Menghindar

Clarissa berjalan menyusuri rak yang berjejer rapi memajang beberapa merk pembalut terkenal di sebuah mini market dekat rumah. Gadis itu mengambil satu pack pembalut dan memasukkan benda berbentuk kotak itu ke dalam keranjang yang ia bawa. Setelah selesai mengambil pembalut, ia kembali berjalan mencari minuman pereda sakit perut ketika datang bulan. Gadis itu mengambil beberapa botol. Setelah selesai ia segera mengantri di kasir untuk membayar semua barang belanjaannya. Saat ia sedang mengantri, seorang Ibu-ibu yang ada di belakangnya tak sengaja mendorongnya hingga menyebabkan Clarissa menabrak seorang pria yang juga sedang mengantri di depannya.

"Aduh ...." Gadis itu meringis, keningnya menabrak punggung seorang pria yang berdiri di depannya.

"Maaf dek, saya tidak sengaja." ucap Ibu-ibu bertubuh gempal itu seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

"Iya, Bu. Tidak apa-apa." balas Clarissa seraya tersenyum canggung. Ia pun menoleh ke depan sembari mengelus keningnya yang sakit.

"Wah, bisa benjol nih jidat." katanya. Ia hampir melompat ketika pria yang ada di depannya menoleh.

"Pak Calvin?" ia memastikan. Jadi telunjuknya menunjuk tepat di depan pria yang tadi di tabraknya. Pria yang merupakan guru olahraga di sekolahnya itu mengernyitkan dahi menatap Clarissa. Untung saja gadis itu memakai Hoodie bewarna hitam dan celana pendek. Bahkan ia menutup kepalanya dengan Hoodie yang ia pakai.

"Robert?"

"Hehe iya, Pak. Saya Robert. Bapak sedang apa di sini?" tanya Clarissa berbasa-basi.

"Memancing ikan." sahutnya asal.

"Hah? Yang benar saja, Pak. Masak mancing di minimarket?" Clarissa terkikik geli.

"Sudah tahu, masih nanya. Terus kamu ngapain di sini?"

"Nonton konser Black pink."

Pak Calvin tampak menggelengkan kepalanya. Rupanya murid barunya itu sama gilanya dengan dirinya. Tatapan pria itu jatuh pada keranjang yang ada di tangan kanan Clarissa. Ia menelisik isinya dan kerutan di dahinya tampak sangat dalam. Di sana ada beberapa Snack dan susu dalam kemasan. Ada beberapa kotak minuman coklat serta beberapa permen karet. Yang membuat pria itu gagal fokus ialah minuman datang bulan dan sebuah pembalut.

"Itu ... Belanjaan kamu?" pria itu menunjuk barang belanjaan Clarissa. Clarissa mengangguk polos.

"Kamu tidak salah?"

Clarissa menggeleng.

"Semenjak kapan laki-laki menstruasi?" pertanyaan yang sama seperti tadi siang di sekolah.

"Bapak ini bisa aja. Mana ada laki-laki datang bulan? Bisa-bisa kiamat, Pak." sahut Clarissa seraya tertawa.

"Lalu, kamu beli pembalut dan minuman itu untuk siapa?"

"Ya untuk saya lah, masak untuk ...."

Uppss

Clarissa dengan cepat menutup mulutnya yang tak bisa di ajak kompromi. Matanya mendelik menatap keranjang bawaannya dan Pak Calvin yang mengangkat sebelah alisnya.

"Ma-maksud saya ini untuk mama saya. Iya, itu maksud saya. Mana mungkin untuk saya, saya kan laki-laki. Hahaha ...." ia tertawa canggung. Khawatir penyamarannya akan ketahuan.

Pak Calvin menatap Clarissa intens. Di tatap sedemikian rupa membuat gadis itu salah tingkah. Tak lama terdengar kasir memanggil Pak Calvin untuk transaksi. Pria itu segera berbalik dan melakukan transaksi sementara Clarissa bisa bernapas dengan lega. Ia menghirup oksigen dengan rakus, gadis itu merasa tidak bisa bernapas saat di hadapan guru tampannya itu.

Lagi-lagi ia hampir saja ketahuan akibat kecerobohannya. Setelah selesai membayar belanjaannya Pak Calvin segera keluar minimarket dan giliran Clarissa melakukan transaksi. Gadis itu keluar dengan senyum ceria dengan menenteng barang belanjaannya.

"Ah Akhirnya selesai juga." ujarnya. Ia baru saja menginjakkan kaki di luar ketika Pak Calvin memanggilnya.

"Robert."

"Eh, iya. Kenapa?" tanya Clarissa kaget.

"Kamu naik apa?"

"Jalan kaki."

Pak Calvin hanya ber-oh tanpa suara. Melihat pria itu yang berjalan terlebih dulu membuat Clarissa tak kuasa untuk bertanya.

"Bapak jalan kaki juga?" tanya Clarissa seraya mensejajarkan langkahnya.

"Yang kamu lihat bagaimana?" jawabnya dingin. Clarissa memutar bola matanya kesal. Guru muda itu begitu dingin dan kaku. Ia bahkan kehabisan kata-kata untuk menghadapinya.

Mereka berdua berjalan beriringan karena rumah keduanya searah. Sesekali Clarissa menendang batu kerikil yang ia temui di jalan.

"Ternyata kamu anak yang berbakti, ya?" Tak di sangka pria dingin di sampingnya membuka suara.

"Maksudnya?" tanya Clarissa tak mengerti.

"Ya, kamu tidak malu membeli pembalut untuk mama Kamu."

"Astaga. Masih di bahas aja, sih." gerutu Clarissa pelan.

"Iya, Pak. Saya sudah terbiasa melakukannya."

Pria itu hanya mengangguk. Suasana kembali hening, hanya terdengar suara langkah mereka di sepanjang jalan. Sesekali ada beberapa motor ataupun mobil yang melintas.

"Rumah kamu masih jauh?" tanya Pak Calvin ketika berada di perempatan jalan. Mereka berbelok ke kanan, dan ternyata mereka satu arah.

"Tidak. Rumah saya sudah dekat. Kalau Bapak?" tanya Clarissa seraya tersenyum.

"Kenapa tanya-tanya?"

Astaga. Jika saja pria itu bukan gurunya, maka Clarissa sudah menghajarnya. Ia mendengus kesal, menatap sinis pada pria yang berjalan dengan menatap lurus ke depan. Gadis itu memilih untuk mengunci mulutnya. Ketika Clarissa sedang berjalan sambil menunduk, terdengar suara seorang pria memanggilnya dari sebuah mobil mewah yang tiba-tiba berhenti di depannya.

"Clarissa! Kenapa jalan kaki? Ayo naik." Sontak saja Clarissa mendelik dan menoleh. Andrew memanggilnya tanpa melihat situasi dari dalam mobil. Gadis itu melotot ke arah Andrew dan melirik Pak Calvin. Tampak pria itu mengernyitkan dahi.

"Cla, Ayo cepat naik! Om dan Tante nyuruh aku jemput kamu. Lagian kamu kenapa jalan kaki, sih? Kayak orang susah aja. Apa gunanya mobil sport kamu yang ada di garasi?"

"Astaga ini orang mulutnya minta di lakban kayaknya." Jerit Clarissa dalam hati. Clarissa mencoba mengabaikan Andrew, ia berjalan dengan tergesa-gesa. Pria yang ada di dalam mobil itu berteriak memanggil Clarissa.

"Loh, laki-laki itu bukannya teman kamu?" tanya Pak Calvin seraya sesekali menoleh pada Andrew yang memanggil gadis yang berpenampilan pria di sampingnya itu.

"Saya tidak kenal, Pak. Biarkan saja. Sepertinya dia salah orang." kata Clarissa seraya mempercepat langkahnya. Ia tak mau menoleh, meski Andrew terus memanggilnya. Andrew memutar mobil, lalu menyusul calon istrinya.

"Clarissa! Tungguin aku! Nanti aku kena marah om sama Tante kalau kamu nggak naik!" Clarissa memejamkan mata, menahan emosinya yang kian menggulung.

"Pak, saya duluan ya." ucap Clarissa berusaha menghindar dari pak Calvin dan Andrew. Detik selanjutnya gadis itu berlari sekencang-kencangnya menuju rumah. Mengabaikan panggilan dari Andrew yang terus mengikutinya. Sementara Pak Calvin menghentikan langkahnya, menatap punggung Clarissa yang berlari menjauh. Di belakang gadis itu ada mobil mewah yang terus membuntutinya.

"Apa itu tadi? Clarissa?" ia mengernyitkan dahi.

"Bukankah itu nama seorang gadis? Atau aku salah dengar?" pria itu bergumam. Netranya terus memperhatikan tubuh Clarissa yang kian menjauh dan hampir hilang di kegelapan malam.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

gila betul jadi nya

2025-02-06

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Diary Emily
3 Demi Emily
4 Tekad Clarissa
5 Gara-gara Andrew
6 Murid baru
7 Hari kedua di sekolah
8 Roti sobek
9 Menggali informasi
10 Menghindar
11 Cerita Andrew
12 Di balkon kamar
13 Kecurigaan Clarissa
14 Di peluk Pak Calvin
15 Di cafe
16 Kericuhan di cafe
17 Kejadian di balkon kamar
18 Tangis Clarissa
19 Mimpi masa kecil
20 Fakta baru
21 Hilangnya Diary Emily
22 Harapan Calvin
23 Menguntit
24 Mobil yang sama
25 Penyamaran yang terbongkar
26 Testpack
27 Di usir
28 Menikmati hujan
29 Tinggal bersama
30 Mencari Clarissa
31 Seorang dokter?
32 Amnesia mendadak
33 Cemburu
34 Bertemu Harry
35 Menuduh Harry
36 Tamu tak diundang
37 Hampir mati
38 Baku hantam
39 Pingsan?
40 Jangan pergi
41 Keras kepala
42 Di jemput paksa
43 Di paksa menikah
44 Pertikaian
45 Stevanus Atmaja
46 Jalan bersama
47 Makan Bakso bersama
48 Telur gulung
49 Menghabiskan malam bersama
50 Ungkapan perasaan
51 Backstreet
52 Interogasi
53 Sebuah ancaman
54 Bertunangan
55 Wanita simpanan Andrew
56 Tanpa kabar
57 Di rumah sakit
58 Tidak peka
59 Licik
60 Tumbal
61 Gaun Pemberian Andrew
62 Sundel bolong
63 Harta dan tahta
64 Misi rahasia Clarissa
65 Rencana yang gagal
66 Kenyataan pahit
67 Rumah kosong
68 Pengakuan Gerry
69 Di taman belakang
70 Dejavu
71 Terluka
72 Lelah
73 Sebuah harapan
74 Mansion keluarga Atmaja
75 Terungkap
76 Di kamar Andrew
77 Obsesi
78 Tidak pulang
79 Kegelisahan Aruna
80 Benar-benar gila
81 Menjadi tawanan
82 Jujur
83 Di Villa
84 Murahan
85 Klinik Aborsi
86 Berubah pikiran
87 Kronologi Kematian Emily
88 Melepaskan diri
89 Mencari cara
90 Berhasil kabur
91 Ezar
92 Kematian Ezar
93 Kedatangan polisi
94 Selamat tinggal Clarissa
95 Kematian Andrew
96 Di rawat
97 Menerima kenyataan
98 Dendam kesumat
99 Titik lemah
100 Di bandara
101 Rumah baru
102 Penguntit
103 Kesederhanaan
104 Hari pertama di kampus
105 Everything is still about you
106 Ada hati yang harus di jaga
107 Hari pertama bekerja
108 Aku bukan pelakor
109 Di ganggu preman
110 Babak belur
111 Penolakan Clarissa
112 Sadar posisi
113 Hampir terlambat
114 Pertanyaan Alin
115 Luka tak berdarah
116 Jauhi Calvin
117 Sebuah Foto
118 Muak
119 Meminta kesempatan kedua
120 Wanita Ular
121 Aku atau dia
122 Mencintai atau di cintai?
123 Kebakaran
124 Pernyataan cinta
125 Tak perlu memaksa
126 Meluruskan kesalahpahaman
127 Fakta sebenarnya
128 Will you marry me?
129 CLBK
130 Cinta tak beralasan
131 THE END
132 THANK YOU
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Prolog
2
Diary Emily
3
Demi Emily
4
Tekad Clarissa
5
Gara-gara Andrew
6
Murid baru
7
Hari kedua di sekolah
8
Roti sobek
9
Menggali informasi
10
Menghindar
11
Cerita Andrew
12
Di balkon kamar
13
Kecurigaan Clarissa
14
Di peluk Pak Calvin
15
Di cafe
16
Kericuhan di cafe
17
Kejadian di balkon kamar
18
Tangis Clarissa
19
Mimpi masa kecil
20
Fakta baru
21
Hilangnya Diary Emily
22
Harapan Calvin
23
Menguntit
24
Mobil yang sama
25
Penyamaran yang terbongkar
26
Testpack
27
Di usir
28
Menikmati hujan
29
Tinggal bersama
30
Mencari Clarissa
31
Seorang dokter?
32
Amnesia mendadak
33
Cemburu
34
Bertemu Harry
35
Menuduh Harry
36
Tamu tak diundang
37
Hampir mati
38
Baku hantam
39
Pingsan?
40
Jangan pergi
41
Keras kepala
42
Di jemput paksa
43
Di paksa menikah
44
Pertikaian
45
Stevanus Atmaja
46
Jalan bersama
47
Makan Bakso bersama
48
Telur gulung
49
Menghabiskan malam bersama
50
Ungkapan perasaan
51
Backstreet
52
Interogasi
53
Sebuah ancaman
54
Bertunangan
55
Wanita simpanan Andrew
56
Tanpa kabar
57
Di rumah sakit
58
Tidak peka
59
Licik
60
Tumbal
61
Gaun Pemberian Andrew
62
Sundel bolong
63
Harta dan tahta
64
Misi rahasia Clarissa
65
Rencana yang gagal
66
Kenyataan pahit
67
Rumah kosong
68
Pengakuan Gerry
69
Di taman belakang
70
Dejavu
71
Terluka
72
Lelah
73
Sebuah harapan
74
Mansion keluarga Atmaja
75
Terungkap
76
Di kamar Andrew
77
Obsesi
78
Tidak pulang
79
Kegelisahan Aruna
80
Benar-benar gila
81
Menjadi tawanan
82
Jujur
83
Di Villa
84
Murahan
85
Klinik Aborsi
86
Berubah pikiran
87
Kronologi Kematian Emily
88
Melepaskan diri
89
Mencari cara
90
Berhasil kabur
91
Ezar
92
Kematian Ezar
93
Kedatangan polisi
94
Selamat tinggal Clarissa
95
Kematian Andrew
96
Di rawat
97
Menerima kenyataan
98
Dendam kesumat
99
Titik lemah
100
Di bandara
101
Rumah baru
102
Penguntit
103
Kesederhanaan
104
Hari pertama di kampus
105
Everything is still about you
106
Ada hati yang harus di jaga
107
Hari pertama bekerja
108
Aku bukan pelakor
109
Di ganggu preman
110
Babak belur
111
Penolakan Clarissa
112
Sadar posisi
113
Hampir terlambat
114
Pertanyaan Alin
115
Luka tak berdarah
116
Jauhi Calvin
117
Sebuah Foto
118
Muak
119
Meminta kesempatan kedua
120
Wanita Ular
121
Aku atau dia
122
Mencintai atau di cintai?
123
Kebakaran
124
Pernyataan cinta
125
Tak perlu memaksa
126
Meluruskan kesalahpahaman
127
Fakta sebenarnya
128
Will you marry me?
129
CLBK
130
Cinta tak beralasan
131
THE END
132
THANK YOU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!