Bab 14

" Sudah-sudah."Ibu Romlah melerai perdebatan itu dan mengurung kan niat Clara yang hendak bertindak kurang ajar kepada Naya.

" Tidak usah ribut- ribut lagi, Perut Ibu sudah lapar sejak tadi belum di isi sama makanan, sekalian tolong bikin kan juga Ibu jus segar." pinta Ibu Romlah begitu santai nya dan langsung menyilangkan kaki nya kembali menjatuhkan bokong nya di atas sofa milik Naya.

" Untuk Aku juga." ucap Clara menimpali.

Naya hanya mengedikkan bahu nya, menatap sekilas Mbok Jum.

" Bikin dan ambil sendiri kalau Ibu mau menumpang makan,atau..Kalau nggak suruh anak gadis Ibu yang paling benar ini untuk melayani Ibu.jangan hanya bisa menyuruh saja yang bisa nya ."

Setelah mengucapkan kalimat tersebut ,Naya langsung menarik tangan Mbok Jum untuk pergi meninggalkan kedua manusia yang tidak tahu diri ini.

" Naya! Naya ! Jangan durhaka Kamu kepada Ibu ya? Kalau bukan karena belas kasihan Ibu,sudah sejak dulu Kamu di tendang oleh Bayu dan hidup di jalanan sana." teriak Ibu Romlah dan langsung mengikuti langkah kaki Naya dari belakang.

" Oh ya..Suruh saja anak Ibu itu menendang Aku sekarang juga.Aku nggak pernah takut." balas Naya mengunci semua pintu kamar yang ada di rumah nya dengan di bantu oleh Mbok Jum.

" Heh! Menantu mandul! Kenapa Kamu mengunci semua pintu kamar ini? Lalu Ibu sama Clara mau istirahat di kamar mana?" tanya Ibu Romlah menatap sinis semua kunci yang berada di tangan Naya.

" Tidur di rumah Ibu saja,ini rumah Aku..Dan bukan tempat penampungan orang tua." jawab Naya cuek lalu bergegas masuk ke dalam kamar nya.

Mbok Jum pun juga ikut pergi masuk ke dalam kamar nya meninggalkan Ibu dan Anak itu yang sedang menggerutu kesal karena di tolak oleh Naya.

" Naya! Naya!" teriak Ibu Romlah begitu emosional.

Naya tetap melangkah mengabaikan suara gaib itu ,dia tidak perduli lagi dengan kehadiran kedua manusia ini,toh semua pintu kamar sudah tertutup dan mereka berdua tidak akan bisa menikmati suasana rumah ini.

Ibu Romlah dan Clara sengaja tidak makan dari rumah berharap bisa menumpang makan di rumah bagus yang di ceritakan oleh Putra nya.semalam Bayu sengaja mengirim foto rumah yang dia tempati kepada ibu nya dan meminta sang ibu untuk segera datang berkunjung ke rumah nya.

" Apa-apaan ini?" Ibu Romlah kembali terlihat mengamuk saat melihat makanan yang tersisa di bawah tudung saji sudah tinggal sedikit dan itu hanya cukup untuk satu orang saja.

Karena sudah terlanjur merasa lapar,Ibu Romlah dan juga Clara makan dengan seadanya.setelah mereka selesai makan.Clara langsung membuka kulkas milik Naya dan mengeluarkan semua cemilan yang bisa dia makan untuk menambah isi perut nya yang masih kelaparan.

Mbok Jum yang sudah di larang oleh Naya untuk membantu kedua nya memilih tetap berdiam diri di dalam kamar menunggu Naya datang memanggil beliau untuk keluar.

Pukul 5 sore Naya baru keluar dari kamar nya bertepatan dengan suara mobil sang suami yang baru pulang bekerja.

Tanpa mengucap kan salam Bayu langsung menyelonong masuk dengan wajah marah nya.

Bayu nampak menghela nafas kasar nya melihat sang Ibu dan Adik nya tengah tertidur di atas tempat yang menurut dia tidak nyaman jika di tempati berdua.

" Naya! Kamu kenapa memperlakukan Ibu dan Clara seperti ini?" tanya Bayu saat melihat Naya baru keluar dari kamar nya.

" Apa maksud Kamu Mas?" Naya berjalan menghampiri Bayu lalu mencium punggung tangan nya masih ingin menjalankan kebiasaan nua seperti biasa.

Bayu menolak uluran tangan itu dan memilih menyembunyikan kedua tangan nya di belakang saku celana.

" Aku hanya ingin berbakti,jika Kamu tidak suka,maka untuk kedepannya Aku tidak akan lagi melakukan bakti itu.cukup sampai di sini dan tidak akan pernah lagi." tutur Naya tanpa merasa tersinggung sedikit pun.

Bayu nampak membuang muka nya ke arah lain.

" Jawab pertanyaan Aku? Kenapa Kamu melarang Ibu ku untuk tidur di dalam kamar?" hardik Bayu masih dengan emosi yang sudah melambung tinggi.

" Mereka datang kesini hanya untuk melihat Kamu! Untuk apa Aku membiarkan mereka tidur di dalam rumah ku ini, bisa-bisa mereka keenakan dan lupa angkat kaki dari sini." balas Naya tidak kalah emosi.

" Bukan nya kemarin Ibu bilang tidak sudi tinggal satu rumah dengan wanita mandul dan juga pemalas seperti Aku ini?Terus untuk apa lagi mereka datang menganggu Aku." sambung Naya lagi.

" Diam Kamu!" Bayu membentak Naya begitu kuat nya.

" Buka pintu kamar nya, biarkan Ibu menginap untuk sementara waktu di rumah kita ini." ujar Bayu agar Naya mau menerima keputusan nya.

Clara bersorak gembira dalam hati nya,dia sengaja mengadu kan semua perlakuan buruk Naya melalui pesan singkat yang dia kirim kepada Bayu tadi siang.

" Mampus Kamu!" batin Ibu Romlah tersenyum puas melihat Naya yang sedang di marahi oleh putra nya.

" Aku tidak akan pernah mau memberikan izin mereka tidur atau pun menginap di rumah milik ku ini." tolak Naya lebih tegas lagi,dia tidak akan pernah membiarkan kedua wanita ini kembali berkuasa di rumah yang jelas -jelas sertifikat nya tertulis nama dia Kanaya Putri Hermansyah sebagai pemilik sah nya.

" Naya! " Bayu menegur Naya dengan wajah nya yang sudah memerah menahan amarah.

Mbok Jum yang sayup-sayup mendengar suara keributan dari arah ruang tamu langsung berlari keluar dari kamar nya dan memilih mengintip dari dinding pembatas dapur.

" Tega sekali Kamu memperlakukan Ibu seperti ini.padahal Ibu ini adalah Ibu kandung dari suami Kamu." ucap Ibu Romlah memulai drama mengharukan.

Naya yang sedang berdiri melipat tangan langsung tertawa mendengar nya.

" Siapa yang tidak tahu kalau Ibu adalah Ibu nya Suami ku,satu dunia pun tahu karena Ibu dengan lancang nya mengumumkan mempunyai menantu mandul dan pemalas seperti Aku ini.untuk apa Ibu mengakui lagi kalau Aku ini adalah menantu Ibu?" hardik Naya menekan setiap kata agar Ibu Romlah dengan mudah memahami setiap makna yang dia ucapkan.

" Naya jaga sikap Kamu!" suara Bayu terdengar melemah dan tidak sanggup lagi meladeni perdebatan panas ini, tenaga nya sudah terkuras banyak saat berada di kantor,namun di dalam rumah kembali terpaksa terkuras menghadapi istri nya yang sudah tidak selembut dulu lagi.sikap Naya benar-benar berubah drastis saat ini.

" Sikap Aku tergantung sikap kalian semua." jawab Naya santai.

Baru saja Naya menutup mulut hendak pergi meninggalkan ruang tamu yang terasa panas.

Suara adik ipar nya menghentikan langkah kaki Naya.

" Dasar menantu kurang ajar." ucap wanita yang umur nya jauh berada di bawah Naya.

Naya menanggapi nya dengan sebuah senyuman miring.

Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Begitulah sebaiknya bersikap pada orang yang tidak tahu diri...

2024-07-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!