Andra kembali meringkuk di kamar nya setelah menjalankan kewajiban 2 rakaat tadi subuh. Ia tampak lelah dan tidak ingin melakukanapa-apa pagi ini. Namun ponselnya berdering dengan nyaring. Pria berusia 27 tahun itu melemparkan ponselnya ke sofa sedikit jauh dari tempat tidurnya.
Andra kembali menarik selimut saat ponselnya ia tahu sudah berhenti berdering. Namun saat ia baru mau mulai mengarungi pulau mimpi suara sang asisten kembali membuatnya harus bangut.
" Buseet deh juneed. Gue mau tidur bentar ge suah banget dah ah."
" Bang, tapi ini udah jam 10 bang. Abang nggak ada niatan buat mandi, sarapan gitu. Ini Bang Restu nelpononin Juned mulu."
Andra membuang nafasnya kasar. ia merutuki keputusannya untuk terjun ke dunia entertaimen. Andra pun bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Hanya sekitar 5 menit dia mandi dan kini sudah rapi dengan kaos oblong putih dipadukan dengan jaket jins. Juned melihat sang bos dengan seksama.
" Apa sih!"
" Wuih, lo mandi kagak bang?"
Tuk
Andra menyentil kening Juned. Ia kemudian duduk di meja makan. Rupanya Juned sudah membuat sandwich sebagai sarapan paginya.
" Gue heran deh Ned, gue kan nggak pernah nih ya mondar-mandir di tivi tapi kok mereka pada heboh banget gitu."
Juned memutar bola matanya malas saat mendengar ucapan sang bos. Sepertinya bosnya itu mulai pikun. Dia memang tidak pernah menerima tawaran sinetron atau film tapi wajahnya sebagai bintang iklan tentu sudah banyak berseliweran di layar kaca tersebut.
" Oh iya Restu ngomong apa, eh ponsel gue. Ned tolong ambilin ya. Tadi gue lempar di sofa."
Juned membuang nafasnya kasar. Bos nya sering sekali melempar ponsel jika tidurnya terganggu. Sungguh kebiasan buruk Andra yang sampai sekarang belum juga sembuh.
Juned pun kembali dari kamar Andra dan menyerahlan ponsel tersebut ke tangan sang pemilik. Andra hampir saja tersedak sandwich coklat itu saat melihat berapa banyak Restu melakukan panggilan dan berapa banyak pesan yang masuk.
" Hallo Res, sorry-sorry banget gue nggak denger panggilan lo. Ada apa?"
" Ya udah nggak apa-apa Ndra. Aku cuma mau bilang ada kerjaan bagus nih buat kamu. Masih berhubungan sama JD Advertising kok. Kamu langsung keperusahaan ya."
" Oke, siip."
Sebenarnya Andra enggan menerima pekerjaan lagi tapi mengingat Restu yang susah payah mencarikan dia Job akhirnya Andra mau juga. Dia tentu tidak mau egois. Restu dan Juned bekerja kepadanya karena memang untuk mencari nafkah. Semakin banyak ia menerima job maka Restu juga semakin banyak mendapatkan uang.
" Ned. lo nyetir ya."
" Siap bos."
Juned membawa sang bos ke kantor JD Advertising sesuai instruksi dari Restu sang manager. Beruntung tidak ada fans di sana sehingga Andra dengan bebas melenggang masuk ke gedung tersebut. Keduanya langsung diarahkan ke ruang rapat karena memang sudah ditunggu.
" Masuk Ndra, kita bicarakan sekarang mengenai progam yang bakalan kamu lakuin."
Suara Adit memberi instruksi. Adit dan Andra memang berteman baik dari jaman kuliah. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama dulu. Hanya satu hal yang membedakan dulu, Adit adalah seorang casanova dan Andra tentu tidak. Tapi sekarang Adit sudah taubat sepenuhnya setelah menikah dengan Lia ( kalau pengen tahu cerita adit di karya othor yang sebelah, Cassanova Insaf hehehe).
Andra mengangguk mengerti, ia kemudian duduk di sebelah Restu. Restu yang sudah tahu progam apa yang akan dilakukan Andra pun menjelaskan semuanya secara detail.
" Ini bukan reality show yang bakalan tampil di tivi kan. Dit kamu tahu kan aku nggak mau tampil di tivi?" cecar Andra kepada Adit.
" Kagak Ndra, ini bukan untuk acara tivi. Ini buat acara chanel youtube JD Advertising. Dan ini nggak bakalan banyak kru macem di tivi. Paling hari pertama aja, yoi kan Bian."
Bian sebagai produser acara tersebut mengangguk. Bian pun menjelaskan konsep yang diusung olehnya di acara TCD nanti.
" Bang Andra, nanti kita cuma pakai 2 orang kok. Satu kameramen satu lagi host. Dan host nya nanti nggak kaku kayak host-host buat acara formal. Host di sini lebih kayak yang pengen tahu aja kegiatan abang seperti apa plus dia akan jadi temen abang dalam acara itu."
Andra mencoba menelaah maksud dari Bian. Awalnya ia ragu untuk menyetujuinya tapi kembali lagi, saat melihat Restu dan Juned akhirnya dia mau melakukan hal tersebut.
" Lalu kapan mulainya? Ini nggak live kan?"
" Kagak bang, kita nggak akan live kok. Ini modelnya rekam dulu, edit baru kita up ke youtube. Ini beneran konten santai bang."
" Oke, aku setuju."
Semua orang bernafas lega terlebih Bian dan Restu. Bian, rencana nya untuk menggaet Andra di acara itu berhasil dan Restu lega karena kali ini Andra tidak menolak pekerjaan yang membutuhkan waktu lama alias berkelanjutan.
" Terimkaasih ya Bang, schedule nya nyusul. Nanti saya kabarkan ke Mas Restu."
" Siap, sama-sama."
Bian menjabat tangan Andra lalu Restu dan sebaliknya Andra juga menjabat tangan Adit. Meskipun mereka berteman tapi soal pekerjaan mereka tetap profesional.
Kini giliran Bian memanggil orang yang akan jadi host di acara tersebut. Sesuai dengan usul Liam kemarin bahwa mereka akan memakai anak baru yang kemarin baru saja diterima sebagai reporter. Melihat kemampuan anak itu membuat Liam tertarik untuk membawanya ke depan kamera agar acara yang dibuat lebih fresh.
" Tapi bukannya dia mendaftar sebagai reporter ya?" tanya Adit kepada Bian.
" Iya bos, tapi untuk saat ini dia yang paling cocok buat kerjaan ini," jawab Bian yang diikuti anggukan kepala Liam. Kali ini Liam ikut agar menguatkan pendapat mereka mengapa memilih gadis itu.
" Oke, kita panggil saja gadis itu sekarang."
Liam segera berdiri dan memanggil kandidat yang menurutnya sangat cocok dan berbakat di depan kamera itu. Kandidat yang tidak lain adalah Zanita itu pun masuk ke dalam ruangan. Terlihat ia sangat gugup. Zanita mendengar rumor mengenai presdir JD Advertising yang dingin dan datar membuatnya sedikit bergidik.
" Nona Zanita Yufarani, silahkan duduk. Saya sudah melihat CV Anda. Anda mendaftar sebagai reporter benar? Tapi jika saat ini Anda saya tempatkan Anda di pekerjaan lain apakah Anda akan menolak?"
Adit langsung to the point, dia tidak mau bertele-tele dalam menjelaskan sebuah pekerjaan. Sedangkan Zanita, dia tampak bingung. JD Advertising merupakan perusahan advertising yang saat ini tengah mengembangkan majalah bisnis dan olahraga. Akan sangat sayang jika dia menolak. Apalagi JD Advertising ini memiliki siaran youtube sendiri yang banyak diminati karena konten yang ditampilkan menarik.
" Saya akan menerima pak."
" Bagus, selanjutkan apa itu akan dijelaskan oleh Bian dan Liam. Selamat bergabung dengan JD Advertising Nona Zanita."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Memyr 67
aq bingung dengan hubungan pertemanan di cerita ini. andra adeknya radi, temennya adit sepupunya rama. terus, radi dan rama saling kenal? juga dengan ketiga temannya rama?
2024-12-12
0
Berdo'a saja
awal pertemuan Andra dan zanita
2024-02-01
2
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Andra bakal ketemu trus sama calon jodoh nya nih 😅😅😅😅😅
2023-06-22
0