Karena sudah tidak sabar untuk menyantap makanan yang ada di atas meja,Bayu memilih mempersingkat acara mandi nya lalu bergegas keluar dengan membawa tas kerja berwarna hitam.
" Siapa itu?" Bayu terjingkat kaget melihat seorang wanita paruh baya sedang menata piring dan juga gelas ke atas meja makan.
Tangan pria ini sampai mengelus dada nya ketika dia berpikir telah melihat sebuah penampakan.
Hem..Hem..
Bayu sengaja berdehem untuk mengalihkan atensi wanita paruh baya yang sedang sibuk menuangkan air ke dalam gelas.
" Selamat pagi Den." sapa Mbok Jum sopan.
" Pagi..Kamu siapa?" tanya Bayu tanpa embel-embel dan memang belum pernah melihat wajah Mbok Jum sebelum nya.jika sedang berkunjung ke rumah mertua nya, Bayu sama sekali tidak pernah tertarik berkenalan atau mengenal kan diri nya kepada para art yang bekerja di sana.
" Saya Mbok Jum Asisten rumah tangga nya Nyonya Meri dan di minta Nyonya Meri untuk membantu Nona Kanaya mulai hari ini." jawab Mbok Jum pelan dengan rasa takut nya saat melihat tatapan mata Bayu yang tidak bersahabat.dari pertemuan pertama ini bisa Mbok Jum simpul kan Jika suami dari Nona muda nya memiliki sifat sombong dan juga memiliki watak yang keras.
" Oh.." Bayu ber oh ria lalu menganggukkan kepala nya.
" Enak nih punya pembantu yang bisa Aku suruh -suruh.Ibu pasti betah tinggal di sini jika ada asisten yang melayani nya." batin Bayu tertawa puas bisa hidup dalam kesenangan,mau apapun sudah ada asisten yang akan menyiapkan nya.
Bayu lalu mendudukkan bokong nya di salah satu kursi kosong dan menyimpan tas kerja di sebelah tempat duduk nya.
" Ambil kan nasi untuk ku." perintah Bayu begitu angkuh nya.selama bekerja dengan keluarga Pak Ridwan,Mbok Jum belum pernah mendengar perintah seperti ini dari Tuan majikan nya.mereka memperlakukan semua art nya seperti saudara sendiri dan tidak pernah merendah kan profesi mereka.Mbok Jum di buat terpaku dengan permintaan dari Bayu.meskipun kaget mendengar perintah itu,tetapi Mbok Jum tetap melakukan nya.
" Cepat masukkan,Aku sudah telat ini." bentak Bayu begitu kasar nya.salah satu kaki nya dengan sengaja menendang kaki meja karena merasa kesal melihat sikap lelet dari pembantu nya.
" Iy-iya Den." jawab Mbok Jum terbata-bata.
Di saat Mbok Jum hendak memasukkan satu sendok nasi ke dalam piring Bayu,Naya yang berada di belakang mereka langsung menghentikan nya.
" Tidak perlu lakukan itu Mbok." ujar Naya yang baru datang dari kamar nya.sejak awal Bayu berkenalan dengan Mbok Jum,Naya sengaja berdiri melihat bagaimana respon dan sikap suami nya jika mengetahui ada orang lain yang tinggal di rumah ini selain mereka berdua.melihat Bayu yang tidak marah dan menerima kedatangan Mbok Jum membuat Naya bersyukur namun setelah itu Naya di buat kesal melihat sikap suami nya yang terkesan angkuh dan semena-mena dalam memperlakukan Mbok Jum.
" Tidak apa-apa Non,biar Mbok kerjakan." ujar Mbok Jum kaget saat melihat Naya menghentikan tangan nya yang sudah berisi satu sendok penuh nasi putih.
" Suami Aku masih punya tangan yang lengkap Mbok,dia bisa melakukan nya sendiri."
Naya lalu mengangkat tangan nya saat melihat Bayu hendak membuka suara.
" Mbok Jum boleh kerjakan yang lain nya,atau istirahat saja." sambung Naya meminta Mbok Jum menjauh dari meja makan ini karena dia sangat yakin suami nya pasti tidak akan tinggal diam begitu saja setelah kejadian ini.
