Mata Bayu langsung membulat sambil menggeleng kan kepala nya,dia harus menjelaskan apa kepada kedua orang tua Kanaya nanti jika mereka sampai tahu Kanaya kembali bekerja demi membantu mencari nafkah.Bayu rasa nya tidak berani lagi menampakkan batang hidungnya di depan kedua mertua nya.
Kanaya berasal dari keluarga kaya raya dan juga terhormat, hidup nya selalu di penuhi dengan kemewahan.mau apa tinggal tunjuk saja dan kartu sakti nya akan mengabulkan nya.Kanaya tidak pernah merasakan hidup susah seumur hidup nya.namun semenjak menikah dengan Bayu dia mulai menjalani kehidupan apa adanya.semua kemewahan yang dia punya sengaja dia tinggalkan di rumah kedua orang tua nya,termasuk mobil dan beberapa perhiasan berharga lain nya.demi bisa memulai lembaran baru dalam hidup nya.
"Jangan seperti itu sayang,Kamu ngga boleh kembali bekerja lagi,Mama sama Papa pasti kecewa dan marah sama Aku kalau sampai mereka tahu tentang ini." ujar Bayu melarang niat Kanaya yang ingin kembali bekerja di perusahaan orang tua nya.
" Terus Aku harus bagaimana lagi Mas,di rumah salah, bekerja juga salah,semua yang Aku lakukan ngga pernah di hargai oleh ibu dan juga adik mu." ujar Kanaya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, sungguh batin nya sudah sangat lelah sekali menghadapi keluarga suami nya,dia tidak ingin lagi mengeluarkan air mata nya di rumah ini.
" Kanaya.." Bayu menahan tangan nya yang sudah hampir menyentuh kulit mulus Kanaya.
emosi Bayu tiba-tiba muncul ketika mendengar Kanaya kembali menyalahkan keluarga nya.
" Kamu mau nampar Aku? Tampar saja,Aku tidak akan takut! Sekali saja Kamu bermain tangan di tubuh ku,Kamu akan menyesal seumur hidup mu Mas." balas Kanaya tidak gentar sedikitpun dengan perlakuan kasar suami nya,dia malah sengaja membalas tatapan tajam Bayu yang terus mengintimidasi nya.
" Maaf sayang." ucap Bayu merasa menyesal dan berniat ingin memeluk sang istri namun Kanaya langsung menghindar menuju ranjang kecil yang tidak sebagus punya nya.
" Sayang!" panggil Bayu dengan kedua tangan nya yang menggantung di udara.
" Aku capek Mas,besok harus kembali bekerja di dapur belakang.sebaik nya Kamu mandi saja dulu,handuk dan baju ganti nya sudah Aku siapkan di kamar mandi." ujar Kanaya yang enggan melanjutkan perdebatan ini yang ujung -ujung nya dia juga yang menjadi sang terdakwa.
Semarah dan seberapa pun kecewa nya Kanaya kepada sang suami, tetapi Kanaya masih tetap menjalankan tugas nya sebagai seorang istri.
" Iya sayang."jawab Bayu pelan dan meletakkan asal tas kerja yang belum sempat dia lepas dari genggaman tangan nya.bahkan sepatu kantor nya saja masih lengket di kedua kaki nya.
" Ya Allah kuat kan lah Aku." batin Kanaya sambil mengelus dada nya yang semakin terasa nyeri.
Selama ini Bayu tidak pernah berkata kasar atau pun menyakiti nya menggunakan kedua tangan nya.pria itu selalu berbicara lembut dan penuh kasih sayang.tetapi entah kenapa malam ini Bayu semudah itu terhasut oleh ucapan ibu nya tanpa bertanya terlebih dahulu kepada sang istri.
" Aku masih sanggup bertahan jika Kamu membela ku dan tidak ikut menyalahkan semua nya kepada ku, namun sayang Kamu malah ikut memojokkan Aku atas apa yang tidak Aku lakukan." gumam Kanaya sambil berbaring menatap langit-langit kamar yang tidak seindah suasana kamar nya di rumah orang tua nya.
Beberapa menit kemudian Bayu nampak keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut nya menggunakan handuk kecil,Kanaya yang masih belum mau menatap wajah sang suami memilih berpura-pura memejam kan kedua mata nya di balik selimut tebal yang menyelimuti tubuh nya.
" Sayang,Kamu sudah tidur?" tanya Bayu sambil membuka sedikit selimut yang menutupi wajah Kanaya.
Melihat Kanaya yang sudah memejamkan mata nya,Bayu memutuskan mengambil sendiri makan malam untuk nya.dia tidak ingin lagi menganggu Kanaya yang sedang beristirahat.
" Ya Allah maaf kan Aku atas kebohongan ini." batin Kanaya dengan bola mata yang masih bergerak.
Bayu keluar kamar dengan sedikit mengendap agar tidak ketahuan sama Ibu nya.dia sangat yakin sekali jika sang Ibu melihat dia keluar dan mengambil sendiri makanan untuk nya,perang dunia kedua akan berlanjut lagi.
Tap.
Tap.
Tap.
Bayu berjalan seperti seorang maling yang sedang memasuki rumah warga,nafas nya sengaja di tahan demi bisa menguping pergerakan ibu nya.
" Bayu." pria ini berdecak kesal saat mendengar suara sang ibu memanggil nama nya.
" Eh..Ibu." jawab Bayu sambil menggaruk kasar kepala nya yang tidak terasa gatal.
" Kamu kenapa berjalan seperti tadi? Mau cari apa?" tanya Ibu Romlah curiga.
" Ah..Itu...Anu..Ta-tadi Bayu mau ngusir kucing hitam yang mau masuk ke dapur Ibu." jawab Bayu gelapan.
Huft...
Bayu menghela nafas panjang nya ketika menemukan sebuah alasan yang menurut nya sangat bagus.
Kepala Ibu Romlah celingak-celinguk mencari kucing yang di maksud oleh putra nya.
" Terus untuk apa Kamu mengambil piring? Kucing tidak akan berani lagi masuk ke sini karena sudah Ibu usir jauh-jauh sampai ke RT sebelah."
" Itu.... Bayu mau sekalian makan juga Bu." jawab Bayu jujur,sejak tadi perut nya sudah terasa lapar dan meminta di isi.
Di kantor tadi Bayu hanya makan satu kali dan tidak ikut istirahat lagi di waktu sore.duit nya yang sudah menipis membuat Bayu terpaksa harus menghemat pengeluaran nya.semua gaji nya sudah dia serahkan kepada Kanaya untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga termasuk uang sekolah dan juga uang saku adik nya.
Gaji Bayu yang hanya seorang pegawai kantor biasa tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka selama satu bulan.jika bukan karena Kanaya yang ikut menopang kehidupan mereka,sudah sejak dulu mereka makan hanya menggunakan garam dan gula sebagai lauk nya.
" Kemana istri mu? Kenapa bukan dia yang menyiapkan semua keperluan mu?" tanya Ibu Romlah yang sudah siap mengeluarkan taring nya.
" Aku bisa ambil sendiri Bu, Kanaya lagi istirahat,badan nya lagi lemas." jawab Bayu masih berusaha menyelamatkan nama baik istri nya,bukan karena rasa perduli nya tetapi Bayu tidak ingin di buat pusing kembali dengan terjadi nya perang dunia kedua.
Semua tetangga akan terganggu jika sampai perang dunia itu sampai terjadi kembali.suara ibu nya yang nyaring mampu membangun kan warga sampai jarak puluhan kilo.
" Tidak bisa begitu, secapek apa sih dia sampai lemas dan tidak kuat bangun dari ranjang jelek itu." teriak Ibu Romlah dengan suara nyaring nya.
Kanaya yang berada di dalam kamar dapat mendengar dengan jelas apa yang di tuduhkan oleh Ibu mertua nya yang tidak punya hati itu.
Karena sedang tidak ingin berdebat dan menambah beban pikiran nya.Kanaya memilih tetap bersembunyi di balik selimut yang sejak tadi dia pakai.
" Bu..Bu..Jangan." tegur Bayu sambil menahan langkah kaki Ibu nya yang hendak masuk ke dalam kamar mereka.
Namun ternyata tenaga Bayu tidak akan sanggup melawan ras terkuat di muka bumi ini.
Bruk..
Pinta kamar yang sudah lapuk itu di buka paksa oleh tangan besar Ibu Romlah.
Dengan emosi yang sudah membuncah tinggi.Ibu Romlah menarik kasar selimut yang menutupi tubuh Kanaya.
" Kamu apa-apaan sih Naya? Sudah tahu suami capek pulang kerja ,bukan nya Kamu layani malah asyik tidur-tiduran .apa belum puas juga Kamu tidur seharian ini sampai tidak sanggup lagi mengambil makanan untuk suami mu yang rela lembur demi bisa memenuhi gaya hidup mu yang sangat boros itu?"hardik Ibu Romlah begitu kasar nya.
Darah Kanaya langsung mendidih mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ibu mertua nya.dengan tangan yang terkepal kuat Kanaya bangun dan membalas tatapan mata Ibu mertua nya.sedangkan di belakang punggung wanita paruh baya ini ada suami nya yang hanya bisa diam menyaksikan perlakuan keji Ibu nya .
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.🥰😍🥰😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Sartini Dimitri Mah
kanaya ini jadi perempuan terlalu lembek, lahir dari keluarga kaya tapi bodoh mau aja di gituin sama mertua, sudah Tau punya mertua mulutnya tajem banget harusnya pisah rumah
2023-07-23
0