Chapter 4

Saat Nira masuk ke dalam, Pradita mencoba agi melakukan gerakan knee drive, yakni menyentuhkan lutut bergantian ke kedua telapak tangan yang ditaruh sejajar dengan perut.

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Stamina tubuh Tuan dipulihkan dengan memotong saldo di rekening host yang sudah terkoneksi dengan fitur saldo sistem sebanyak Rp 500.000 dan mendapatkan satu poin stamina]...

...[Uang yang telah ditarik oleh host dari rekening telah disimpan secara otomatis oleh sistem ke saldo sistem, supaya tidak hilang dan lebih aman. Untuk mengeluarkan kembali, host cukup mengatakan tarik sesuai jumlah nominal yang diinginkan oleh host, maka sistem akan mengeluarkan dari ruang kehampaan uang sesuai jumlah permintaan host tersebut]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Status]...

...<>...........<>...........<>...

...[Nama: Pradita Mahendra]...

...[Umur: 25 tahun]...

...[Stamina: 6]...

...[Kecerdasan: 35]...

...[Massa otot: 5]...

...[Pesona:60]...

...--------------------------...

...[Saldo: ]...

...[Level sistem: Pemula(0/1000)]...

...[Inventaris: Kotak pemula]...

...[Skill:-]...

...<>..........<>...........<>...

Tenaga di dalam tubuh Pradita seperti meluap-luap. Awalnya tubuh Padita sangat lemas, sekarang sangat kuat dan bersemangat. Efek kenaikan stamina walaupun hanya satu poin, ternyata itu berdampak besar pada tubuh Pradita.

Dia pun bersemangat melakukan latihan lagi dan memulai dari running in place selama 10 menit.

Nira tiba-tiba keluar dengan membawa nampan berisikan teh manis di gelas yang sangat besar.

“Mas, lebih baik istirahat saja. Nanti aku dimarahi Kakek kalau Mas sampai pingsan. Nanti dikiranya aku nggak melayani Mas dengan sungguh-sungguh!” teriak Nira dengan suara cempreng.

Pradita sampai-sampai menyumpal kedua telinga dengan kedua jari telunjuknya sambil meringis ketakutan.

“Ma-maaf Non, aku hanya mencoba. Ternyata tubuhku sudah sehat, hehehe ….”

“Sudah, minum dulu teh manis hangat ini! Kalau Mas memaksa, aku akan duduk disini dan liatin Mas olahraga.”

Nira segera memberikan gelas besar berisi teh manis tersebut dengan raut muka cemberut. Padahal hatinya ingin sekali melihat Pradita olahraga di depan mata, kapan lagi dia bisa cuci mata melihat ketampanan Pradita yang mirip opa-opa Korea bergaya rambut Minato Namikaze.

“Ayo cepat olahraga!” ketus Nira lalu duduk di kursi yang sebelumnya diduduki oleh Pradita.

“I-iya.”

Setelah minum teh hangat sampai habis dan dipandangi mesum oleh Nira, Pradita pun memulai lagi latihan running in place selama 10 menit.

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil menyelesaikan latihan running in place selama 10 menit]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil menyelesaikan latihan Knee drive sebanyak 50 kali]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil menyelesaikan Push Up sebanyak 50 kali]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil menyelesaikan latihan Squat jump sebanyak 100 kali]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil mendapatkan 1 poin stamina]...

Nira hanya melongo dengan air liur menetes menyaksikan keseksian Pradita dalam berolahraga. Tubuh Pradita yang masih kecil tanpa otot itu terbasahi oleh keringat, tetapi bagi Nira itu sangat seksi.

Pradita sadar dan memundurkan langkahnya beberapa kali setelah melihat Nira melongo dengan air liur menetes deras.

“No-nona!” panggilnya sambil melambaikan telapak tangannya ke kiri dan ke kanan beberapa kali. “Nona, tidak ke kantor?”

Nira langsung sadar dari lamunan mesumnya, “Eh, ya-ya. Maaf-maaf, hehehe ….”

Gadis bertubuh sintal itu pergi meninggalkan Pradita dengan bayangan-bayangan mesum di pikirannya. Sementara Pradita juga pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.

Kakek Astra menunggunya jam tujuh pagi untuk mengantarnya ke rumah Nabila Salsabila di perumahan Griya Loka 3.

......................

...1,5 jam kemudian....

Pradita sudah memakai kaos dan celana jeans. Dia tidak mau terlalu mencolok ketika bertemu dengan Nabila. Walaupun Nira menyarankannya memakai jas hitam. Akan tetapi Pradita sadar jika dirinya hanya orang miskin yang sedang bertamu di kediaman milik Kakek Astra.

Kakek Astra sendiri yang melajukan mobil Toyota Avanza kesayangan itu menuju komplek perumahan Griya Loka 3 yang berjarak tidak jauh, hanya perlu paling lama sepuluh menit jika jalanan macet di pagi hari.

“Semoga saja kita bisa sampai tepat waktu dan bertemu dengannya walaupun hanya lima menit. Setahuku Nabila artis yang cukup padat jadwalnya,” jelas Kakek Astra dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Pradita.

Apalagi Pradita tidak paham dengan dunia industri entertainment. Mobil Toyota Avanza putih sampai di depan pintu masuk komplek yang sangat ketat dengan protokol keamanannya.

Saat akan masuk, mereka ditanya dengan beberapa pertanyaan oleh para penjaga keamanan. Terrkait kedatangannya ke komplek perumahan elit Griya Loka 3.

Mobil yang dikendarai oleh Kakek Astra berhasil masuk dan menuju rumah Nabila di Blok Mawar nomor sebelas. Sesampainya di depan rumah Nabila, Pradita langsung dan meminta Kakek Astra meninggalkannya.

Pradita takut jika Kakek Astra sibuk mengurusi perusahaannya. Ia pun menyetujui dan memberikan ponsel serta kartu nama berisikan nomor teleponnya, jika Pradita butuh bantuan untuk langsung menelponnya.

Dengan menguatkan tekad, Pradita menekan tombol bel rumah milik Nabila, “Permisi Pak! Bu!” teriaknya.

Penjaga keamanan yang sedang berada di posnya kesal, saat dirinya mau menyeruput kopi, eh justru dipanggil oleh Pradita.

“Sial, siapa pagi-pagi begini sudah bertamu? Apakah orang infotainment yang menyamar lagi?” gerutu Marmo.

Penjaga keamanan dengan kumis seperti Pak Raden itu melihat monitor CCTV yang menampakkan Pradita sedang berdiri di depan pintu.

“Suruh masuk, Pak!” titah Nabila melalui saluran pengeras suara yang berada di dinding pos dimana Marmo berjaga.

Marmo dengan muka cemberut menekan tombol untuk membuka pintu samping gerbang dan langsung keluar dari pos setelah menekan tombol. Rupanya Nabila memerintahkan Pradita masuk.

Kebetulan dia juga melihat Pradita dari CCTV yang terhubung ke ponselnya. Kerjaan Nabila setiap pagi memang mengecek semua CCTV di rumahnya sebelum dia pergi bekerja sebagai seorang aktris.

Marmo tidak menanyai Pradita, karena bosnya sendiri yang mengizinkan Pradita untuk masuk.

Langkah kaki Pradita gemetar saat masuk Rumah Nabila yang juga sama mewahnya dengan rumah milik Kakek Astra. Di tambah lagi ada banyak bodyguard dengan badan kekar menjaga rumah tersebut.

Nabila tersenyum lebar saat Pradita masuk ke melalui pintu depan dan mempersilahkan duduk. “Silahkan duduk, Mas Pradita!”

Pradita pun duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi yang diduduki oleh Nabila. Gadis berambut perak itu langsung pindah tempat dan duduk di sofa yang sama yang telah diduduki oleh Pradita.

Pria berambut hitam itu langsung gugup, grogi dan dahinya mengeluarkan keringat dingin. Apalagi dia duduk berdampingan dengan seorang aktris yang sangat cantik dan seksi.

“A-aku ucapkan terima kasih banyak, Karen Nona Nabila telah menyelamatkanku. Aku kesini hanya ingin berjumpa dengan Nona dan ingin membalas budi,” ucap Pradita yang semakin gugup dengan pandangan tertunduk.

"Tidak usah. Aku ikhlas menolongmu. Maaf, aku nggak bisa jemput kamu setelah sembuh. Akan tetapi mau nggak hari ini kamu jalan bareng aku?" pinta Nabila dan membuat Pradita semakin gemetar tubuhnya.

......................

Kira-kira ada yang penasaran dengan wajah Pradita nggak? Nih othor bocorin, eh bocor 🤣

Terpopuler

Comments

Rasul

Rasul

karakter cowok nya kurang terlihat macho, harusnya kaya karakter India campur Amerika, hidung mancung badan kekar, terlihat macho gitu alah barri prima

2024-10-13

0

Harman LokeST

Harman LokeST

laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss

2023-08-05

1

Buana Lukman

Buana Lukman

bagus

2023-07-06

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!