Naya memilih meninggalkan ruang tamu itu untuk membasahi tenggorokan nya yang sudah terasa sangat kering.
" Jangan mundur Naya? Tuhan mu tidak tidur."
Langkah kaki nya di paksa berhenti saat melihat piring kotor bekas makan mereka masih bertebaran di atas meja makan di tambah lagi banyak nya bungkus cemilan yang sudah kosong menutupi bentuk meja itu.
Naya menghela nafas dalam ,lalu membuka kasar pintu kulkas yang menjadi tempat penyimpanan sejumlah cemilan nya.
" Habis!" batin Naya menjerit saat melihat isi kulkas nya sudah kosong tidak berpenghuni lagi, padahal baru saja kemarin dia mengisi dengan berbagai macam cemilan kesukaan nya.
Naya membalik kan badan nya lalu bergegas menuju ruang tamu yang sedang di huni oleh ketiga manusia itu yang sedang berbisik sambil menonton televisi.
Naya sengaja memilih berdiri di ambang pintu penghubung lalu melipat kedua tangan nya.
" Kenapa piring bekas makan kalian tidak langsung di cuci saja,dan kalau habis memakan cemilan ku langsung buang bungkus nya ke dalam tempat sampah supaya tidak ketahuan mencuri oleh pemilik nya." ucap Naya sambil menatap kedua tersangka yang seakan tidak punya malu lagi.kedua orang yang merasa tertuduh langsung menatap balik wajah Naya dengan wajah seram nya.
" Loh..Emang nya Kenapa? Di sini ada pembantu kan? Suruh saja babu itu melakukan nya.kalau tidak Mbak Naya kerjakan saja sendiri di dapur,tidak usah menatap kita seperti itu."sahut Clara dengan begitu santai nya.gadis remaja ini sangat mewarisi sifat ibu nya.
" Yang makan itu kalian berdua! Bukan Mbok Jum.tugas Mbok Jum bukan untuk melayani kalian berdua yang datang hanya sebagai tamu di rumah ini,tetapi Mbok Jum khusus Mama Aku minta datang ke sini untuk menemani Aku." Naya memutar jengah kedua bola mata nya.Adik ipar Naya benar-benar tidak punya sopan santun.
" Aku ini wanita pemalas dan tidak suka mencuci piring, menyapu rumah dan banyak lagi.bukan begitu Bu?" tanya Naya menatap sengit Ibu mertua nya.
" Jadi maksudnya,Kamu menyuruh Ibu buat mencuci piring sama membersihkan dapur Kamu itu? Begitu?" Ibu Romlah menunjuk dirinya sendiri lalu menatap dalam wajah Naya dengan rasa tidak percaya nya.
" Yang makan itu Ibu sama anak gadis Ibu itu kan?" Naya menjawab dengan santai,Mbok Jum yang hendak membereskan semua kekacauan itu langsung di cegah oleh Naya melalui isyarat tangan nya dan meminta Mbok Jum untuk kembali ke kamar nya saja.
Mbok Jum pun mengangguk dan memilih kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk yang sudah di sediakan oleh Naya untuk beliau.
" Jahat sekali mertua Nona Naya,pantas saja Nona Naya tidak betah tinggal di rumah itu."
" Kok ada ya mertua yang tega seperti dia? Padahal dia juga memiliki anak perempuan yang suatu saat akan mendapatkan seorang Ibu mertua juga"Mbok Jum bermonolog dengan pikiran nya sendiri dengan kaki yang terus berjalan menuju kamar nya.
Bayu dan juga adik nya langsung melotot besar kepada Naya yang sedang menggoyangkan sebelah kaki nya.
" Nggak sopan sekali Mbak Naya memperlakukan Ibu ku!" sahut Clara yang tidak terima melihat ibu nya di perlakukan seperti itu.
" Kamu kenapa sih Nay? Makin hari kelakuan Kamu makin menjadi-jadi Aku lihat,dia ini Ibu kandung Aku." Bayu angkat suara lebih memihak kepada keluarga nya.
" Bukan kah Ibu selalu bilang kepada tetangga jika Aku ini perempuan pemalas dan mandul? Ayok dong kerjakan sendiri sesuai dengan ucapan Ibu tempo hari.jangan bisa menggosip aja kerjaan nya."Naya seolah tidak takut lagi membuat ibu mertua nya merasa tersudut, amarah yang di perlihatkan oleh Bayu tidak lagi membuat Naya berhenti menerima begitu saja.bayangan video yang di kirim Khodijah tadi pagi kembali membangkitkan semangat membela nya.
" Kalau kalian nggak terima! Silahkan ganti kan tugas Ibu kalian,itu pun jika kalian masih punya hati." ucap Naya sambil menatap kedua wajah yang sedang melongo melihat nya.
" Jangan lupa kalau kami ini adalah tamu di sini,tamu itu adalah raja yang harus di perlakukan istimewa." balas Clara tanpa berpikir panjang, mulut nya terlihat asal bicara saja tanpa mau mendengar kebenaran nya.
" Kalian sendiri yang datang menampakkan batang hidung kalian kesini, Aku tidak pernah memintanya.dan ingat!Kalau menjadi tamu itu! Harus punya rasa malu dan sopan santun kalau masuk ke rumah orang,jangan nyuri dan duduk yang benar,sofa baru ku ini bisa rusak terkena hantaman kaki kalian." ujar Naya begitu berani nya, tatapan mata membunuh dari Bayu di abaikan oleh Naya yang sudah terlanjur sakit hati.
" Bersih kan. piring itu dan cepat pergi dari rumah ku ini." setelah mengucapkan kata itu Naya langsung keluar dari rumah menghampiri rombongan Ibu -ibu komplek yang sedang mendata warga baru untuk di ajak ikut arisan komplek.
Naya terlihat nyaman berbicara dengan ke 5 Ibu - ibu yang usia nya berada di atas dia.senyum manis keluar dari bibir mungil Naya.
" Minggu depan Mbak Naya jangan lupa datang ke Arisan komplek kita ya Mbak." ucap Ibu RT mengingat kan yang merupakan ketua arisan nya.
" Siap Ibuk, nanti akan Saya sempat kan datang ke sana, ngomong -ngomong tempat arisan nya di mana ya Bu ?" tanya Naya yang memang belum hapal betul seluk beluk komplek perumahan nya.Naya belum mengenal dekat Ibu-ibu yang menjadi tetangga nya.
" Aduh! Maaf Mbak Naya,Saya sampai lupa mengatakan tempat nya karena terlalu asyik mengobrol dengan Mbak Naya.wajah Mbak Naya begitu enak di pandang oleh mata Saya,bukan begitu Ibu -ibu?" Ibu RT terdengar meminta pendapat teman-teman nya tentang penilaian terhadap Naya.
" Benar Bu RT,Wajah nya Mbak Naya seperti masih gadis saja,Saya saja sampai pangling melihat nya ." puji ibu yang memakai baju daster warna ungu.
"Ngomong-ngomong Mbak Naya pakai bedak apaan ? Kok bisa sampai bersih dan putih seperti ini?" Ibu-ibu yang niat nya ingin mengajak gabung Naya ke dalam kegiatan rutin RT malah berubah menjadi konsultasi masalah kulit dan kecantikan.
" Saya hanya pakai bedak tabur saja Buk,selebih nya tidak pakai apa-apa lagi." jawab Naya jujur.
" Masa sih Mbak? Kulit Mbak ini sudah seperti model saja, kinclong banget." sahut ibu yang sedang duduk beralaskan sendal nya.
" Masya Allah terimakasih atas pujian nya Buk,tapi Saya sebenarnya tidak pernah merasa seperti itu, Saya ini hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa.tidak cocok di bandingkan dengan artis papan atas." jawab Naya sambil tersenyum ramah.Naya sengaja mengajak tamu nya berbicara di teras depan agar tidak ikut melihat bagaimana kurang ajar nya keluarga sang suami.
" Mbak Naya suka sekali merendah,tapi Saya sebagai seorang wanita saja terpesona dengan kecantikan wajah Mbak Naya, pasti suami mbak Naya beruntung sekali bisa mendapatkan Mbak? Suami Mbak juga ganteng ya?" tanya Ibu RT penasaran.
" Sayang nya suami ku tidak pernah seperti itu Buk! Sudah lama Aku hidup bahagia jika benar Mas Bayu baik dan merasa beruntung mendapatkan Aku."
" Entah kenapa Aku seperti merasakan mendapatkan malapetaka dahsyat bisa hidup dan tinggal satu rumah dengan pria yang tidak pernah bersyukur." ucap Naya dalam hati nya dan tetap tersenyum manis.
" Kami permisi dulu ya Mbak,mau mampir ke tetangga baru yang lain nya, terimakasih atas jus segar dan juga cemilan nya." pamit Ibu RT tidak lupa mengelus wajah baby face milik Naya.
" Iya Buk,jangan bosan untuk datang ke sini lagi." balas Naya dan kembali masuk ke dalam rumah.
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments