HW 18. Gedung Di Renovasi

Akhirnya Andra duduk di sebelah Zanita. Terlihat gadis itu tidur di bahu Andra, rupanya momen tersebut diabadikan oleh Dio melalui kamera ponselnya. Bukan apa-apa, hanya untuk sekedar dokumentasi saja. Karena bukan hanya Andra dan Zanita yang difoto oleh Dio tapi seluruh orang yang ada dalam mobil tersebut.

Sekitar pukul 13.00 rombongan tim TCD memasuki kawasan dataran tinggi Dieng. Gapura selamat datang Dieng Pletau menjadi jalan penanda bahwa mereka sudah sangat dekat dengan tujuan utama. Semua orang melihat pemandangan di luar. Hamparan kebun sayur itu benar-benar memanjakan mata mereka.

Bagi orang yang hidup di kota metropolitan, melihat hamparan tanaman hijau seperti ini merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri. Rasa takjub itu jelas tergambar di wajah mereka. Namun tidak dangan Andra. Dia yang seorang traveler tentu sudah biasa melihat pemandangan yang seperti ini.

" Bagaimana, bagus bukan?"

" Iya bang, bagus banget. Laah abang ngapain masih di sini."

" Et dah nih bocah, udah tidur di pundak gue masih aja kagak nyadar. Nona Zanita Yufarani, apa Anda lupa dari tadi Anda tidur di sini sampai pundak saya ini pegal setengah mati."

Zanita mendelik, ia sungguh kesal. Gadis itu pun mendorong Andra dan mengusirnya dari samping tempat duduk nya. Ia merasa kesal pada dirinya sendiri yang tidur sembarangan bersandar pada orang lain.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng, mereka berhenti di sebuah penginapan. Penginapan yang terletak tidak jauh dari objek wisata candi Arjuna itu memperlihatkan pemandangan yang begitu indah. Mereka langsung menuju kamar masing-masing dan melaksanakan kewajiban 4 rakaat bagi yang melaksanakan.

Zanita sejenak merebahkan tubuhnya, hawa dingin masih begitu terasa meski sudah berada di dalam kamar. Tambah dingin malah. Rasanya ia ingin tidur tapi hari ini tentu masih panjang. Mereka akan mengunjungi Candi Arjuna sebagai destinasi wisata pertama. Tentunya untuk mengambil gambar juga.

" Apa semua ready!!!"

" Ready!"

Dari penginapan ke Candi Arjuna mereka hanya jalan kaki. 15 menit sudah sampai, acara pengambilan gambar pun selesai, lancar seperti biasanya. Setelah itu mereka menikmati pemandangan itu dengan bebas.

Zanita duduk di jalanan yang mengitari kawasan candi. Terlihat gadis itu sibuk dengan ponselnya. Sesekali gadis itu menggelengkan kepalanya dan mengusap ujung matanya. Andra pun menghampiri Zanita, ia merasa rekan kerjanya tersebut sedang dalam kesusahan. Tapi saat Andra mau mendekat tiba-tiba Zanita berdiri dan berbicara dengan seseorang melalui telepon.

" Mas yang bener aja. Masa tiba-tiba gedungnya perbaikan. Kita udah booking dari 3 Minggu yang lalu lho. Terus sekarang gimana?"

" Kita bikin acaranya di rumah kamu aja ya. Nggak apa-apa kan."

" Bukan itu masalah, mas tahu kan aku lagi keluar kota. Ya sudahlah aku pikirin nanti."

Pluk

Zanita terkejut saat seseorang menepuk pundaknya pelan. Ia langsing menoleh ke arah orang tersebut.

" Ada apa Za?"

Zanita kembali duduk. Ia menangis di sana. Andra sungguh tidak tega melihat gadis itu menangis. Tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak selain menunggu Zanita bercerita dengan sendirinya.

" Soal gedung bang, tadi Mas Raffan telepon katanya gedungnya nggak bisa dipakai karena lagi di renovasi. Dan dia minta buat aku bikin pelaminan di rumah aja. Huft, seminggu lagi ini. Mana bisa."

Andra memicingkan sebelah matanya. Ia tentu merasa aneh dengan penuturan Zanita. Ingin mengemukakan argumennya, Andra urung ia lebih berpikir mencari solusi mengenai keadaan Zanita tersebut.

" Pelaminan seperti apa yang kamu mau?"

" Sebenarnya aku suka yang sederhana saja."

" Baik, berikan alamat nya."

Zanita melihat wajah Andra. Ia tidak tahu mengapa dirinya bisa begitu terbuka bercerita mengenai kesulitannya. Padahal dia benci kepada pria yang saat ini ada di depannya itu.

" Untuk apa?"

" Udah sini kirim lokasi rumahmu ke aku."

Zanita menurut, kata-kata Andra bagai hipnotis bagi Zanita. Ia menurut tanpa bertanya apapun lagi.

Setelah mendapat alamat rumah Zanita, Andra bangkit dari duduknya dan terlihat menelpon seseorang. Pembicaraan Andra dengan orang itu terlihat serius, tapi Zanita tidak bisa mendengarnya sama sekali.

