HW 11. Ulah Andra

Hingga lewat tengah malam Andra belum juga bisa memejamkan mata. Ia kemudian bangkit dari tidurnya dan berdiri. Andra memindai seluruh orang yang ada disana, semua tampak pulas tertidur. Ia kemudian berjalan melewati beberapa orang yang sudah terlelap. Menuju dapur dan membuat secangkir kopi panas.

Andra kemudian berjalan keluar rumah. Ia melihat beberapa orang yang masih berlalu lalang. Mungkin para pendaki yang baru datang atau mungkin juga orang seperti dirinya yang belum bisa tidur. Andra mengeluarkan korek dan sebatang rokokk dari tempat nya. Tidak ada yang tahu jika Andra sesekali merokok.

Dia hanya akan menghisap tembakau berbentuk lintingan itu sesekali jika ingin. Namun sepandai-pandainya ia menyimpan itu dari keluarganya, tetaplah ia tidak bisa menipu sang kakak. Mas Dika, kakaknya yang berprofesi sebagi dokter tentu begitu cermat dengan tanda-tanda orang yang merokok, termasuk dirinya.

" Haish, nggak jadi. Ntar diomeli sama mas repot,'' gumam Andra pelan.

Andra akhirnya kembali lagi menaruh batang rokok itu ke tempatnya dan memasukkan ke saku jaket nya. Ia mengambil cangkir kopi yang masih panas itu lalu menyeruputnya pelan.

" Haish, mau sampai kapan ya begini,"

Andra kembali bermonolog. Ia tengah duduk di teras rumah sambil melihat langit malam yang bertaburan dengan banyak bintang. Ia membayangkan kehidupan rumah tangga kedua kakak nya itu sangat menyenangkan. Tidak tersorot publik dan benar-benar bisa privasi. Lah ini, dia mau jalan jajan siomay aja selalu jadi keributan.

" Hais, salah gue sendiri juga sih. okelah sampa

i 30 tahun aja lah ya. Setelah itu mari terima tawaran ayah atau bunda buat kelola universitas atau rumah sakit bersama Kak Radi atau Mas Dika."

Tampaknya Andra mulai memikirkan masa depannya. Ia sudah merasa lelah menjadi yang sekarang ini. Tapi dia juga tidak bisa serta merta mundur. Beruntung dia bukanlah orang yang lalu lalang di televisi. Sejauh ini dia hanya model beberapa produk dan traveller. Dimana itu adalah hobinya sebenarnya. Hobi yang dibayar, kalau kata dia begitu.

Merasa cukup Andra kembali masuk dan ingin mencoba untuk tidur. Lagi, ia sepintas melirik ke arah Zanita. Gadis yang tiba-tiba menyedot sedikit perhatiannya itu. Zanita tidur meringkuk, di kakinya ada sajadah yang di gunakan untuk menutup kaki. Andra merasa kasian melihat Zanita yang tampak kedinginan. Ia pun mengambil selimutnya dan memberikannya kepada Zanita.

Andra bahkan membenarkan selimut itu dengan melangkahi Liam. Zanita menggeliat pelan sambil mengeratkan selimut yang Andra berikan. Pria itu tersenyum melihat wajah Zanita yang begitu manis saat tertidur. Andra ingin menyentuh pipi Zanita yang terlihat sedikit memerah, mungkin karena efek dingin, namun ia urung. Andra memilih berdiri dan merebahkan tubuhnya.

Rupanya apa yang dilakukan oleh Andra dilihat oleh Liam. Liam pun menjadi sedikit bertanya-tanya. Selama ini Andra tidak pernah sebegitu perhatiannya terhadap lawan jenis, meskipun itu kru sekalipun. Andra memang baik ke semua orang tapi masih dalam tahap wajar, dan kali ini Liam merasa ini tidak wajar.

" Please, jangan ada cilok ye eh cinlok. eeh tapi kan si Za udah tunangan dah mau married pula. Aaah mungkin ini hanya perasaan gue aja. Gue kelewat lama jomblo jadi suka baperan."

Liam mengusir pikiran-pikiran yang ia ciptakan sendri. Ia pun kembali tidur dan melanjutkan mimpinya yang sempat terganggu.

*

*

*

Azdan subuh berkumandang. Semua tim sudah bangun. Beberapa orag yang menjalankan kewajiban 2 rakaat bersama-sama menuju ke mushola. Sedangkan yang tidak mulai menyiapkan air panas untuk menyeduh kopi, teh, atau susu terserah mana yang diinginkan. Zanita yang juga sudah bangun sedikit merasa bingung dengan selimut yang ia pakai.

" Kak Liam, ini punya siapa ya?"

" kalau nggak salah, itu punya Andra. Mungkin lihat kamu kedinginan pas tidur lalu dia kasian terus dipinjemin ke kamu Za."

Zanita mengerutkan kedua alisnya. tapi ia tidak mau ambil pusing, saat ini yang harus ia lakukan adalah bersiap. Zanita akan menyampaikan terimakasih nanti.

Liam melakukan koordinasi dengan tim NO lagi untuk mengambil beberapa part sebelum iklan di mulai dan saat iklan sudah selesai. Mereka semua tentu setuju.

Zanita sudah selesai bersiap. Ia melihat Andra dan membawa selimut itu untuk dikembalikan,

" Bang terimakasih untuk selimutnya."

" Sama-sama, tapi nggak gratis."

" Maksudnya?"

" Berikan senyum terbaikmu dulu, aku anggap itu sebagi bayaran yang sangat mahal."

Mulut Zanita menganga lebar mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Andra. Sungguh jika bisa memaki, ia akan memaki Andra saat ini juga.

Kampreeet, heh Tuan Magicom seenak jidatnya nyuruh orang senyum. Sial, kayaknya gue dikerjain deh.

Zanita merutuk di dalam hati. terlihat tangannya mengepal erat. Meskipun masih gelap tapi tentu saja Andra bisa melihatnya. Andra sungguh senang melihat wajah Zanita yang terlihat syok itu.

" Gimana? Nggak mau juga. Haish padahal aku udah bela-belain kedinginan buat dikasih ke kamu. Eh cuma minta senyum aja nggak mau ngasih."

" Siapa suruh dikasih pinjem."

" Apa yang kamu bilang, lebih kenceng kalo ngomong. Aku nggak denger. Apa harus aku dekatkan telingaku biar bisa denger."

Andra secara spontan mendekatkan telinganya ke bibir Zanita. Sungguh Zanita amat kesal, rasanya ia ingin menoyor kepala Andra dengan begitu keras. Tapi Zanita tentu tidak bisa melakukan itu. Dia memilih memundurkan tubuhnya sejauh 3 langkah agar bisa lebih jauh dari Andra.

" Gimana mau senyum nggak."

" Hiiii"

Zanita dengan terpaksa menarik kedua sudut bibirnya. Bukan senyum yang dihasilkan tapi lebih kepada sebuah ' cengiran' yang memperlihatkan deretan gigi-gigi putih gadis itu.

Zanita langsung membalikkan tubuhnya. Tangan gadis itu masih mengepal sempurna sambil sesekali menghentakkan kakinya, Andra yakin gadis itu pasti merutuki dirinya dan kesal setengah mati.

" Hahahah, seru juga ngisengin anak perawan?"

" Siapa yang bos isengin."

" Kampret lo Ned, bikin gue kaget aja. Adalah."

Juned menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia melihat Andra begitu senang pagi ini. Sepertinya ada yang menarik tapi tentu Juned tidak tahu apa itu.

*

*

*

Baik syuting iklan dan syuting TCD hari ini berjalan dengan lancar. Sampai di penutupan saat Andra hendak pulang, Liam masih mengambil gambar mereka. Sebenarnya sebagai take adegan saja. karena Andra tentu tidak langsung pulang. Ia lebih dahulu akan memastikan bahwa semuanya tidak ada miss dan bagus sehingga tidak perlu ada pengulangan.

" Oke Bang Andra TCD selesai ya. Kita mau ngucapin makasih banyak buat bang Andra udah ngizinin kita di sini juga."

" Sama-sama bang Liam. Kalian mau langsung pulang?"

Liam dan Dio mengangguk tapi Zanita tidak. Gadis itu sepertinya masih sangat kesal dengan Andra. Tapi hebatnya selama syuting berlagsung Zanita tidak menampakkan kekesalannya.

" Oke lah kalau begitu, bang bilangin ke adiknya tuh jangan cemberut mulu. Ya udah kalian semua hati-hati ya. Untuk jadwal selanjutnya langsung kabarin aja oke."

Liam mengangguk, ia kemudian melirik ke arah Zanita. Benar apa yang dikatakan Andra, wajah Zanita begitu kesal.

" Za, ada apa? Apa ada yang ngisengin kamu? bilang aja, nanti kita tegur."

" Eh nggak kok kak, aku nggak kenapa-napa. Ya udah yuk pulang. Biar nggak kena macet."

Liam merasa sedikit aneh dengan apa yang terjadi . Tapi dia tidak mau menduga-duga. Liam pun akhirnya masuk ke mobil bersama Zanita. Kali ini Dio yang akan menyetir. Hari ini selsai, tapi tidak dengan Zanita. Gadis itu masih membawa rasa kesalnya kepada Andra bahkan hingga perjalanan pulang.

" Kampreeet, awas ya akan ku balas nanti."

TBC

Terpopuler

Comments

Nur Bahagia

Nur Bahagia

cewe ga jelas.. bencinya ke siapa tapi yg jadi sasaran semua entertainer 🤪

2024-10-23

1

Eli Elieboy Eboy

Eli Elieboy Eboy

𝚖𝚊𝚐𝚒𝚌𝚘𝚖 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚋𝚊𝚑 𝚓𝚍 𝚔𝚊𝚖𝚙𝚛𝚎𝚝 🤣🤣🤣

2024-10-07

0

Sweet Girl

Sweet Girl

ang bener kelamaan jomblo

2024-03-24

2

lihat semua
Episodes
1 HW 01. Dilema
2 HW 02. The Celebrity Diary
3 HW 03. Selamat Bergabung
4 HW 04. Tuan Magicom
5 HW 05. Menarik
6 HW 06. Posesif
7 HW 07. Dibelakangmu
8 HW 08. Banyak Kejadian
9 HW 09. Sudah Banyak Akal Bulus
10 HW 10. Sesuai Prediksi
11 HW 11. Ulah Andra
12 HW 12. Trending
13 HW 13. Seperti Familiar
14 HW 14. Liam Ember
15 HW 15. Wanita Gelap
16 HW 16. Merasa Lega
17 HW 17. Sudah Mengakui
18 HW 18. Gedung Di Renovasi
19 HW 19. Sangat Cantik
20 HW 20. Merasa Kacau
21 HW 21. Kasih Kucing
22 HW 22. Aku Siap Za
23 HW 23. Saya Terima Nikahnya ...
24 HW 24. Saat Ini, Besok, dan Seterusnya
25 HW 25. Dimulai Hari Ini
26 HW 26. Bersalah vs Bahagia
27 HW 27. Nyonya Rumah Ini
28 HW 28. Kelicikan Vanka
29 HW 29. Menemui Mbak Kunti
30 HW 30. Sorry, Gue Jahat
31 HW 31. Istriku
32 HW 32. Ada Yang Janggal
33 HW 33. Restu dan Ibu Aisyah
34 HW 34. Bukan Cinderela
35 HW 35. Jangan Dipikirkan
36 HW 36. Serius, atau Keluar Agency
37 HW 37. Jangan Sok Ngartis
38 HW 38. Rencana Andra
39 HW 39. Deep Talk
40 HW 40. Ngefans
41 HW 41. Tak Tertolong
42 HW 42. Jangan Kena Skandal
43 HW 43. Gelombang Kecil
44 HW 44. Bukan Pebinor
45 HW 45. Sabar Ya Jon
46 HW 46. Ingat, Karma Berlaku
47 HW 47. Bagai Bumi dan Langit
48 HW 48. Lingerie vs Piyama
49 HW 49. Balik Kena
50 HW 50. Bertemu Mertua
51 HW 51. Raffan Diganti Raffandra
52 HW 52. Menu Pembuka
53 HW 53. Berdamai Dengan Diri
54 HW 54. Ulah Andra
55 HW 55. Hasil Ulah Sendiri
56 HW 56. Rencana Liburan
57 HW 57. Stay Halal
58 HW 58. Muat Nggak Tuh?
59 HW 59. Stalker
60 HW 60. Berhentilah
61 HW 61. Sambutan Pulang Honeymoon
62 HW 62. Kehebohan Terjadi
63 HW 63. Maaf
64 HW 64. Berjiwa Besar
65 HW 65. Sudah Gila
66 HW 66. The Happy Ending
67 Promo Karya Baru: Jangan Menangis Bunda By. Author IAS
Episodes

Updated 67 Episodes

1
HW 01. Dilema
2
HW 02. The Celebrity Diary
3
HW 03. Selamat Bergabung
4
HW 04. Tuan Magicom
5
HW 05. Menarik
6
HW 06. Posesif
7
HW 07. Dibelakangmu
8
HW 08. Banyak Kejadian
9
HW 09. Sudah Banyak Akal Bulus
10
HW 10. Sesuai Prediksi
11
HW 11. Ulah Andra
12
HW 12. Trending
13
HW 13. Seperti Familiar
14
HW 14. Liam Ember
15
HW 15. Wanita Gelap
16
HW 16. Merasa Lega
17
HW 17. Sudah Mengakui
18
HW 18. Gedung Di Renovasi
19
HW 19. Sangat Cantik
20
HW 20. Merasa Kacau
21
HW 21. Kasih Kucing
22
HW 22. Aku Siap Za
23
HW 23. Saya Terima Nikahnya ...
24
HW 24. Saat Ini, Besok, dan Seterusnya
25
HW 25. Dimulai Hari Ini
26
HW 26. Bersalah vs Bahagia
27
HW 27. Nyonya Rumah Ini
28
HW 28. Kelicikan Vanka
29
HW 29. Menemui Mbak Kunti
30
HW 30. Sorry, Gue Jahat
31
HW 31. Istriku
32
HW 32. Ada Yang Janggal
33
HW 33. Restu dan Ibu Aisyah
34
HW 34. Bukan Cinderela
35
HW 35. Jangan Dipikirkan
36
HW 36. Serius, atau Keluar Agency
37
HW 37. Jangan Sok Ngartis
38
HW 38. Rencana Andra
39
HW 39. Deep Talk
40
HW 40. Ngefans
41
HW 41. Tak Tertolong
42
HW 42. Jangan Kena Skandal
43
HW 43. Gelombang Kecil
44
HW 44. Bukan Pebinor
45
HW 45. Sabar Ya Jon
46
HW 46. Ingat, Karma Berlaku
47
HW 47. Bagai Bumi dan Langit
48
HW 48. Lingerie vs Piyama
49
HW 49. Balik Kena
50
HW 50. Bertemu Mertua
51
HW 51. Raffan Diganti Raffandra
52
HW 52. Menu Pembuka
53
HW 53. Berdamai Dengan Diri
54
HW 54. Ulah Andra
55
HW 55. Hasil Ulah Sendiri
56
HW 56. Rencana Liburan
57
HW 57. Stay Halal
58
HW 58. Muat Nggak Tuh?
59
HW 59. Stalker
60
HW 60. Berhentilah
61
HW 61. Sambutan Pulang Honeymoon
62
HW 62. Kehebohan Terjadi
63
HW 63. Maaf
64
HW 64. Berjiwa Besar
65
HW 65. Sudah Gila
66
HW 66. The Happy Ending
67
Promo Karya Baru: Jangan Menangis Bunda By. Author IAS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!