Bab 10

Entah pergi kemana pria itu,piring makan nya di biar kan tergeletak begitu saja di atas meja makan dan sisa makanan tidak di tutup menggunakan tudung saji.Naya yang baru keluar dari kamar mandi hanya bisa menghela nafas panjang nya.melihat lalat yang sudah mengerubungi makanan yang sudah payah dia masak.

" Mas Bayu!" Naya mengeram kesal.

Kanaya bergegas membersihkan sendiri meja makan dan juga piring bekas mereka makan berdua.meskipun masih kesal tetapi Naya tetap memasak untuk suami nya yang tidak lagi menghormati nya.

" Ya ampun jorok sekali Mas Bayu ini!" sungut Naya saat melihat ada beberapa bungkus cemilan yang sudah di siram air cabe.

Naya memasukkan semua sampah itu ke dalam sebuah plastik dan ketika hendak keluar untuk membuang sampah yang sudah berbau itu.Naya sayup-sayup mendengar percakapan seseorang.Naya melangkah dengan sangat pelan- pelan agar tidak sampai ketahuan menguping,semakin dekat akhir nya Naya tahu jika suara itu adalah milik suami nya Bayu Ramanda.

" Lagi telepon sama siapa sih Mas Bayu sampai sembunyi dan bisik-bisik segala." ucap Naya pelan tetap diam di tempat menunggu Bayu berbicara lagi.

" Aneh deh!" seru Naya merasa ada sesuatu yang janggal dengan sikap sang Suami.

" Sabar Bu! Bayu lagi usaha buat bujuk Naya biar dia mau kasih uang lagi,nanti akan Bayu coba minta lagi sama dia."

Naya memilih menyandarkan diri nya pada dinding dan mulai memasang lebar-lebar kedua telinga nya.meskipun Bayu berbicara sangat pelan tetapi karena kondisi sedang malam dan juga sepi,Naya dengan mudah nya bisa mendengar semua yang di ucapkan oleh lelaki itu.

" Iya... Bayu janji Bu! Pelan-pelan akan Bayu kuras dia lagi,tapi sekarang dia sudah susah untuk di bodohi lagi.harus pakai cara licik supaya dia mau menyerah kan uang nya." ucap Bayu yang membuat Naya meringis mendengar penghinaan yang di lakukan oleh suami nya sendiri, ternyata semua sikap baik nya selama ini mempunyai maksud tertentu,dan Naya baru sadar sekarang ini.Naya tetap diam mendengar kan meskipun hati nya terasa sangat sakit.

" Rumah Bayu sangat bagus sekali loh Bu! Jangan lupa mampir ke sini besok ya Bu." ucap Bayu tidak tahu malu lagi.berani- berani nya dia mengakui rumah ini sebagai milik nya.mata Naya melotot mendengar pengakuan sangat suami.

" Rumah Dia?" ucap Naya lirih dan tidak percaya.

" Maksudnya apa?" dahi Naya mengkerut melihat tingkah sang suami yang mulai terpengaruh oleh sikap ibu nya.

Naya bergegas menjauh dari dinding itu dan kembali masuk ke dalam rumah.

" Jangan harap Ibu dan adik mu bisa numpang di rumah Ku." batin Naya merasa tidak rela harus kembali hidup satu atap dengan manusia licik seperti ibu mertua dan juga adik ipar nya.

Sampah yang tadi ingin Naya buang di letakkan kembali di tempat sampah yang ada di dapur.

Naya memilih masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh nya yang sudah remuk.

Jika saja mereka masih menumpang di rumah orang tua nya,sudah bisa di pastikan Naya tidak akan bisa berleha-leha seperti ini,duduk sebentar saja sudah menjadi bahan gibahan Ibu Romlah.

" Sayang!" Bayu membuka pintu kamar dan kembali memanggil Naya menggunakan kata sayang.sebuah senyum manis dia persembahkan untuk Naya,dulu Naya selalu senang mendapat wajah manis itu, tetapi tidak untuk saat ini.

" Cih...Pandai sekali Kamu bermuka dua Mas." batin Naya menatap dingin lelaki yang sedang menutup pintu.

" Aku bukan lagi Naya yang bisa kamu bodohi dan juga bukan lagi wanita yang selalu menjawab iya jika Kamu perintah kan." imbuh nya cuek dan kembali melanjutkan bermain ponsel tanpa mau menjawab panggilan dari sang suami.

" Heii..Kamu kok diam aja?" tanya Bayu yang sudah ikut berbaring di ranjang yang sama.

Naya melepas rangkulan Bayu dan menggeser tubuh nya semakin ke samping agar tidak menempel kepada Bayu yang seperti nya ingin meminta sesuatu kepada dia.

" Jangan dekat-dekat Mas! Gerah." ucap Naya santai dan Kembali fokus menatap layar ponsel nya.

Bayu yang merasa di tolak semakin frustasi dan mengeram kesal sambil meninju udara.

Niat hati ingin bermesraan sambil merayu Naya agar mau mengeluarkan uang nya.tetapi yang ada Bayu malah mendapat kan penolakan keras seperti ini.

" Kamu itu kenapa sih?" tanya Bayu sudah tidak sanggup lagi berpura-pura manis.

" Aku? Emangnya kenapa?" tanya Naya balik masih santai dan tidak tersulut emosi.

" Kenapa Kamu berubah menjadi wanita pembangkang dan tidak patuh lagi kepada suami? Apa karena keluargamu kaya raya sehingga Kamu bisa sesuka hati mu begitu saja.hah?" Bayu berbicara dengan urat lehernya yang sudah nampak menonjol.selama ini Bayu tidak pernah membentak ataupun kasar kepada Naya,entah bisikan apa yang di beri kan oleh Ibu mertua nya kepada sang Suami sehingga dia berubah mengerikan seperti ini.

" Aku tidak merasa berubah,masih sama Naya yang seperti dulu,dan Aku tidak pernah ada niat menyombongkan kekayaan keluarga ku."

" Harus nya pertanyaan itu Kamu tanyakan kepada diri Kamu sendiri Mas, kenapa Kamu sekarang berubah menjadi kasar,suka marah-marah dan bertindak sesuka hati mu?" jawab Naya membalik kan keadaan agar tidak lagi menjadi bulan-bulanan suami nya.

Bayu seketika langsung mingkem dan kehabisan kata-kata untuk menjawab serangan balik yang di lakukan oleh Naya.hasutan sang ibu membuat ambisi Bayu semakin tinggi untuk menguras dan menguasai semua kekayaan Naya dan juga orang tua nya.tetapi Bayu lupa jika yang dia hadapi saat ini bukan lah sembarangan orang,seorang pengusaha sukses dan sudah pasti memiliki anak buah dan juga orang handal dalam menangani perkara.tidak semudah bayangan Ibu Romlah mengambil alih aset Naya.semua nya sudah tertulis dan memiliki sifat hukum yang kuat,Pak Ridwan selaku ayah kandung Naya sudah mempersiapkan semua nya jauh-jauh hari.

" Sial! Wanita ini semakin berani saja kepada Aku." batin Bayu kesal lalu kembali keluar dari kamar dan memilih tidur di sofa yang ada di depan televisi.

Naya yang melihat Suami nya sudah keluar dari kamar nya bisa bernafas lega dan merasa aman tanpa takut di sentuh oleh Bayu.entah kenapa meskipun masih sah menjadi pasangan suami istri tetapi Naya sudah tidak sudi lagi melayani laki-laki itu,dan untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu kepada dia,sejak tadi malam Naya sengaja meminum obat pencegah kehamilan agar tidak kebobolan sebelum masalah rumah tangga nya beres.

Hingga sampai tengah malam menjelang Bayu nampak nya masih betah tidur di atas sofa tanpa ada niat pindah ke kamar lagi.Naya yang kebetulan terbangun dari tidur nya bergegas mengecek seluruh pintu rumah.Bayu yang suka teledor membuat Naya harus waspada dan selalu awas supaya tidak ada maling yang bisa masuk ke dalam rumah nya.

Mulut Bayu menganga lebar,satu kaki nya sudah terangkat ke atas,suara ngorok nya bahkan membuat nyamuk yang hendak mendekat langsung terbang menjauh karena takut mendengar suara itu.Naya bersikap masa bodoh dan membiarkan saja Bayu tidur tanpa berganti pakaian dan juga tidak memakai selimut.

" Kok bisa ya selama ini Aku betah tidur dan menikmati suara ngoroknya itu!" Naya terheran -heran dengan diri nya sendiri.Naya selalu Patuh dan sabar menerima semua keburukan keluarga suami nya.entah kenapa pada suatu hari itu Naya berani melawan dan tidak mau lagi di tindas oleh mereka semua.

" Apa Aku kena pelet mereka ya ?" batin Naya namun dengan cepat menggeleng kan kepala karena tidak percaya di zaman modern seperti ini masih ada orang yang percaya dengan kata pelet itu.

Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰

Terpopuler

Comments

Johanah Tata

Johanah Tata

katanya orang kaya raya tapi bodoh

2023-06-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!