Chapter 8

Nesa membuka pintu dan berdiri di depan pintu tersebut dengan tatapan sinis dan berkacak pinggang.

“Eh, si tolol yang miskin. Bagaimana otakmu yang lulusan terbaik UNSWAGATI itu?” sindirnya pedas.

“Nesa!” bentak Pradita yang disambut cacian oleh Nesa padahal dia hanya ingin bersilaturahmi.

“Apa? Mau marah? Lagian aku dan kamu sudah bukan siapa-siapa. Aku sudah punya suami yang kaya raya—”

“Aku juga punya tiga wanita yang kaya raya dan salah satunya sahabat baik kamu Prisilia. Lihat motor itu! Motor itu diberikan oleh artis Nabila Salsabila yang juga menyukaiku. Apakah suamimu mampu dicintai tiga wanita sepertiku?” potong Pradita kesal karena dibanding-bandingkan dengan Riko.

Kemudian dia melanjutkan dengan suara yang lebih keras dan hal itu sampai membuat Nesa menitikan air mata, “Bahkan tadi pagi Prisilia mengajakku untuk menikah, tapi aku belum siap. Karena aku masih mencari dalang pembunuhan dari kedua orang tuaku!”

Nesa langsung menarik lengan kanan Pradita sambil menangis sesenggukan. Dia sekarang ingat, Pak RT Jumadi berpesan pada Nesa dan saat Pak RT Jumadi membisikan sesuatu pada telinga Nesa di dekat rumah Pradita. Hal itu dilihat oleh Chiko dan Rivan, hingga setelah itu keberadaan Pak RT Jumadi tak pernah terlihat lagi.

“Untuk masalah ini aku turut prihatin. Maafkan aku telah menghinamu, semoga kamu bahagia dan turut berbela sungkawa atas kematian kedua orang tuamu ….” Nesa terdiam cukup lama dengan raut muka kebingungan.

Seperti ada yang ingin disampaikan pada Pradita, tetapi ia takut dan kebingungan. Hingga

beberapa saat kemudian ia pun melanjutkan ucapannya.

“Carilah sebuah pohon di belakang rumahmu yang memiliki bekas darah. Nanti ada gundukan tanah dibalik pohon tersebut dan galilah!”

Tentu saja ucapan dari Nesa cukup membuat Pradita tersentak. Akan tetapi sadar dengan kondisi mereka yang mungkin saja tidak aman untuk salah satunya, ia pun segera permisi.

“Terima kasih. Sesungguhnya aku masih sangat mencintaimu. Semoga kamu bahagia bersama Riko. Maafkan aku yang tidak bisa datang di pesta pernikahanmu.” Pradita memeluk tubuh Nesa dan membuat wanita yang telah bersuami tersebut menangis tambah keras.

Seakan dirinya telah menyesal menikah dengan Riko yang temperamen dan suka memukul. Pradita memberikan uang yang dikeluarkannya dari inventaris sistem sejumlah 8 juta rupiah, “Ini untukmu sebagai hadiah pernikahanmu.”

Setelah mengatakan hal tersebut, Pradita melepaskan pelukannya dan keluar dari dalam rumah Nesa. Kemudian bergegas melajukan motornya, untuk melajukannya menuju rumahnya di Desa Jagapura Lor.

Pradita melajukan motornya sangat kencang. Apalagi karena dia sudah mendapatkan sedikit petunjuk mengenai siapa dalang pembunuhan kedua orang tuanya.

Hanya dalam waktu sepuluh menit, Pradita sampai di depan rumahnya. Anehnya sudah banyak para preman juga pria berjas hitam berkumpul di depan rumah Pradita.

Ternyata menurut mereka di bawah rumah Pradita menyimpan harta karun emas yang jika ditambang memiliki emas sekitar 10.000 ton emas. Makanya ayah Riko yang bernama Panji bersikukuh untuk membelinya dari Yudis dan Nina. Akan tetapi, mereka berdua tidak mau menjualnya dengan alasan rumah ini adalah warisan dari kedua orang tuanya.

“Apa-apaan ini?” teriak Pradita sangat lantang dan berapi-api melihat rumahnya sedang diukur-ukur oleh anak buah dari salah satu pria berjas hitam.

Panji melebarkan mata melihat Pradita ternyata masih hidup. Namun, keserakahan sudah menggerogoti hati nuraninya.

“Habisi dia seperti kalian menghabisi kedua orang tuanya dan jangan tinggalkan jejak,” titah Panji pada kelima anak buahnya yang memiliki tato binatang di lengan kanannya.

Salah satu preman berjalan cepat dengan tatapan nyalang. Ketika sudah dekat dengan Pradita, kaosnya dicengkram dan langsung menghantamkan pukulan ke arah perutnya.

Tentu saja Pradita langsung tersungkur ke permukaan tanah. Namun, dia tetap tersenyum dengan wajah menyeringai. Sebagai ungkapan mengejek kepada mereka semua. Padahal dalam hatinya di sangat ketakutan dan panik.

“Sistem, bagaimana ini? Kalau aku tidak bisa mengalahkan mereka semua. Aku pasti akan mati disini oleh mereka,” batin Pradita dengan mata luru menatap Panji.

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Misi sampingan diterima]...

...<>.................<>................<>...

...[Misi: bertahan selama 10 menit dari siksaan para preman]...

...[Batas waktu: 10 menit]...

...[Hukuman:-]...

...[Hadiah: Skill berpedang 9 Naga Terbang]...

...<>.................<>................<>...

...[Apakah tuan mau menerimanya]...

...[Ya/Tidak]...

Pradita yang sudah kalut, karena diinjak-injak oleh kelima preman secara bergantian langsung menekan tombol ‘Ya’. Sebab, sudah tidak ada pilihan lain bagi Pradita untuk kabur. Saat ini ia bahkan sudah tertelungkup, sambil melindungi kepalanya dari injakan kaki kelima preman.

Waktu terus berjalan, Pradita terus menahan rasa sakit dari injakan kaki preman yang sedang mengamuk. Justru yang semakin lama kelamaan injakannya semakin kuat.

“Aaaargh!”

Pradita meraung keras, lalu menangkap salah satu kaki preman dan mendorongnya. Sehingga terjungkal ke belakang dengan kepala menghantam salah satu pagar bambu yang mengelilingi rumah Pradita.

Pria yang mukanya sudah babak belur dan bercucuran darah tersebut langsung berlari ke belakang rumahnya dan dikejar oleh keempat preman. Akan tetapi berkat Genome DNA Cheetah, Pradita bisa berlari cepat dan memanjat pohon yang memiliki bercak darah dan dibalik pohon tersebut memang ada gundukan tanah setinggi setengah meter.

Pradita meledek keempat preman dengan mengacungkan jari tengah, “Hahaha …bAyo tangkap aku kalau kalian bisa! Hahahaha …,” ledeknya sambil menunggingkan pantatnya ke arah mereka berempat.

Salah satu preman memanjat pohon tersebut untuk menangkap Pradita. Namun, Pradita semakin tinggi memanjat pohon, dan menggoyang-goyang pohon batang kedondong yang kecil serta lentur tersebut. Supaya preman yang sedang mengejarnya itu turun.

Ketiga preman dibawahnya melempari Pradita dengan kerikil, batu, dan tanah liat yang dibulatkan. Akan tetapi, satupun tidak ada yang kena dan membuat Pradita mengejek mereka kembali sambil menjulurkan lidah berkali-kali.

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Misi sampingan telah sukses]...

...<>.................<>................<>...

...[Misi: bertahan selama 10 menit dari siksaan para preman]...

...[Batas waktu: 10 menit(15 menit)]...

...[Hukuman:-]...

...[Hadiah: Skill berpedang 9 Naga Terbang]...

...<>.................<>................<>...

...[Memulai proses pemasangan skill pedang 9 Naga Terbang tingkat satu tanpa rasa sakit tapi host berhutang 100 juta rupiah pada sistem. Dimulai dalam 3 … 2 … 1 ….]...

...[0% … 20% … 40% … 60% … 80% … 100%]...

...[Pemasangan berhasil. Selamat host mendapatkan 20 poin masa otot dan berhasil skill pedang 9 Naga terbang tingkat satu, yakni teknik Naga Besukih]...

Pradita merasakan tubuhnya seringan kapas dan masa ototnya bertambah berarti. Itu terlihat dari otot-ototnya yang semakin menonjol kuat di seluruh tubuhnya.

Saat preman yang sedang memanjat untuk mengejar Pradita akan menarik kaki Pradita. Pria bergaya rambut harajuku tersebut mematahkan ranting kering sepanjang 1,5 meter.

“Teknik Naga Besukih!” seru Pradita.

Kemudian menyabetkan ranting tersebut tepat di tangan sang preman. Hingga sang preman tersebut memekik kesakitan dan tubuhnya terjatuh menimpa ketiga temannya yang sedang melempari Pradita.

Melihat keempat preman saling bertumpu, Pradita melompat dari salah satu dahan pohon ke arah mereka. Pada akhirnya tubuh Pradita berhasil menimpa mereka, hingga tanahnya ambles oleh hantaman tubuh pradita yang sangat keras.

Suara tulang patah disertai teriakan menggema di belakang rumah Pradita. Keempat preman berbadan kekar dengan tato binatang di lengan kanan mengalami patah tulang di bahu kanan, dan bahu kiri serta kedua paha mereka.

Terpopuler

Comments

Inyoman Raka

Inyoman Raka

katanya hadiah eh malah utang 100 juta

2023-12-22

1

Alalbar

Alalbar

Mantaap 3 wanita 😎

2023-07-03

1

bubur ayam

bubur ayam

bjir.. badas banget.. gak kaya novel yang lain..

keren sumpah.. gak kaya novel lain yang mc nya kadang cuman diam aja, The Real Chad

2023-06-30

4

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!