Raffan sepertinya mulai panas saat melihat dengan seksama interaksi Zanita dengan Andra. Siapa yang tidak kenal Andra, pria dengan nilai wajah yang tinggi di banding pria yang lainnya. Raffan menjadi was-was, hingga sebuah ide gila meluncur di otaknya.
" Sepertinya aku harus memajukan pernikahan ini. Aku tidak bisa jika Za nanti jatuh hati kepada pria yang jadi rekan kerjanya itu. Ya aku harus segera menyampaikan itu kepada Za. Aku yakin Za pasti tidak akan menolak."
Sungguh pikiran yang picik. Sebenarnya apa maksud Raffan menikahi Zanita menjadi kebingungan sendiri dalam dirinya. Jika itu cinta, mengapa dia bisa tergoda dengan bujuk rayu Vanka. Diimingi-imingi tubuh mulus saja Raffan lemah.
Selama menjalin kasih dengan Zanita memanglah keduanya tidak pernah bersentuhan melebihi batas normal. Zanita menekankan bahwa dia hanya akan melakukan hal tersebut ketika sudah menikah. Zanita ingin menjaganya untuk lelaki halalnya. Namun kedatangan Vanka yang menawarkan sentuhan membuat Raffan goyah. Raffan tidak pernah tahu jika Vanka pernah berteman dengan Zanita.
Raffan tahunya Vanka adalah artis yang memiliki wajah cantik dan tentu body yang seksii. Tadinya Raffan tidak tahu mengapa Vanka memilihnya, tapi Vanka berkata bahwa dia lebih suka berhubungan dengan seorang pengusaha ketimbang sama-sama artis. Dan mulailah hubungan yang saling menguntungkan itu.
Vanka selalu bisa mendapatkan materi dari Raffan dan Raffan mendapatkan belaian dan sentuhan yang tidak ia dapat dari tunangannya. Padahal bila ditilik, Raffan bukanlah seorang pengusaha. Ia hanya seorang karyawan yang memiliki jabatan di sebuah perusahaan terkenal.
Star Building, Raffan bekerja sebagai manajer utama keuangan Star Buliding. Star Building yang kita tahu adalah perusahaan Arjuna Dewantara. Ternyata Raffan bekerja di sana. Tapi Vanka menilai Raffan sangat tinggi melihat pria itu yang begitu dikenal saat masih berkuliah.
" Sayang, nanti pulang aku jemput ya. Motornya tinggal aja di kantor."
" Oke mas."
Sebuah pesan dikirimkan oleh Raffan dan langsung mendapat balasan oleh Zanita. Di ruangan tim TCD saat ini tengah diadakan makan pagi bersama yang diprakarsai oleh Andra Suma. Ucapan selamat dari Bian dan tim kepada Ndra dan Zanita yang sukses dengan tayangan perdana TCD menjadi pembuka pembicaraan pagi ini.
" Asli, aku nggak nyangka bakalan pecah gini. Big thanks for Bang Andra and Za yang udah bikin TCD tranding di youtube."
Zanita mengangguk malu dan Andra menjawab dengan penuh percaya diri. Bahkan si center acara tersebut yakin tayangan ke dua saat di Papandayan akan mencapai hasil yang sama.
" Oh iya, dalam waktu dekat ini akan traveling. Nggak jauh, di daerah Jawa Tengah. Daerahnya terkenal dengan negri di atas awan. Bulan-bulan sekarang view nya lumayan bagus. Kalian kalau mau bisa ikut, aku jamin oke banget buat jadi tayangan selanjutnya."
Semua saling pandang, namun belum diskusi tiba-tiba Bian sudah oke saja dengan tawaran Andra.
" But anyway bang, kita tetep harus ngambil gambar di rumah abang. Kapan lagi ada waktu luang. Kan ini konsepnya diary," tanya Bian kepada Andra.
" Kapan aja terserah, ntar aku kasih lihat kalau aku lagi nyici, ngepel, nyetrika deh."
Semua takjub dengan ucapan Andra. Di rumah bunda nya ia biasa mandiri jadi terbawa hingga di apartemen. Cuma kadang rasa malas saja yang mendominasi.
Lagi, Andra melirik sekilas kepada Zanita. Gadis itu benar-benar tidak bereaksi apapun. Diam sambil memutar-mutar pena yang ada di tangan. Sesekali dia tampak membuang nafasnya. Seperti ada yang sedang ia pikirkan.
Entah mulai sejak kapan Andra memeperhatikan gerak-gerik gadis itu. Tapi apapun yang dilakukan Zanita selalu menarik perhatian Andra. Terlebih sikap tidak suka gadis itu terhadapnya.
" Za, ngelamunin apa? Dah ngebet banget pengen kawiin ya?"
" Astagfirullaah Kak Liam, ember ih."
Semua orang tentu langsung menatap Zanita dan Liam bergantian. Liam langsung menutup mulutnya rapat rapat sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai tanda minta maaf. Tapi apa yang keluar dari mulut Liam sudah terlanjur membuat semua orang di ruangan tersebut penasaran termasuk Andra.
" Emang kapan Za nikahnya."
" Ehmm, insyaaAllaah 3 bulan lagi Bang Bian."
Semua orang tentu terkejut mendengarkan pernyataan Zanita tapi tidak dengan Liam dan Dio karena dua orang itu sudah tahu. Mereka pun mencoba menginterogasi Zanita soal rencana pernikahannya tersebut.
Sedangkan Andra, dia lebih memilih diam. Ada sesuatu yang mengganggu dirinya soal pria yang bersama dengan Zanita. Jika benar apa yang dikatakan oleh gadis itu, berarti pria tadi adalah tunangan Zanita.
" Gue ngrasa ada yang nggak bener deh sama cowok itu."
Jika kemarin jiwa usilnya yang meronta-ronta kini giliran jiwa detektifnya yang minta untuk disalurkan. Setelah basa-basi sedikit, Andra pamit untuk pulang. Bersama dengan Juned tentunya.
" Oh iya, sekalian mau konfirmasi, kalau ada apa-apa langsung hubungi Juned aja ya. Sekarang Restu bukan lagi manager ku. Kesini sebenarnya mau buat pengumuman itu ke bagian staf biar mereka langsung ngubungi Juned."
" Siap bang Andra nomor Juned udah ada juga kok."
Andra mengacungkan jempolnya, ia bersama Juned pun undur diri dari ruangan tim TCD. Masih memikirkan mengenai tunangannya Zanita, Andra pun teringat sebuah tempat.
" Ned, ke Star Building."
" Eeh tumben bos."
" Udah jalan aja."
Juned mengangguk patuh. Perintah Andra tentu langsung ia jalankan. Cuma dalam hati sang asisten merangkap manger itu bertanya-tanya ada gerangan apa Andra mau ke kantor Pak Juna.
" Bos, Za beneran mau nikah."
" Lha bener gitu kok eh tapi ya nggak tahu sih. Tapi kayaknya emang bener. Kalau gue lihat dia bukan tipe-tipe bocah yang suka bohong."
Juned kembali diam, tak ada lagi yang ia ingin bicarakan dengan bos nya.
Di tempat lain Liam mendapat keplakan kecil di lengannya dari Zanita. Pria itu meringis tapi bukan karena sakit, ia hanya akting saja.
" Kak Liam ih bocor banget. Kan Za jadi malu."
" Nggak apa-apa biar semua orang tahu kamu udah ada yang punya. Biar nggak ada yang sakit hati."
" Maksud Kak Liam?"
" Hahaha nggak ada maksud, intinya baik kan biar banyak yang doain."
Sebenarnya bukan itu maksud Liam. Melihat interaksi Andra dengan Zanita, Liam bisa melihat bahwa Andra memiliki ketertarikan sendiri terhadap Zanita. Yang Liam tahu selama ini Andra tidak pernah sedekat itu dengan kru wanita baru kali ini Andra bersikap sangat care dengan kru. Itu sebatas yang ada dipikirannya. Tapi tidak ada salahnya untuk membuat dinding penghalang keduanya. Paling tidak bagi Andra, biar dia tahu bahwa Zanita sudah memiliki pendamping.
" Haish, kenapa jadi gue yang repot ya sama urusan ini. Tapi asli lebih baik tahu sekarang dari pada entar ye kan. Malah tambah-tambah lagi sakit hatinya."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Sweet Girl
Setubuh Bang.... eh maaf maksudnya setuju...
2024-03-24
2
Sweet Girl
tolong bantu selidiki deh Bang Andra...
kasihan tuuu Za...kalo jadi si Rappan tuuuu
2024-03-24
0
Sweet Girl
Bwahahahaha jauuuuuh dong... sama Andra...
2024-03-24
0