" Baiklah Non,Mbok pamit ke halaman belakang dulu,kalau ada apa-apa panggil Mbok saja." Mbok Jum pun pergi meninggalkan pasangan suami-isteri yang sedang saling menatap tajam.
Naya lalu mengambil sendiri nasi untuk suami nya dan juga lauk beserta sayur sebagai pelengkap nya.
" Kenapa Kamu melarang dia mengambil nasi untuk Ku? Bukankah itu sudah termasuk pekerjaan nya sebagai pembantu di rumah ini?" Bayu berbicara menggunakan suara keras nya melihat Naya melarang pembantu itu melayani nya membuat amarah Bayu bangkit dari kuburan nya.
" Jangan pernah lagi Kamu memperlakukan Mbok Jum seperti itu,Dia itu punya nama dan juga panggilan.Mbok Jum itu lebih tua dari kita dan perlakukan dia sama seperti Kamu memperlakukan Ibu mu Mas." ujar Naya mengajari sang suami untuk lebih sopan berbicara dan bersikap kepada orang yang usia nya jauh berada di atas mereka.
Hidup dalam bergelimang harta sejak bayi tidak membuat Naya miskin akan akhlak dan juga adab sopan santun.
" Cih.." Bayu sengaja meludahi lantai mendengar ucapan Naya.
" Dia itu pembantu di rumah ini,jadi sudah selayak nya dia di perlakukan seperti itu.Kamu tidak pantas membanding-bandingkan Ibu ku dengan wanita rendahan seperti dia." jawab Bayu dengan tatapan membunuh nya.
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Bayu, membuat Naya memejamkan mata nya lalu membuang kasar nafas nya melalui mulut.berbicara baik-baik dengan Bayu tidak akan pernah membuah kan hasil.ajaran dari Ibu nya sudah mendarah daging di otak dan juga hati pria ini.
" Pokok nya lain kali jangan pernah lagi memperlihatkan sifat sombong Kamu itu kepada orang lain,termasuk Mbok Jum." ujar Naya memilih memakan nasi yang ada di dalam piring nya ketimbang melawan Bayu yang tidak pernah mau mengalah.selera makan Naya menguap begitu saja setelah di suguhkan perdebatan panas pagi ini.
" Terserah Kamu saja." Bayu yang sudah kelaparan pun memilih menghabiskan makanan nya dari pada mendengar ocehan dari mulut sang istri.
Mbok Jum yang sedang menyapu di halaman belakang bisa mendengar dengan jelas perdebatan yang sedang terjadi di dalam rumah.
Mbok Jum menghela nafas nya melihat sifat asli dari menantu majikan besar nya.
" Pantas saja Tuan besar dulu tidak merestui hubungan Nona Naya dengan Den Bayu, ternyata begini kelakuan dia yang sebenarnya." ucap Mbok Jum dalam hati nya sambil mengingat bagaimana Naya sampai memohon agar sang Papa merestui hubungan Naya dan juga Bayu.
" Kasihan Nona Naya harus mendapat kan suami macam dia,padahal Den Tio lebih cocok menjadi pendamping hidup Non Naya." sambil menyapu sampah dedaunan yang berserakan di halaman belakang,Mbok Jum terus berceloteh panjang lebar ketika melihat kejadian di luar nalar yang terjadi pagi ini.
"Semoga saja Nona Naya kuat menjalani kehidupan ini."
Sedang kan di dalam rumah tepat nya di meja makan.kedua pasangan suami istri itu makan dalam suasana diam tanpa ada yang membuka suara.
" Aku sudah siap." ucap Bayu saat nasi dalam piring nya sudah habis lalu berdiri meraih tas kerja dan keluar begitu saja tanpa berpamitan kepada Naya.
" Dosa apa yang telah Aku lakukan sehingga Aku mendapatkan suami macam ini."batin Naya menjerit.
Wanita ini melamun sambil memegang sendok di tangan nya.nasi yang ada di dalam piring nya tidak berkurang sedikit pun karena Naya hanya memakan lauk nya saja.
" Non!" panggil Mbok Jum sambil memegang bahu Naya yang berdiri lurus.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments