Chapter 9

Pekikan ke-empat preman itu mengundang satu preman lain yang sebelumnya terjungkal menghantam pagar bambu. Dia berlari cepat, tetapi diikuti dua anak buah salah satu pria berjas hitam yang membawa pistol.

Melihat ketiga orang dengan tatapan dingin berlari ke arahnya, Pradita segera berlari ke dalam kebun di belakang rumahnya. Kecepatan larinya sangat cepat, hingga mampu menembus 30 km per jam hanya dalam dua detik.

Salah satu pria berjas hitam berhenti, dan mengambil senapan magnum yang sudah dipasang peredam. Kemudian membidik ke arah Pradita yang masih berlari menerobos semak-semak ilalang setinggi satu meter, tetapi kepalanya masih terlihat jelas oleh pria berjas hitam tersebut.

Pelatuk ditarik saat bidikannya sudah tepat mengarah ke kepala Pradita bagian belakang.

Akan tetapi Pradita memiliki reflek yang bagus dan berhasil menghindari proyektil peluru yang mengarah ke arah kepala bagian belakangnya.

Yaitu dengan memiringkan kepalanya ke arah kiri tanpa melihat ke belakang. Apalagi ia telah menguasai salah satu skill pedang Naga terbang, yakni teknik Naga Besukih yang dipadukan dengan kecepatan tubuh Genome DNA Cheetah.

Pria berjas hitam tersebut terus menembak secara beruntun ke arah Pradita. Namun, pria berambut hitam tersebut berguling dan melakukan lompat harimau untuk menghindarinya. Alhasil peluru-peluru tersebut memang mengenai Pradita, tetapi hanya menyerempet di pipi kiri, bahu kanan, dan rusuk kiri Pradita.

“Sial benar! Kenapa mereka terus mengejarku dan memang berniat membunuhku? Sebenarnya rumahku ini ada apa sampai-sampai kedua orang tuaku menjadi korban kebiadaban mereka,” gumam Pradita terus berlari cepat dan masih dikejar oleh salah satu pria berjas hitam.

Pradita terus berlari ke arah Sungai Ambirawa yang berjarak 1 km dari belakang rumahnya. Pria berjas hitam itu terus mengejar Pradita tanpa henti. Bahkan hingga menyusuri jalan setapak yang berada di tengah-tengah sawah.

Para petani yang sedang mengerjakan sawah mereka, ikutan lari terbirit ketika melihat pria berjas hitam yang sangat dikenal oleh mereka.

Mereka juga terkejut melihat Pradita yang masih hidup malah dikejar-kejar oleh anak buah salah satu geng mafia nomor satu di Indramayu yang diketuai oleh Brock atau Dasman.

Para petani itu takut, karena pria berjas hitam tersebut mengeluarkan senapan. Sebuah senapan magnum yang telah diberi peredam dan mengarahkannya ke arah Pradita yang terus berlari ke arah sungai Ambirawa.

“Sial! Aku sudah tidak bisa kembali lagi. Di depan sudah sungai, tetapi sungai Ambirawa tidak sedalam dan lebar seperti sungai Jagapura. Aku yakin aku bisa melewatinya,” gumam Pradita menatap lurus ke arah sungai yang sudah dekat tinggal seratus meter lagi.

Proyektil-proyektil peluru terus melewati kepala Pradita. Dia terus berlari secara zig-zag, agar mengecoh bidikan pria berjas hitam. Hasilnya setiap peluru hanya melewati kepala Pradita.

Dengan tekad yang sudah bulat Pradita mengumpulkan tenaga di kedua paha, dan kedua betisnya untuk melompati sungai Ambirawa yang memiliki lebar 10 meter. Pradita menengok ke belakang sesaat. Ternyata pria berjas hitam tersebut sedang mengisi peluru di senapannya yang telah habis.

“Ini kesempatanku.”

Pradita melompat, walaupun masih berjarak 2 meter dari tepi sungai. Dia melompat seperti seekor Cheetah yang bisa melompat jauh. Alhasil dia bisa melompati jarak selebar 12 meter dan mendarat, walaupun dengan berguling.

Pria berjas hitam tersebut kecewa karena tidak berhasil membunuh Pradita dan membiarkannya lolos. Tidak mungkin bagi dirinya melompati sungai selebar 10 meter. Dia hanya bisa memutar untuk mengejar Pradita dan itu sama saja telah membiarkan Pradita lolos.

Dengan geram pelatuk senapan magnum ditarik berkali-kali. Sehingga senapan magnum yang dia pegang memuntahkan banyak peluru yang terbidik ke arah Pradita.

Pria bergaya rambut harajuku tersebut berlari secepat mungkin. Tentunya agar tidak terkena muntahan peluru dari senapan yang ditembakan oleh pria berjas hitam tersebut.

Walaupun dia berlari tertatih-tatih dengan cairan merah merembes di kedua paha, kedua bahu, pipi kiri, dan rusuk kirinya. Nafasnya terdengar terengah-engah dan memburu.

“Un-untuk sementara aku harus menembus jalan raya dan kembali lagi ke rumah Prisilia untuk memulihkan luka-lukaku ini. Aku harus membalas dendam pada mereka dan membuat mereka menderita. Lihat saja!” geram Pradita yang terus berlari dengan dada kembang-kempis.

Pradita berhasil menembus jalan raya dan melihat pos ojek pangkalan. Dia segera berlari cepat dengan nafas terengah-tengah ke arah pos ojek pangkalan. Ternyata di sana hanya ada satu tukang ojek perempuan yang sedang menunggu penumpang.

“M-mbak, bisa antarkan aku secepat mungkin ke Desa Kedokan Agung—?”

Tukang ojeknya terlihat masih gadis dengan kulit sawo matang dan cukup manis jika dipandang. Ia begitu terkejut dan panik ketika melihat Pradita yang bercucuran darah.

“Mas, ini kenapa?” tanya Nikita.

“Aku antarkan ke puskesmas terdekat, ya?”

“Ti-tidak perlu,” tolak Pradita kukuh.

“Pokoknya antarkan aku ke Desa kedokan Agung. Aku akan bayar 200 ribu, asal-asal Mbak naik motornya yang kencang.”

"Ba-baik, Mas."

Nikita segera memapah tubuh Pradita yang begitu wangi dan membuatnya berhasrat. Akan tetapi Nikita ingat jika dia sedang melayani penumpang, bukan bersama pasangan halalnya.

Dia langsung mendudukan tubuh Pradita di jok bagian belakang. Kemudian Nikita juga ikut naik dan meminta Pradita memeluk tubuhnya, karena dia akan melajukan motor Yamaha N-MAX miliknya sekencang mungkin.

Nikita benar-benar mahir dan gesit dalam mengendarai motor. Bahkan terkesan seperti pembalap profesional yang mahir dalam mengemudikan motor. Hal itu terbukti motor yang dikendarai oleh Nikita sampai di depan rumah Prisilia hanya dalam waktu 15 menit.

“M-mbak bisa bantu aku untuk masuk ke dalam dan menekan tombol belnya?” pinta Pradita dengan raut wajah meringis dan raut wajahnya sudah pucat pasi.

Tentu saja hal itu membuat Nikita tidak tega. Walaupun sweaternya yang agak tebal telah terkotori oleh cairan merah yang keluar dari beberapa bagian tubuh Pradita. Akan tetapi ia tetap memenuhi permintaan darinya.

“Ba-baik, Mas. Sebentar ya, tahan ya, Mas.”

Nikita memarkirKan motor dan melepaskan pelukan Pradita. Lalu berjalan cepat ke arah pintu gerbang untuk menekan tombol bel guna memanggil Prisilia yang memang sedang gundah gulana dan tidak mau berangkat ke kantor.

Gadis berambut coklat lurus yang berkilau tersebut merasakan firasat buruk akan Pradita. Nikita gundah gulana sedari pagi, saat Pradita keluar dari rumahnya.

Saat dirinya melamun dengan perasaan sedih, tiba-tiba dia mendengar suara bel rumahnya berbunyi. Hal itu menyadarkan dirinya dari lamunan yang terlalu sedih tersebut.

Dia segera melihat layar ponsel miliknya yang terhubung dengan seluruh CCTV yang berada di rumahnya tersebut. Matanya melebar saat melihat Pradita yang memakai helm, bajunya koyak dan dipenuhi cairan merah.

"Pradita!" Prislia berlari secepat mungkin dengan perasaan khawatir dan panik ke arah pintu gerbang.

Sesampainya di pintu gerbang dia langsung berteriak pada satpam yang menjaga pos pintu gerbang, "Pak, cepat buka gerbang!"

Terpopuler

Comments

Nurdedi

Nurdedi

baca di awal aja udah tidak bagus nih novel .harusnya di pilih novel yang mau di tunjukan ke pembaca

2024-03-26

0

Pengguna system v.02

Pengguna system v.02

brock lesnar kah? 😁

2023-11-22

0

ardian lewatz

ardian lewatz

ni mc kecerdasannya belum tinggi ya

2023-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!