Di cafe

Clarissa terpaksa menjemput Elvina di rumah gadis itu. Berbekal alamat yang di berikan oleh Elvina, Clarissa tidak kesulitan mencari rumah gadis itu. Sesampainya di sana, gadis yang memakai dress bewarna peach di padukan dengan sneaker putih tersenyum ketika melihat Clarissa.

"Hai, Robert. Kamu tidak kesulitan 'kan menemukan rumah ku?" tanya gadis itu dengan riang. Clarissa mematikan mesin motornya lalu menggeleng.

"Kamu yakin, memakai dress Naik motor?" tanya Clarissa seraya menelisik penampilan gadis yang ada di hadapannya.

"Aku kira kamu jemput aku pakai mobil. Makanya pakai dress." gadis itu mengerucutkan bibirnya. Clarissa memutar bola matanya jengah.

"Tidak punya mobil." ucapnya berbohong. Ia tahu karakter Elvina yang memandang seseorang dari penampilan dan hartanya.

"Untung kamu ganteng. Jadi tidak apa-apa sih pakai motor." Clarissa ingin muntah mendengar ucapan gadis yang berdiri dengan centil di hadapannya.

"Ya sudah, ayo kita pergi. Gerry dan yang lainnya pasti sudah menunggu."

Clarissa hanya mengangguk dan memberikan sebuah helm pada Elvina. Gadis itu menerimanya dan kesulitan memasang pengait pada helm.

"Ini gimana sih, cara pakainya?" tanya gadis itu dengan manja. Ia mendekatkan kepalanya pada Clarissa.

"Tinggal di pakai aja apa susahnya sih?"

"Aku tidak bisa, Robert. Tolong pasangin, kenapa?"

"Astaga! Ribet banget sih jadi cewek!" gerutu Clarissa.

"Pasang sendiri!" lanjutnya dengan cuek.

"Kok kamu gitu, sih? Tidak seperti cowok lain?"

"Jangan samain aku sama cowok lain! Jelas-jelas kita berbeda."

Tampak Elvina menghentakkan kakinya kesal seraya menatap Clarissa yang hanya membuang muka tak peduli. Setelah menunggu beberapa menit Elvina berhasil memakai helm dengan benar, lalu dengan kesal naik ke atas motor Clarissa.

"Nah, itu 'kan bisa. Jangan manja jadi cewek!" kata Clarissa kesal. Jika semuanya tidak menyangkut informasi tentang Emily, maka Clarissa tidak ingin dekat-dekat dengan gadis yang sekarang menelusupkan jemarinya ke pinggang Clarissa. Gadis itu melihat tangan Elvina yang melingkar dengan posesif di perutnya. Ia menghela napas berat dan mendongak ke atas.

"Bisa nggak jangan peluk-peluk?" kata Clarissa kesal dan berusaha melepaskan pelukan gadis yang ada di belakangnya.

"Nanti aku jatuh, gimana?" sahut Elvina dari belakang.

"Jangan lebay, deh. Tidak mungkin kamu akan jatuh."

"Kamu kenapa sih? Padahal banyak cowok yang mau aku peluk. Kamu aku peluk malah nolak." Elvina menekuk wajahnya, tapi tidak mau melepaskan pelukannya pada sosok Robert.

"Jangan samakan aku sama cowok lain. Aku risih kalau di peluk begini."

"Kamu kok bikin aku kesal, sih?"

"Kamu yang bikin aku kesal!" ketus Clarissa seraya melepas paksa tangan Elvina yang melingkar di pinggangnya.

"Ya sudah, terserah!" kata Elvina seraya beringsut mundur ke belakang. Ia terpaksa melepaskan pelukannya. Clarissa pun segera menjalankan motornya membelah jalanan yang ramai.

Di sepanjang perjalanan mereka berdua hanya saling diam. Bahkan ketika sampai ke cafe yang di tentukan, Elvina segera melepaskan helm yang ia pakai dan ia berikan kepada Clarissa tanpa berkata-kata apapun lagi. Ia segera masuk seorang diri meninggalkan Clarissa yang sedang sibuk memarkirkan motornya.

"Dasar cewek aneh! Merajuk aja sana. Aku tidak akan membujuk kamu. Bahkan jika kamu mau lompat dari gedung atau jembatan pun aku tidak akan peduli!" ujar Clarissa seraya berjalan perlahan menuju cafe. Ia memperbaiki kemeja yang ia kenakan, lalu mengedarkan pandangannya. Elvina dan Gerry tidak tampak di manapun, hingga ia melihat ada tangga menuju ke lantai atas.

Cafe ini terdiri dua lantai, Clarissa yakin mereka ada di sana sehingga gadis itu pergi ke lantai atas. Sesampainya di sana, benar saja. Di sana ia melihat Gerry, Elvina dan bersama temannya yang lain sedang mengejek Elvina.

"Makanya jangan pergi sama cowok dingin kayak si Robert. Jadi repot sendiri kan?" kata Ayumi, sahabat Elvina. Tampak Elvina yang hanya cemberut semenjak datang.

"Ya abisnya gimana? Tuh anak baru ganteng banget. Dia emang, cool. Tapi aku udah kepincut sama itu cowok."

"Gimana kita taruhan?" sela Tami seraya menaikan alisnya menatap satu persatu sahabat mereka.

"Taruhan apa?" sahut Gerry.

"Ya kita taruhan, kalau Elvina bisa jadian sama Robert maka mobil aku jadi milik Elvina." mendengar hal itu membuat Elvina mendelik.

"Are you serious?"

"Yes, i'm serious." Tami mengangguk yakin.

"Wah, keren. Aku yakin kalau Elvina tidak akan mungkin bisa jadian sama Robert. Lihat saja sikap pria itu yang begitu dingin. Pasti akan sulit menaklukan hati Robert." sahut Ayumi seraya tertawa. Mereka yang ada di sana pun ikut menertawakan Elvina. Clarissa yang mendengar pun hanya bisa tertawa geli.

"Dasar perkumpulan yang aneh. Seenaknya saja harta orang tua di jadikan taruhan." Gadis itu menggeleng, menatap jijik pada para anak muda yang sedang tertawa. Mereka duduk di dekat jendela yang menyuguhkan view dengan jalanan kota yang ramai.

Clarissa berjalan mendekati mereka, sontak saja mereka semua menghentikan tawa mereka.

"Eh, Robert. Sini duduk dekat Elvina." Sapa Ayumi seraya tersenyum. Diam-diam gadis itu sebenarnya juga mengagumi Robert. Clarissa hanya menurut tanpa mengucapkan sesuatu. Ia duduk di samping jendela, di kursi yang kosong. Gerry tak mengalihkan pandangannya pada Robert sehingga membuat Teo, sahabatnya menegurnya.

"Kenapa kamu melihat Robert seperti itu? Jangan bilang kalau kamu naksir sama Robert!" mereka semua yang ada di sana tergelak, kecuali Robert dan Gerry. Keduanya saling tatap dengan pikiran masing-masing.

"Jangan seperti itu, Gerry bukan seorang gay. Dia masih normal dan masih suka sama cewek." sahut Tami seraya menyeruput milkshake strawberry kesukaannya.

"Siapa tahu semenjak kematian Emily, selera Gerry berubah." sahut Dicky, seraya tertawa. Tatapan Robert beralih pada pria yang sedang tertawa itu.

"Jangan mengingatkan aku pada gadis itu." lirih Gerry tanpa menoleh. Ia terus menatap Robert.

"Ya, kami tahu. Kamu begitu menyukai Emily. Tapi sebenarnya caramu yang menyuruh anak-anak membully dia itu juga salah." sahut Ayumi. Tami yang berada di dekat gadis itu pun menyikut lengan Ayumi dan mendelik memberi kode.

"Apa? Memang benar, 'kan? Harusnya Gerry lebih gigih untuk mendapatkan hati Emily jika dia benar menyukainya. Tapi malah menyuruh semua anak membully-nya. Jika saja Emily tidak di bully, maka kemungkinan besar anak itu masih hidup sampai sekarang." Semua yang ada di sana hanya diam mendengar apa yang di katakan oleh Ayumi. Sementara Clarissa mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Ia mati-matian untuk menahan emosi dan tidak mematahkan rahang Gerry sekarang juga.

"Dia bunuh diri bukan karena aku." Gerry menatap Ayumi dengan tajam.

"Lalu karena apa? Dia frustasi karena selalu di bully oleh kalian semua. Aku juga kalau jadi Emily pasti akan melakukan hal yang sama." Gadis itu menatap Gerry cuek, mengabaikan tatapan pria yang duduk di seberangnya itu. Mengaduk jus melon yang ia pesan lalu menyeruputnya.

"Jangan menyalahkan aku atas kematian Emily!" geram Gerry menatap Ayumi dengan kesal.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

ada apa sebenar nya

2025-02-06

0

~**Alfi_Pjm** ~💜💜💜

~**Alfi_Pjm** ~💜💜💜

❄️

2024-01-29

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Diary Emily
3 Demi Emily
4 Tekad Clarissa
5 Gara-gara Andrew
6 Murid baru
7 Hari kedua di sekolah
8 Roti sobek
9 Menggali informasi
10 Menghindar
11 Cerita Andrew
12 Di balkon kamar
13 Kecurigaan Clarissa
14 Di peluk Pak Calvin
15 Di cafe
16 Kericuhan di cafe
17 Kejadian di balkon kamar
18 Tangis Clarissa
19 Mimpi masa kecil
20 Fakta baru
21 Hilangnya Diary Emily
22 Harapan Calvin
23 Menguntit
24 Mobil yang sama
25 Penyamaran yang terbongkar
26 Testpack
27 Di usir
28 Menikmati hujan
29 Tinggal bersama
30 Mencari Clarissa
31 Seorang dokter?
32 Amnesia mendadak
33 Cemburu
34 Bertemu Harry
35 Menuduh Harry
36 Tamu tak diundang
37 Hampir mati
38 Baku hantam
39 Pingsan?
40 Jangan pergi
41 Keras kepala
42 Di jemput paksa
43 Di paksa menikah
44 Pertikaian
45 Stevanus Atmaja
46 Jalan bersama
47 Makan Bakso bersama
48 Telur gulung
49 Menghabiskan malam bersama
50 Ungkapan perasaan
51 Backstreet
52 Interogasi
53 Sebuah ancaman
54 Bertunangan
55 Wanita simpanan Andrew
56 Tanpa kabar
57 Di rumah sakit
58 Tidak peka
59 Licik
60 Tumbal
61 Gaun Pemberian Andrew
62 Sundel bolong
63 Harta dan tahta
64 Misi rahasia Clarissa
65 Rencana yang gagal
66 Kenyataan pahit
67 Rumah kosong
68 Pengakuan Gerry
69 Di taman belakang
70 Dejavu
71 Terluka
72 Lelah
73 Sebuah harapan
74 Mansion keluarga Atmaja
75 Terungkap
76 Di kamar Andrew
77 Obsesi
78 Tidak pulang
79 Kegelisahan Aruna
80 Benar-benar gila
81 Menjadi tawanan
82 Jujur
83 Di Villa
84 Murahan
85 Klinik Aborsi
86 Berubah pikiran
87 Kronologi Kematian Emily
88 Melepaskan diri
89 Mencari cara
90 Berhasil kabur
91 Ezar
92 Kematian Ezar
93 Kedatangan polisi
94 Selamat tinggal Clarissa
95 Kematian Andrew
96 Di rawat
97 Menerima kenyataan
98 Dendam kesumat
99 Titik lemah
100 Di bandara
101 Rumah baru
102 Penguntit
103 Kesederhanaan
104 Hari pertama di kampus
105 Everything is still about you
106 Ada hati yang harus di jaga
107 Hari pertama bekerja
108 Aku bukan pelakor
109 Di ganggu preman
110 Babak belur
111 Penolakan Clarissa
112 Sadar posisi
113 Hampir terlambat
114 Pertanyaan Alin
115 Luka tak berdarah
116 Jauhi Calvin
117 Sebuah Foto
118 Muak
119 Meminta kesempatan kedua
120 Wanita Ular
121 Aku atau dia
122 Mencintai atau di cintai?
123 Kebakaran
124 Pernyataan cinta
125 Tak perlu memaksa
126 Meluruskan kesalahpahaman
127 Fakta sebenarnya
128 Will you marry me?
129 CLBK
130 Cinta tak beralasan
131 THE END
132 THANK YOU
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Prolog
2
Diary Emily
3
Demi Emily
4
Tekad Clarissa
5
Gara-gara Andrew
6
Murid baru
7
Hari kedua di sekolah
8
Roti sobek
9
Menggali informasi
10
Menghindar
11
Cerita Andrew
12
Di balkon kamar
13
Kecurigaan Clarissa
14
Di peluk Pak Calvin
15
Di cafe
16
Kericuhan di cafe
17
Kejadian di balkon kamar
18
Tangis Clarissa
19
Mimpi masa kecil
20
Fakta baru
21
Hilangnya Diary Emily
22
Harapan Calvin
23
Menguntit
24
Mobil yang sama
25
Penyamaran yang terbongkar
26
Testpack
27
Di usir
28
Menikmati hujan
29
Tinggal bersama
30
Mencari Clarissa
31
Seorang dokter?
32
Amnesia mendadak
33
Cemburu
34
Bertemu Harry
35
Menuduh Harry
36
Tamu tak diundang
37
Hampir mati
38
Baku hantam
39
Pingsan?
40
Jangan pergi
41
Keras kepala
42
Di jemput paksa
43
Di paksa menikah
44
Pertikaian
45
Stevanus Atmaja
46
Jalan bersama
47
Makan Bakso bersama
48
Telur gulung
49
Menghabiskan malam bersama
50
Ungkapan perasaan
51
Backstreet
52
Interogasi
53
Sebuah ancaman
54
Bertunangan
55
Wanita simpanan Andrew
56
Tanpa kabar
57
Di rumah sakit
58
Tidak peka
59
Licik
60
Tumbal
61
Gaun Pemberian Andrew
62
Sundel bolong
63
Harta dan tahta
64
Misi rahasia Clarissa
65
Rencana yang gagal
66
Kenyataan pahit
67
Rumah kosong
68
Pengakuan Gerry
69
Di taman belakang
70
Dejavu
71
Terluka
72
Lelah
73
Sebuah harapan
74
Mansion keluarga Atmaja
75
Terungkap
76
Di kamar Andrew
77
Obsesi
78
Tidak pulang
79
Kegelisahan Aruna
80
Benar-benar gila
81
Menjadi tawanan
82
Jujur
83
Di Villa
84
Murahan
85
Klinik Aborsi
86
Berubah pikiran
87
Kronologi Kematian Emily
88
Melepaskan diri
89
Mencari cara
90
Berhasil kabur
91
Ezar
92
Kematian Ezar
93
Kedatangan polisi
94
Selamat tinggal Clarissa
95
Kematian Andrew
96
Di rawat
97
Menerima kenyataan
98
Dendam kesumat
99
Titik lemah
100
Di bandara
101
Rumah baru
102
Penguntit
103
Kesederhanaan
104
Hari pertama di kampus
105
Everything is still about you
106
Ada hati yang harus di jaga
107
Hari pertama bekerja
108
Aku bukan pelakor
109
Di ganggu preman
110
Babak belur
111
Penolakan Clarissa
112
Sadar posisi
113
Hampir terlambat
114
Pertanyaan Alin
115
Luka tak berdarah
116
Jauhi Calvin
117
Sebuah Foto
118
Muak
119
Meminta kesempatan kedua
120
Wanita Ular
121
Aku atau dia
122
Mencintai atau di cintai?
123
Kebakaran
124
Pernyataan cinta
125
Tak perlu memaksa
126
Meluruskan kesalahpahaman
127
Fakta sebenarnya
128
Will you marry me?
129
CLBK
130
Cinta tak beralasan
131
THE END
132
THANK YOU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!