Akhirnya sore itu Pradita benar-benar keluar dari Rumah Sakit. Ia diberi baju oleh Dokter Anji yang merasa kasihan padanya.
Saat itu Pradita hanya memakai kaos putih, dan celana training. Sekarang ia sedang berada di pinggir jalan lalu lintas Provinsi, untuk menunggu bus dengan tujuan Jakarta.
"Aku harus bisa menemukan orang yang telah menyelamatkanku di Jakarta," gumam Pradita.
Kedua matanya terus menatap ke arah timur, takut jika mobil bus yang akan menuju Jakarta sudah lewat. Ia pun bertanya pada lelaki di sampingnya, tetapi rupanya ia juga tidak paham dengan tujuan Pradita.
"Waduh, kalau BSD City aku kurang paham, Mas. Maaf, ya. Taunya cuma Jakarta Kampung Rambutan doang."
"Nggak apa-apa, terima kasih, Mang."
Selepas mengobrol kebetulan ada sebuah bus yang lewat. Pradita segera berdiri agak dekat dengan bahu jalan dan naik ke bus tersebut.
"BSD City, Bang?"
"Oh, BSD City bisa, tetapi nanti berhenti sampai Terminal Cikokol. Nanti lanjut naik angkot lagi atau naik ojol, Mas."
"Ok, nggak apa-apa."
Tangan kernet langsung memapah tubuh Pradita yang kelihatan rapuh. Wajar, karena raut muka Pradita masih terlihat pucat pasi.
Pradita duduk di kursi paling depan, berdampingan dengan seseorang yang tua renta. Kakek itu melihat ke arah Pradita yang tiba-tiba duduk di sampingnya dan mengulas senyum tipis.
“Kenapa wajahmu pucat sekali? Apa kau punya beban mental yang terselubung, Nak?”
Ucapan sang kakek berhasil mengalihkan pandangan mata Pradita, yang semula lurus ke depan, kini tengah menengok ke arah kakek tua renta yang berada di samping kirinya.
“Ti-tidak apa-apa, Kek." Pradita masih mengatur nafasnya. Lalu sesaat kemudian kembali melanjutkan ucapannya.
"Mungkin, karena aku baru keluar dari Rumah Sakit. Dokter juga mengatakan jika aku terkena am-am … am apa ya, lupa. Oh iya, amnesia,” jawab Pradita lugu.
Sontak ucapan Pradita membuat kakek tua renta itu terkekeh pelan.
“Lalu Mas ini mau kemana?” tanya Sang Kakek tua renta tetapi masih mempunyai suara yang jelas.
“Aku mau ke BSD City, Kek. Kalau nggak salah di Tangsel. Aku hanya ingin berterima kasih pada orang yang telah menyelamatkanku dari kematian. Bahkan ia rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk membiayai perawatanku,” jawab Pradita jujur.
Sang kakek tentu merasa kasihan dan ingin membantu Pradita, “Ya, sudah. Kebetulan Kakek turun di terminal Cikokol. Rumah kakek di Alam Sutra, jadi dekat dari BSD City. Nanti kakek hantar, Nak—”
“Namaku Pradita Mahendra, Kek,” potong Pradita sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.
Sang kakek pun menyambut uluran tangan Pradita dengan tersenyum ramah, tetapi beliau tidak menyebutkan namanya.
......................
Enam jam kemudian, Terminal Cikokol.
Pradita pun sampai di terminal Cikokol dan membayarkan uang seratus ribuan kepada kernet Bus Sahabat. Untungnya dia sempat mengambil uang di ATM RSUD Arjawinangun sebanyak satu juta sebelum pergi.
Ternyata uang yang diberikan oleh sang aktris yang bernama Nabila Salsabila itu cukup banyak, sekitar sepuluh juta. Meskipun begitu Pradita hanya mengambil seperlunya saja.
Kebetulan Sang Kakek berdiri di belakang dan hendak membayar.
“Sudah, Kek. Aku saja yang bayar,” kata Pradita sambil memberikan uang pecahan seratus ribu kepada sang kernet Bus.
Kondisi Terminal Cikokol pada jam 00.30 ini tergolong sepi. Terlihat dari kejauhan sudah ada beberapa preman yang sedang mengawasi para penumpang yang turun dari Bus Sahabat tersebut.
Saat Pradita dan Sang Kakek sedang mencari ojek atau taksi online di pinggir jalan. Dari arah samping dua orang preman itu menghampiri mereka.
“Cepat serahkan uang kalian! Atau kalian berdua kami tusuk!” ancam salah satu preman dengan mengeluarkan pisau lipat ke arahnya.
Sang Kakek menyunggingkan senyum ke arah kedua preman tersebut dan bertanya, “Kalian anak buah siapa?”
“Sudah, jangan banyak cingcong! Berikan uang kalian!” ancam preman yang lain sambil mengeluarkan pisau lipat yang lebih panjang.
Pradita terlihat ketakutan. Raut wajahnya seputih kertas, bahkan tubuhnya gemetar. Reflek ia memberikan uang delapan ratus ribu ke salah satu preman, “Ini, Pak. Ta-tapi biarkan kami pergi!"
Sang Kakek menahan tangan Pradita untuk tidak memberikannya pada preman itu, “Tidak usah, Nak."
"Kalau dikasih, nanti mereka akan terbiasa melakukan hal seperti ini, lagi dan lagi. Sebagai seorang manusia sejati itu harus bekerja, bukan mencopet!"
"Ada pepatah yang mengatakan jika bekerja adalah surga yang dilupakan.”
Tentu saja kedua preman itu marah besar. Bahkan menusukkan pisau lipat yang sudah terhunus ke arah Sang Kakek. Akan tetapi dengan sigap dan hanya memajukan satu langkah kakinya, kedua pisau itu hanya melewati kedua bahu sang Kakek.
Sang Kakek segera mengayunkan tongkat miliknya secara diagonal, untuk menghantam dahi kedua preman satu persatu. Suaranya terdengar begitu keras, ketika kayu tersebut berhasil mengenai dahi kedua preman itu.
Cairan kental berwarna merah segera mengucur dari dahi mereka yang terluka. Sontak keduanya
preman itu meringkuk di permukaan aspal dengan raut wajah meringis kesakitan.
“Ampun, Kek. Ampun! Maafkan kami! Jangan pukul kami lagi,” teriaknya kedua preman serentak sambil memegangi kepalanya.
“Kalian itu hanya preman kelas teri. Jangan tampakkan muka kalian disini lagi!” bentak Sang Kakek dengan sorot mata tajam dan aura membunuh yang sangat pekat.
Kedua preman yang terluma tadi dan ketiga teman-temannya segera lari terbirit-birit karena ketakutan. Apalagi mereka telah melihat lengan kiri Sang Kakek yang memiliki motif tato tuju kepala naga.
Pradita hanya bisa melongo melihat aksi sang kakek. Jika dugaannya benar mungkin usianya sekirar tujuh puluh lima tahun. Anehnya ia bisa menghajar kedua preman berbadan tegap dengan cepat dan tanpa terluka.
Tiba-tiba mobil Toyota Alphard berwarna putih menghampiri Sang Kakek. Dari dalam sama muncul dua orang pria yang memakai jas hitam. Keduanya langsung membungkuk hormat pada Sang Kakek.
Seorang gadis muda memakai atasan kimono putih dengan belahan gunung kembar yang menonjol besar keluar juga dari dalam mobil. Ia bahkan langsung memeluk Sang Kakek.
“Kakek, kenapa kakek kesini seorang diri? Kakek tinggal telpon aku dan aku akan jemput Kakek di Cirebon,” gerutu Nira.
“Loh, Kakek 'kan masih sehat cucuku yang paling demplon. Sudah-sudah, lepas! Apa kau tega menyiksa Kakekmu ini sampai masuk angin?"
"Lagi pula Kakek juga ingin buat kejutan atau apa-an itu? Subrek atau surprise buat cucu kakek. Apa salah?”
Sang Kakek melepaskan perlahan pelukan Nira padanya. Usianya sudah dua puluh dua tahun, tetapi masih sangat manja pada kakeknya itu.
Pradita langsung minder saat melihat Sang Kakek yang ternyata orang kaya. "Mobilnya saja mewah, bagaimana dengan rumahnya nanti?"
“Kek, terima kasih sudah mengantarku sampai kesini. Nanti aku naik ojek saja—”
“Nggak bisa, ikut Kakek saja! Lagi pula ini sudah malam."
Kakek terlihat keras kepala. "Besok Kakek antar kamu ke Perumahan Griya Loka Satu. Kamu tenang saja, anggap saja aku sebagai Kakekmu sendiri."
Kakek melirik ke arah Pradita yang tidak berkedip ketika melihat Nira, "Akan tetapi, kalau kamu mau menikahi cucu kakek yang demplon ini, usaha sendiri ya, hehehe …,” canda Kakek sambil terkekeh pelan.
“Ih, Kakek. Nggak banget, deh! Aku 'kan sudah punya pacar,” keluh Nira yang digoda Sang Kakek.
Pradita pun sudah tidak bisa punya alasan untuk mengelak lagi. Akhirnya ia pun ikut ke dalam mobil Toyota Alphard yang dimiliki oleh Sang Kakek yang ternyata bernama Astra.
Pradita duduk di kursi paling belakang sambil tertunduk malu. Di dalam mobil itu, ia terdiam seribu bahasa. Ini adalah pertama kalinya Pradita naik mobil mewah dengan golongan orang kelas atas.
“Mas, nama kamu siapa?” tanya Nira dengan tersenyum ramah.
Meski kaya, Nira tetap ramah pada siapapun. Meskipun orang itu belum dikenalnya sama sekali.
“Pra-pradita Mahendra, Nona,” jawab Pradita gugup.
Nira malah menggoda Pradita dan berkata, "Santai saja, Mas. Aku gak gigit, Kok. Hehehe ...."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Pengguna system v.02
anjay kakek2 mafia inii cokk
2023-11-22
0
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu
2023-08-05
1
Awesome secret
wkwkwk gk berhenti ngakak baca ini😂
2023-07-21
0