Bab 11

Seperti biasa nya,Naya selalu terbangun saat jam di dinding tepat pada pukul 05.00 pagi.Naya mengerang pelan lalu menggeliat kan badan nya.di raba nya ranjang sebelah kiri tampak masih kosong.Naya langsung duduk dan mengikat asal rambut nya ke atas.Naya bergegas turun dari ranjang dan berjalan menuju dapur.

Ning..Nong...Ning..Nong..Bel berbunyi membuat Naya menghentikan kegiatan nya di dalam dapur.

" Siapa yang bertamu pagi-pagi begini?" gumam Naya mengernyit kan dahi nya.

Naya terus berjalan dengan cepat menuju pintu besar.

" Mbok Jum?Aku pikir tadi siapa yang datang pagi-pagi begini.Apa Mama ngga bilang kalau Aku sudah tinggal di sini dan Mbok Jum ngga perlu lagi datang ke sini untuk bersih- bersih." Naya menarik tangan Mbok Jum untuk ikut masuk ke dalam dan kembali menutup pintu sebelum pria yang ada di atas sofa itu mengamuk merasa terganggu tidur lelap nya.

" Justru Mbok datang ke sini karena di minta sama Nyonya Meri untuk membantu Nona Naya selama nya."

" Maksudnya Mbok Jum,Mama minta Mbok Jum untuk tinggal disini?" Naya mulai mengerti setelah melihat tas besar yang di bawa oleh Mbok Jum masuk ke dalam rumah nya.

" Iya Nona." jawab Mbok Jum meletakkan tas besar nya di atas lantai.

Naya ingin sekali menolak Mbok Jum untuk tidak membantu nya,namun hati nya tidak tega melihat Mbok Jum harus bolak balik di jalan yang masih gelap seperti ini.

" Tadi Mbok Jum datang kesini di antar sama siapa Mbok?" Naya masih terus mengintrogasi Mbok Jum yang sedang berdiri di depan nya.pikiran wanita ini masih buntu untuk mencari alasan agar Mbok Jum bisa pergi tanpa merasa tersinggung.

" Di antar sama Mang Tejo Non." jawab Mbok Jum sambil tersenyum.

" Mbok ...Aku..."ucapan Naya hanya mengambang di udara karena ponsel nya sudah terlebih dahulu berbunyi.

Drt...Drt...Drt...

" Mama." ucap Naya lirih.

" Tas nya simpan di kamar belakang aja Mbok." ucap Naya lalu menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel nya.

" Assalamualaikum sayang." sapa Mama Meri terlebih dahulu.

"Wa alaikum salam Ma." jawab Naya singkat.

" Apa Mbok Jum sudah sampai di rumah Kamu Nay?" tanya Mama Meri lagi.

"Sudah Ma,harus nya Mama nggak perlu kirim Mbok buat bantu Naya Ma,Naya masih bisa mengurus rumah ini sendiri." ujar Naya menyampaikan keluhannya kepada sang Mama yang sudah bertindak tanpa meminta pendapat nya.

" Sudah jangan di tolak lagi,Mama merasa kasihan melihat Kamu harus mengerjakan semua nya sendiri.gaji Mbok Jum biar Mama yang bayar,Kamu ngga usah pikir kan masalah itu." tutur Mama Meri menjelaskan.

" Bukan gitu Ma,Naya masih sanggup kok bayar upah Mbok,tapi Naya cuman mau belajar menjadi istri yang benar dan juga baik." Naya masih ngotot tidak ingin menerima Mbok Jum menginap dan membantu dia,Naya takut jika suami dan keluarga nya kembali membuat ulah dan bisa di lihat oleh Mbok Jum.Naya hanya berusaha menutupi semua perlakuan buruk yang dia dapat kan selama ini.

" Pokok nya Mama ngga mau terima alasan apapun,Mbok Jum akan tetap ikut sama Kamu.titik dan ngga boleh di bantah lagi." kekeuh Mama Meri bersikap tegas kepada Naya yang selalu menolak pemberian nya, padahal Naya adalah putri mereka satu-satunya.jika bukan kepada Naya mereka berbagi perhatian lalu kepada siapa lagi?

" Iya..Iya..Naya terima." jawab Naya dengan terpaksa.

" Terimakasih ya Ma." imbuh nya lagi.

