Chapter 7

Keesokan paginya.

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, tuan mendapatkan Rp,20.000 karena telah mengupil sebanyak seratus kali. Uang yang dihasilkan dari hasil mengupil sudah ditransfer ke dalam saldo sistem]...

Pradita sedang melakukan latihan fisik rutin di halaman belakang rumah Prisilia yang cukup luas. Latihan tersebut harus diselesaikannya setiap hari, dan masih tersisa dua puluh delapan hari lagi.

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil menyelesaikan latihan running in place selama 10 menit]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil menyelesaikan latihan Knee drive sebanyak 50 kali]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil menyelesaikan Push Up sebanyak 50 kali]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil menyelesaikan latihan Squat jump sebanyak 100 kali]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Selamat, host berhasil mendapatkan 1 poin stamina]...

...[Tongteng ... Tongteng]...

...[Status]...

...<>...........<>...........<>...

...[Nama: Pradita Mahendra]...

...[Umur: 25 tahun]...

...[Stamina: 17]...

...[Kecerdasan: 35]...

...[Massa otot: 5]...

...[Pesona:60]...

...--------------------------...

...[Saldo: 8.020.000]...

...[Level sistem: Pemula(0/1000)]...

...[Inventaris: Kotak pemula]...

...[Skill:-]...

...<>..........<>...........<>...

Prisilia terus memperhatikan Pradita yang sudah selesai latihan dari balik jendela. Ia cukup tertegun atas semua perubahan besar yang terjadi pada Pradita. Sebelumnya Pradita terlihat sukanya mager dan rebahan, karena memang Pradita tidak suka berolahraga. Akan tetapi saat ini ia justru rajin olahraga.

“Gerah banget, sebaiknya aku mau mandi dulu.”

Pradita pun berjalan agak cepat menuju kamar mandi di kamar tamu. Sementara itu Prisilia hanya tinggal berempat bersama para pembantu dan sopir di rumahnya yang memiliki dua lantai tersebut. Kedua orang tua Prisilia sudah meninggal satu tahun yang lalu karena kecelakaan di luar negeri, maka dari itu wajar jika rumah tersebut sepi.

Prisilia tahu jika Pradita tidak membawa baju ganti. Maka dari itu ia pun masuk ke kamar tamu untuk memberikan Pradita baju ganti. Baju itu dulu milik kakaknya, tetapi ia juga sudah meninggal dalam kecelakaan yang terjadi di Spanyol.

“Dit! Bajunya aku taruh di atas kasur!” teriak Prisilia.

Bergegas ia keluar dari kamar Pradita secepat mungkin. Ia begitu takut jika pikirannya melayang jauh ke alam nirwana. Apalagi sampai membayangkan Pradita yang sedang mandi.

“Ya!” sahut Pradita singkat.

Setelah sepuluh menit berlalu, Pradita pun keluar dari dalam kamar mandi. Ia hanya mengenakan handuk putih yang menutupi bagian bawah tubuhnya.

Prisilia penasaran dengan bentuk tubuh Pradita sekarang. Makanya ia pun bersembunyi di balik pintu kamar Pradita yang sengaja tidak ditutup rapat sepenuhnya. Tentu saja alasannya hanya satu, yaitu agar ia bisa mengintip dari celah-celah pintu.

Pradita berjalan ke arah pintu untuk mengambil sesuatu dan membuat jantung Prisilia berdegup tidak karuan. Dia tidak menyangka jika Pradita punya badan semulus giok kaca. Walaupun badannya belum terbentuk layaknya seorang atlet binaragawan, tetapi itu cukup membuat jantungnya mendadak tidak sehat.

“Kesempatan langka seperti ini, harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” gumam Prisilia dengan mata berbinar-binar saat mengintip kemulusan kulit Pradita.

Pradita membuka handuk, sambill mengambil tisu basah yang sangat wangi di celana yang digantung di belakang pintu. Mata Prisilia membelalak melihat singkong premium milik Pradita. Walaupun masih dalam keadaan small, tetapi itu cukup menggoda bagi Prisilia yang notabene sangat menyukainya.

Tangan Pradita menjulur ke arah gagang pintu, karena melihat pintu itu belum tertutup rapat. Akan tetapi, ia sangat terkejut ketika memegang pintu. Pradita bisa melihat satu bola mata yang tertuju ke arahnya.

“Prisilia! Apa yang kamu lakukan! Kamu mengintip, ya!”

Seketika Pradita langsung membalikan badan, sambil mendorong pintu itu hingga rapat dengan pantatnya.

“Tega! Kamu Sudah membuatku tak suci lagi!”

“Ma-maaf, aku tak sengaja. Ya sudah, kalau memang aku telah merusak kesucianmu sebagai seorang perjaka, aku akan bertanggung jawab,” balas Prisilia polos sambil membungkuk di depan pintu kamar Pradita.

Pria bergaya rambut harajuku itu tersentak kaget. Lalu menyegerakan memakai baju, tetapi diam seribu bahasa. Ia bahkan tidak menanggapi balasan perkataan yang dituturkan oleh Prisilia.

Setelah selesai memakai baju dan keluar dari kamarnya pun, Pradita tetap bungkam seribu bahasa. Raut wajah Pradita berubah menjadi dingin pada Prisilia.

Dia takut ditodong oleh Prisilia dengan dengan pernyataan bahwa dirinya siap bertanggung jawab dengan menikahi Pradita. Tentu saja Prisilia sedih karena mendapat tatapan dingin dari Pradita.

Bahkan sikap dinginnya itu terus berlanjut sampai mereka berdua sarapan pagi bersama.

Gadis bermata coklat tersebut tiba-tiba tertunduk dengan meneteskan air mata. Tentu saja itu akibat Pradita yang terus bersikap dingin padanya.

“Hiks-hiks …. Dit, maafkan aku. Aku memang sengaja ingin melihat tubuhmu. Jadi aku mohon maafkan aku, tapi mohon jangan abaikan aku. Sungguh, aku tidak bisa jika kamu terus marah padaku,” ucapnya penuh sesal.

Pradita pun jadi kasihan. Padahal dia bersikap dingin supaya Prisilia tidak mengungkit lagi masalah sebelumnya. Akan tetapi semuanya menjadi serba salah.

"Sungguh, aku tidak marah padamu. Tapi apa yang kamu lakukan tidak selayaknya dilakukan oleh seorang gadis seanggun dan secantik kamu. Siapa yang tidak menyukai gadis cantik seperti kamu?"

"Maaf, tetapi hatiku saat ini masih hampa, dan belum menginginkan pendamping di hidupku,” jelas Pradita.

Tidak tega karena Prisilia terus menangis, ia pun

segera berdiri dan berjalan cepat ke arahnya. Tangannya terulur untuk menyeka air mata Prisillia.

“Aku mohon jangan tangisi aku dalam hal apapun. Air matamu itu sangat berharga dan aku tak pantas untuk mendapatkannya.”

“Namun, kamu kan tahu aku dari dulu sangat sayang dan cinta sama kamu? Aku tak bisa jika harus jauh darimu —”

“Kamu bisa. Aku yakin kamu bisa, aku hanya lelaki sampah dan remahan yang selalu hidup di masa lalu.”

Setelah memotong perkataan Prisilia, dan tidak mau berdebat lagi dengan gadis bermanik mata coklat tersebut, ia memutuskan untuk segera pergi.

Pradita meninggalkan rumah Prisilia agar bisa cepat sampai menuju rumah Nesa. Alamat yang didapatkan sudah valid. Apalagi Prisilia masih berteman baik dengan Nesa. Sehingga tahu dengan jelas alamat rumah baru Nesa.

......................

...Depan rumah Riko....

Pradita memarkirkan motordi seberang rumah Riko. Riko adalah suami Nesa. Kebetulan memang dekat dengan jalan utama provinsi. Ia terus mengawasi rumah Riko dengan helm yang masih tertutup, agar identitasnya tidak diketahui oleh Nesa.

Dari kejauhan, Pradita bisa melihat Nesa yang sedang menjemur pakaian di lantai dua. Sepertinya ada getar-getar cinta yang tumbuh kembali. Merasa ada yang mengawasi, tiba-tiba Nesa memandang ke arah Pradita.

“Kok, tiba-tiba ada laki-laki disitu? Mana perawakan tubuhnya seperti Pradita? Tapi, kata Mas Riko bukannya Pradita sudah meninggal bunuh diri. Apalagi setelah melihat kedua orang tuanya gantung diri,” gumam Nesa dengan raut muka dipenuhi tanda tanya.

Seketika bulu kuduknya langsung berdiri. Takut dengan sosok yang baru saja dilihatnya, Nesa pun langsung masuk ke dalam rumah setelah selesai menjemur pakaian.

Pradita yang tidak puas setelah mendapatkan petunjuk, akhirnya nekat untuk menemui Nesa. Ia akan mempertanyakan beberapa hal dengan kematian kedua orang tuanya secara langsung.

Pradita langsung menyebrang jalan dan meninggalkan motornya di depan sana. Lalu segera menekan tombol bel rumah Riko.

“Permisi!” teriak Pradita yang sudah melepas helmnya.

Dengan jelas, kini Nesa bisa melihat jika itu benar Pradita. Apalagi ponsel miliknya terhubung langsung dengan CCTV yang terpasang di pintu gerang rumah.

“Pra-pradita! Matanya melebar dan menjatuhkan ponsel ke permukaan lantai, “I-itu benar kamu Pradita?”

Nesa pun bangkit secara otomatis. Langkah kakinya menuntun untuk berjalan cepat ke arah pintu depan. Beruntung semua pembantunya sedang ke pasar dan Riko sudah pergi ke kantornya pagi-pagi buta.

Jadi Nesa hanya seorang diri di rumah. Akan tetapi, ia justru punya rencana buruk untuk menghina Pradita.

Terpopuler

Comments

Nino Ndut

Nino Ndut

kok aneh pengen nyelidikin tp langsung nyamperin subyeknya..mending cari info lain dulu..

2023-07-15

3

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

Terus....

2023-06-14

0

Hiu Kali

Hiu Kali

hiliih.. cacing pita ajaa bangga...😂😂😂

2023-06-09

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!