Malam ini Naya sengaja memilih memasak nasi goreng sebagai pengganjal perut mereka.semua bahan -bahan nya sudah dia keluar kan dari lemari pendingin.
" Biar Mbok bantu potong ya Non." ucap Mbok Jum yang sudah berada di samping Naya.
" Boleh Mbok." jawab Naya lalu menggeser kan semua bahan-bahan nya ke hadapan Mbok Jum.sedangkan dia tengah sibuk mengulek sambal dan membersihkan udang dan juga cumi-cumi.rencana nya Naya akan memasak nasi goreng seafood.
Naya pun mulai menumis semua bahan-bahan nya dan mulai meracik bumbu nasi goreng seafood sesuai lidah nya sendiri.
"Tolong masukkan nasi nya Mbok." pinta Naya kepada Mbok Jum.
" Baik Non."Mbok Jum pun mulai menuangkan nasi putih secara perlahan ke dalam kuali yang berisi bumbu.
" Wangi sekali bau nya Non.pasti enak." seru Mbok Jum saat merasakan hidung nya mencium aroma nikmat dari kuali yang sedang di aduk-aduk oleh Naya.
" Masa sih Mbok? " Naya masih saja tidak percaya diri dengan hasil masakannya,bahkan kedua orang tua nya juga sangat menyukai hasil racikan tangan Naya.pernah suatu hari Mama Meri meminta Naya untuk membuka restoran di sebuah ruko milik mereka,namun Naya malah menolak nya dengan alasan ingin berkonsentrasi dengan rumah tangga nya.
Malam ini Naya sengaja memasak banyak agar kedua tamu tidak di undang nya bisa ikut menyantap makanan ini sebelum mereka pergi meninggalkan rumah nya.
Naya mengabaikan ketiga manusia yang masih bersantai di ruang tamu.dia tetap fokus dengan pekerjaan nya.meskipun suara tawa milik ketiga manusia itu sangat mengganggu pendengaran nya, tetapi Naya yang sedang sibuk memilih mendiami saja.
Meskipun sering di perlakukan kurang ajar oleh keluarga suami nya,Naya tidak sampai hati melihat mereka pulang dengan perut lapar.
" Mbok! Naya mau mandi dulu ya." ucap Naya saat makanan nya sudah selesai di masak.
" Siap Non." jawab Mbok Jum lalu mengambil alih tugas Naya untuk memasukkan nasi goreng ini kedalam wadah besar.
Mbok Jum pun menata nya di atas meja makan lengkap dengan kerupuk dan juga air minum nya.sambil menunggu Naya siap mandi Mbok Jum naik ke lantai belakang untuk mengangkat jemuran yang sudah kering terkena sinar matahari.
Naya yang sudah merasakan gerah setelah bertempur dengan kompor dan minyak panas.langsung masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu kamar agar tidak ada tuyul yang berani masuk mengambil harta benda nya.
Setelah menyelesaikan mandi nya dan mengeringkan rambut nya,Naya keluar dari kamar hendak menyantap nasi goreng buatan nya.
" Tumben orang-orang ini masih diam di sini? " batin Naya merasakan keanehan saat melihat sang Suami beserta Ibu dan adik nya duduk dengan tenang tanpa merasa terganggu dengan bau nasi goreng seafood yang telah dia masak.biasa nya saat berada di rumah ibu mertua nya, mereka memilih makan duluan tanpa menunggu Naya dan hanya menyisakan makanan sisa untuk Naya.
Naya langsung mengayunkan kaki nya menuju ke dapur.niat hati ingin duduk lebih dulu di kursi makan baru lah memanggil mereka semua.namun mata Nya di buat berdarah saat melihat meja makan dalam keadaan berantakan sedang kan nasi goreng yang sudah payah dia masak sudah habis tidak bersisa lagi.kuali yang dia gunakan untuk memasak sudah tergantung di tempat nya.dan pasti sudah di cuci oleh Mbok Jum.
Naya semakin mendekat melihat wadah besar itu tidak terisi apapun lagi.hanya tersisa kerupuk di ujung toples dan segelas air putih yang masih utuh di dalam gelas.
" Ya tuhan! Siapa yang sudah menghabiskan nasi goreng ini ?" batin Naya dengan segala rasa kesal yang sudah menumpuk di dada nya.
Mbok Jum yang baru turun dari lantai belakang di buat kaget melihat keadaan meja makan sudah berantakan, padahal baru saja tinggal selama beberapa menit.
" Non?" panggil Mbok Jum sambil menyentuh bahu Naya yang terlihat naik turun.
" Mbok? Siapa yang sudah menghabiskan nasi goreng ku Mbok?" tanya Naya pelan.
" Mbok juga ngga tahu Non,tadi setelah memindahkan ke dalam wadah ini langsung Mbok tinggal untuk mengangkat jemuran." jawab Mbok apa adanya.
" Mungkin kah ketiga manusia itu Mbok?" tanya Naya pelan meminta pendapat pada Mbok Jum.
Mbok Jum dengan cepat mengangguk kan kepalanya karena memiliki firasat yang sama seperti Naya.
" Tadi pas Mbok mau naik ke lantai atas,Mbok sempat melihat mereka berjalan beriringan masuk ke dalam dapur.Mbok nggak tahu kalau mereka tega menghabiskan semua nya tanpa menyisakan sedikit saja untuk Nona." ujar Mbok Jum yang memang sempat melihat ketiga manusia itu masuk ke dalam dapur lalu duduk di meja makan tanpa berbasa-basi kepada pemilik nya.
" Ini sudah biasa mereka lakukan kepada Aku waktu menumpang di rumah Ibu mertua,bahkan Aku juga sering makan makanan sisa dari mereka,karena sudah terlanjur lapar terpaksa Aku makan Mbok." tutur Naya kembali mengingat bagaimana pahit nya kisah hidup nya saat masih menumpang di rumah Ibu mertua nya yang kejam.
" Ya Allah Non, sejahat itu mereka kepada Non Naya? Kenapa tidak mengadu dan pulang saja kerumah Mama Non?" Mbok Jum langsung menitikkan air mata nya saat mendengar kisah hidup Naya yang keluar dari mulut nya sendiri, hidup nya yang dulunya bagaikan seorang putri ratu ternyata berubah total setelah tinggal di rumah sederhana milik keluarga suami nya.
" Sekarang Aku tidak akan membiarkan lagi mereka bertindak semena-mena terhadap Aku Mbok,sudah habis batas kesabaran ku selama ini.Aku akan membalas nya." ujar Naya dengan tatapan mata tajam nya.
" Jangan di bersih kan ya Mbok." pinta Naya lalu menghela nafas panjang nya.Mbok Jum yang paham maksud dari ucapan Naya hanya hanya mengangguk mengerti.
" Aku saja belum menyicipi makanan itu, tetapi malah kalian habis kan dengan begitu licik nya." batin Naya dengan darah yang sudah mendidih.Naya semakin tidak percaya melihat tingkah ketiga manusia itu.mereka bahkan berani bersikap kurang ajar di rumah orang lain tanpa merasa takut dan malu.
" Sebentar ya Mbok." ucap Naya lalu membalikkan badan nya berjalan menuju ruang tamu yang sedang di kuasai oleh ketiga manusia yang tidak punya sopan santun.
Dengan keadaan perut yang kenyang ketiga manusia ini tampak betah duduk lama-lama di depan televisi sambil tertawa cekikikan.
" Kenapa kalian habis kan semua nasi goreng yang ada di atas meja makan?" ucap nya langsung pada intinya,rasa nya Naya sudah muak melihat wajah ketiga manusia ini.
Adik ipar dari Naya masih bisa tertawa mengejek saat melihat Naya datang dengan emosi nya.
" Karena kami lapar,maka nya kami habiskan." jawab Ibu Romlah begitu santai nya.
Huft...
Naya kembali menghela nafas panjang nya.Naya baru sadar jika ketiga manusia yang dia hadapi saat ini bukan lah manusia sesungguhnya melainkan jelmaan iblis yang menyamar sebagai manusia.
" Sudah untung Aku mau berbaik hati dengan memasak dalam jumlah yang banyak, tetapi dengan tidak tahu malu nya malah kalian habis kan semua nasi goreng itu tanpa menyisakan untuk Aku sedikit pun dan juga Mbok Jum yang sudah bersusah payah memasak nya."
" Manusia macam apa kalian ini? Hah?" imbuh nya semakin tersulut emosi.
" Naya jaga ucapan Kamu,hanya perkara nasi goreng saja Kamu berani membentak Ibu ku." jawab Bayu yang tidak terima melihat Naya memarahi orang tua nya.
" Aku sudah tidak bisa lagi menjaga ucapan ku jika berhadapan dengan manusia nggak punya otak seperti kalian.cepat bersihkan dapur ku dan segera tinggalkan rumah ini." ucap nya lebih tegas dan semakin membuat Bayu gemetar menghadapi nya.
Bayu langsung terdiam mendengar ancaman yang diberikan oleh Naya.
" Tapi kan sayang? Kenapa Kamu ngga suruh Mbok Jum saja yang membersihkan nya,ini sudah malam, kasihan Ibu harus segera beristirahat." jawab Bayu kembali berusaha mengeluarkan kata manis nya agar bisa menjinakkan Naya yang terlihat sangat emosi.
" Sudah Aku bilang,Mbok Jum kerja di sini bukan untuk melayani kalian semua, segera bersihkan lalu angkat kaki dari rumah ku dan jangan lupa bawa tas busuk kalian itu." ujar Naya sambil menunjuk dua tas besar milik Ibu mertua dan juga adik ipar nya masih tergeletak begitu saja di atas lantai ruang tengah.
" Berani-beraninya Mbak Naya mengusir kita seperti ini." adik ipar Naya berbicara dengan berkacak pinggang dengan dagu yang terangkat.suara nya bahkan lebih tinggi dari semua orang.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.🥰😍🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
arniya
geregetan
2023-11-16
0