Kanaya masuk ke dalam rumah sambil menenteng semua kantong belanjaan nya.
Ceklek
Bunyi pintu terbuka membuat Bayu yang sedang tidur langsung membuka kedua mata nya dan duduk menyandar kan kepala nya di sandaran sofa.
" Kamu dari mana saja sayang? Kenapa lama sekali?" tanya Bayu sambil menahan kantuk nya.
" Dari supermarket Mas, tolong bantuin Aku bawa semua belanjaan nya Mas." pinta Kanaya yang merasa kerepotan harus membawa kantong yang berisi banyak bahan makanan.
Bayu pun langsung berdiri dan mengambil alih kantong yang ada di tangan Kanaya.
" Sekalian sama yang di dalam mobil ya Mas." teriak Naya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.
" Hmm." Bayu mengerjakan setengah hati apa yang di perintahkan oleh sang istri.
Semua barang-barang yang ada di dalam mobil sudah di turunkan dan di bawa masuk oleh Bayu.sambil menunggu Kanaya keluar dari dalam kamar mandi,Bayu memilih menyantap anggur dan jeruk yang dia temui di dalam kantong belanjaan Naya.
" Semua belanjaan Naya ini pasti tidak murah,banyak juga duit istri Aku." batin Bayu yang tanpa merasa malu.selama ini Bayu tidak pernah mau tahu tentang urusan uang belanja,semua nya dia serahkan kepada Naya.
" Sayang! Aku boleh pinjam uang Kamu ngga?" ujar Bayu setelah melihat Naya keluar dari kamar mandi dapur.
" Pinjam uang? Untuk apa Mas?" tanya Naya penasaran.
" Mmm tadi Clara menelpon Mas minta uang untuk membayar buku yang dia pesan dari guru nya.kasihan Clara sayang, tinggal dia saja yang belum memakai buku karena belum melunasi pembayaran nya."jawab Bayu sedikit menambah kan bumbu penyedap nya agar Naya mau memberikan pinjaman untuk dia.
Kanaya menarik nafas dalam-dalam,dia baru ingat bahwa hidup semua anggota keluarga suami nya bergantung pada gaji sang suami.
" Aku tidak punya uang lagi Mas,semua nya sudah Aku habiskan untuk membeli bahan makanan ini." jawab Naya berbohong.dia sudah tidak mau lagi menjadi dewa penolong untuk orang yang tidak bisa berterima kasih.
Bayu langsung terkejut mendengar jawaban Naya ,baru hari ini dia mendengar Naya mengatakan tidak punya uang lagi, padahal sebelumnya wanita ini selalu mengiyakan apapun yang di ucapkan oleh suami nya.
"Sayang! Aku hanya meminjam bukan minta."kekeuh Bayu tidak mau mengalah.
Naya memejamkan mata nya sejenak lalu membuang kasar nafas nya yang masih tercekat.selama ini alasan Bayu selalu meminjam tetapi tidak pernah sekali pun dia membayar nya.
" Mau Kamu pinjam kek, atau apalah itu Mas,Aku tetap tidak punya uang lagi." jawab Naya langsung mengambil kantong belanjaan dan menyusun nya ke dalam lemari pendingin.
"Jangan bohong Kamu sayang! Maka nya jadi istri itu yang hemat,jangan suka boros, untuk apa Kamu membeli semua ini?"kata Bayu dengan suara lantang nya.
Kanaya langsung mengalihkan pandangan nya kepada sang suami yang juga sedang menatap emosi kepada dia,hanya karena tidak di kasih meminjam uang untuk sang adik,Bayu sudah emosi seperti ini.
" Kamu pikir gaji Kamu selama ini cukup untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga kita dan juga rumah ibu mu dan sekolah adik mu? Hah?" hardik Naya menekan setiap kata yang dia ucapkan.
" Gaji Kamu yang 10 juta itu tidak akan cukup memenuhi semua nya,bahkan tabungan ku sampai terkuras hanya karena ingin membantu Kamu,tega sekali Kamu mengatai Aku seperti itu."
" Kalau memang bagi Kamu barang -barang ini tidak perlu,baiklah...Aku tidak akan memasak karena semua ini akan aku jual lagi dan Kamu boleh mengambil uang nya,tapi jangan pernah tanyakan lagi di mana letak makanan untuk mu." balas Naya menahan air mata nya yang ingin tumpah.
Perkataan Bayu kali ini benar-benar menyakitkan bagi Naya,belum sembuh luka yang tadi malam dia torehkan,siang ini Bayu kembali menorehkan luka baru yang tidak pernah Naya duga sebelumnya.
" Maksud Kamu apa Kanaya?" tanya Bayu semakin emosi.
" Begini ya Mas,Kamu serahkan saja semua uang gaji mu kepada Ibu mu dan minta dia untuk mengatur keuangan kalian, Aku tidak akan meminta jatah sepeserpun dari gaji Kamu.dan mulai hari itu juga Aku tidak akan lagi memasak untuk Kamu dan mengurus semua kebutuhan Kamu.Aku ini memang wanita boros dan tidak berguna."jawab Naya memang sudah tidak sanggup lagi menghadapi sang suami dan juga keluarga nya.
" Kamu apa-apaan sih Nay? CK..." Bayu kehabisan kata-kata untuk menjawab ucapan Naya, kantong belanjaan yang ada di depan dia langsung di tendang menggunakan kaki kanannya yang sangat panjang itu.
Naya sampai terjingkat kaget langsung mengelus dada nya.
" Ya Allah tegar kan hati ku dan kuat kan batin ku ." gumam Naya berharap bisa lebih sabar lagi menghadapi suami dan keluarga nya.
Disaat kedua nya sedang terdiam dalam pikiran mereka masing-masing.suara bel berbunyi membuat kedua nya saling menatap namun tidak ada yang membuka suara.
Naya yang tidak ingin sang tamu menunggu terlalu lama langsung berdiri dan bergegas membukakan pintu.
" Mama!" seru Naya merasa kaget dengan kedatangan sang Mama yang secara tiba-tiba.
"Apa kabar sayang?" Mama Meri langsung memeluk tubuh sang putri yang sudah lama tidak pernah menemui dia.
" Baik Ma,Mama sendiri bagaimana kabar nya?" tanya Naya yang ikut membalas pelukan sang Mama.
" Mama juga baik sayang.Kamu kenapa tiba-tiba pindah kesini sayang?" tanya Mama Meri penasaran.selama ini Naya selalu menolak jika di minta oleh sang Mama untuk menempati rumah nya sendiri,Mama Meri sudah tahu betul bagaimana rasa nya hidup satu atap dengan mertua. tatapan mata Mama Meri mengisyaratkan sebuah kekhawatiran yang luar biasa kepada putri semata wayangnya.
Kanaya terpaksa menampilkan senyuman nya.
"Nggak papa kok Ma,Naya pengen mencoba hidup mandiri saja,lagian sayang juga sama rumah ini tidak ada yang menempati nya."
jawab Naya membalas tatapan mata sang Mama.
Bayu yang masih di selimuti amarah nya mengintip sejenak di balik gorden pintu pembatas dapur dan ruang tamu.
" Mama! Kenapa Mama bisa ada di sini?" batin Bayu dengan kaki yang sudah bergetar hebat.
Kepala nya mendadak berputar hebat merasa tidak enak kepada sang mertua.
" Apa ini ulah Kanaya ya? Dia sengaja ingin menjatuhkan harga diri ku di depan keluarga nya!" tuduh Bayu sesukanya tanpa tahu alasan sebenarnya.tidak ingin semakin menambah kecurigaan sang mertua kepada dia,Bayu terpaksa melangkah kan kaki nya menuju arah depan.
" Mama!" panggil Bayu yang berhasil mengalihkan atensi kedua wanita yang sedang berbicara itu.Bayu pun langsung mencium punggung tangan Mama mertua nya.
" Apa kabar Nak?" tanya Mama Meri ramah.
"Alhamdulillah baik Ma,Mama sama Papa apa kabar?" tanya Bayu balik.sebenarnya pria ini sangat grogi sekali berhadapan langsung dengan Mama mertua nya.entah kenapa dia merasa bersalah sendiri padahal kedua mertua nya terlihat baik-baik saja dan selalu memperlakukan dia selayaknya anak kandung nya.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.😍🥰😍🥰😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments