" Hei..Kanaya! Jangan kurang ajar Kamu,kita belum selesai berbicara." Kanaya memilih tidak menyahuti lagi ucapan sang Ibu mertua dan terus berjalan masuk ke dalam kamar nya.
Melihat cermin besar yang ada di dekat lemari baju nya,Kanaya langsung bergegas berdiri di depan cermin itu dan menatap tidak percaya bekas tamparan suami nya masih meninggalkan jejak yang sangat jelas di kulit bersih nya.
" Tega sekali Kamu berbuat kasar kepada Aku Mas?"batin Kanaya yang tidak berhenti mengelus pelan Pipi nya yang masih terasa begitu panas.
Sakit sekali hati Kanaya mengetahui Suami nya yang telah berubah drastis.Kanaya menghapus pelan air mata nya lalu memilih membaringkan tubuh nya dia atas kasur.
Niat hati ingin segera tidur dan bisa melupakan sejenak semua masalah yang sudah terlanjur terjadi di dalam hidup nya.namun nyata sampai jam 23 tengah malam,mata Kanaya masih belum mau juga di ajak kompromi dan malah terbuka semakin lebar.
Setelah pertengkaran tadi terjadi,Bayu belum menampakkan wajah nya lagi di hadapan Kanaya.dari arah ruang tamu depan, Kanaya sayup-sayup mendengar suara televisi yang masih menyala ,dan mungkin saja suami nya sedang berada di sana,Kanaya sudah tidak perduli lagi apa yang mereka lakukan, mulai saat ini dia hanya ingin fokus kepada diri nya sendiri.
" Lebih baik Aku kembali bekerja saja,dari pada berdiam diri di rumah dan membiarkan Ibu mertua jahat itu semakin bersikap di luar nalar.Aku masih ingin waras." batin Kanaya membulat kan tekad nya untuk kembali bekerja meskipun sang suami menentang keras keputusan nya itu.
" Aku sudah bosan di jadikan bahan gunjingan Ibu dan anak gadis nya yang tidak tahu Terimakasih itu. bahkan telinga ku rasa nya mau bernanah mendengar Ibu selalu memburuk kan Aku dengan ibu-ibu lain."
Suatu hari Kanaya pernah menangkap basah Ibu Romlah yang sedang memburukkan dia kepada kumpulan ibu-ibu yang sedang membeli sayur.mulut Ibu Romlah dengan tega nya mengatakan Kanaya adalah wanita yang mandul,sudah 1 tahun menikah tetapi belum juga hamil.bahkan Ibu Romlah menyebut jika Kanaya adalah seorang wanita yang pemalas.
Sakit sekali hati Kanaya mendengar nya,ingin rasa nya dia membalas telak ucapan salah dari mulut Ibu mertua nya,namun karena tidak ingin membuat malu dan kegaduhan di depan rumah mereka,Kanaya memilih diam dan menenangkan diri nya untuk tidak membalas perbuatan jahat yang dia dapat kan.
Setelah puas menangis dan bermonolog dengan diri nya sendiri.Kanaya memutuskan untuk memaksa mata nya untuk segera tidur.karena besok adalah hari pertama dia mulai bekerja.
Niat nya Kanaya akan datang langsung ke perusahaan orang tua nya dan meminta langsung pekerjaan kepada sang Papa yang masih memimpin perusahaan mereka.
Di dalam lelap nya tidur Kanaya masih bisa dia melihat ketika suami nya membuka pintu kamar lalu ikut membaringkan tubuh nya di samping Kanaya yang sengaja memilih tidur membelakangi sang suami.
Keesokan pagi nya Kanaya sengaja bangun lebih pagi lagi demi menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga yang zalim kepada dia.karena tidak ingin telat berangkat bekerja,Kanaya memilih memasak nasi goreng spesial untuk sarapan pagi hari ini.Kanaya lanjut lagi menyapu seluruh ruangan yang ada di rumah ini terkecuali kamar sang Ibu mertua dan juga adik ipar laknat nya.biasa nya Kanaya dengan senang hati membantu membersihkan kamar mereka berdua, tetapi semenjak perselisihan yang terjadi tadi malam,Kanaya seolah enggan lagi berbuat baik kepada mereka berdua.
" Mereka masih punya tangan dan juga kaki yang lengkap,biarkan saja mereka mencoba memegang sapu biar tahu diri." gumam Kanaya yang terus melanjutkan pekerjaan agar bisa selesai lebih cepat lagi.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah nya,Kanaya memilih mandi dan langsung bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan milik orang tua kandung nya.
Sejak pagi tadi Kanaya belum berbicara kepada suami nya sepatah kata pun.
Bayu yang baru keluar dari kamar mandi langsung terkesiap melihat Kanaya yang sudah berpakaian rapi dengan blazer abu-abu sebagai andalan nya.
" Kamu mau kemana?" tanya Bayu dengan nada suara ketus tanpa menggunakan embel-embel sayang lagi.
" Hari ini Aku mulai bekerja kembali di perusahaan Papa." jawab Kanaya sambil merapikan rambut nya yang masih berantakan.
" Kapan Aku mengizinkan Kamu kembali bekerja?" tanya Bayu semakin mendekat ke arah Kanaya,namun wanita ini sama sekali tidak memperdulikan bagaimana raut wajah suami nya yang sedang marah sekali.
" Meski tanpa izin dari Kamu! Aku akan tetap bekerja seperti dulu sebelum kita menikah.Aku sudah tidak nyaman berdiam diri di rumah ini.Dan Aku tidak ingin hanya di anggap menumpang hidup pada kalian sekeluarga." jawab Kanaya semakin berani,dia malah sengaja membalas tatapan nyalang dari mata Bayu.
" Awas! Aku mau buka pintu lemari ini." pinta Kanaya agar suami nya bergeser dan dia bisa mengambil tas yang sudah lama tidak pernah dia pakai lagi.
" Kamu tidak akan pergi kemana pun.Aku tidak akan membiarkan Kamu keluar dari rumah ini walaupun hanya satu langkah." ucap Bayu dengan tatapan mata tajam nya.
" Bagaimana ini?" batin Kanaya sambil menggigit bibir bawah nya berusaha mencari jalan keluar yang tepat.sedetik kemudian kedua kaki nya tetap melangkah ingin keluar dari dalam kamar namun salah satu tangan nya sudah terlebih dahulu di cekal oleh suami nya.
" Lepas Mas! Aku harus segera berangkat ke kantor." pinta Kanaya sambil menggoyangkan tangan nya agar bisa terlepas dari jeratan tangan sang suami.
" Tidak akan! Kalau Aku bilang tidak... Ya tidak." teriak Bayu semakin emosi.
Kanaya menoleh kan wajah nya kepada Bayu lalu tersenyum simpul.
" Baiklah..Jika itu keputusan Kamu Mas, tetapi Aku mau Kamu mengabulkan satu permintaan ku." tantang Kanaya yang sudah memikirkan nya dengan matang sesuatu yang akan dia minta.
" Apa itu?" tanya Bayu dan perlahan melepaskan cengkraman tangan Kanaya sedang kan pintu kamar sudah dia kunci terlebih dahulu.
Tanpa mereka berdua sadari,di luar kamar mereka itu ada Ibu Romlah yang sedang menguping pembicaraan yang terjadi antara putra kebanggaan nya dengan menantu yang mulai dia anggap sebagai musuh bebuyutan nya.
" Kalau Mas tidak mau menuruti permintaan Aku, berarti Mas sepakat membiarkan Aku kembali bekerja di perusahaan orang tua ku." Kanaya menjelaskan sebab akibat yang akan Bayu dapat kan dari tawaran yang akan dia pinta.
" Katakan dulu apa yang ingin kamu minta?" ujar Bayu merasa was-was.firasat nya mengatakan ada hal buruk yang akan terjadi kepada dia saat ini.
" Aku mau kita pindah dari rumah ini hari ini juga,entah itu mau mengontrak atau pindah ke rumah orang tua ku." ucap Kanaya sambil melipat kedua tangan nya di dada.
Deg!
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments