Bab 19

" Nay!" suara seorang pria yang memanggil nama Naya membuat Naya dan Mbok dengan kompak menoleh kan kepala mereka.

" Den Tio."

" Tio." ucap Naya dan Mbok Jum secara bersamaan.

Tio yang merasa terharu karena Naya masih mengingat tempat yang menjadi langganan makan mereka berdua tanpa sadar menetes kan air mata bahagia nya.ternyata Naya benar-benar tidak melupakan kisah masa lalu nya.

" Terimakasih Nay,sudah ingat dengan tempat ini." gumam Tio terpaku di tempat nya.

Bang Dul yang datang membawakan pesanan pecel lele untuk Naya merasa heran saat melihat seorang pria tampan yang dia kenal masih berdiri mematung sejak kedatangan nya tadi.

"Mas Tio! Duduk atuh." suara Bang Dul menyadarkan Tio dari segala rasa yang bersemayam di benak nya.

" Eh...Iya Bang Dul." jawab Tio gelagapan.

" Sana duduk dekat Non Naya,kata nya kangen!" ujar Bang Dul terdengar meledek Tio yang memang sering mengeluh kata kangen kepada Bang Dul.

" Bang Dul! Stttt .." Tio menegur Bang Dul yang dia anggap hampir membocorkan rahasia nya.

" Hahahaha..." Bang Dul tertawa puas melihat wajah takut Tio saat dia hendak membuka rahasia nya.

" Aman." jawab Bang Dul lagi sambil mengacungkan jempol nya lalu kembali lagi ke tempat memasak.

Mbok Jum yang merasa senang bisa bertemu kembali dengan Tio yang dulu sering main ke rumah Naya spontan mengayun kan tangan untuk memanggil Tio agar mendekat ke meja mereka.

" Den Tio! Sini!" seru Mbok Jum begitu semangat nya.

Tio yang memang hendak menghampiri Naya hanya mengangguk lalu mulai melangkah kan kaki nya.

" Hai Nay." sapa Tio kaku.setiap melihat wajah Naya ada di depan mata nya,sulit sekali bagi Tio untuk mengontrol rasa cinta yang masih terpendam di dalam dada nya.jika boleh menangis mungkin Tio akan menangis karena rasa bahagia nya bisa bertemu kembali dengan Naya untuk yang kedua kali nya setelah pertemuan singkat kemarin pagi di sebuah supermarket.

Naya sangat menutup diri nya dari dunia luar termasuk Tio.setelah Naya menikah dengan Bayu, komunikasi mereka berdua putus total.berulang kali Tio mencoba menghubungi Naya namun selalu gagal dan tidak pernah tersambung.Tio yang setiap malam tidak bisa tidur karena masih memikirkan Naya selalu memeluk baju Naya yang dulu sempat tertinggal di mobil nya.

" Aku bahagia banget kita bisa ketemu lagi Nay." ucap Tio lalu duduk sambil memeluk tubuh Naya.

Naya yang merasa bingung sekaligus takut hanya diam dan berusaha menetralkan detak jantung nya yang tidak bisa di ajak kompromi.

Kedua mata kedua insan ini saling menatap dalam diam dan detik berikutnya sama-sama menetes kan air mata.

" Hiks..Hiks..." Naya menangis sesenggukan merasakan penyesalan nya.

" Aku kangen banget sama Kamu Nay." bisik Tio di telinga Naya.

Beruntung nya posisi duduk mereka berada paling belakang dan tertutup oleh tumpukan galon yang berjejer panjang sehingga tidak akan ada orang lain yang bisa melihat nya.

Mbok Jum yang berada di seberang Naya dan Tio ,ikut menangis melihat kesedihan Nona muda nya.satu hari tinggal bersama Naya membuat Mbok Jum sadar bahwa Naya tidak pernah bahagia dengan pernikahan ini.

" Terimakasih sudah datang dan ingat dengan tempat ini." bisik Tio lagi, sebenar nya saat pertemuan mereka pertama kali di supermarket itu Tio juga ingin memeluk Naya namun Naya selalu menghindar dan di tempat itu juga ramai dengan para pembeli.

Naya yang merasa bersalah telah meninggal kan sepihak Tio tanpa mau mendengar kan penjelasan nya hanya bisa menangis dalam dekapan Tio.

" Mungkin ini karma untuk Aku yang sudah pergi meninggalkan Kamu."ucap Naya dalam hati nya.

Mulut Naya terasa kelu untuk berbicara,berada di dalam dekapan Tio membuat Naya merasa nyaman dan tenang,jika boleh memilih Naya ingin selamanya merasakan pelukan hangat ini,namun logika nya masih cukup waras mengingat jika dia masih sah sebagai istri dari pria lain.

" Maaf." ucap Naya setelah merasa tenang.

" Untuk apa?" tanya Tio bingung.

" Untuk semua nya,maafkan Aku yang pergi tanpa mau mendengar kebenaran nya." ucap Naya sambil menunduk kan kepala nya.

" Aku tahu itu semua rencana licik nya Mas Bayu yang sengaja ingin memisahkan kita." imbuh nya kembali mengingat bagaimana marah nya dia saat menguping pembicaraan Bayu dengan sahabat nya,Naya yang awal nya berusaha menerima jika ini adalah jalan takdir hidup nya semakin ke sini semakin merasa tersiksa dan merasa ini adalah sebuah pembalasan yang harus dia terima karena telah menyakiti perasaan Tio.

" Kamu ngga perlu minta maaf, ini bukan salah Kamu kok,Aku yang terlalu lemah dan pasrah sehingga Kamu di ambil sama orang lain.dengan Kamu tahu kebenarannya saja sudah membuat Aku bahagia dan Kamu nggak mikir yang buruk lagi tentang Aku." ujar Tio merasa tenang karena Naya sudah mengetahui tentang fakta yang sebenarnya.

" Jangan nangis lagi,hati ku sakit melihat air mata Kamu jatuh sebanyak ini." ucap Tio tersenyum lalu membantu menghapus air mata yang masih menempel di kedua pipi Naya.

Sentuhan lembut dari tangan Tio membuat darah Naya kembali berdesir hebat.

" Makasih." jawab Naya membalas tatapan mata Tio dan memegang tangan yang masih menempel di wajah nya.

Tio pun mengangguk dan kembali membawa Naya masuk dalam pelukan nya.kedua tangan Naya juga membalas pelukan hangat itu.jika boleh egois Naya ingin sekali bisa kembali kepada cinta masa lalu nya.

" Jangan berharap lebih Nay,mana ada perjaka yang mau sama wanita yang sudah menikah seperti Kamu." ucap Naya mengingat kan dirinya sendiri.

" Jangan sedih lagi ." ucap Tio sambil memejamkan mata nya dan menggosok lembut mahkota Naya yang sedang di kuncir kuda.

" Seandainya Mas Bayu seperti Kamu, Aku pasti akan bahagia dan tidak pernah merasa kan sesal yang berkepanjangan ini."batin Naya berandai-andai .

Semenjak menikah hidup Naya benar-benar berubah dan tidak pernah lagi ada tawa dan senyum dalam kehidupan nya.

" Jadi cerita nya Kamu mau pelukan terus nih?" ujar Tio sambil tertawa lirih.

" Ng-nggak kok.Kamu yang narik Aku." jawab Naya malu-malu.

" Sekarang kita makan dulu ya,nanti lagi kita main peluk-pelukan nya,kasihan Mbok Jum sampai nangis gara-gara kelamaan nungguin kita kangen-kangenan nya."kekeh Tio tersenyum sengaja menggoda Mbok Jum untuk mencair kan suasana di antara mereka.

" Beneran Mbok nangis?" tanya Naya penasaran.

" Mbok memang menangis Non,tapi bukan karena kelamaan nunggu Non." jawab Mbok Jum membela diri nya sendiri.

" Terus kenapa dong? Jangan bilang kalau Mbok sedang kangen sama mang Udin." ucap Naya sambil menaik turun kan alis nya.

" Bukan atuh Non,Mbok teh nangis karena ikut sedih melihat kisah cinta Non Naya sama Den Tio harus putus gara-gara laki-laki bajingan itu." jawab Mbok Jum lalu membekap sendiri mulut nya karena kelepasan berbicara.

" Maaf Non,Mbok ngga bermaksud untuk.."

" Nggak papa Mbok." jawab Naya singkat dan kembali fokus memakan pesanan nya.

Mbok Jum yang merasa bersalah mendadak salah tingkah dan tidak menikmati lagi makanan enak yang ada di depan mata nya.

" Makan Mbok!" seru Naya baik-baik saja.

" I-Iya Non." jawab Mbok Jum terbata-bata.

" Bajingan?" gumam Tio dalam hati nya.

" Apa maksud Mbok Jum ngomong seperti itu? Pasti ada yang tidak beres dengan suami Naya." Tio menerka-nerka dalam hatinya.

Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.

Mampir juga di Novel saya yang lain nya.

" Mahkota Yang Di Renggut Paksa."

" Terhalang Restu Orang Tua."

" Terpaksa menjadi istri kedua."

Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!