Beberapa hari menuju pernikahan Raffan, Vanka mulai menyusun strategi. Ia memang sengaja menjauh dari Raffan untuk melihat apakah pria itu akan menghubunginya atau tidak. Dan, semua seperti prediksi Vanka. Raffan terus berusaha menghubunginya entah melalui pesan ataupun panggilan telepon. Bahkan beberapa kali Raffan mendatangi apartemennya juga.
Pernikahan Raffan dan Zanita akan digelar sekitar seminggu lagi, dimana Vanka tahu persis kapan dan dimana akan digelar acara tersebut.
" Kita lihat nanti siapa yang akan di sana."
Sedangkan di ruangan tim TCD keadaan menjadi ramai saat Zanita mengatakan ke semua tim bahwa dia akan menikah seminggu lagi. Tentu saja semua terkejut pasalnya besok mereka harus berangkat ke Jawa Tengah untuk meliput kegiatan Andra.
" Tapi kamu bisa ikut beneran Za."
" Bisa Bang Bian, aku udah bilang kok sama calon aku dan dia nggak mempermasalahkan itu. Jadi aman."
Semua tentu lega Zanita bicara seperti itu. Sungguh semuanya terkejut mengetahui Zanita yang akan menikah seminggu lagi. Yang mereka tahu kan 3 bulan lagi, namun tidak ada satu pun yang bertanya. Mereka cukup paham bahwa itu adalah privasi mereka.
*
*
*
Zanita mempersiapkan segala keperluan untuk keberangkatannya besok. Ia terlebih dulu searching mengenai tempat yang akan mereka kunjungi itu. Dataran tinggi Dieng merupakan dataran tinggi yang memiliki tingkat dingin yang lumayan rendah. Pernah mencapai dibawah 3° C menjadikan kawasan tersebut sungguh dingin. Zanita tentu mempersiapkan baju hangat dan yang lainnya agar tak mengulang lagi kejadian saat di Papandayan.
Namun sebenarnya bukan hanya di Papandayan saja gadis itu dijahili oleh Andra. Setiap ada kesempatan saat mereka tengah mengambil gambar, Andra selalu membuat Zanita tidak berkutik dengan apa yang dia lakukan.
Rupanya hal tersebut menjadi perhatian sendiri bagi penoton setia tayangan TCD di chanel youtube JDA. Beberapa ada yang menghujat tapi beberapa juga ada yang menganggap keduanya sangat cocok. Tentu saja baik Andra maupun Zanita tidak ambil pusing tentang hal tersebut.
Namun Andra sempat kena tegur oleh sang bunda. Sekar yang tidak pernah menonton putra famous nya itu di media sosial tiba-tiba harus melihat tayangan itu karena ibu-ibu arisan komplek berkomentar tentang Andra.
" Jangan suka ngisengin anak orang. Ntar jadi kesengsem lho."
" Dia udah tuangan bund. Bentar lagi ge kawinn eh nikah."
" Nah apalagi itu, ati-ati."
Andra yang sedang bersiap itu pun tiba-tiba kepikiran dengan Zanita. Entah apa yang membuat pria itu merasa akan ada hal besar di depannya. Namun seketika ia menepis semua perasaan yang tidak jelas itu.
Hampir sebulan bekerja dengan Zanita, Andra bisa menilai gadis itu benar-benar gadis yang baik dan tidak aneh-aneh. Hanya yang belum Andra temukan adalah mengapa gadis itu sangat membenci public figure dalam hal ini artis.
Ternyata bukan hanya kepadanya saja tapi ke semua artis. Andra tahu saat beberapa hari lalu di JDA diadakan acara ramah tamah untuk semua orang yang bekerja di sana. Adit si Presdir juga mengundang beberapa artis sebagai bintang tamu. Jika yang lain sibuk mengambil foto dan heboh akan kedatangan para artis, Zanita tidak. Gadis itu memilih menepi menghindari keramaian yang ada.
" Bismillaah, semoga semuanya besok berjalan lancar."
🍀🍀🍀
Pagi hari suasana JDA sudah ramai. Tidak seramai yang dibayangkan sih tapi tim TCD sudah ada di sana. Kali ini Bian juga ikut. Total tim TCD ada 5 orang dengan Andra dan Juned jadi 7 orang.
Mereka akan berangkat pagi ini ke Jawa tengah. Di mulai dari pengambilan gambar saat mereka tengah bersiap tapi tanpa adanya dialog. Nanti saat di edit akan dimasukkan suara Zanita.
" Oke, semua sudah beres! Ayo kita berdoa dulu agar perjalanan kita semua lancar."
Semua berkumpul membentuk sebuah lingkaran dan berdoa sebelum masuk ke mobil. Mereka menggunakan mobil elff yang mempunyai kapasitas 12 penumpang. Memang memilih tipe itu agar duduk menjadi lebih nyaman.
" Mari kita lets go!"
Tepat pukul 06.00 pagi mereka meninggalkan kantor JDA. Bian berteriak semangat. Kerjaan kali ini sungguh membuatnya merasa senang. Kapan lagi jalan-jalan tapi kerja. Pria itu tak hentinya bersenandung selama di perjalanan.
Semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing tak terkecuali Zanita. Gadis itu duduk sendiri,terlihat tengah sibuk dengan ponselnya. Andra melihat dengan penuh penasaran. Ia pun bangkit dari kursinya dan duduk di sebelah gadis itu. Zanita tentu kaget saat tubuh Andra yang tinggi besar ada disebelahnya.
" Abang ngapain duduk di sini."
Bukannya menjawab, Andra malah mengulurkan roti dan juga susu kotak untuk Zanita. Gadis itu mendengus kesal lalu menerima pemberian dari Andra.
" Makasih."
Andra mengangguk, tapi sepertinya tidak ada niatan dari pria itu untuk pergi dari sisi Zanita. Gadis itu akhirnya pasrah dan membuang wajahnya ke samping melihat pemandangan dari jendela.
" Makan dulu, aku yakin kamu belum sarapan."
Zanita lalu menyobek plastik roti yang diberikan Andra dan mulai memakannya. Sebenarnya ia sama sekali tidak nafsuu makan, memikirkan pernikahannya yang hanya kurang beberapa hari itu membuat Zanita gelisah.
" Apa ada yang mengganggu pikiranmu? Aku lihat akhir-akhir ini kamu begitu gelisah."
" Aku tidak apa-apa."
" Oh ayolah Za, jangan dipendam sendiri. Semua orang butuh teman untuk bercerita. Kau bukan wonder woman yang bisa menelan habis semua permasalahan. Bahkan sekelas ibu kartini aja punya teman curhat melalui surat-surat nya."
Zanita seketika menoleh ke arah Andra. Pria itu terlihat memejamkan matanya tapi bibirnya terus berbicara. Apa yang dikatakan Andra memang benar, dia butuh teman cerita. Tapi kepada siapa? Andra? Pria disampingnya saat ini? Yang benar saja?
" Aku lagi pusing pernikahanku akhir minggu ini tapi semuanya seperti gamang."
Andra sungguh terkejut, ia baru tahu kalau Zanita akan menikah secepat ini. Rencananya kan 3 bulan lagi mengapa jadi beberapa hari lagi, itulah isi keterkejutan Andra. Tapi dia pura-pura tenang dan masih dalam mode santai nya .
" Berdoa, minta diteguhkan hati. Kata orang kalau mau married emang gitu banyak cobaan."
Beeeh, gaya Andra seperti sudah berpengalaman saja. Padahal asli, dia minus kalau soal beginian. Tapi Andra berusaha menjadi pendengar yang bijak untuk Zanita.
" Iya, aku tahu. Itu yang saat ini sedang aku lakukan. Makanya aku ikut acara ini biar otakku ini seger. Asalkan abang nggak bikin onar dan bikin kesel."
Andra langsung membuka matanya dan melibat ke arah Zanita. Ia menatap manik mata gadis itu dengan seksama.
" Jadi sudah mengakui kalau kamu kesel sama aku. Baguslah kalau begitu. Ungkapin Za ungkapin kalau kamu itu emang nggak suka. Ungkapin kalau kamu emang nggak baik-baik saja. Jangan seolah tidak terjadi apa-apa tapi kamu nya mendem."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Sweet Girl
Udah kayak Ustadz Maulana.
2024-03-24
2
Sweet Girl
Iya bener...
2024-03-24
0
Sweet Girl
jangan panik Za... Khan Magicom yg selalu siyap menghangatkan...
2024-03-24
0