Diary Emily

Seorang gadis memakai pakaian serba hitam berjongkok di atas sebuah makam yang masih baru. Menaburkan bunga yang ia bawa dan meletakkan sebuah buket mawar di atas gundukan tanah. Setelah selesai, ia mengusap lembut nisan yang bertuliskan "Emily Valerie Johan". Gadis itu segera mengusap sudut matanya yang berair, menatap dengan nanar gundukan tanah yang menimbun jasad adiknya di bawah sana.

"Hai dek, kakak datang. Maaf kakak baru datang sekarang." suaranya terhenti, tenggorokannya tercekat. Ia merasa tak mampu untuk mengeluarkan sepatah kata apapun lagi. Kesedihan begitu mendalam ia rasakan. Kenangan manis bersama gadis itu melintas dalam ingatannya.

"Dek, sebentar lagi 'kan kamu akan lulus. Jadi kamu bisa dong nyusul kakak ke Amerika. Kita bisa tinggal bersama di Rumah bibi Alena dan paman Mark. Kita akan pergi kuliah bersama seperti SMA. Wah pasti akan sangat menyenangkan." kata Clarissa dengan mata berbinar. Mereka sedang duduk di taman belakang saat itu. Menghabiskan sore di sana sembari menikmati camilan ringan yang di siapkan asisten rumah tangga mereka.

"Emily mau kuliah di sini saja kak." ucap gadis berambut coklat itu seraya mengunyah camilannya. Mendengar hal itu membuat Clarissa terkejut.

"Loh, kenapa? Bukankah kemarin kamu bilang ingin kuliah di Amerika?"

"Awalnya sih iya, tapi setelah di pikir-pikir kasihan mama dan Papa akan merasa kesepian."

Clarissa tampak berpikir, ia tampak merenungkan ucapan adiknya yang menurutnya benar.

"Mereka bisa ikut pindah ke Amerika. Bukankah rumah peninggalan kakek dan Nenek masih ada di sana?"

"Benar sih, kak. Tapi 'kan perusahaan Papa tidak ada yang mengelola di sini. Lagi pula mereka mana mau tinggal di sana. Bisnis papa bisa berantakan jika di tinggalkan." Clarissa mengangguk beberapa kali. Benar juga yang adiknya katakan.

"Lagi pula, Emily tidak mungkin meninggalkan seseorang di sini." ucapannya membuat dahi Clarissa berkerut dalam. Ia menatap adiknya penuh curiga.

"Memangnya siapa? Kamu punya pacar?" tebak Clarissa.

"Uummm ... gimana, ya. Bisa di katakan seperti itu, sih. Tapi bisa di katakan kami hanya teman dekat." jawab Emily dengan tersipu malu. Wajahnya yang putih terlihat bersemu merah.

"Astaga. Pantas saja kamu berubah pikiran." Clarissa ikut tersenyum melihat adiknya yang begitu polos dan terlihat sedang jatuh cinta.

"Apakah dia tampan?" tanya Clarissa selanjutnya. Ia mulai mencari tahu siapa pria yang sudah membuat adiknya jatuh cinta.Emily mengangguk sebagai jawaban.

"Apakah kakak mengenalnya?" Lagi-lagi Emily mengangguk. Ia tampak malu dan menunduk.

"Apakah dia satu sekolah denganmu?" Emily mengangkat kepalanya. Tampak aslinya bertemu, matanya sedikit berputar.

"Ah nanti kakak pasti akan tahu sendiri. Ku harap nanti kakak dan orang tua kita akan merestui kami. Karena kami saling mencintai." lirihnya seraya menggigit bibir bagian bawahnya.

"Ayo dong kasih tahu. Kakak sangat penasaran siapa pria itu. Lagi pula kami pasti akan merestui hubungan kalian. Asalkan kamu bahagia." kata Clarissa seraya menggenggam tangan adiknya dengan sayang.

"Aku bahagia bersamanya, kak. Kami saling mencintai."

"Tapi kalian belum berpacaran?"

Emily menggeleng pelan. Gadis itu tampak menatap ke depan dengan kosong.

"Entahlah. Aku tidak tahu pasti dengan hubungan kami. Tapi ia bilang sangat mencintaiku."

Hening mengambil alih keadaan. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Hanya hembusan angin sore yang menerpa wajah cantik keduanya. Di temani mawar merah kesukaan Emily dan Mama Aruna yang bertaburan di taman.

Clarissa tersentak ketika sebuah tangan menyentuh pundaknya. Ia menoleh, seorang pria yang menemaninya sedari tadi mengulas senyum padanya.

"Ayo kita pulang. Sepertinya akan turun hujan." kata Andrew seraya menunjuk langit yang ada di atas mereka. Terlihat gumpalan awan hitam mengelilingi pemakaman. Clarissa mengangguk, ia kembali menatap makam adiknya dengan sendu.

"Kakak pulang dulu, ya. Besok kakak akan kembali lagi." janji Clarissa. Ia pun segera berdiri dan berjalan menjauh. Meninggalkan adiknya seorang diri di sana. Sementara Andrew berusaha mensejajarkan langkahnya dengan tunangannya.

"Clarissa, tunggu aku. Kenapa jalannya cepat sekali?" keluh Andrew yang berlari kecil menyusul gadis yang telah berjalan agak jauh darinya. Clarissa hanya diam tak menanggapi. Jika tidak karena paksaan Mama dan Papanya, ia tidak akan mau di antar oleh Andrew.

🌻🌻

Malamnya Clarissa masuk ke dalam kamar Emily. Ia berjalan memasuki kamar bernuansa pink itu dengan hati yang sakit. Jemarinya meraih sebuah bingkai foto Emily yang tersenyum menampakkan sederet gigi putihnya. Gadis itu mengenakan seragam sekolah. Clarissa duduk di kasur empuk milik adiknya. Kamar ini selalu rapi dan di bersihkan meski pemiliknya sudah tidak ada. Bahkan barang-barang Emily masih tersusun seperti saat gadis itu masih ada.

"Rumah ini menjadi sepi karena tidak ada kamu, dek. Kenapa kamu memilih jalan seperti ini? Apakah masalahmu sangat berat sehingga memilih untuk mengakhiri hidupmu? Seandainya waktu bisa di putar, maka kakak tidak akan pernah membiarkan semua ini terjadi." Lirihnya seraya mengusap wajah Emily yang penuh senyum.

Ia teringat dengan kejadian di taman sore itu.

"Apakah semua ini ada hubungannya dengan kekasih Emily? Tapi, siapa pria itu? Bagaimana aku bisa tahu pria yang membuat Emily jatuh cinta?" Clarissa tampak berpikir. Ia menerka-nerka siapa pria yang tengah dekat dengan gadis itu. Gadis itu terus mencari satu persatu pria yang ia kenal dan satu sekolah dengan adiknya. Tapi pikirannya buntu. Ia tidak bisa menemukan siapa pria yang di maksud Emily. Ketika hampir putus asa, ia menemukan hal yang mungkin bisa menjawab segala pertanyaannya.

"Oh ya, bukankah Emily punya buku diary?" Clarissa tersenyum cerah, ia segera meletakkan foto Emily dan menuju meja belajar adiknya. Tangannya dengan lincah mengobrak-abrik tempat buku Emily. Hingga ia menemukan sebuah buku dengan sampul pink dan terdapat love di sampingnya. Mata Clarissa berbinar, senyum segera terbit di wajahnya.

"Nah, ini dia." katanya seraya dengan cepat menarik buku itu dari tumpukan beberapa buku lainnya. Ia segera menyalakan lampu belajar. Membuka lembaran awal buku bersampul pink itu. Emily sangat menyukai warna pink. Sesuai dengan pembawaannya yang lembut. Tidak seperti dirinya yang menyukai warna hitam. Ia sedikit tomboi dan keras kepala.

Gadis itu membuka diary adiknya, berharap akan menemukan titik terang dari permasalahan ini. Tidak ada yang istimewa yang ia temukan dalam buku itu. Semuanya hanya kegiatan Emily di sekolah. Hingga sampai lembar kelima, ia menemukan tulisan Emily tentang sesuatu di sekolah.

Dear Diary, 25 July 2022

Elvina dan teman-temannya kembali membully Ku. Mereka merobek kertas ujianku yang mendapat nilai sempurna. Mereka berkata bahwa gadis jelek dan cupu sepertiku tidak pantas mendapatkan nilai sempurna. Mereka selalu mengatakan hal buruk padaku. Aku benci mereka, aku benci mereka!

Deg

Clarissa menutup buku itu dengan kedua tangan yang terkepal kuat. Matanya memancarkan sinar kebencian dan dendam. Ia tidak mengetahui jika selama ini adiknya mendapatkan perundungan di sekolah. Emily tidak pernah bercerita tentang apapun. Gadis itu selalu tampak ceria dan tanpa masalah. Ia merasa sangat bersalah karena tidak mengetahui hal sebesar ini.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

apa yang terjadi pada adik nya

2025-02-06

0

AdiADM go

AdiADM go

like novel

2025-02-05

0

pєkαᴰᴼᴺᴳ

pєkαᴰᴼᴺᴳ

Bahaya ini kalau sampai balas dendam

2023-06-01

3

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Diary Emily
3 Demi Emily
4 Tekad Clarissa
5 Gara-gara Andrew
6 Murid baru
7 Hari kedua di sekolah
8 Roti sobek
9 Menggali informasi
10 Menghindar
11 Cerita Andrew
12 Di balkon kamar
13 Kecurigaan Clarissa
14 Di peluk Pak Calvin
15 Di cafe
16 Kericuhan di cafe
17 Kejadian di balkon kamar
18 Tangis Clarissa
19 Mimpi masa kecil
20 Fakta baru
21 Hilangnya Diary Emily
22 Harapan Calvin
23 Menguntit
24 Mobil yang sama
25 Penyamaran yang terbongkar
26 Testpack
27 Di usir
28 Menikmati hujan
29 Tinggal bersama
30 Mencari Clarissa
31 Seorang dokter?
32 Amnesia mendadak
33 Cemburu
34 Bertemu Harry
35 Menuduh Harry
36 Tamu tak diundang
37 Hampir mati
38 Baku hantam
39 Pingsan?
40 Jangan pergi
41 Keras kepala
42 Di jemput paksa
43 Di paksa menikah
44 Pertikaian
45 Stevanus Atmaja
46 Jalan bersama
47 Makan Bakso bersama
48 Telur gulung
49 Menghabiskan malam bersama
50 Ungkapan perasaan
51 Backstreet
52 Interogasi
53 Sebuah ancaman
54 Bertunangan
55 Wanita simpanan Andrew
56 Tanpa kabar
57 Di rumah sakit
58 Tidak peka
59 Licik
60 Tumbal
61 Gaun Pemberian Andrew
62 Sundel bolong
63 Harta dan tahta
64 Misi rahasia Clarissa
65 Rencana yang gagal
66 Kenyataan pahit
67 Rumah kosong
68 Pengakuan Gerry
69 Di taman belakang
70 Dejavu
71 Terluka
72 Lelah
73 Sebuah harapan
74 Mansion keluarga Atmaja
75 Terungkap
76 Di kamar Andrew
77 Obsesi
78 Tidak pulang
79 Kegelisahan Aruna
80 Benar-benar gila
81 Menjadi tawanan
82 Jujur
83 Di Villa
84 Murahan
85 Klinik Aborsi
86 Berubah pikiran
87 Kronologi Kematian Emily
88 Melepaskan diri
89 Mencari cara
90 Berhasil kabur
91 Ezar
92 Kematian Ezar
93 Kedatangan polisi
94 Selamat tinggal Clarissa
95 Kematian Andrew
96 Di rawat
97 Menerima kenyataan
98 Dendam kesumat
99 Titik lemah
100 Di bandara
101 Rumah baru
102 Penguntit
103 Kesederhanaan
104 Hari pertama di kampus
105 Everything is still about you
106 Ada hati yang harus di jaga
107 Hari pertama bekerja
108 Aku bukan pelakor
109 Di ganggu preman
110 Babak belur
111 Penolakan Clarissa
112 Sadar posisi
113 Hampir terlambat
114 Pertanyaan Alin
115 Luka tak berdarah
116 Jauhi Calvin
117 Sebuah Foto
118 Muak
119 Meminta kesempatan kedua
120 Wanita Ular
121 Aku atau dia
122 Mencintai atau di cintai?
123 Kebakaran
124 Pernyataan cinta
125 Tak perlu memaksa
126 Meluruskan kesalahpahaman
127 Fakta sebenarnya
128 Will you marry me?
129 CLBK
130 Cinta tak beralasan
131 THE END
132 THANK YOU
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Prolog
2
Diary Emily
3
Demi Emily
4
Tekad Clarissa
5
Gara-gara Andrew
6
Murid baru
7
Hari kedua di sekolah
8
Roti sobek
9
Menggali informasi
10
Menghindar
11
Cerita Andrew
12
Di balkon kamar
13
Kecurigaan Clarissa
14
Di peluk Pak Calvin
15
Di cafe
16
Kericuhan di cafe
17
Kejadian di balkon kamar
18
Tangis Clarissa
19
Mimpi masa kecil
20
Fakta baru
21
Hilangnya Diary Emily
22
Harapan Calvin
23
Menguntit
24
Mobil yang sama
25
Penyamaran yang terbongkar
26
Testpack
27
Di usir
28
Menikmati hujan
29
Tinggal bersama
30
Mencari Clarissa
31
Seorang dokter?
32
Amnesia mendadak
33
Cemburu
34
Bertemu Harry
35
Menuduh Harry
36
Tamu tak diundang
37
Hampir mati
38
Baku hantam
39
Pingsan?
40
Jangan pergi
41
Keras kepala
42
Di jemput paksa
43
Di paksa menikah
44
Pertikaian
45
Stevanus Atmaja
46
Jalan bersama
47
Makan Bakso bersama
48
Telur gulung
49
Menghabiskan malam bersama
50
Ungkapan perasaan
51
Backstreet
52
Interogasi
53
Sebuah ancaman
54
Bertunangan
55
Wanita simpanan Andrew
56
Tanpa kabar
57
Di rumah sakit
58
Tidak peka
59
Licik
60
Tumbal
61
Gaun Pemberian Andrew
62
Sundel bolong
63
Harta dan tahta
64
Misi rahasia Clarissa
65
Rencana yang gagal
66
Kenyataan pahit
67
Rumah kosong
68
Pengakuan Gerry
69
Di taman belakang
70
Dejavu
71
Terluka
72
Lelah
73
Sebuah harapan
74
Mansion keluarga Atmaja
75
Terungkap
76
Di kamar Andrew
77
Obsesi
78
Tidak pulang
79
Kegelisahan Aruna
80
Benar-benar gila
81
Menjadi tawanan
82
Jujur
83
Di Villa
84
Murahan
85
Klinik Aborsi
86
Berubah pikiran
87
Kronologi Kematian Emily
88
Melepaskan diri
89
Mencari cara
90
Berhasil kabur
91
Ezar
92
Kematian Ezar
93
Kedatangan polisi
94
Selamat tinggal Clarissa
95
Kematian Andrew
96
Di rawat
97
Menerima kenyataan
98
Dendam kesumat
99
Titik lemah
100
Di bandara
101
Rumah baru
102
Penguntit
103
Kesederhanaan
104
Hari pertama di kampus
105
Everything is still about you
106
Ada hati yang harus di jaga
107
Hari pertama bekerja
108
Aku bukan pelakor
109
Di ganggu preman
110
Babak belur
111
Penolakan Clarissa
112
Sadar posisi
113
Hampir terlambat
114
Pertanyaan Alin
115
Luka tak berdarah
116
Jauhi Calvin
117
Sebuah Foto
118
Muak
119
Meminta kesempatan kedua
120
Wanita Ular
121
Aku atau dia
122
Mencintai atau di cintai?
123
Kebakaran
124
Pernyataan cinta
125
Tak perlu memaksa
126
Meluruskan kesalahpahaman
127
Fakta sebenarnya
128
Will you marry me?
129
CLBK
130
Cinta tak beralasan
131
THE END
132
THANK YOU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!