" Non Naya nggak papa?" tanya Mbok sambil menatap seksama wajah Naya yang terlihat sedang murung.
" Aku nggak papa Mbok.tolong jangan ceritakan kepada Mama tentang apapun yang Mbok lihat di rumah ini Mbok.Naya ngga mau Mama sampai kepikiran." ujar Naya terdengar meminta agar Mbok Jum menyimpan rapat kisah rumah tangga nya yang tidak seindah bayangan orang tua nya.
" Iya..Non Naya tenang saja,Mbok tidak akan menceritakan semua nya kepada siapapun.Non Naya yang kuat dan tabah ya menghadapi semua ini,Mbok yakin kalau Non Naya bisa menghadap semua ini." jawab Mbok Jum memberi kan semangat untuk Naya agar tidak terpuruk dalam masalah yang dia hadapi.
" Terimakasih Mbok." ucap nya tulus.
Di saat Naya dan Mbok Jum masih duduk berdua di meja makan, Naya di buat kaget oleh video yang di kirim oleh sahabatnya yang bernama Khodijah, mereka berteman dekat sewaktu Naya masih tinggal di rumah mertuanya.
"Ya Allah tega sekali Ibu mertua ku." Naya membekap mulut nya merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat.Mbok Jum yang berada di samping Naya reflek memanjangkan leher untuk melihat apa yang sudah membuat Naya sampai mengelus dada seperti itu.
" Tega sekali mereka memfitnah Non Naya!" seru Mbok Jum juga ikut kaget melihat rekaman video itu.
Naya meletakkan asal ponsel nya lalu memeluk Mbok Jum berusaha mencari ketenangan.
" Itu tadi siapa Non?" tanya Mbok Jum pelan tetapi tetap mengelus punggung Naya yang sedang bersedih.
" Itu Ibu mertua Aku Mbok.mereka itu jahat banget sama Aku Mbok,ini lah alasan nya kenapa Aku pindah ke rumah ini.Aku sudah ngga nyaman lagi berada di sana,semua yang Aku kerjakan selalu salah dan nggak pernah di hargai sama sekali.hati Aku sakit Mbok,Aku bahkan di perlakukan seperti seorang budak di rumah itu.Aku nggak sanggup lagi.Aku terpaksa melawan demi menyelamatkan diri ku Mbok."
" Aku tahu dosa kalau kita melawan orang tua, tetapi itu semua Aku lakukan karena ulah mereka yang sudah kurang ajar kepada Aku Mbok." Naya mengeluarkan semua isi hati nya kepada Mbok Jum yang merupakan pengasuh nya sewaktu kecil.Naya bercerita sambil menangis sesenggukan.Mbok Jum pun ikut bersedih mendengar kisah hidup Nona muda yang ternyata sangat jauh dari kata bahagia.selama ini mereka berpikir jika pernikahan Naya baik-baik saja karena Naya sangat pandai menutup rapat kisah pelik rumah tangga nya.
Ting tong...Ting tong.
Bunyi bel berbunyi membuat Naya menyeka kasar air mata nya, jantung nya berdebar lebih cepat.
" Apa itu Mama Mbok?" tanya Naya yang belum siap menerima kedatangan sang Mama dalam keadaan kacau seperti sekarang ini.
" Mbok juga ngga tahu Non,biar Mbok lihat dulu." ujar Mbok Jum lalu berjalan menuju pintu depan untuk mengintip siapa yang datang berkunjung ke rumah ini.
" Siapa Mbok?" tanya Naya berbisik.
" Mbok juga ngga tahu Non,yang jelas bukan Nyonya besar." jawab Mbok Jum menjelaskan setelah melihat wajah yang ada di depan pintu ternyata bukan wajah Nyonya besar nya.
Naya kembali ke belakang untuk mencuci muka yang masih sembab meninggalkan Mbok Jum yang hendak membuka pintu.
Mbok Jum langsung tertegun begitu dia selesai membukakan pintu.bukan karena takut melihat dandan nya yang kelewat menor tetapi wajah ini baru saja dia lihat di layar ponsel milik Naya,dan wajah ini juga yang sudah membuat Naya menangis sesenggukan.
" Lama banget sih buka pintu nya!" sunggut Bu Romlah, wanita paruh baya ini langsung saja menerobos masuk bersama anak gadis nya tanpa mengucap kan salam dan tidak perduli dengan ekspresi wajah Mbok Jum yang nampak kaget melihat nya.
" Siapa Mbok?" tanya Naya yang baru keluar dari kamar mandi.
Kedua bola mata Naya di buat melotot saat melihat tamunya sudah duduk sambil mengangkat kaki di atas sofa yang terletak di ruang tamu.
Mbok Jum yang masih berdiri di depan pintu langsung berdiri menghampiri Naya lalu mengelus pelan lengan Naya agar bisa sabar menghadapi mereka.
" Untuk apalagi kalian datang menampakkan wajah di depan wanita pemalas ini? Siapa yang sudah memberikan kepada kalian alamat rumah wanita pemalas dan juga mandul ini?" hardik Naya yang sudah tidak ingin lagi bermanis- manis di depan kedua manusia yang sudah menyakiti hati nya.
" Yang sopan Kamu kalau bicara Naya!" bentak Ibu Romlah dengan rasa emosi nya.
Mbok Jum yang tidak tega melihat Nona muda nya di maki habis oleh wanita paruh baya ini memilih tetap berdiri di samping Naya menjaga Naya dari kedua manusia jelmaan iblis ini.
" Aku ini masih sah menjadi Ibu mertua mu? Jangan semakin kurang ajar Kamu menjadi perempuan.seeenak nya saja mau mengusir Ibu dari rumah anak Ibu sendiri? Benar-benar tidak tahu malu Kamu jadi orang." teriak Ibu Romlah sambil menunjuk wajah Naya yang berdiri sambil melipat kedua tangan nya.adik Bayu yang sedang tidur sambil bermain ponsel hanya menatap sekilas lalu kembali melanjutkan kesibukan nya.
Naya tersenyum miring mendengar kan ucapan sang Ibu mertua.lalu menatap Mbok Jum sambil mengangguk kan kepala seolah berkata jika dia baik-baik saja dan masih sanggup menghadapi manusia macam ini. Naya berpikir pasti suami nya sudah berbicara yang tidak-tidak kepada Ibu nya.
" Sejak kapan rumah ini menjadi rumah anak Ibu? Dan untuk apa kalian membawa barang sebanyak ini?" tanya Naya masih tidak habis pikir bisa bertemu manusia langka seperti kedua manusia yang ada di hadapan nya.
" Ibu dan juga Clara mulai hari ini akan tinggal di sini juga,kami kerepotan kalau cuman tinggal berdua." jawab Ibu Romlah tanpa merasa malu sedikit pun.
Naya langsung mengernyit kan dahi nya mendengar ucapan sang Ibu mertua yang sangat tidak masuk di akal nya.susah payah dia keluar dari rumah itu demi mencari ketenangan,hari ini Ibu mertua pembuat onar itu malah datang sendiri untuk kembali menganggu hidup nya.
"Oh tidak bisa." batin Naya dengan menggeleng kepala.
" Sejak kapan Aku memberikan izin untuk kalian bisa tinggal di dalam rumah ku ini.Aku tidak sudi berada di satu tempat tinggal dengan orang yang tidak tahu terimakasih seperti kalian berdua." jawab Naya santai,dia sama sekali tidak memperdulikan ekspresi kaget dari wajah Ibu mertua nya.Clara yang sedang berbaring di atas sofa langsung berdiri menghampiri mereka.
" Ini anak gadis kenapa nggak masuk sekolah ya?"batin Naya namun enggan bertanya secara langsung.
" Yang sopan ya kalau bicara sama Ibu." kali ini Clara yang angkat suara ikut membela Ibu tercinta nya.
" Tidak perlu Kamu capek-capek mengingat kan Aku,urus saja diri Kamu sendiri.sudah sopan belum kepada orang yang lebih tua?" hardik Naya tidak mau kalah lagi dalam mengahadapi keluarga suami nya yang benar-benar minus Akhlak.
" Kamu..." Clara bersiap ingin mendorong Naya namun suara Ibu nya menghentikan pergerakan tangan nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰
Jangan lupa mampir juga di Novel saya yang lain.
"Mahkota Yang Di Renggut Paksa."
" Terhalang Restu Orang Tua."
" Terpaksa Menjadi Istri Kedua."
Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments