Zanita berangkat ke kantor dengan senyum mengembang sempurna. Hari ini dia hanya akan ikut dalam memberi masukan editing mengenai proses syuting kemarin. Jelas saja Zanita bahagia karena hari ini dia tidak harus bertemu dengan Andra.
" Untung nggak ketemu tiap hari."
Zanita lalu memarkirkan motornya di tempat parkir khusus karyawan. Gadis itu kemudian melenggang masuk ke ruang produksi tim TCD. Di sana baru ada Liam yang sedang mentransfer hasil rekaman kemarin.
"Pagi kak."
" Pagi Za."
Liam menjawab salam Zanita sambil melihat arloji di tangan kanannya. Ia mengerutkan keningnya sesaat. Ini baru jam 06.30. Biasanya orang-orang akan datang sekitar pukul 07.00 karena jam kerja di JDA di mulai pukul 07.30.
" Pagi bener Za datangnya."
" Sengaja kak, biar nggak kena macet. Ada yang bisa aku bantu?"
Liam tersenyum, gadis 23 tahun itu tampak bersemangat dalam bekerja. Tentu Liam merasa senang dengan semangat Zanita itu. Dia pun meminta Zanita mendekat dan kembali memutar video yang sudah selesai di transfer. Tak lama keduanya sudah terlibat obrolan seru. Liam tampak senang. Sepertinya keputusannya memilih Zanita tidak salah. Gadis itu memiliki pembawaan supel dan menyenangkan.
Kriiing
Ponsel Zanita berbunyi tapi dia acuh. Hingga beberapa kali berdering akhirnya Zanita memutuskan untuk mengangkatnya.
" Kak, bolehkah aku mengangkat telpon."
" Silahkan Za,nggak masalah. Lagian belum jam kantor ini. Siapa tahu penting."
Zanita mengangguk dan tersenyum. Gadis itu kemudian keluar dari ruang tersebut untuk menjawab panggilan yang masuk.
" Hallo."
" Sayang, kok lama banget sih angkatnya. Kamu udah sarapan belum hmm? Mau ku belikan dan ku antar ke tempat kerjamu?"
" Mas, aku udah sarapan. Maaf tadi aku lagi ngebahas kerjaan sama rekan kerja ku."
" Cowok apa cewek?"
Zanita menghembuskan nafasnya kasar. Kekasihnya, bukan lebih tepatnya tunangannya itu sungguh sangat posesif. Awalnya Zanita merasa itu wajar-wajar saja tapi semakin kesini Raffan semakin posesif. Raffan Danendra, pria berusia 25 tahun itu adalah kekasih Zanita. Mereka berhubungan sudah 2 tahun. Dan baru 6 bulan kemarin mereka bertunangan.
Awalnya Zanita masih belum mau karena dia masih ingin bekerja setelah lulus kuliah. Tapi Raffan meyakinkan gadis itu bahwa dia tidak akan membatasi ruang gerak Zanita sehingga Zanita pun setuju untuk bertunangan.
" Mas Raf, di tempat kerja ini ya isinya laki dan perempuan. Aku akan sering berinteraksi dengan mereka. Itu adalah hal yang wajar. Seperti Mas Raffan yang berinteraksi dengan rekan kerja Mas Raffan."
" Eehm, oke lah. Hati-hati ya banyak cowok yang modus. Kamu jangan mau kalau diajakin makan atau apapun oke! Ya udah aku sudah di depan kantor. Aku masuk dulu ya."
" Iya mas, selamat bekerja."
Zanita menghela nafasnya lega. Dibalik sikap posesif nya Raffan Zanita akui Raffan adalah pria yang baik selama 2 tahun menjalin kasih Raffan memang tidak neko-neko. Dia benar-benar menjaga Zanita.
Zanita tersenyum, ia lalu kembali masuk ke ruang tim TCD. Saat dia masuk rupanya semua tim sudah lengkap. Sesaat Zanita merasa tidak enak karena ia menelpon dengan sedikit lebih lama.
" Aiih, jangan sungkan. Kami tahu anak muda masih suka menggebu-gebu dalam asmara."
Blusssh
Wajah Zanita bersemu merah mendapat ucapan dari Bian. Zanita yang memang memakai cincin tunangannya tentu membuat semua orang tahu bahwa satu-satu nya gadis di tim mereka itu sudah ada yang punya. Karena tim MUA milik mereka adalah seorang pria.
" Kita beneran kalah ye Bi, udah kepala 3 lebih kita masih always alone."
Ucapan Liam diikuti kekehan semua orang di sana. Memang di tim itu semuanya masih pada single alias jomblo.
" Kali kita kebanyakan kerja. Kayaknya sekali-kali bolehlah hunting cewek buat dijadiin pendamping hidup."
Duuuh Zanita sungguh malu. Pagi itu tiada habisnya mereka mencandai Zanita dengan guyonan-goyanan garing. Dimana guyonan itu lebih tepatnya curhatan mereka yang jadi jomblo akut.
" Oke kalau begitu. Hari ini agenda kita adalah membahas mengenai kegiatan Andra akhir minggu ini. Sebenarnya kegiatan syuting iklan NO merupakan kesempatan bagus untuk kita bisa mengambil behind the scane nya. Orang-orang pasti pengen tahu gimana Andra di luar lokasi syuting kan?"
" Tapi Bang Bian itu akan mengganggu kenyamanan dia nggak. Maksudnya, dia juga butuh waktu rehat misalnya yang tidak pengen ada kamera."
Semua mata langsung menatap ke arah Zanita saat gadis itu selesai dengan pendapatnya. Zanita yang ditatap pun sedikit bingung. Dalam benaknya, ia merutuki keberaniannya dalam. mengemukakan pendapat.
Mampuss, lo anak baru. Bisa diem dulu aja nggak sih.
Kebiasaan Zanita yang berpikir kritis ketika mengikuti organisasi kampus ternyata terbawa ke dunia kerja. Sungguh ia merasa sedikit tidak enak hingga Bian tiba-tiba bertepuk tangan.
" Bagus Za, gue seneng nih model anak muda begini. Kritis, berani mengemukakan pendapat tapi tetep pas porsinya. Keren Za, dan apa yang kamu bilang itu betul banget. Maka dari itu kita tidak akan meliput semuanya. Kita hanya akan meliput saat Andra sebelum mulai syuting sama sesudah selesai syuting. Lagian kita juga tidak boleh bocorin hasil syuting NO sebelum mereka rilis.
Semua mengangguk paham dan Zanita menghembuskan nafas kelegaan. Di tim ini semuanya benar-benar wellcome. Mereka tidak menganut sistim senioritas.
" Jadi keputusannya kita ikut akhir pekan ini ke Papandayan?" tanya Dio si MUA.
" Yups, kalian bertiga berangkat. Gue, gue tentu di sini. Gue kan harus ngawasin buat upload episode perdana sambil bales-balesin komen nanti, ye kan"
Tuing
Liam seketika menoyor kepala Bian. Keduanya memang seangkatan baik dari segi usia ataupun lamanya bekerja di JDA. Jadi itu adalah hal biasa bagi keduanya. Tapi tetap saat dalam kondisi resmi atau rapat, Liam menghormati Bian sebagai pimpinan Tim ini.
" Za, siap kan?"
" Eh, iya kak siap."
Zanita memang siap-siap saja untuk pergi kemanapun. Kedua orang tuanya tidak akan melarang apa lagi itu untuk urusan pekerjaan. Akan tetapi yang akan menjadi sedikit sulit yakni dia harus izin kepada Raffan sang calon suami.
Hal ini menjadi akan tidak mudah jika berhadapan dengan Raffan. Terlebih lokasi yang akan di datangi adalah gunung. Raffan yang tidak suka pergi ke alam tentu akan membuat Zanita kerepotan untuk bisa pergi.
" Huft, ini akan sedikit menghabiskan tenaga. Sebaiknya gue mengirim pesan ke dia sekarang juga. Biar nanti sepulang kerja bisa langsung bicara. Haish, nggak mungkin banget kan gue minta surat keterangan untuk acara tersebut. Udah kayak anak sekolah aja. Kampreet."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Memyr 67
putuusin aja tu raffan. jadian ma andra
2024-12-12
1
Sweet Girl
ijinnya udah ngalah2i sama orang tua aja.
2024-03-23
1
Berdo'a saja
raffan yang selingkuh sama yovanka
2024-02-01
0