" Kamu ngga kerja Nak?" tanya Mama Meri yang baru sadar jika Bayu masih berada di rumah Sedangkan matahari sudah semakin meninggi.
" Mmm..Itu ..Bayu sedang cuti Ma." jawab Bayu gelapan.duduk berdua seperti ini membuat Bayu kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaan yang di berikan oleh mertuanya.
selama ini Bayu selalu menolak jika di ajak oleh Kanaya mengunjungi kedua orang tuanya, alasan nya selalu sama yaitu merasa capek karena baru pulang kerja.selama satu tahun mereka menikah Bayu baru 2 kali menginjak kan kaki nya di rumah orang tua Kanaya.itupun lantaran terpaksa karena memang sedang merayakan hari raya idul Fitri.
" Bagaimana pekerjaan Kamu di kantor Yu? Apa semua nya berjalan lancar?" tanya Mama Meri lagi,Mama mertua Bayu terkenal sangat baik dan juga ramah, beliau tidak segan memulai terlebih dahulu pembicaraan untuk bisa menghidupkan suasana.
" Alhamdulillah lancar Ma! Bayu juga betah bekerja di sana." jawab Bayu pelan.
" Syukur lah,asal tidak membuat masalah semua nya pasti akan beres.dan Mas Riko mu itu pasti tidak sungkan lagi untuk menaikkan kembali jabatan mu itu." Mama Meri adalah orang pertama yang menghubungi Riko sang keponakan agar mau membantu menaikkan jabatan sang menantu,Mama Meri sangat tahu betul berapa kisaran gaji yang Bayu terima setiap bulan nya jika dia hanya menempati posisi staf biasa.tidak ingin sang putri hidup susah dan serba kekurangan,Mama Meri langsung bertindak cepat agar sang putri bisa hidup layak.
" Iya Ma." jawab Bayu sambil mengangguk pelan
Melihat Kanaya yang sudah datang dari dapur membawa nampan berisi minuman.Bayu langsung menghela nafas panjang nya.karena merasa sang penyelamat nya sudah datang menyelamatkan dia dari suasana canggung ini.
" Silahkan di minum Ma teh hangat nya." ucap Kanaya sambil meletakkan segelas teh hangat dengan sedikit gula di hadapan sang Mama.
" Iya sayang,Kamu ngga perlu repot-repot seperti ini." jawab Mama Meri yang merasa kasihan melihat sang putri harus mengerjakan sendiri semua urusan rumah.beliau sebenar nya tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga sang putri, tetapi ibu mana yang rela melihat putri semata wayangnya hidup dalam kesusahan.
" Naya ngga merasa repot sama sekali kok Ma,ini hanya hal kecil untuk Naya." balas Naya sambil tersenyum.
" Kalau saja Mama tahu bagaimana repot nya Naya di rumah mertua kejam itu,mungkin Mama akan menangis melihat nya Ma." batin Naya mengingat kembali bagaimana peluh keringat membasahi tubuh nya yang bekerja keras dari pagi hingga malam menjelang. tetapi masih saja tidak mereka hargai dengan baik.
" Naya yang sekarang bukan lagi Naya yang dulu Ma!" imbuh Naya masih dalam hati nya.
Tangan Mama Meri terulur mengelus rambut hitam sang putri yang menjuntai lurus.kedua wanita ini duduk di sofa yang sama, sedang kan Bayu memilih duduk di sofa depan sambil memainkan ponsel nya.
" Mama tahu dari mana kalau Naya sudah tinggal di sini Ma?" tanya Naya merasa heran kenapa sang Mama bisa sampai ke rumah nya.padahal dia belum mengatakan apapun kepada sang Mama.
" Security komplek yang memberi tahu Mama, selama ini rumah Kamu Mama titipkan kepada mereka.karena Mbok Jum juga tidak setiap hari datang kesini." jawab Mama Meri menjelaskan.
" Rumah Kamu? Berarti rumah ini beneran rumah Naya? Dan berarti rumah Aku juga dong!" seru Bayu bersorak gembira dalam hati nya.nanti malam dia ingin memamerkan rumah baru nya kepada sang Ibu.
" Oh....Begitu."Naya mengangguk mengerti.
" Maafkan Naya yang belum minta izin terlebih dahulu kepada Mama dan juga Papa saat mau menempati rumah ini." ucap Naya sambil memandang kembali wajah sang Mama.
" Kamu ngga perlu minta izin sayang,ini milik mu! Mama sudah tidak punya hak lagi atas rumah ini.terserah Kamu mau melakukan apa di rumah ini dan tidak perlu meminta pendapat atau izin dari Mama lagi." jawab Mama Meri sambil tersenyum.
" Mama malah senang kalau Kamu memilih untuk tinggal di sini dan tidak lagi menyusahkan mertua mu." imbuh beliau menatap bergantian kedua anak-anak nya.
Bayu mengangguk seolah membenarkan ucapan sang mertua.
" Aku sama sekali tidak pernah merepotkan mereka Ma, justru Aku lah yang sering di buat repot oleh mereka sekeluarga." batin Kanaya hanya berani mengadu dalam hati nya.
Kanaya tidak berani mengatakan nya secara langsung karena tidak ingin kedua orang tua nya menjadi kepikiran tentang masalah rumah tangga nya.
" Iya Ma." Naya bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dalam hidup nya.
" Maaf ya Ma Naya belum sempat masak,soal nya baru tadi pagi pindah nya." imbuh nya merasakan tidak enak karena tidak bisa menyuguhkan sang Mama makan siang.
" Tidak apa-apa sayang,Mama masih kenyang kok." jawab Mama Meri sambil tersenyum.
Cukup lama ibu dan anak ini mengobrol membahas tentang hal yang seru dan juga lucu.tidak terbesit sedikit pun di benak Naya untuk membicarakan tentang keburukan sang mertua.masalah rumah tangga nya akan menjadi masalah dia sendiri, menceritakan keburukan sang suami sama juga kita menceritakan keburukan kita sendiri.
" Mama pamit ya sayang.tolong bilangin sama Bayu kalau Mama nggak bisa lama-lama disini.ada acara Arisan." ujar Mama Meri tersenyum.
Bayu yang hendak mengambil minuman kaleng di lemari pendingin langsung bersorak gembira mendengar sang mertua sudah ingin pulang.
" Bagus! Pulang lah ke rumah Mama! Memang ini yang Aku tunggu-tunggu." gumam nya terus berjalan mengendap-endap agar tidak kelihatan oleh Mama mertua nya.
" Iya Ma, Terimakasih sudah datang ke rumah Naya." jawab Naya mencium punggung tangan sang Mama.
Mama Meri mengangguk lalu masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan rumah Naya.
" Semoga Mama selalu sehat Ma,biar bisa nemenin Naya,maafkan Naya yang sudah berbohong kepada Mama." gumam Naya berdiri menatap kepergian sang Mama dengan kedua tangan yang saling berpangku.
Sett.....
Tubuh Naya langsung di tarik kasar oleh seseorang dari belakang.
" Apa maksud Kamu memberi tahu Mama kalau kita sudah tinggal di sini?" tanya Bayu tersulut emosi, sejak kedatangan Mama mertua nya ke rumah mereka, Bayu sejak tadi sudah mengeram kesal karena merasa di permalukan oleh sang istri.
" Kamu apa-apaan sih Mas? Datang - datang main tarik aja, sakit!" balas Kanaya yang kaget di perlakukan seperti ini.
" Kamu sengaja ingin membuat Aku malu di depan orang tua mu? Hah? Sengaja Kamu?" hardik nya seperti orang yang sedang kesetanan,berbeda sekali dengan sikap nya saat masih ada Mama Meri di rumah mereka,Bayu hanya bisa menunduk, duduk tenang seperti anak baik,dan berbicara dengan nada lembut nya.
" Aku tidak pernah punya niat buruk itu,bukan kah Kamu juga ikut mendengar jawaban yang di berikan Mama tadi? Kenapa harus bertanya lagi?" jawab Naya langsung masuk ke dalam meninggalkan sang suami begitu saja, berdebat dengan Bayu tidak akan ada habisnya bagi Naya.
" Naya! Naya! Aku belum selesai berbicara sama Kamu?" suara Bayu menggelegar memenuhi rumah ini, tetangga depan saja sampai keluar mendengar suara keributan ini.
Namun Naya memilih memekakkan telinga dan kembali melanjutkan pekerjaan nya di dalam dapur.
" Jangan pernah sekalipun Kamu menceritakan tentang rumah tangga kita kepada orang tua Kamu?" ucap Bayu dengan nada ancaman agar nama nya tidak jelek di hadapan kedua mertua.
" Aku tidak selicik dan sebodoh itu Mas,otak ku masih Aku gunakan dengan baik.sedikitpun Aku tidak berniat membagi kisah pahit rumah tangga ini kepada siapapun.kalau mereka tahu dengan sendirinya bukan salah Aku lagi.karena sudah sekuat tenaga Aku menyimpan ini semua." jawab Naya merasa semakin terluka dengan sikap sang suami.semua berubah total dan tidak menyisakan lagi Bayu yang dulu dia kenal.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments