Bab 3

" Jadi Ibu mau Aku bagaimana lagi? Sudah cukup Aku kalian jadi kan pembantu di rumah ini, sedang kan Ibu selalu saja menghina dan menyudutkan Aku.masih untung Aku mau menutupi semua kebutuhan rumah ini.tetapi tetap saja tidak pernah kalian hargai." balas Kanaya begitu berani bahkan dia mengabaikan suara suami yang meminta dia untuk diam dan jangan bicara lagi,namun karena hati nya sudah terlanjur sakit.Kanaya mengeluarkan semua sisi garang nya yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

" Selama ini Aku tidak pernah mempermasalahkan kemana pergi nya gaji Mas Bayu? Tetapi apa? Ibu masih saja mengatai Aku boros dan boros.hanya karena Aku ngga mau membeli kan Ibu perhiasan Ibu dengan tega nya menuduh dan mencaci Aku sesuka hati Ibu." Kanaya mengeluarkan semua keluh kesah yang dia simpan di dalam benak nya.

Beberapa hari yang lalu,Ibu mertua nya sempat meminta di belikan perhiasan seperti yang teman arisan beliau pakai,namun Kanaya menolak mentah-mentah permintaan Ibu mertua nya dengan alasan uang bulanan nya sudah menipis dan tidak bisa lagi memenuhi permintaan Ibu Romlah.mulai sejak itu beliau semakin membenci Kanaya dan semakin berbuat kasar terhadap Kanaya.

" Diam Kanaya!Yang sopan kalau bicara sama Ibu, wanita tua ini adalah Ibu ku mertua Kamu!" Bayu membuka suara dan pas kena hati Kanaya,Bayu memang anak lelaki satu-satunya dalam keluarga nya,Bayu juga lah yang menjadi tulang punggung keluarga sekaligus orang yang bertanggung jawab di rumah ini.semua kebutuhan anggota keluarga ini di penuhi oleh Bayu dari gaji nya yang tidak seberapa itu.Bayu selalu tunduk dan patuh kepada Ibu nya,tidak pernah sekali pun pria itu membantah ucapan sang Ibu meskipun itu salah dan tidak sesuai dengan keadaan ekonomi keluarga mereka.

" Apa maksud Kamu berbicara seperti itu Kanaya? Jadi selama ini Kamu tidak ikhlas membantu keluarga ini? Begitu?"hardik Ibu Romlah begitu sewot nya.

" Aku tidak pernah bilang seperti itu, tetapi jika Ibu menganggap seperti itu...Ya terserah sama Ibu saja,bagus jika kalian sadar diri."jawab Kanaya begitu berani dan sudah tidak mau lagi harga diri nya di injak -injak oleh orang tua suami yang selama ini selalu dia hargai dan dia hormati.kekesalan Kanaya benar-benar sudah mencapai batas normal nya.

Bayu melotot seketika melihat Kanaya melawan Ibu nya yang sangat dia cintai itu.Kanaya membalas tajam sorot mata suami nya.

" Kanaya ! Jangan bikin malu keluarga ini dengan suara kencang Kamu itu." tegur Bayu sangat murka melihat tingkah Kanaya yang dia anggap sudah melampaui batas.

" Bayu! Kamu lihat sendiri kan bagaimana durhaka nya istri Kamu kepada Ibu,kalau Kamu tidak ada di rumah kelakuan nya lebih parah lagi dari ini.seandai nya Ibu punya kekuatan lebih sudah sejak lama Ibu memberikan dia pelajaran sampai meregang nyawa, istri macam ini tidak perlu Kamu pertahankan lagi." Ibu Romlah sampai berkacak pinggang menghina Kanaya, sorot mata nya bahkan mengalahkan tatapan menakutkan dari Buto ijo.

Ibu Romlah terus memanas-manasi Bayu agar membenci istri nya.

" Berhenti mengompori Suami ku Bu! Jangan selalu ikut campur dalam rumah tangga kami." teriak Kanaya kencang.

Semua orang menatap tajam ke arah Kanaya termasuk sang adik ipar yang baru pulang entah dari mana.

" Kanaya ! Berani Kamu!"Bayu pun membalas dengan berteriak yang di barengi dengan tangan nya yang terangkat sempurna ke atas.sedetik berikut nya..

Plak..

Sebuah tamparan keras dari tangan suami nya melayang sempurna di pipi kanan Kanaya.

Seumur hidup Kanaya,Bayu lah orang yang pertama kali berani bertindak kasar kepada dia.

yang merupakan putri tunggal dan putri kesayangan kedua orang tuanya.

Kanaya merasakan perih yang teramat sangat di pipi mulus nya.pandangan arah mata Kanaya langsung tertunduk ke arah lantai setelah merasakan sebuah tamparan keras baru saja mendarat tepat di wajah nya.tangan kanan Kanaya bergerak perlahan menyentuh kulit wajah nya yang mulai terasa panas.pandangan mata Kanaya tiba-tiba saja buram tak terelakkan lagi.

Kanaya mengalihkan tatapan mata nya dan menatap dalam sosok tersangka yang telah menampar pipi nya.seorang pria yang dulu datang melamar dia begitu manis dan sopan nya.dan berhasil mempersunting diri nya dalam masa pendekatan yang sangat singkat.laki- laki yang selalu menjaga dan melindungi dia dari dunia luar,sosok laki-laki yang selalu berkata lembut dan tidak pernah berkata kasar dan menyakiti nya.entah bisikan setan mana yang bisa merasuki tubuh nya sampai dia tega memperlakukan Kanaya seperti ini.

" Kamu berani menampar Aku Mas?" tanya Kanaya dengan suara lirih dan wajah sendu nya.

" Iya...Kamu memang pantas mendapatkan itu karena sudah berani kurang ajar kepada Ibu ku."jawab Bayu masih dengan raut wajah penuh emosional.di mata Bayu seolah-olah Kanaya adalah akar permasalahannya.

" Mampus!" seru adik ipar Kanaya yang sedang duduk di sofa masih menggunakan seragam sekolah nya.

Di samping Bayu ada Ibu Romlah yang sedang tertawa mengejek melihat Kanaya yang sedang kesakitan.Ibu dan anak ini seperti memiliki dendam kesumat kepada Kanaya.

" Kamu bisa melihat sendiri siapa yang lebih kurang ajar di rumah ini.Aku bisa menghargai orang lain jika mereka juga menghormati kehadiran ku di rumah ini."ucap Kanaya tidak merasa gentar sedikitpun menghadapi 3 orang anggota keluarga yang saling membahu menghancurkan mental nya.

"Dasar wanita tidak tahu diri! Sama suami sendiri masih saja melawan seperti itu.mau jadi apa Kamu kalau di ceraikan sama anak ku ini." sindir Ibu Romlah begitu percaya diri.Bayu yang merupakan lulusan sarjana administrasi terbaik di kampus nya selalu menjadi bahan kesombongan ibu Romlah kepada tetangga dan juga teman - teman kumpul nya.

Tanpa Ibu Romlah sadari berkat bantuan Kanaya dan juga kedua orang tua nya lah Bayu bisa menempati posisi bagus di perusahaan milik sepupu Kanaya,sepupu Kanaya ini juga bisa melihat bahwa Bayu punya skill dalam bidang nya, pekerjaan nya juga selalu berhasil dan tidak pernah mengecewakan atasan nya.setiap bulan Bayu selalu mendapat kan promosi jabatan dan sampai lah pada posisi seorang manager.

Kanaya menatap nanar ketiga manusia yang sudah menyakiti perasaan nya.mengapa bisa dia masuk ke dalam rumah si kancil yang sangat cerdik ini.di depan semua orang Ibu Romlah selalu memperlakukan Kanaya layak nya putri sendiri dan dia adalah mertua idaman bagi semua wanita yang ada di luar sana.tetapi semua kepalsuan itu akan hilang dalam sekejap ketika tamu nya sudah pulang dari rumah mereka.

" Terserah Ibu mau mengatakan Aku tidak tahu diri lah,pelawan, pembangkang atau apa lah.yang jelas Aku tidak seperti yang kalian tuduh kan." ucap Kanaya melirik sinis mereka bertiga secara bergiliran.cukup lama Kanaya menatap sang adik ipar yang usia nya jauh berada di bawah dia , tetapi sudah berani ikut menindas dia.

" Wle..." gadis remaja yang memakai seragam sekolah itu sengaja menjulurkan lidah nya untuk mengejek Kanaya yang sedang tersudut.

Tidak ingin melanjutkan lagi perdebatan sengit ini bersama ketiga manusia yang tidak punya hati.Kanaya langsung pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamar nya.

Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys..😍🥰😍🥰

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

kalo aku di posisi Kanaya...Good bye my love...dan selamat tinggal semuanya... langsung minggat...

2024-07-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!