaaangaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttttt. haaaaaaaaaaaaajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr tu ceeeeeeeweeeeeeeeeek
2024-01-27
0
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
2023-08-05
1
Nor Johari
kok cantik banget
2023-07-25
1