Bab 18

" Ini semua gara-gara Kamu Bayu! Kenapa Kamu nggak ajak makan istri mu tadi! Dia jadi marah kan! Ibu belum sempat meminta uang nya tetapi dia sudah terlanjur pergi,mana pakai ngancam lagi?" ujar Ibu Romlah melimpah kan semua kesalahan itu kepada Bayu yang merupakan orang pertama yang mengajak mereka untuk makan.

" Ya...Bayu mana tahu kalau Naya bisa semarah itu Bu! Biasa nya kan dia selalu terima dan mengalah aja." jawab Bayu yang memang sudah mengenal watak asli sang istri namun dia lupa untuk perubahan Naya beberapa hari ini.

" Kamu itu bodoh atau bagaimana sih? Naya itu sudah berubah,tidak seperti dulu lagi yang bisa kita tindas sesuka hati.istri mu itu sudah jauh berubah.ingat itu." kecam Ibu Romlah mengingat kan sang putra yang dia rasa sudah lupa ingatan setelah memakan nasi goreng buatan Naya.

" Iya tahu Bu! Sudah nggak perlu marah- marah lagi, mending sekarang Ibu sama Clara cepatan pergi ke dapur lalu cuci semua piring kotor yang ada di atas meja belakang." ujar Bayu mengingat kan Ibu dan juga Adik nya untuk segera beranjak membereskan kekacauan yang sudah mereka perbuat.

" Kamu nyuruh Ibu? Anak macam apa Kamu ini?" hardik Ibu Romlah melotot kan mata nya karena tidak terima di suruh membersihkan dapur oleh putra kandung nya.

" Memang nya Ibu sama Clara sudah siap masuk penjara?Kalian masih ingat kan dengan ancaman yang di berikan Naya tadi!" seru Bayu lalu pergi menggantikan baju nya ke dalam kamar namun lagi-lagi aksi Bayu tertahan karena pintu kamar sengaja di kunci oleh Naya.

" Ckk..Kenapa pakai di kunci segala sih?" gumam Bayu kesal.Bayu yang tidak memiliki kunci cadangan terpaksa mengurungkan niat nya sampai Naya pulang ke rumah lagi.

" Kenapa?" tanya Ibu Romlah melihat Bayu kembali mengancingkan kemeja yang sempat dia buka tadi.

"Mandi nya nanti saja,nanti keburu Naya pulang." jawab Bayu berbohong karena tidak berani mengatakan alasan yang sebenarnya.

" Sana cuci piring dulu Ra." ujar Bayu memerintahkan sang adik yang masih asyik memainkan ponsel canggih hasil kerja keras Bayu.semua permintaan yang keluar dari mulut Clara pasti di kabulkan oleh Bayu,pria ini memang royal kepada keluarga nya tetapi abai kepada istri nya sendiri.

" Masa Aku sih Mas? Nanti kuku Aku bisa rusak terkena sabun cuci piring." tolak Clara yang memang tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah.selama ada Naya rumah Ibu Romlah bersih dan sangat terawat,namun semenjak Naya pergi dan memilih tinggal di rumah nya sendiri, rumah Ibu Romlah sangat terbengkalai bahkan lebih parah dari kandang kambing.Ibu Romlah yang suka menggosip lebih memilih duduk di warung bersama teman-teman nya ketimbang membersihkan rumah dan juga halaman nya.begitu juga dengan Clara yang selalu di bebaskan bahkan berani pulang sampai tengah malam.

" Cepat Clara! Jangan harap Mas mau menambah uang jajan Kamu lagi jika Kamu tidak segera pergi ke dapur sekarang juga." bentak Bayu yang sudah habis cara dan rasa sabar untuk membujuk sang adik.

Clara yang merasa tersakiti dengan suara bentakan keras dari mulut Bayu langsung bersembunyi di belakang punggung sang Ibu sambil menangis sesenggukan.

" Bayu! Jangan marahi Adik Kamu seperti itu." bela Ibu Romlah yang selalu pasang badan jika ada orang lain yang membentak anak gadis nya.Clara di dalam keluarga nya memang menjadi anak emas.

" Biar Ibu saja." jawab beliau lagi yang akhirnya harus mengalah dari pada harus melihat putri kesayangan nya berkeringat mencuci piring.

" Terserah Ibu saja, pokoknya dapur itu harus bersih sebelum Naya pulang." jawab Bayu yang baru sadar akan kesalahannya yang ikut memanjakan sang adik sehingga membuat adik nya bertindak sesuka hati nya saja.

Clara yang masih takut di marahi oleh Bayu memilih ikut bersama dengan Ibu nya menuju ke dapur,lalu duduk santai sambil memainkan ponsel nya di dekat meja makan.

" Piring di rumah ku saja tidak pernah Aku cuci.kalau bukan karena ingin meminta uang pada menantu durhaka itu,sudah ku tinggalkan piring kotor ini." ucap Ibu Romlah lirih tetapi masih bisa di dengar oleh Clara.

Gadis remaja itu hanya mengedikkan bahu nya mengacuhkan omelan yang keluar dari mulut ibu nya yang memang selalu dia abaikan.

Setelah selesai merapikan semua perkakas yang mereka pakai untuk makan, Ibu dan anak ini langsung keluar dari dapur menuju sofa lalu menjatuhkan begitu saja bokong mereka di atas sofa empuk itu.

" Capek nya." keluh Ibu Romlah sambil mengelap keringat yang jatuh di pelipis nya.

Bayu yang tidak bisa menolong banyak untuk hal ini, memilih diam dan tidak menyahuti ucapan sang Ibu.setelah memberi kan waktu untuk ibu nya beristirahat,Bayu lalu merogoh kantong celana nya memberikan selembar uang biru untuk ongkos taksi online yang sudah dia pesan kan.

" Sana pulang Bu! Itu taksi nya sudah datang." ujar Bayu setelah menerima pesan jika taksi pesanan sudah sampai di depan rumah.

" Kamu ngusir Ibu?" tanya Ibu Romlah tidak percaya.

" Terus Ibu mau nya bagaimana? Ibu ngga ingat apa yang di bilang Naya tadi?" Bayu kembali mengingat kan sang Ibu atas ancaman yang di berikan oleh Naya sebelum dia pergi tadi.

" Ibu juga mau tidur di rumah bagus ini Yu! Kamu nggak kasihan apa melihat Ibu mengerjakan apa-apa sendiri?" Ibu Romlah tetap mengemis agar tetap di biarkan tinggal di rumah ini.selain karena bagus , Ibu Romlah merasa tenang karena ada pembantu yang melayani mereka.

" Nanti Bayu bicara kan dulu sama Naya Bu! Kalau sudah mendapatkan persetujuan dari dia,Bayu akan datang menjemput Ibu." ucap Bayu membujuk sang Ibu agar mau pulang ke rumah nya.

" Ibu tidak mau kan kita jatuh miskin sebelum mendapatkan apa-apa dari Naya." imbuh nya semakin keras meyakinkan.

" Baiklah,tapi lain kali Ibu harus berhasil tidur di rumah ini, sekarang mana uang ongkos taksi nya." Ibu Romlah langsung mengangkat tangan nya meminta ongkos taksi kepada sang putra.

Clara yang sudah terkena mental nya tidak lagi berani ikut campur dalam urusan ini.dia lebih memilih diam dan pura-pura tidak mendengar kan.

" Nih!" seru Bayu mengeluarkan kembali uang 50 dari genggaman tangan nya.

" Ini beneran?" tanya Ibu Romlah menatap tidak percaya.

" Bayu cuman bisa kasih segitu Bu,uang Bayu sudah habis sekali,nih." ucap Bayu memperlihat kan isi dompet nya yang hanya tinggal satu lembar yang sama seperti yang dia berikan kepada sang Ibu.

" Kenapa Kamu tidak minta sama Naya saja, besok pagi jangan lupa antarkan Ibu uang yang banyak.arisan Ibu harus segera di bayar, sebelum para ibu-ibu komplek itu datang menagih nya."

" Iya Bu!Akan Bayu usahakan,sudah sana." Bayu yang mendengar taksi online sudah membunyikan klakson mobil nya segera meminta sang ibu keluar dari rumah nya sebelum taksi online itu pergi karena kelelahan menunggu.

Dengan langkah yang berat,kedua wanita itu terpaksa keluar dari rumah yang mereka gadang-gadang kan bisa memberikan kenyamanan dengan kasur empuk serta fasilitas lainnya.

" Awas Kamu Naya! Ibu akan kembali datang menguasai rumah ini." batin Ibu Romlah lalu masuk ke dalam taksi yang sudah lama menunggu nya.

Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!