Naya tersenyum miring melihat tingkah berani dari Adik ipar yang sudah dia selamat kan masa depan nya dengan ikut membantu membayar uang tagihan sekolah nya.
Jika bukan karena uluran tangan baik Naya,sudah lama Clara di keluarkan dari sekolah karena menunggak membayar semua biaya sekolah nya.
" Lebih dari ini pun Aku juga bisa? Mau bukti nya?" ujar Naya membalas ucapan adik ipar nya dengan alis yang sengaja dia naik turun kan.
Ketiga manusia itu mulai merasa takut dengan gertakan yang di berikan oleh Naya.semua memilih diam dengan mata yang melotot besar tapi tidak berani mengeluarkan suara.
" Kenapa diam? Mana suara kalian yang keras itu? Aku bisa melaporkan kalian atas perbuatan tidak menyenangkan,masuk ke rumah orang tanpa meminta izin terlebih dahulu,atau atas tuduhan pencurian nasi goreng! Seperti nya yang terakhir ini lebih seru deh laporan nya." ucap Naya sambil tersenyum puas menikmati pemandangan menyejukkan mata nya.
" Masa gitu aja Kamu marah sih sayang? Berbagi dengan keluarga kan ngga ada salahnya?" ujar Bayu dengan sikap bijak nya namun dia lupa bagaimana watak asli nya selama ini.seharusnya dia yang sebagai suami ingat kepada istri nya yang belum makan, tetapi karena keserakahan nya Bayu lebih mementingkan perut nya sendiri dan anggota keluarga nya.
" Tidak perlu lagi Kamu memanggil Aku dengan panggilan aneh itu,telinga ku sakit mendengar nya.kalau ingin berbagi lebih baik Aku berbagi kepada orang yang lebih membutuhkan ketimbang orang yang tidak bisa bersyukur seperti kalian semua." jawab Naya santai.
" Sudah..Sudah..Kamu ja.."Ibu Romlah yang hendak menegur Naya langsung terdiam ketika melihat Naya pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga.
Naya masuk ke dalam kamar lalu mengambil dompet dan kembali keluar menuju ruang tamu mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja.
"Mbok! "Naya masih berdiri di depan mereka sambil memanggil Mbok Jum.Naya mengabaikan tatapan mata ketiga orang yang sedang duduk itu.
" Iya Non." jawab Mbok Jum dari arah belakang.
" Ayok ikut Aku cari makan Mbok,kita kan belum makan malam.gara- gara makanan kita di curi sama fakir miskin." sindir Naya dengan meninggi kan suara nya.
" Tapi Non." Mbok Jum merasa sungkan untuk ikut Naya, tetapi tangan nya sudah di tarik paksa oleh Naya.
" Aku ngga mau tahu! Pokok nya saat Aku sampai di rumah nanti,dapur itu sudah bersih dan kalian sudah tidak ada lagi di rumah ku." ujar Naya sebelum benar-benar pergi keluar.
Ketiga manusia itu nampak melotot kan mata nya,namun Naya memilih cuek dan pergi bersama Mbok Jum mencari makan enak untuk mengisi perut mereka yang sudah sangat lapar.Naya sengaja memakai mobil nya agar Bayu kelimpungan mencari cara untuk mengantar kan Ibu dan juga adik nya.
" Itu balasan untuk kalian." gumam Naya tersenyum sinis dan mulai memainkan setir kemudi nya meninggalkan pekarangan rumah nya.
Kedua orang tua Naya tidak pernah mengajarkan dia untuk membalas kan perbuatan jahat orang kepada dia.tetapi karena hati nya sudah terlanjur murka dan tak terobati lagi,Naya terpaksa mengabaikan sejenak nasehat kebaikan itu.
" Maafkan Naya Pa ,Ma.Naya terpaksa." batin Naya merasa sedikit bersalah.
Naya sengaja membawa Mbok Jum makan di luar agar mereka berdua tidak perlu lagi kerepotan memasak untuk yang kedua kali nya.
" Mbok! Kita makan pecel lele aja ya?" tanya Naya meminta persetujuan kepada Mbok Jum yang duduk anteng di samping Naya.
" Terserah sama Non Naya saja, harus nya Mbok ngga perlu ikut Non,Mbok masih bisa masak lagi di rumah." ujar Mbok Jum merasa tidak nyaman untuk ikut bergabung dengan anak majikan nya.
" Mbok! Kita ini keluarga,jangan menolak terus pemberian Naya,ini sudah malam untuk memasak lagi Mbok." jawab Naya langsung menggandeng erat tangan keriput Mbok Jum membawa nya ke sebuah tenda yang sedang ramai antrian.
Tempat ini sering Naya singgahi dulu nya bersama sang mantan kekasih.meskipun mereka berdua berasal dari keluarga kaya raya tetapi Naya bersama Tio tidak pernah merasa jijik atau pun malu untuk makan di pinggir jalan ini.Naya dan Tio memiliki kesamaan dalam hal selera makan,jika enak maka mereka akan memakannya tanpa memandang tempat atau pun harga makanan nya.
" Bang Dul.pecel lele nya 2 ya,sama ayam penyet 2. pakai nasi." ucap Naya yang memang sudah mengenal pemilik tenda pecal lele ini.
" Non Naya?" Bang Dul yang di panggil oleh Naya langsung terkejut melihat wajah Naya yang sudah lama tidak muncul di tenda kecil nya.
" Iya Bang." jawab Naya sambil tersenyum dan mengangguk.
" Apa kabar Non? Kemana aja? Kasian Mas Tio nya selalu makan sendiri di sini ." ujar Bang Dul yang belum mengetahui kabar pernikahan Naya dengan Bayu.hubungan asmara di antara Tio dan Naya memang sudah sampai ke telinga Bang Dul,karena sering mampir untuk makan membuat mereka sering bertukar cerita.
" Alhamdulillah baik Bang,Naya lagi sibuk aja." jawab Naya berkilah, wanita ini belum sanggup menjelaskan alasan yang sebenarnya kepada Bang Dul.rumah tangga nya yang sedang tidak baik-baik saja membuat Naya enggan menyebarkan kabar hidup nya.
" Naya kesana dulu ya Bang,jangan lupa sambal nya di banyakin." ujar Naya pamit karena tidak ingin di korek lebih dalam lagi oleh Bang Dul.
" Siap Non." jawab Bang Dul sambil mengancungkan jempol nya.
Naya berjalan ke sebuah meja di mana ada Mbok Jum yang sedang duduk menunggu kedatangan nya.melihat Mbok Jum yang sedang menatap kepada nya membuat Naya langsung memberikan sebuah senyuman manis untuk membalas tatapan mata Mbok Jum yang terlihat masih kebingungan.
" Makanan di sini enak-enak banget loh Mbok!" ujar Naya memberi tahu.
" Pantesan ramai ya Non,tapi Mbok merasa malu aja duduk berdua dengan Non Naya yang cantik ini." jawab Mbok Jum merasa sungkan karena memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda,namun Baju yang selalu di pakai oleh Mbok tidak pernah salah karena merupakan pilihan Nyonya besar nya.
Sebulan sekali Mama Meri selalu membelikan para asisten rumah tangga nya baju baru yang layak pakai.Mama Meri sengaja memperlakukan aturan itu agar para asisten rumah tangga nya tidak di remehkan oleh orang lain.
" Kenapa mesti malu sih Mbok?Nggak ada yang salah kok? Baju yang Mbok pakai juga bagus, malah lebih bagus dari baju yang Naya pakai."ucap Naya menggoda Mbok Jum untuk tersenyum melepas kan ketegangan yang terpancar di raut wajah si Mbok.
" Masa sih Non? Baju ini di beli sama Nyonya besar loh." jawab Mbok Jum yang memang tidak mengetahui berapa harga baju yang dia pakai saat ini.
" Hm.." Naya berdehem menjawab ucapan Mbok Jum.
Di saat kedua wanita ini sedang bercengkrama penuh tawa, seorang lelaki tampan datang menghampiri meja yang mereka tempati.
" Nay!" seru pria itu sambil tersenyum hangat.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments