Mulut Bayu terasa kelu untuk menjawab permintaan Kanaya yang terasa sangat menjebak untuk diri nya.
Tidak mungkin dia ikut pindah dari rumah masa kecil nya dan meninggalkan Ibu dan juga Adik nya tinggal berdua saja di dalam rumah sederhana ini.Bayu adalah anak laki-laki satu-satunya di keluarga ini.
"Untuk apa kita pindah rumah sayang? Toh mau tinggal di sini atau pun di tempat lain ,rasa nya akan sama saja sayang." kali ini Bayu berbicara kembali menggunakan embel-embel sayang seperti biasa nya.pria ini mulai melunak dan tidak berani menampilkan wajah emosi nya lagi.
" Kamu masih nanya kenapa Mas? Kamu ngga lihat bagaimana perlakuan Ibu dan Adik kesayanganmu itu kepada Aku?Kamu ngga mau 'kan Aku mati mengenaskan gara-gara kebanyakan menelan kata-kata pedas dan sangat pahit dari Ibu mu itu."Kanaya sengaja meninggi kan volume suara nya agar terdengar oleh Ibu mertua nya.
" Sayang! Dengerin Mas dulu sayang, tolong mengerti keadaan Mas,uang gaji Mas ngga akan cukup buat membayar sewa kontrakan.untuk uang bulanan kita saja masih kurang banyak, dapat dari mana Mas sayang.". ujar Bayu memohon belas kasihan dari istri nya.Bayu menggunakan kekurangan nya untuk menahan niat Kanaya yang nampak ngotot ingin pindah juga.
" Kalau sudah tau gaji Kamu kecil, bilangin tuh sama Ibu dan juga Adik Kamu itu,jangan kebanyakan gaya dan sesuai kan dengan budget yang mereka miliki.dompet tipis tapi gaya selangit."jawab Kanaya ketus.
Sedang kan di ruang tamu tadi,Ibu Romlah terlihat mencak-mencak menahan rasa kesal nya ketika mendengar Kanaya mengatai dia dan juga putri kesayangan nya.telinga keriput nya masih setia menguping meskipun hati nya benar-benar dongkol.
" Pelan kan suara Kamu sayang,ngga enak kedengaran sama Ibu!" seru Bayu memperingati Kanaya yang sedang teriak.
" Ibu lagi...Ibu lagi! Kapan Aku nya sih Mas?" tanya Kanaya sambil memukul-mukul dada nya sekuat mungkin.di lantai keramik berwarna putih itu Kanaya terduduk pasrah mengetahui suami nya yang terlalu bucin akut kepada sang Ibu.
" Sesuai dengan perjanjian kita tadi, jika masih betah tinggal di rumah ini! Berarti Kamu menyetujui permintaan Aku untuk kembali bekerja."
Bayu menghela nafas gusar nya memikirkan bagaimana cara meluluhkan hati Kanaya yang masih emosi.
"Sayang ! Sini duduk dulu ." ucap Bayu menepuk sisi ranjang yang kosong di samping nya.
Namun Kanaya menolak mentah-mentah apa yang di ucapkan oleh suami nya.
" Kita ngga mungkin tinggal di rumah orang tua Kamu sayang,apa kata mereka nanti melihat kita pindah pagi-pagi begini.Aku merasa malu sayang sama Papa dan juga Mama,Aku mohon! Kamu mau ya tetap tinggal sama Ibu. kasihan Ibu sudah tua tidak ada yang menemani ." pinta Bayu yang sudah berlutut meminta belas kasihan sang istri.
" Mas janji akan menegur Ibu agar tidak lagi menyakiti hati Kamu." imbuh nya lagi supaya Kanaya semakin percaya dengan ucapan nya.namun karena sudah merasa muak dengan janji palsu sang suami yang tidak kunjung pernah di realisasikan,Kanaya menolak mentah-mentah permintaan sang suami.
" Aku tetap pada keputusan Aku Mas,pergi atau Aku akan kembali bekerja." ujar Kanaya yang terpaksa mengeraskan kepala dan juga hati nya agar tidak mudah luluh dengan bujukan maut Bayu.
" Dasar wanita licik! Berani-berani dia menghasut putra ku.awas saja Kamu!" hardik ibu Romlah penuh emosi, sebenarnya wanita yang sudah tidak muda lagi ini ingin sekali menerobos masuk kedalam dan menampar wajah Kanaya menggunakan kekuatan ringkih nya, namun apa boleh buat,pintu kamar mereka terkunci kuat dari dalam sana.
" Kamu memang tidak pantas menjadi pendamping putra ku!" batin Ibu Romlah belum merasa puas jika tangan nya belum menyentuh kulit Kanaya.
Bayu mendesah kesal melihat sikap keras kepala Kanaya,selama ini Kanaya selalu luluh jika di panggil dengan kata sayang dan juga rayuan maut nya.namun entah kenapa pagi ini rasa nya susah sekali untuk menaklukkan kembali hati Kanaya.wanita yang secara sadar dia nikahi 1 tahun yang lalu.
" Baiklah Kita akan pindah ,tapi tidak dalam waktu yang dekat." ucap Bayu mengalah,pria ini terpaksa menerima ajakan sang istri lantaran merasa malu dan gengsi jika kedua mertua nya sampai tahu alasan di balik kembali nya Kanaya bekerja,dia juga tidak ingin sampai Kanaya mengadu yang tidak-tidak kepada Papa dan juga Mama nya.
" Jangan semena-mena Mas,pindah hari ini atau Aku akan berangkat bekerja sekarang juga." Kanaya langsung berdiri dan memakai kembali tas yang sudah tergelatak di atas kasur di samping nya.
" Oke..Kita pindah hari ini juga." Bayu benar-benar merasa putus asa memilih tawaran yang tidak mengenakkan dari istri nya.dia terpaksa menerima ini semua agar tidak di cap suami yang tidak mampu menafkahi istri nya,padahal memang kenyataannya seperti itu, alasan lain nya lagi adalah Bayu tidak sudi melihat Kanaya bertemu lagi dengan mantan pacar yang terdahulu yang bekerja sebagai asisten Papa Ridwan.
"Bagus! Ini yang terbaik untuk kita.Aku sangat ingin hidup damai dan tenang tanpa di ganggu oleh iblis yang menjelma menjadi manusia." setelah berkata dengan nada sindiran.Kanaya bergegas membuka pintu lemari dan memasukkan semua pakaian mereka berdua ke dalam koper besar yang dia ambil dari atas lemari tua nya.sementara Kanaya sibuk mengemasi semua barang-barang yang akan mereka bawa pindah detik ini juga,Bayu berdiri di ujung pintu sambil berkacak pinggang dan terdengar sedang berbicara dengan seseorang.
" Yuda! Hari ini Aku ngga masuk kerja ya,ada keperluan mendadak." ucap Bayu pelan tapi masih bisa di dengar oleh Kanaya.
" Terimakasih." Bayu langsung menutup sambungan telepon nya dan berbalik menatap Kanaya yang sudah selesai merapikan semua barang bawaan nya.
Kanaya yakin Bayu menelpon teman kantor nya untuk meminta izin tidak masuk kerja hari ini, untuk berangkat pun percuma karena dia sudah sangat telat sekali.
" Tunggu Mas pakai baju dulu." ucap Bayu dengan wajah datar nya lalu mengambil sehelai baju yang di sisain oleh Kanaya di atas ranjang.
" Hm.." Kanaya tersenyum puas melihat Bayu patuh dan mau mengabulkan permintaan nya.
" Jangan tinggal di rumah Mama ya sayang, Kita cari kontrakan yang murah saja dulu." ucap Bayu yang masih enggan tinggal satu atap bersama kedua mertua nya.
" Iya..." jawab Kanaya singkat,sebenar nya Kanaya juga tidak rela jika di ajak mengontrak oleh suami nya,dia sengaja mengiyakan ucapan suami nya agar Ibu mertua kejam itu tidak ikut pergi jika dia mendengar Kanaya punya rumah sendiri hasil pemberian kedua orang tua nya sebagai kado pernikahan mereka.rumah dua lantai itu sengaja Kanaya simpan rapat karena ingin mencoba bagaimana nikmat nya hidup satu atap dengan mertua nya.jahat nya Ibu mertua Kanaya sama seperti kisah sedih yang ada di sinetron ikan terbang itu.
Ceklek
Terlihat sekali wajah panik dari Ibu Romlah saat melihat Bayu menyeret dua koper besar di kedua tangan nya.
" Loh..Loh ada apa ini?" tanya Ibu Romlah dengan raut wajah garang nya.
" Aku dan suami ku mau pindah dari sini,semoga saja hidup Ibu menjadi lebih tenang lagi tanpa mendapatkan gangguan dari menantu pemalas seperti Aku ini." jawab Kanaya pelan tetapi penuh penekanan.
" Apa maksud Kamu wanita murahan? Kamu boleh pergi kemanapun Kamu mau,tapi jangan pernah membawa putra kandung yang Aku lahir kan sendiri dari rahim ku ini .dia putra Aku satu-satunya dan tidak akan pernah meninggalkan rumah ini." Ibu Romlah sampai menggebu-gebu melarang keras niat putra nya yang hendak pergi.hidup dia dan anak gadis nya pasti akan sengsara tanpa mendapatkan suntikan nada dari Bayu.
" Terserah." jawab Kanaya melangkah terlebih dahulu menuju pintu keluar.
Sebenar nya sakit sekali hati wanita ini mendengar penghinaan pagi ini yang di lontarkan oleh Ibu Romlah,Kanaya sengaja berlalu keluar supaya tidak ada yang melihat jika dia sedang menangis saat ini.
" Mama ...Papa..Kanaya sudah ngga sanggup lagi." Kanaya menjerit dalam suara tangis yang tertahan.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Sartini Dimitri Mah
cintamu sama suamimu bikin kamu bodoh kanaya, tinggal jalan aja toh sudah ada rumah sendiri suami mau ikut silahkan ga mau ya cerai aja toh kamu dari keluarga kaya Dan ga Ada anak
2023-07-23
0