Chapter 20

Pradita menjatuhkan ranting yang dipegang oleh tangan kanannya. Akan tetapi, Willy masih tidak terima dan melesat ke arah Pradita dengan melayangkan tendangan menyamping agar mengenai sasarannya yaitu rusuk kanan Pradita.

Pria bergaya rambut harajuku tersebut menangkis dengan lengan kananya yang ditekuk. Namun reflek tangkisan tangannya terlalu lemah dan mengakibatkan tubuh Pradita terpental, hingga berguling beberapa kali di permukaan tanah.

Tendangan Willy yang sangat kuat membuat lengan kanan Pradita patah, dan rusuk kanannya sedikit retak.

...[Tongteng … Tongteng]...

...[Memotong uang 20 juta untuk memulihkan tulang lengan kanan yang patah dan tulang rusuk bagian dada kanan yang retak]...

Suara gemeretak tulang terdengar sangat keras di lengan kanan dan dada kanan Pradita. Suara tersebut adalah proses regenerasi tulang yang sedang dilakukan oleh sistem pada tubuh Pradita.

Willy terheran-heran melihat Pradita bangkit tanpa meringis kesakitan, malah melemparkan senyum lebar ke arahnya. Pria berwajah Arab tersebut merasa sudah melayangkan tendangan samping yang sangat kuat dan tenaga penuh.

Bahkan tendangan tersebut bisa mengakibatkan orang yang terkenanya bisa masuk Rumah Sakit atau masuk kuburan.

“Hahaha …. Kenapa kamu melihatku seperti itu? Apakah tendanganmu itu hanya seberat kapas?” ejek Pradita sambil tertawa jahat.

Willy mundur perlahan dan agak ketakutan. Dia merasa seperti melawan seekor monster yang kebal terhadap serangan fisik, dan pada akhirnya dia berlutut lemas di depan Pradita untuk mengakui kekalahannya.

“A-ampuni aku! Aku berjanji akan menyayangi Helly, dan menjaganya dengan baik. Aku juga akan menyerahkan jabatan ketua geng mafia Zero Crime ke-kepadamu,” ucapnya dengan tubuh gemetar.

“Baiklah, umumkan ke seluruh anggotamu, dan seluruh anggota geng mafia di Tangerang Selatan bahwa aku sekarang yang berkuasa!” titah Pradita dengan menyeringai.  

“Ba-baik.”

Willy langsung mengirim pesan ke  grup Whatsapp yang bernama Zero Crime, bahwa jabatan ketua telah diserahkan pada Pradita Mahendra.

Tentu saja banyak anggota lain yang menolak dan menganggap Pradita tidak pantas. 

“Ma-maaf, Ketua. Anggota lain menolak, dan ingin menantang ketua dalam duel pemegang kekuasan. Ketua harus bisa mengalahkan semua anggota geng mafia seorang diri. Baru bisa diakui sebagai ketua geng Zero Crime,” jelas Willy gugup.

“Katakan pada mereka, kapanpun aku siap,” balas Pradita. “Oh, ya obati semua luka-luka mereka dan Helly. Satu hal lagi, Helly dan kau temui aku di Aeon Mall jam 12 siang esok hari.”

Setelah mengatakan hal tersebut, Pradita memberikan uang 10 juta untuk Helly dan anggota geng mafia Zero Crime yang terluka. Kemudian dia pergi meninggalkan rumah Willya menaiki motor kesayangannya sambil terus mengupil tanpa henti.

......................

Keesokan paginya.

Pradita sudah berdandan rapi menggunakan setelan jas hitam. Berpadu dengan sepatu berwarna hitam yang sangat berkilau. Di tambah lagi hiasan pelengkap yaitu dasi dan celana berwarna senada, hitam.

Kemarin Pradita membeli semua keperluannya secara mendadak. Hal itu untuk menghormati CEO Julius Aslan.

Pradita pernah membaca sebuah buku. Berisi tentang bagaimana mencari teman, dan mempengaruhi orang lain karya Dale Carnegie. Intinya kesan pertama menentukan segalanya.

Untuk itu Pradita ingin memberikan kesan pertama yang baik untuk CEO Julius Aslan. Ia berharap lebih jika semua saham BSD City diberikan padanya.

Rambutnya disisir rapi ke belakang, menambah kesan maskulin di wajah Pradita. Kemudian, ia keluar dari kontrakan pagi-pagi buta. Semuanya agar Pradita tidak terlihat oleh orang lain saat mengeluarkan mobil Lotus Eclipse berwarna jingga di depan halaman rumah kontrakannya.

“Tampaknya diriku sudah cocok jadi orang kaya. Mobil sport keren, bagian atasnya bisa dibuka lagi. Apalagi penampilanku juga meyakinkan seperti para investor dan pebisnis kelas atas, hehehe ….”

Sambil terkekeh dan sesekali melihat wajahnya yang memang tampan di spion mobil miliknya, Pradita membuka pintu mobil miliknya. Lalu memanaskan mesin mobil sebelum berangkat menuju rumah Kakek Astra untuk menjemputnya.

Nabila dan Nira mengabari Pradita bahwa tidak bisa ikut, karena ada pekerjaan yang mendesak dan tidak bisa ditinggalkan. Setelah selesai memanaskan mesin mobilnya, Pradita perlahan melajukan mobilnya.

Untung saja dia sudah dapat skill mengemudi, meski itu level 1. Kalau tidak dapat skill mengemudi, maka Pradita tidak bisa mengendarai mobil, hanya bisa mengendarai motor saja.

“Mak! Bapak! Lihatlah! Sekarang aku naik mobil keren!” teriak Pradita sambil mengendarai mobilnya.

Ia terus berteriak sambil menangis mengingat kedua orang tuanya yang telah tewas. Apalagi yang sudah didapatkan Pradita selama 30 hari tidak bisa dinikmati oleh kedua orang tuanya. Itulah yang membuat Pradita menangis.

Pradita terus berteriak-teriak dengan suara parau seperti orang gila, dan memang pengendara mobil maupun motor yang dilewatinya menganggap Pradita gila.

“Walahiyung! Kasihan betul, ganteng-ganteng, gila!"

“Astaga, sayang sekali sudah kaya dan tampan, tapi gila.”

“Orang gila jaman sekarang tidak memandang status dan fisik. Yang kaya dan tampan pun bisa gila.”

Semua pengendara yang melihat Pradita merasa kasihan dengan tindakan yang dilakukan oleh Pradita. Bahkan ada yang merekamnya, lalu menguploadnya ke akun media sosialnya.

Status video tersebut langsung banjir like, repost, dan komen. Ada yang komen negatif maupun komen positif. Tentunya lebih banyak komen yang positif dan ingin membungkus Pradita karena tampan dan kaya.

Merasa diperhatikan, Pradita menepuk-nepuk jidatnya sendiri setelah sadar bahwa tindakan gilanya membuat orang lain terfokus padanya.

“Asem, goblok-goblok! Aku ini tolol banget! Kenapa justru teriak-teriak kaya orang gila!” kata Pradita kesal dengan dirinya sendiri dan berkali-kali menepuk jidatnya sendiri.

Setelah menyetir sambil melakukan tindakan gila, Pradita akhirnya sampai di depan rumah Kakek Astra dan menekan klakson.

Kakek Astra sudah berdandan rapi dan sedang menyesap teh di halaman depan rumahnya. Ia sampai terheran-heran melihat mobil Lotus Eclipse berwarna jingga membunyikan klakson di depan rumah.

Ia merasa tidak mengenal mobil tersebut, tetapi setelah Pradita berdiri dari kursi mobilnya, Kakek Astra baru paham.

“Kakek!” panggil Pradita dengan tersenyum sumringah, apalagi ia bisa memamerkan mobil barunya di depan Kakek Astra.

“Bocah ini dapat uang darimana? Satu bulan bisa membeli mobil sport semahal itu. Apakah memang profit dividen saham BSD City yang didapatnya sangat banyak?” pikir Kakek Astra bingung.

Kakek Astra menghabiskan teh hangatnya, dan segera beranjak menuju mobil Pradita yang terparkir di depan gerang rumahnya.

Pradita turun dari kursi kemudi membukakan pintu untuk Astra dan berkata, “Bagaimana mobilku, Kek? Apakah sudah cocok jika aku punya pacar?”

Kakek Astra memukul pelan kepala Pradita yang sudah dianggapnya setara dengan Nira, “Sontoloyo, pacar-pacar, anumu saja belum lurus!”

“Loh, bentar lagi aku ini punya banyak uang, Kek. Memangnya aku harus bagaimana lagi kalau tidak menik —”

“Bukannya kamu belum membalaskan dendam kedua orang tuamu. Dengan uangmu kamu bisa melakukannya,” potong Kakek Astra dengan sorot mata yang tajam ke depan.

“Aku juga bisa membantumu menguasai dunia bawah tanah Tangerang Selatan, apakah kamu mau?”

Terpopuler

Comments

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Sippp...

2023-06-14

1

MasWan

MasWan

keren lah keren

2023-06-12

0

👑ꪖꪶ 'ᠻꪖɀɀꪖ

👑ꪖꪶ 'ᠻꪖɀɀꪖ

Ceritanya seru 😍 alurnya menarik👍

2023-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!