" Sama-sama sayang,sudah dulu ya Nay,Mama mau siapin baju kantor Papa Kamu dulu,kalau ada apa-apa segera hubungi Mama." pamit Mama Meri lalu memutuskan sambungan telepon nya.

" Iya Ma." jawab Naya dan meletakkan kembali ponsel nya ke atas meja makan.

Naya menghela nafas nya mendadak bingung menyikapi kondisi ini.Naya lalu bergegas masuk ke dapur lagi dan mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan dia olah menjadi makanan lezat,menjadi putri semata wayang dan merupakan ahli waris tunggal dari seluruh kekayaan orang tua nya tidak membuat Naya bermanja-manja dan juga bermalas-malasan.sebelum menikah dengan Bayu, Naya sering ikut kursus memasak dan berhasil mengantarkan dia menjadi seorang istri yang sangat pintar dalam mengolah makanan.

" Non Naya! Ada yang bisa Mbok bantu?" tanya Mbok Jum yang baru keluar dari kamar nya.

" Mbok bersih-bersih aja Mbok,biar Naya saja yang memasak." jawab Naya menoleh sebentar lalu kembali fokus dengan cumi yang sedang dia potong bulat-bulat.

" Siap Non." Mbok nampak membawa semua perkakas yang akan dia gunakan untuk membersihkan lantai rumah minimalis ini.

Mata Mbok Jum di buat membesar kala melihat penampakan seseorang sedang tidur di atas sofa dengan keadaan mulut masih menganga lebar.

" Astaga!" Mbok Jum refleks mengelus dada nya dan langsung naik ke lantai atas untuk memulai pekerjaan nya.

Bayu yang memang susah untuk di bangun kan langsung membuka perlahan kedua kelopak mata nya setelah mencium aroma sedap yang menganggu hidung nya.Naya yang sudah lelah membangun kan Bayu menggunakan tangan dan suara memilih menyerah dan mulai menemukan ide baru.bahkan dengan sengaja Naya memukul keras kuali yang sedang dia panas kan di atas kompor untuk membuat Bayu sadar dari tidur nya.

" Naya." panggil Bayu menggunakan suara serak nya.

" Akhir nya bangun juga Kamu Mas." batin Naya sambil tersenyum tipis saat melihat usaha nya berhasil membangun kan sang suami tanpa ada drama teriak -teriak.

"Eumm wanginya!" seru Bayu semakin mendekat kan wajah nya ke masakan yang sudah di hidangkan Naya di atas meja.

Prak..

Naya memukul pelan tangan Bayu yang hendak mengambil Cumi tepung goreng.

" Kamu apa-apaan sih Nay?" keluh Bayu merasa sakit di punggung tangan nya dan juga kesal mendapatkan perlakuan ini.

" Kamu yang apa-apaan Mas,mandi dulu baru boleh makan,tuh iler Kamu aja masih lengket di dagu Kamu.jorok banget sih." sindir Naya yang merasa ilfil melihat dagu suami nya yang masih kotor terdapat noda putih -putih yang dia yakini bekas iler nya yang selalu keluar jika saat tidur.

Bayu terpaksa menggosok dagu nya lalu melihat tangan nya yang sudah kotor oleh serbuk-serbuk warna putih.

" Udah Aku bersihkan, sekarang boleh kan minta cumi nya satu aja." tanpa merasa berdosa Bayu kembali mengayun kan tangan bekas menggosok dagu nya ke tempat wadah cumi itu terletak.

" No!" Naya dengan cepat menarik wadah itu sebelum tercemar oleh tangan kotor sang suami.

" Jangan kurang ajar Kamu Nay,Aku hanya ingin minta satu saja,kenapa Kamu sangat pelit sih?" keluh Bayu merasa frustasi melihat keinginan nya tidak terpenuhi.

" Tangan Kamu masih kotor mau Kamu masukkan begitu saja ke dalam tempat makanan ini.Aku susah payah memasak nya lalu Kamu perlakukan seperti ini.sana mandi dulu!" usir Naya dengan memperlihatkan wajah garang nya.

"CK...Bayu berdecak sambil mengibas kasar rambut nya yang masih acak-acakan.

Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍

Mampir juga di novel saya yang lain nya.

" Mahkota Yang Di Renggut Paksa."

" Terhalang Restu Orang Tua."

" Terpaksa menjadi istri kedua."

Terimakasih semuanya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!