...[Tongteng ... Tongteng]...
...[Status]...
...<>...........<>...........<>...
...[Nama: Pradita Mahendra]...
...[Umur: 25 tahun]...
...[Stamina: 23]...
...[Kecerdasan: 47]...
...[Massa otot: 19]...
...[Pesona:65]...
...—--------------------------...
...[Saldo: 195.000.000]...
...[Level sistem: Pemula (0/1000)]...
...[Inventaris: Mobil Calya]...
...[Skill: pedang 9 Naga Terbang tingkat 2 (Syarat naik level 3, yaitu uang Rp,20.000.000, dan poin stamina sudah mencapai 30 poin)]...
...<>..........<>...........<>...
“Kamu lebih baik pulang. Aku tidak mau melibatkan Mbak dalam masalahku.”
Pradita berpura-pura mengambil uang dari saku celananya. Padahal dia mengeluarkan uang tersebut dari fitur saldo sistem dan memberikannya pada Nikita.
“Terimalah! Mohon KTP milikku dikembalikan!”
“Tapi Mas aku ….”
Nikita tidak melanjutkan perkataannya dan cukup kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Pradita.
“Tenang, kita masih bisa berteman. Aku suka dengan pertemanan. Kita masih bisa berhubungan dengan ponsel bukan?”
Pradita menyodorkan ponselnya pada Nikita. Dia bisa membaca ekspresi wajah Nikita yang tiba-tiba ditekuk. Maka dari itu dia mengambil keputusan untuk memberikan ponsel miliknya yang diberikan oleh Nira.
Nikita mengeluarkan KTP milik Pradita sambil mencatat nomor telepon Pradita. Lalu memberikan ponsel dan KTP milik Pradita secara bersamaan, “Terima kasih, Mas.”
“Sama-sama. Terima kasih banyak telah menolongku. Jasa Mbak tidak akan pernah aku lupakan. Jika aku sudah sukses di Jakarta, aku akan telepon, Mbak,” ucap Pradita dengan tersenyum tipis.
Tentu saja hal itu justru membuat hati Nikita semakin meleleh.
“Namaku Nikita Reina. Mulai sekarang kita berteman dan menantikan hari-hari Mas Pradita bisa sukses.”
Keduanya berjabat tangan dengan mengulas senyum. Kemudian keduanya pergi ke arah yang berbeda.
Pradita menuju Polres Cirebon untuk melaporkan penemuan bukti terhadap semua kejahatan Panji di Desa Jagapura yang telah disusun oleh Pak RT Jumadi. Sementara itu Nikita memilih pulang.
Dalam perjalanannya tersebut, Pradita mulai berpikir untuk mendapatkan banyak uang dan menjadi orang kaya. Maka dari itu Pradita memutuskan setelah menyerahkan bukti tersebut dia akan pergi ke Jakarta untuk mencari uang sebanyak mungkin.
......................
...1 jam 30 menit kemudian....
Pradita tiba di depan Polres Cirebon. Ia langsung memarkirkan motornya di tempat parkir yang telah disediakan. Setelahnya menuju ruangan khusus kriminal.
Akan tetapi, saat masuk ke dalam lobby, dia bertemu dengan teman lamanya yang pernah satu kampus. Lelaki itu merupakan seorang detektif yang cukup disegani di Cirebon, tetapi tidak bekerja dalam kesatuan polisi.
“Dit, kamu kenapa ada disini?” tanya Helmy tersenyum sinis.
Ia sangat tahu tentang semua informasi buruk mengenai Pradita yang suka berjudi, “Kamu kesini mau dipenjara?"
“Justru aku ingin menjebloskan orang yang telah membunuh kedua orang tuaku. Aku yakin jika tubuh kedua orang tuaku di otopsi pasti pelakunya ketemu, walaupun bukan pelaku sebenarnya,” balas Pradita tersenyum sinis juga.
Pradita sangat paham jika Helmy menjadi detektif yang cukup disegani sewaktu masih kuliah di UNSWAGATI. Itu pun karena ada campur tangan uang kedua orang Helmy di dalamnya.
Helmy tersentak kaget, sebab dia juga mencicipi uang hibah yang digelontorkan oleh Brock dan juga Panji padanya.
“Sial, ternyata kabar dirinya sudah pulih dari koma itu benar. Aku harus menjegalnya untuk tidak memasukan bukti ke Kapolres sialan yang tidak bisa diimingi-imingi itu," batin Helmy menatap kesal ke arah Pradita.
“Kalau aku tahu siapa saja orangnya yang telah bersekongkol juga mengaburkan semua bukti dan juga saksi-saksi, aku jamin hidupnya akan aku buat tidak tenang,” ancam Pradita sambil menatap tajam ke arah Helmy dengan aura membunuh yang sangat kuat.
Tiba-tiba Kakek Astra meneleponnya. Dengan segera Pradita mengangkat ponsel yang berada di dalam saku. “Ya, Kek. Ada yang perlu dibantu?”
“Kamu dimana? Kenapa beberapa hari tidak pulang?” tanya Kakek Astra khawatir.
“Aku sedang berda di kantor Polres Cirebon. Disini untuk melaporkan kasus pembunuhan kedua orang tuaku. Ingatanku sudah kembali, Kek!” jawab Pradita dengan nada tegas.
"Kamu kembali ke Jakarta! Kakek katakan percuma jika mau melawan kumpulan T-Rex seorang diri. Hanya ada sepuluh orang berpangkat tinggi yang jujur di kawasan Ciayumajakuning. Kamu ke Jakarta saja, Kakek akan membantumu,” pinta Astra dengan nada khawatir.
“Baiklah, Kek. Aku paham. Aku akan kembali ke Jakarta.”
Pradita segera mematikan panggilan Kakek Astra sambil menatap tajam ke arah Helmy. Saat itu pria berambut keriting tersebut gemetar karena ketakutan.
Akhirnya Pradita mengurungkan niatnya untuk melaporkan bukti pembunuhan kedua orang tuanya atas saran Kakek Astra. Dia sudah mencerna dengan baik apa yang diinformasikan oleh Kakek Astra. Insting Pradita mengatakan, kalau Kakek Astra bukan seorang kakek-kakek biasa, dan itu terbukti sewaktu di Terminal Cikokol.
......................
...9 jam kemudian rumah Nabila....
Pradita tiba di depan Rumah Nabila. Ia berniat ingin mengembalikan uang, motor serta balas budi atas semua kebaikannya karena telah menyelamatkannya dari kematian.
Nabila memang belum tidur. Sebenarnya susah tidur karena sering memikirkan Pradita akhir-akhir ini sering mengganggu pikirannya.
Sejenak Nabila mendengar suara motor yang sangat dikenalinya itu, dan langsung membuka gorden. Matanya langsung berbinar ketika penjaga keamanan membukakan pintu gerbang untuk Pradita.
“Mas Pradita!”
Nabila langsung keluar dari kamar. Menuruni anak tangga dengan cukup cepat. Namun, ia lupa jika hanya memakai dress mini berwarna hijau lumut yang menampilkan belahan dadanya yang cukup besar.
Saat Pradita mengetuk pintu depan, Nabila sudah ada di depan pintu dan membuka pintu untuknya. Tanpa basa basi, Pradita langsung dipeluk dengan sangat erat oleh Nabila. Bak seorang kekasih yang lama sudah tidak bertemu.
“Ma-maaf, Nabila. Aku ganggu kamu malam-malam begini,” ucap Pradita gugup.
Tentu saja ia ingin melepaskan pelukan Nabila dengan segera. Akan tetapi tidak bisa dilepaskan karena pelukan Nabila terlalu erat.
Nabila melepaskan pelukannya karena takut menyinggung hati Pradita. Takutnya justru akan menjauhkan Pradita dari sisinya jika Nabila bertindak terlalu agresif.
“Tidak apa-apa, Mas. Justru aku sangat senang Mas Pradita pulang. Sudah makan? Aku siapkan Mas Pradita makan, ya? Mas Pradita mandi saja dahulu dan jangan pulang, tidur saja disini. Banyak kok kamar kosong,” celoteh Nabila sudah seperti wartawan.
...[Tongteng … Tongteng]...
...[Misi sampingan diterima secara otomatis]...
...<>.................<>.................<>...
...[Misi: Hasilkan uang 20 juta dari menjadi driver ojek online]...
...[Batas waktu: 30 hari]...
...[Hukuman: Mulut host selamanya akan bau busuk, poin pesona turun 60 poin]...
...[Hadiah: Mobil Lotus Eclipse dan 10.000 poin sistem]...
...<>...................<>..................<>...
Demi menghindari Nabila yang terlalu mempesona dan bisa membuat singkong miliknya menjadi premium, Pradita menuruti keinginan Nabila. Dengan segera Pradita dihantarkan oleh gadis berambut perak tersebut ke kamar tamu untuk membersihkan diri.
Sedangkan Nabila sendiri masak di dapur dan menyiapkan makan demi orang yang sangat dicintainya itu. Pradita mandi sambil terus memandangi layar panel hologram yang memberinya misi menjadi ojek online.
Ia kebingungan karena misi yang barusan didapatkan olehnya. Lalu bertanya pada sistem, "Sistem, apakah aku harus ke kantornya untuk mendaftar ojek online?"
...[Tongteng … Tongteng]...
...[Tidak perlu host. Semua sudah diatur oleh sistem termasuk akun milik host yang sudah terinstal ke dalam ponsel khusus yang sudah ditransfer ke dalam inventaris sistem sekarang]...
...[Selamat, host telah mendapatkan ponsel UR Predacon dan telah ditransfer ke inventaris sistem]...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Yo...ayo...
2023-06-14
2
Candu+21
kenapa begini novelnya, misi satu belum selesai eh datang lagi misi baru, saya pikir ketika ceritanya seperti ini, akan menjadi tidak jelas alurnya, terlalu banyak plot.
alangkah baiknya tuntas dulu misi yang satu agar kelihatan keren
2023-06-10
1
Taufik Hidayat
hadiah sebelumnya yang 10rb PS Trus sama skill naga Terbang, skillnya terpasang Poin Sistemnya kemana?
2023-06-10
0