" Oke beres!"

" Maksud abang, apanya yang beres."

" Ada deh."

*

*

*

Kediaman Zanita begitu ramai saat dua buah pick up datang. Wawan dan Milah tentu terkejut dengan kedatangan dua mobil bak terbuka tersebut.

" Apa benar ini kediaman nona Zanita Yufarani."

" Benar, saya ayahnya. Ada apa ya."

" Kami datang membawa dekorasi pelaminan. Kami akan memasangnya terlebih dahulu, untuk bunga-bunga nya akan menyusul nanti saat h-1 acara digelar. Bisa kami mengerjakannya?"

Wawan dibuat melongo oleh orang-orang tersebut. Bagaimana ceritanya dekorasi pelaminan itu sudah datang padahal acara masih seminggu lagi. Beruntung halaman rumah Zanita lumayan luas jadi benar-benar mereka bisa bekerja dengan leluasa.

Jamilah pun menyediakan makanan ringan dan minuman untuk para pekerja dekorasi tersebut. Tidak banyak bertanya, kedua orang tua Zanita membiarkan mereka bekerja.

" Pak, katanya nak Raffan yang mau ngurus pelaminan dan gedungnya. Kok ini jadi di rumah gini? Apa kita tanya Za aja."

" Entahlah buk, bapak juga nggak ngerti. Jangan buk, biarkan saja. Dia lagi kerja di luar kota takut malah jadi pikiran. Kita biarkan saja seperti itu, toh tetangga sudah tahu semua."

Ya, semalam keluarga Zanita sepakat mengadakan kenduri untuk acara selametan pernikahan Zanita sekalian pengajian. Meminta doa agar pernikahan Zanita lancar. Semua warga RT setempat diundang oleh Setiawan agar doa untuk sang putri semakin banyak.

Wawan dan Milah tentu tidak tahu bahwa orang-orang tersebut bukanlah dari Raffan melainkan dari Raffandra alias Andra. Ya , tadi Andra langsung menelpon WO kenalannya untuk membuat dekorasi pelaminan di rumah Zanita.

" Lo mau kawinn Ndra, eh married maksud gue."

" Bukan gue oneng. Temen gue. Acaranya akhir minggu ini. Tapi sekarang mending lo kerjain deh. Gue mau permainannya simple tapi elegan."

" Buset, layu dong kembangnya. Lagian jam segini kemana gue nyari kembang dodol."

" Kembangnya nyusul aje nyet, yang penting lu pasang dulu deh itu pelaminannya. Awas kalo jelek. Nih abis ini langsung gue transfer biayanya."

Seperti itulah gerak cepat Andra. Dari Dieng sana Andra bisa langsung bergerak meminta WO kenalannya untuk langsung mengirim pekerjanya ke rumah Zanita. Tanpa banyak tanya, tanpa banyak pertimbangan, dan tanpa kebanyakan tetekk benggek semua terselesaikan dengan mudah. Mungkin Zanita akan terkejut jika melihat apa yang dikerjakan oleh Andra.

Pria itu benar-benar bergerak dalam diam dan tiba-tiba sudah selesai saja.

Rombongan TCD pun memutuslan kembali ke penginapan. Hari ini cukup satu spot saja karena keadaan tubuh yang sudah lelah. Kamar Zanita dan Andra rupanya berdekatan. Sebelum masuk ke kamar Andra menghentikan Zanita sejenak.

" Jangan terlalu dipikirkan, jika butuh bantuan katakan."

" Terimakasih bang."

TBC

Terpopuler

Comments

Jaspit Elmiyanti

Jaspit Elmiyanti

kayak persiapan pelaminan untuk sendiri aja tu Andra, kalo menurut aku ni ya, pelaminan yg dipesan Raffan mau dipakai untuk si Raffan dgn vanka.

2024-10-22

1

Reza Imam

Reza Imam

bikin pelaminan buat sendiri jangan2,😁😁

2024-05-27

2

Sweet Girl

Sweet Girl

Pasti Raffan diteror sama Vanka.

2024-03-24

2

lihat semua
Episodes
1 HW 01. Dilema
2 HW 02. The Celebrity Diary
3 HW 03. Selamat Bergabung
4 HW 04. Tuan Magicom
5 HW 05. Menarik
6 HW 06. Posesif
7 HW 07. Dibelakangmu
8 HW 08. Banyak Kejadian
9 HW 09. Sudah Banyak Akal Bulus
10 HW 10. Sesuai Prediksi
11 HW 11. Ulah Andra
12 HW 12. Trending
13 HW 13. Seperti Familiar
14 HW 14. Liam Ember
15 HW 15. Wanita Gelap
16 HW 16. Merasa Lega
17 HW 17. Sudah Mengakui
18 HW 18. Gedung Di Renovasi
19 HW 19. Sangat Cantik
20 HW 20. Merasa Kacau
21 HW 21. Kasih Kucing
22 HW 22. Aku Siap Za
23 HW 23. Saya Terima Nikahnya ...
24 HW 24. Saat Ini, Besok, dan Seterusnya
25 HW 25. Dimulai Hari Ini
26 HW 26. Bersalah vs Bahagia
27 HW 27. Nyonya Rumah Ini
28 HW 28. Kelicikan Vanka
29 HW 29. Menemui Mbak Kunti
30 HW 30. Sorry, Gue Jahat
31 HW 31. Istriku
32 HW 32. Ada Yang Janggal
33 HW 33. Restu dan Ibu Aisyah
34 HW 34. Bukan Cinderela
35 HW 35. Jangan Dipikirkan
36 HW 36. Serius, atau Keluar Agency
37 HW 37. Jangan Sok Ngartis
38 HW 38. Rencana Andra
39 HW 39. Deep Talk
40 HW 40. Ngefans
41 HW 41. Tak Tertolong
42 HW 42. Jangan Kena Skandal
43 HW 43. Gelombang Kecil
44 HW 44. Bukan Pebinor
45 HW 45. Sabar Ya Jon
46 HW 46. Ingat, Karma Berlaku
47 HW 47. Bagai Bumi dan Langit
48 HW 48. Lingerie vs Piyama
49 HW 49. Balik Kena
50 HW 50. Bertemu Mertua
51 HW 51. Raffan Diganti Raffandra
52 HW 52. Menu Pembuka
53 HW 53. Berdamai Dengan Diri
54 HW 54. Ulah Andra
55 HW 55. Hasil Ulah Sendiri
56 HW 56. Rencana Liburan
57 HW 57. Stay Halal
58 HW 58. Muat Nggak Tuh?
59 HW 59. Stalker
60 HW 60. Berhentilah
61 HW 61. Sambutan Pulang Honeymoon
62 HW 62. Kehebohan Terjadi
63 HW 63. Maaf
64 HW 64. Berjiwa Besar
65 HW 65. Sudah Gila
66 HW 66. The Happy Ending
67 Promo Karya Baru: Jangan Menangis Bunda By. Author IAS
Episodes

Updated 67 Episodes

1
HW 01. Dilema
2
HW 02. The Celebrity Diary
3
HW 03. Selamat Bergabung
4
HW 04. Tuan Magicom
5
HW 05. Menarik
6
HW 06. Posesif
7
HW 07. Dibelakangmu
8
HW 08. Banyak Kejadian
9
HW 09. Sudah Banyak Akal Bulus
10
HW 10. Sesuai Prediksi
11
HW 11. Ulah Andra
12
HW 12. Trending
13
HW 13. Seperti Familiar
14
HW 14. Liam Ember
15
HW 15. Wanita Gelap
16
HW 16. Merasa Lega
17
HW 17. Sudah Mengakui
18
HW 18. Gedung Di Renovasi
19
HW 19. Sangat Cantik
20
HW 20. Merasa Kacau
21
HW 21. Kasih Kucing
22
HW 22. Aku Siap Za
23
HW 23. Saya Terima Nikahnya ...
24
HW 24. Saat Ini, Besok, dan Seterusnya
25
HW 25. Dimulai Hari Ini
26
HW 26. Bersalah vs Bahagia
27
HW 27. Nyonya Rumah Ini
28
HW 28. Kelicikan Vanka
29
HW 29. Menemui Mbak Kunti
30
HW 30. Sorry, Gue Jahat
31
HW 31. Istriku
32
HW 32. Ada Yang Janggal
33
HW 33. Restu dan Ibu Aisyah
34
HW 34. Bukan Cinderela
35
HW 35. Jangan Dipikirkan
36
HW 36. Serius, atau Keluar Agency
37
HW 37. Jangan Sok Ngartis
38
HW 38. Rencana Andra
39
HW 39. Deep Talk
40
HW 40. Ngefans
41
HW 41. Tak Tertolong
42
HW 42. Jangan Kena Skandal
43
HW 43. Gelombang Kecil
44
HW 44. Bukan Pebinor
45
HW 45. Sabar Ya Jon
46
HW 46. Ingat, Karma Berlaku
47
HW 47. Bagai Bumi dan Langit
48
HW 48. Lingerie vs Piyama
49
HW 49. Balik Kena
50
HW 50. Bertemu Mertua
51
HW 51. Raffan Diganti Raffandra
52
HW 52. Menu Pembuka
53
HW 53. Berdamai Dengan Diri
54
HW 54. Ulah Andra
55
HW 55. Hasil Ulah Sendiri
56
HW 56. Rencana Liburan
57
HW 57. Stay Halal
58
HW 58. Muat Nggak Tuh?
59
HW 59. Stalker
60
HW 60. Berhentilah
61
HW 61. Sambutan Pulang Honeymoon
62
HW 62. Kehebohan Terjadi
63
HW 63. Maaf
64
HW 64. Berjiwa Besar
65
HW 65. Sudah Gila
66
HW 66. The Happy Ending
67
Promo Karya Baru: Jangan Menangis Bunda By. Author IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!