Raffan berteriak kesal saat melihat pesan Zanita yang lupa ia balas. Sekarang sudah hari senin, berarti sudah lewat 2 hari pria itu tidak membalas pesan sang kekasih.
" Sial, kenapa aku bisa lupa sih."
Raffan menekan nomor Zanita berharap gadis itu menjawabnya, namun rupanya tidak. Raffan melihat ke arah jam. Pukul 06.30, ia berfikir Zanita pasti sudah berangkat kerja. Pria itu pun bergegas lalu melajukan mobilnya ke JDA.
Masih dengan terus menghubungi sang kekasih, Raffan mengemudikan mobilnya. Ia benar-benar merasa tidak enak. Tidak biasanya ia lalai dengan pesan dari Zanita.
" Hallo sayang."
" Ya mas, maaf tadi aku di jalan otw ke kantor. Mas baik-baik aja kan?"
" Aku baik sayang, tunggu jangan masuk dulu ya. Mas bentar lagi sampai."
Zanita mengerti, ia mengakhiri panggilan itu dan kemudian memasukkan ponselnya ke dalam tas miliknya. Zanita duduk diatas motor matic miliknya sambil mengamati ke seliling. Sebuah mobil masuk ke pekarangan, Zanita tersenyum lebar tapi seketika senyumnya surut saat melihat lebih jelas siapa yang ada di dalam mobil itu.
" Ku pikir Mas Raffan, ternyata si magicom. Mau apa juga dia pagi-pagi ke sini. Huft."
Mood Zanita seketika hancur melihat Andra yang turun dari mobil dengan senyum khasnya itu. Ia masih ingat betul bagaimana pria itu mengerjainya kemarin. Zanita pura-pura tidak melihat Andra, tapi rupanya sang bintang menghampirinya.
" Za, ngapain di sini."
" Eh bang, aku lagi nunggu orang. Eh tuh dia datang."
Zanita langsung berlari ke arah mobil Raffan yang parkir di sebelah mobil Andra. Raffan seketika memeluk Zanita dan mencium pipi gadis itu. Rupanya ia tadi melihat Andra yang berbicara kepada Zanita meski hanya sesaat. Dan Raffan juga sempat melihat video yang viral di youtube mengenai Andra dan Zanita tentunya.
Tapi saat ini Raffan menahan diri untuk tidak bertanya banyak kepada Zanita. Ia memilih menahannya dulu, dan saat ini pria itu bagai singa yang menandai kawasan teritorialnya. Ia ingin menunjukkan kan kepada Andra bahwa Zanita adalah miliknya.
" Sayang, maaf ya kemarin hp nya aku off in soalnya males diajakin keluar mulu sama anak-anak. Kalo nggak sama kamu nggak seru."
" Tapi mas baik-baik aja kan? Kemarin kan kata mas sakit perut, aku beneran khawatir."
Raffan mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa. Zanita pun lega mendengar hal itu. Tak lama Raffan akhirnya undur diri karena jam sudah menunjukkan waktu akan masuk kerja. Sebenarnya dia tidak ikhlas pergi dari JDA karena Raffan masih melihat Andra berdiri di tempat semula tanpa bergerak sama sekali.
" Hati-hati mas, kabari kalau sudah sampai ya."
Raffan mengangguk, ia pun masuk ke mobil sambil melambaikan tangannya ke arah Zanita. Setelah Raffan pergi baru Andra bergerak dari tempatnya berdiri dan menghampiri Zanita.
" So sweet, pagi-pagi udah diapelin ayang aja. Duuh jadi iri deh."
Zanita tidak menjawab, rasa kesalnya semakin bertambah saat Andra meledeknya. Ia pun memilih masuk ke dalam kantor meninggalkan Andra yang tersenyum puas.
" Haish lucu beud dah ah tuh bocah. Hmmm pacarnya ya, kok kayak pernah lihat tapi dimana ya."
Andra mencoba mengingat wajah Raffan yang menurutnya familiar. Andra seperti pernah melihat wajah pria itu tapi dia lupa di mana."
" Ned, udah beres semua."
" Niih udah."
" Lets go masuk."
Rupanya Andra meminta Juned untuk membeli bubur ayam untuk dibagikan ke kru TCD. Kedatangannya pagi ini dalma rangka mau membicarakan tentang pengambilan gambar selanjutnya.
🍀🍀🍀
Restu menuju ke kantor Gibson. Seperti yang dibicarakan sebelumnya, Gibson memang memiliki agency sendiri. Bahkan dia sudah memiliki kantor pribadi. Tidak ada yang sulit bagi Gibson Hilbert, putra anggota dewan itu tentu memiliki dana tak terbatas jika hanya membuat sebuah agency.
Gibson juga membawa beberapa rekan nya untuk bergabung di sana. Restu begitu takjub saat memasuki kantor Gibson, ada satu rasa yang ia tak bisa gambarkan saat ini. Tapi yang paling jelas yakni, ia berdoa agar apa yang ia lakukan tidak sia-sia.
" Permisi nama saya Restu, saya ingin bertemu dengan Gibson."
" Oh Mas Restu, mari sudah ditunggu."
Restu tentu terkejut, bagaimana Gibson tahu bahwa dia akan menyetujui permintaan untuk gabung menjadi managernya.
" Hay ma bro, selamat bergabung di Clubstar Agency or CA. Kami menyambut seorang manger hebat di tempat kami."
" Thanks Gib, tapi aku belum setuju untuk gabung."
" Tidak masalah nikmati dulu saja kantor ini. Selama seminggu lo bebas keluar masuk di sini untuk mempelajari semuanya, setelah itu lo bebas buat mutusin mau gabung apa nggak di CA."
Restu mengangguk setuju, secara pribadi Gibson bahkan yang mengajak Restu berkeliling di kantor CA tersebut.
" Kau mau kemana Van?" Gibson berhenti sesaat untuk menyapa seseorang yang tampak terburu-buru itu.
" Aku mau ke kampus bang, udah diteror dosen nih."
" Makanya, kalo lagi ada kerjaan tuh ngabarin pihak kampus. Jangan main ngilang-ngilang aja."
Wanita yang di sapa Gibson itu rupanya Vanka. Vanka merupakan salah satu artis yang berada di bawah naungan CA. Wanita itu hanya mengangguk lalu berlari saat mendengar omongan Gibson.
" Huh dasar."
" Kenapa?"
" Itu bocah susah bener diaturnya. Tapi dia punya nilai jual, wajah nya cantik dan body nya oke. Bener-bener pas di depan kamera.".
Restu mengangguk, ia mulai memahami Gibson. Ternyata Gibson juga bukan hanya asal jadi artis, dia memiliki kemampuan untuk menilai artis yang berada di bawah naungannya.
Sementara Restu melihat-lihat bersama Gibson, Vanka terburu-buru pergi ke kampus. Vanka yang sebenarnya satu angkatan dnegan Zanita, menjadi telat lulus karena tidak bisa meluangkan waktunya untuk belajar. Saat ini pun Vanka bahkan masih berkuliah di semester 6.
" Huh, beneran brengsek. Kenapa sih apa yang cewek itu jalani lancar-lancar aja. Heran banget. Kuliah lurus-lurus aja, kepilih buat jadi host youtube kampus. Setiap acara dia yang selalu jadi MC. Dosen pada demen banget apa tuh cewe. Udah jelas ada yang famous kayak aku, tapi tep aja dia yang kepilih. Mana dia dapat cowok model Raffan lagi yang waktu itu bintang kampus."
Rupanya memasuki dunia perkuliahan malah semakin membuat Vanka tidak terlalu dilihat. Ia yang merasa dirinya adalah seorang bintang tidak terlalu digubris oleh rekan kampusnya. Bahkan dosen pun tidak merasa bahwa dia istimewa. Semua mata malah tertuju kepada Zanita, gadis cerdas yang memiliki public speaking yang bagus itu membuat pihak kampus selalu menggunakan Zanita di setiap acara universitas. Bahkan Zanita pernah didapuk sebagai mc untuk narasumber dari kementrian pendidikan saat berkunjung ke Universitas.
Ketidaksukaan Vanka benar-benar mencuat. Zanita, gadis yang menurutnya bukan lah tandingannya itu malah bisa melebihi kapasitas dirinya. Mulai itu lah, Vanka yang dulu adalah sahabat baik Zanita lambat laun menjadikan Zanita sebagai rivalnya. Ia tidak suka jika gadis yang menurutnya biasa saja itu melebihi dirinya termasuk dalam hal pria.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Nur Bahagia
secara akademis zanita emang bagus.. tapi rasa sakit hatinya parah, salah sasaran
2024-10-23
0
Nur Bahagia
pasti sia2.. paling lo cuma di jebak 🤪
2024-10-23
0
Eli Elieboy Eboy
𝚔𝚕𝚠 𝚍𝚛 𝚊𝚠𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚞𝚍𝚑 𝚙𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚒𝚏𝚊𝚝 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚔𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚛𝚒 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚋𝚊𝚔𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚜𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚔𝚎 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚊𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚝𝚛𝚞𝚜
2024-10-07
0